
Dean masih menunggu Bintang untuk bercerita. Namun Bintang masih saja membisu dan tak menceritakan apapun tentang masalah yang sedang dialaminya. Dean hanya menduga bahwa ibunya lah yang memaksa Bintang untuk bertunangan dengan Cleo, yang Dean ketahui bahwa Nyonya Ella adalah ibu kandung Bintang.
"Kalo nyokap lo yang minta ... kenapa lo gak bilang kalo lo gak mau tunangan sama Cleo? Lagian lo itu anak tunggal ... masa seorang ibu kandung tega memaksa anaknya?" tukas Dean.
Bintang sejenak terdiam tak menjawab. Dia bingung harus bicara apa, tapi akhirnya dia memutuskan untuk tetap berbohong kepada Dean.
"Mungkin saat ini gua belum suka dengan Cleo, tapi lo tau sendiri, kan ... kalo Cleo dari dulu suka sama gua? Lagian gua juga gak berencana serius dengan Hira. Lo pikir aja, asal usul keluarga Hira gak jelas dan dia bukan dari keluarga berada ... mana mungkin kami bisa bersatu," jelas Bintang berbohong.
Bintang pun beranjak dari ranjangnya dan keluar kamar. Sedangkan Dean terlihat masih mematung karena bingung bagaimana harus menanggapi perkataan Bintang.
.
.
.
***
Tirta mengajak Hira ke sebuah tempat yang mungkin tidak diprediksi oleh Hira. Mobil Tirta terparkir di sebuah gelanggang olahraga atau lebih tepatnya di depan gelanggang renang.
"Kita mau ngapain, Ta? Kok lo ajak gua kesini?" tanya Hira penasaran.
"Siapa tau lo suka dengan kolam renang," jawab Tirta sambil tersenyum.
"He-he ... gua suka kolam renang tapi gua gak bisa berenang, Ta...." ujar Hira sambil nyengir kuda.
Tirta hanya tersenyum mendengar pernyataan dari Hira, karena Tirta memang mengetahui bahwa Hira tidak bisa berenang saat mereka sedang berada di Jepang. Kebetulan malam itu, Tirta juga datang ke kolam renang. Waktu itu Hira tercebur ke kolam renang dan terlihat tak bisa berenang, saat Tirta ingin menyelamatkannya ternyata Bintang duluan lah yang sudah menyelamatkan Hira. Sehingga Tirta terdiam dan hanya bisa melihat dari jauh (episode 12).
"Yuk ... kita masuk kedalam," ajak Tirta.
"Tapi kalo rame orang gimana?" tanya Hira khawatir.
"Tenang, Ra ... didalam gak ada siapa-siapa. Soalnya gelanggang olahraga ini punya orang tua gua dan gua udah pesen sama yang jaga gelanggang renang supaya kosongin kolam renangnya," jelas Tirta.
Hira mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya mereka turun dari dalam mobil. Area parkiran yang luas itu memang terlihat sepi, hanya ada mobil Tirta yang terparkir disana. Hira berjalan mengekor di belakang Tirta, sambil melihat sekeliling sehingga membuatnya tertinggal jauh dari Tirta. Tirta yang tersadar kalau Hira tertinggal pun kembali ke belakang menghampiri Hira.
"Jangan bengong nanti hilang," ucap Tirta tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Hira.
__ADS_1
"Eh! I-iya ... he-he," tanggap Hira sedikit terkejut.
Hira menatap uluran tangan Tirta kepadanya. Awalnya dia merasa ragu untuk menyambutnya tapi akhirnya dia pun menyambut uluran tangan Tirta.
Tirta menggenggam erat tangan Hira sambil berjalan menuju arah kolam renang. Mungkin saat ini hati Hira sedang merasa kalut karena Bintang. Namun genggaman tangan Tirta sedikit membuatnya merasa lebih tenang.
***
Sesampainya di kolam renang, Tirta mengajak Hira untuk duduk di tepian kolam. Perasaan Hira menjadi lebih baik ketika melihat air kolam renang.
"Maaf, Ra ... seharusnya gua ajak lo ke pantai bukan ke kolam renang," ujar Tirta.
"Gak apa-apa, Ta ... ini udah lebih dari cukup," ucap Hira.
