Perfect Idol

Perfect Idol
Berangkat Liburan


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba. Mereka semua sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Maldives Maladewa. Keberangkatan member "Number One" ke Maldives pun dirahasiakan oleh pihak agensi, agar tak terjadi kerusuhan seperti kejadian sebelumnya.


Hira dan Fani pun diminta untuk datang ke dorm "Number One" agar mereka bisa bersama-sama pergi ke bandara.


"Ra ... gua gugup!" teriak Fani kencang sambil menggoyang-goyangkan kakinya


Teriakan Fani membuat supir g*car pun kaget.


"Biasa aja sih Fan ... kayak mau ketemu siapa aja," tanggap Hira malas.


"Kok gitu? Kita kan mau ketemu i ..." ucapan Fani terhenti karena Hira langsung membekap mulut Fani.


"Oy bisa gawat kalo supir g*carnya denger," bisik Hira pelan.


Fani pun mengangguk tanda mengerti.


Fani tetap saja tidak bisa tenang karena dia selalu mengingat kejadian kemarin yaitu kejadian memalukan saat bertemu idola nomor satunya, Marcel.


Muka gua mau tarok mana kalo ketemu Marcel nanti? Gua malu banget, semoga dia gak inget gua, batin Fani.


.


.


.


***


Akhirnya Hira dan Fani sampai di dorm "Number One". Fani merasa sangat takjub dengan tempat tinggal para idolanya itu. Bahkan dia tidak menyangka bisa datang kesana dan malah akan liburan bersama idolanya itu. Seperti mimpi bukan?


Begitu Hira mengucap salam, terlihat Jerry langsung berlari kearah Hira dengan wajah girang.


"Yee ... Kak Hira udah dateng!" teriak Jerry.


"Masuk dulu Kak, yang lain masih pada beberes," ucap Jerry sambil mempersilahkan Hira dan Fani masuk.


Begitu masuk, mereka berdua sudah disambut dengan senyuman berlesung pipi yang manis dari Marcel.



"Duduk dulu aja, mungkin yang lain masih lama," ucap Marcel.


Marcel pun menyadari sesuatu dan mengerutkan dahinya sambil berusaha melihat Fani yang bersembunyi dibalik punggung Hira.


"Ngapain sih lo nyumput dibelakang gua," bisik Hira.


"Gua malu, Ra ..." jawab Fani pelan.


Marcel yang penasaran pun mendekat kearah Hira dan Fani. Fani tidak sadar kalau Marcel mendekat karena dia hanya menunduk menutupi wajahnya. Tiba- tiba Marcel memegang pundak Fani yang sontak membuat Fani langsung menengok kearah Marcel.


"Ah ini mbak yang kemaren kan?" tanya Marcel dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Maaf salah orang." Fani mengelak sambil menghindari pandangan Marcel.


Marcel hanya tersenyum mendengar jawaban dari Fani.


Hira dan Jerry yang tidak mengetahui apa yang terjadi pun hanya saling memberi kode dan mengangkat bahu.


Akhirnya Marcel meninggalkan ruang tamu, agar mereka terutama Fani bisa merasa nyaman.


"Kenapa sih lo, Fan?" tanya Hira heran.


"Gak apa-apa Ra, cuma gugup," jawab Fani nyengir.


Hira pun hanya menepuk jidatnya.


.


.


.


***


Di pesawat Hira pun duduk bersebelahan dengan Fani. Namun sebelum berangkat Bintang berinisiatif untuk bertukar tempat duduk dengan Fani.


"Ehm ... Fani boleh tukeran tempat duduk ya ... please," pinta Bintang dengan wajah imutnya.



Fani yang terpesona oleh keimutan Bintang pun langsung berdiri dan mengiyakan permintaan Bintang.


"Gak apa-apa, Ra ... bye," ucap Fani tak mempedulikan Hira.


Bintang pun sangat bahagia dan senang bisa duduk bersebelahan dengan Hira di perjalanan yang panjang itu.


Haduh ... mati gua, gimana kalo dia minta jawabannya sekarang? Gua mau jawab apa? Bingung! batin Hira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bintang yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Hira pun tersenyum geli dan tak sadar langsung memegang kedua pipi Hira sambil mencubitnya gemas.


"Makin gemes kalo kayak gini," ucap Bintang.


"Lepasin! Sakit tau gak!" teriak Hira marah.


Bintang hanya tertawa melihat wajah Hira yang memerah padam.


.


.


.


***

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, Fani terlihat sangat canggung dan kaku karena ternyata dia harus duduk bersebelahan dengan Marcel.


Marcel melihat Fani yang sangat tidak nyaman duduk disebelahnya pun mencoba menyapanya.


"Hey mbak ... kenapa kayaknya gak nyaman banget? Kenapa mbak? Apa mbak sakit?" tanya Marcel khawatir.


"Ehm ... itu saya gak apa-apa, cuma baru pertama kali naik pesawat jadi tegang," jawab Fani.


Marcel hanya tersenyum geli mendengar jawaban dari Fani.


Haduh malu-maluin banget sih lo, Fan ... masa alasannya kayak gitu, kan keliatan norak banget, batin Fani.


Tiba-tiba Marcel menyodorkan tangannya kepada Fani.


"Kenalin gua Marcel, mbaknya namanya siapa?" tanya Marcel.


"Ehm ... gua Fani," jawab Fani sambil menyambut uluran tangan Marcel dan langsung menarik tangannya kembali dengan cepat.


Marcel hanya menatap tangannya yang masih terpaku.


Wah masa salamannya kayak gitu? Padahal tangan gua udh bersih loh gak ada virusnya, apalagi virus Corona, batin Marcel.


.


.


.


***


Akhirnya setelah kurang lebih tujuh jam perjalanan, mereka pun sampai di Bandara Internasional Velana yang terletak di kota Male, yaitu ibukota negara tersebut. Mereka berangkat dari Jakarta pukul 11.00 WIB dan saat tiba di Maldives menunjukkan pukul 16.00, karena waktu di Maldives lebih lambat dua jam ketimbang Indonesia.


Perjalanan mereka belum usai, karena mereka harus menaiki pesawat kecil untuk menuju resort yang dituju yaitu Anantara Dhigu Maldives Resort. Sepanjang perjalanan menuju resort mereka melihat pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.


Hira dan Fani pun hanya terbengong dan melongo melihat pemandangan dari atas pesawat.



"Gila warna lautnya itu loh bagus banget, warna turquoise gitu!" teriak Hira.


"Itu sumpah resort-nya keren banget! Kita bakal nginep disana, Ra!!!" sahut Fani penuh kehebohan.


Para member "Number One" yang melihat kehebohan kedua gadis itu pun hanya tertawa geli.


.


.


.


***

__ADS_1


Tunggu kisah selanjutnya ya 😁


^GOMAWO^


__ADS_2