Perfect Idol

Perfect Idol
Negoisasi


__ADS_3

RS Medika Gemilang.


Kamar VVIP 1257.


Nyonya Ella, ibu angkat dari Bintang menapaki kakinya di ruang rawat Bu Puspa, ibu kandung Bintang. Gaya busana elegan dan mewah, menunjukkan bahwa dia adalah orang yang berada. Matanya menatap Bu Puspa dengan pandangan yang seolah merendahkan.


"Ternyata benar kamu sudah bangun?" ujar Nyonya Ella.


Bu Puspa mengeryitkan dahinya karena dia tidak mengenal Nyonya Ella.


"Maaf ... Anda siapa?" tanya Bu Puspa.


Nyonya Ella mendengus geli mendengar pertanyaan dari Bu Puspa.


"Lucu sekali, ya? Orang yang sudah ku bantu biaya pengobatannya selama tujuh tahun bahkan tidak mengenaliku, ha-ha-ha."


"Maaf ... Maksud Anda, apa Anda donatur yang diceritakan oleh anak saya?" tanya Bu Puspa dengan polosnya.


"Pfftt ... donatur? Siapa yang kamu sebut donatur?" Nyonya Ella menahan tawa mendengar pertanyaan Bu Puspa.


Bu Puspa merasa heran, siapakah wanita ini sebenarnya? Mengapa dia dari tadi hanya tertawa tanpa memberikan penjelasan kepada dirinya. Kalau dia bukan donatur, lalu apa? Mengapa dia bilang sudah membiayai perawatannya selama tujuh tahun dia koma?


"Saya adalah orang tua Bintang yang sekarang. Ah! Bisa dibilang kalau Bintang sudah saya beli untuk menjadi anak saya," jawab Nyonya Ella santai.


Bu Puspa pun terkejut, dia membelalakkan matanya karena mendengar jawaban dari Nyonya Ella. Karena Bintang tidak pernah bicara apapun tentang dia dibeli menjadi seorang anak untuk orang lain. Dia hanya bilang kalau biaya perawatannya selama ini ditanggung oleh seorang donatur yang dermawan. Bintang pun tak pernah cerita apapun kepada dirinya kecuali hal tersebut. Mungkin karena dia sudah koma selama tujuh tahun sehingga dia tidak tahu menahu.


Flashback saat Bintang bicara dengan Bu Puspa.


"Bintang senang ibu sudah sadar," ucap Bintang.


"Ibu sudah lama sekali terbaring disini dan tidak sadar, ibu melihat anak ibu sekarang sudah besar seperti ini, berapa lama ibu koma, Nak?" tanya Bu Puspa.


"Sekitar tujuh tahun ibu koma, tapi sebuah keajaiban yang sungguh luar biasa, ibu bisa sadar dari koma yang begitu lama," jawab Bintang.


"Lalu ... siapa yang telah membiayai perawatan ibu selama ini? Pasti biayanya sangat mahal dan ibu lihat ruang rawat ini sangat bagus."


Bu Puspa sungguh penasaran, sedangkan Bintang terlihat bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan ibunya itu. Jika dia menjawab kalau yang membiayai perawatan selama ini adalah Pak Agung, Bintang takut ibunya akan drop lagi kondisinya.


"Ada seorang donatur, Bu ... mungkin ini adalah rejeki ibu bisa dirawat dan akhirnya sadar walaupun ibu sekarang masih dalam masa pemulihan," jelas Bintang.

__ADS_1


Bu Puspa pun mengangguk.


Bu Puspa melihat penampilan anaknya yang sungguh stylish dan modis. Dia penasaran bagaimana kehidupan anak semata wayangnya itu selama ini. Bahkan anaknya tumbuh sangat tampan dan dari penampilannya bisa membuat para gadis tergila-gila padanya. Apalagi saat Bintang sedang tersenyum.



"Kehidupan mu selama ini bagaimana, Nak?" tanya Bu Puspa.


Bintang terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari ibunya.


"Kehidupan ku sungguh baik, Bu ... ibu bisa lihat, kan?" jawab Bintang.


Bu Puspa hanya tersenyum mendengar jawaban dari Bintang.


"Apa kegiatan mu sekarang?" Bu Puspa masih mengorek informasi tentang anaknya itu.


"Aku bekerja dan kuliah ... ibu gak perlu khawatir, kerjaan Bintang halal, kok. Hal terpenting ibu harus cepet sembuh," ujar Bintang sambil tersenyum.


Flashback end.