"Kalo di pantai kan pemandangannya bagus, Ra ... tapi kalo mau ke pantai yang bagus butuh perjalanan jauh, takutnya waktu sehari gak cukup," kata Tirta sambil memandang Hira.
"Gak apa-apa, Ta." Hira tersenyum sambil mengayun-ayunkan kakinya di air kolam.
"Memangnya lo udah putus dari Bintang? Kok dia tiba-tiba mau tunangan dengan Cleo. Kayaknya kemaren hubungan kalian masih baik-baik aja," tanya Tirta penasaran.
Hira terdiam sejenak dan memberhentikan ayunan kakinya.
"Semalem dia nemuin gua dan tiba-tiba minta maaf. Gua gak ngerti kenapa dia bersikap aneh kayak gitu. Terus pagi-pagi gua dapat pesan dari dia, kalo dia mau putus ... dia bilang selama ini dia cuma main-main dengan gua, Ta...."
"Dia bilang hiks ... dia sadar kalo Cleo lebih cocok buat dia, hiks ... hiks...."
Tirta langsung berusaha menenangkan Hira dengan menyenderkan kepala Hira di bahu kanannya. Dia pun mengusap lembut kepala Hira dengan tangan kanannya.
"Udah jangan nangis, Ra ... kalo lo sedih gua juga ikutan sedih," pinta Tirta.
Tangisan Hira makin menjadi setelah Tirta berkata seperti itu kepadanya. Akhirnya Tirta pun memeluk Hira dan menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkan Hira.
"Sekarang lo teriak aja ... luapin semua emosi yang ada didalam diri lo, Ra...." saran Tirta.
Hira pun berdiri dan berteriak untuk meluapkan semua emosinya.
"DASAR BINTANG JAHAT! PEMBOHONG! KURANG AJAR!" teriak Hira kencang.
Berulang kali Hira berteriak dan meluapkan emosinya hingga dia merasa sedikit lebih tenang.
__ADS_1
"Gua udah sedikit lebih baik, Ta! Makasih, ya!" ucap Hira sambil tersenyum kepada Tirta.
Tirta mengangguk sambil tersenyum kepada Hira yang berdiri di tepi kolam.
"Sekarang giliran gua yang ademin pikiran," ucap Tirta.
"Caranya?" tanya Hira penasaran.
Byur!
Tiba-tiba Tirta menceburkan dirinya kedalam kolam renang dan berenang dengan cepat ke seberang.
"Tirta! Lo itu ada-ada aja! Baju lo basah ntar, ha-ha-ha!" teriak Hira sembari tertawa melihat Tirta yang menceburkan diri ke kolam dengan pakaian lengkap.
Tirta hanya menanggapi ucapan Hira dengan mengangkat tangannya dan memberikan simbol oke kepada Hira dengan membulatkan jempol dan telunjuk kanannya. Hira masih saja tertawa melihat tingkah konyol temannya itu.
Dengan cepat Tirta kembali berenang kearah Hira. Ternyata Tirta merupakan seorang perenang handal. Dengan cepat dia akhirnya sampai di tepian kolam dan menyembulkan kepalanya.
"Hah ... hah ... seger tau, Ra!" ujar Tirta sembari mengatur pernafasannya.
Hira masih terkikik geli melihat Tirta.
Tirta pun naik keatas dan duduk di tepian kolam. Dia menatap Hira yang masih menertawakan dirinya.
Gua seneng bisa buat lo tersenyum lagi, Ra ... tadinya gua memutuskan untuk menyerah tapi sekarang gua akan berusaha dapetin hati lo lagi, Ra ... gua yakin gua bisa buat lo selalu bahagia kayak gini dan sebisa mungkin gak akan buat lo sedih, batin Tirta.
Hira yang tersadar kalau Tirta memperhatikan dirinya pun berhenti tertawa. Mungkin dia menyadari bahwa Tirta memiliki perasaan khusus kepada dirinya, perasaan yang lebih dari sekedar sahabat. Hal itu terlihat dari tatapan mata Tirta yang begitu dalam saat menatap dirinya. Untuk beberapa saat mereka berdua saling menatap.
.
.
.
***
^Apakah Hira akan membuka hatinya untuk Tirta?^
__ADS_1
Next Episode 😁👍>>
Jangan lupa klik tombol fav, like, komen, rate bintang 5 serta vote agar author menjadi lebih semangat menulis 😁👍