Bu Puspa masih penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi selama ini. Tiba-tiba Nyonya Ella mengulurkan tangannya kepada Bu Puspa.


"Saya Puspa," Bu Puspa menyambut tangan Nyonya Ella.


Bu Puspa pun terdiam setelah menanggapi perkenalkan dari Nyonya Ella.


"Ah! Maaf mungkin perkataan saya tadi terlalu kasar, sebenarnya saya tidak membeli anak Anda dan saya juga tidak sepenuhnya membiayai perawatan Anda," jelas Nyonya Ella.


Bu Puspa mengerutkan dahinya karena tidak paham dengan penjelasan Nyonya Ella.


"Maaf ... maksudnya bagaimana? Saya kurang mengerti."


"Ah! Orang yang lebih banyak membiayai perawatan Anda adalah Pak Agung, CEO Smart Entertainment tempat Bintang bekerja. Saya merupakan salah satu investor terbesar di agensi itu. Kebetulan tujuh tahun lalu saya sangat tertarik dengan anak Anda, Bintang. Saya tertarik untuk mengangkatnya sebagai anak karena saya tidak punya anak. Pak Agung memberikan syarat untuk saya. Syaratnya adalah saya harus terus berinvestasi di agensi miliknya dan membantu membiayai perawatan Anda selama ini," jelas Nyonya Ella panjang lebar.


Bu Puspa sejenak mencerna penjelasan panjang lebar dari Nyonya Ella. Dia tidak tahu bahwa kehidupan anaknya selama tujuh tahun terakhir sangat sulit. Dia pun tidak menyangka bahwa Bintang bisa bertemu dengan ayahnya bahkan bekerja dibawah perusahaan milik ayahnya.


"Jadi ... pekerjaan Bintang sekarang apa?" tanya Bu Puspa.


"Dia adalah seorang artis penyanyi yang tergabung dalam grup idola, bahkan dia sudah dikenal hampir di seluruh dunia," jawab Nyonya Ella.

__ADS_1


Bintang menjadi seorang artis? Pantas saja penampilannya sangat modis dan setiap menemui ku pakaiannya terlihat mahal. Tapi mengapa dia tidak mau bercerita padaku? Apa dia takut aku akan kaget karena dia bekerja di perusahaan ayahnya? batin Bu Puspa.


Nyonya Ella pun menyampaikan maksudnya menemui Bu Puspa.


"Tujuan saya menemui Anda adalah untuk membicarakan tentang Bintang," tukas Nyonya Ella.


"Mengenai apa?" tanya Bu Puspa.


"Saya minta kepada Anda ... ah tidak! maksudnya jika Anda tahu diri, sebaiknya Anda terima saja bahwa Bintang sekarang adalah anak saya, bahkan yang publik ketahui Bintang adalah anak kandung saya," jawab Nyonya Ella.


"Anda tidak boleh mengaku kalo Anda adalah ibu kandung Bintang," tambah Nyonya Ella.


Bu Puspa rasanya ingin marah karena baru saja bisa bertemu dengan anak kandungnya setelah tujuh tahun koma, dia malah mendengar berita seperti ini. Dia yang melahirkan tapi tak boleh mengaku ibu kandung, sungguh sangat aneh dan menyedihkan. Namun dia kembali mengingat, bahwa orang yang sedang berada di depannya itu mempunyai andil yang cukup besar untuk keselamatan hidupnya.


"Saya berterimakasih kepada Anda, sudah merawat anak saya selama saya koma," tukas Bu Puspa.


"Lalu? Anda setuju, kan?" tanya Nyonya Ella penasaran.


"Ada satu hal yang saya inginkan," ujar Bu Puspa.


"Apa itu?" Nyonya Ella mengeryitkan dahinya.


"Jangan batasi saya untuk bertemu dengan Bintang," pinta Bu Puspa.


Nyonya Ella terdiam sejenak memikirkan permintaan Bu Puspa.


"Baiklah ... tapi segala kehidupan Bintang, semua saya yang atur, Anda tidak boleh ikut campur lagi," tukas Nyonya Ella.


Bu Puspa memasang raut wajah sedih. Namun apa boleh buat, dia tidak dapat melawan kehendak dari seseorang yang lebih berkuasa ketimbang dirinya. Rasa tahu diri dan ingin membalas budi pun menenggelamkan kesedihannya.


.


.


.


***


^Part ini gak ada dialog para cogan ... mohon bersabar wkwk^

__ADS_1


Next Episode 😁👍>>


__ADS_2