
Smart Entertainment.
Para member Number One bersiap rekaman untuk single baru mereka. Setelah rekaman selesai, rencananya mereka akan membuat video klip di kota Dubai. Target rekaman selesai adalah satu minggu dari hari ini, hal tersebut membuat mereka menjadi sangat sibuk.
Di ruang rekaman.
Tirta menatap kertas yang berisi lirik lagu baru mereka. Lagu itu merupakan lagu yang diciptakan oleh Bintang dan penulis lagu terkenal andalan agensi. Mereka memang sudah lama mengetahui tentang lagu yang akan mereka luncurkan kali ini. Selama kurang lebih satu bulan mereka berlatih sebelum melakukan proses rekaman. Namun Tirta sepertinya baru saja memahami makna dari lirik lagu tersebut. Kebetulan yang baru berada di ruang rekaman hanyalah dia dan Jerry karena yang lainnya masih belum datang.
"Love Sick," gumam Tirta menyebutkan judul lagu baru mereka.
Jerry yang mendengar gumaman Tirta pun menyahutinya.
"Kak Tirta kenapa serius banget?" tanya Jerry.
"He-he ... baru sadar kalo isi lagu ini sedih," jawab Tirta.
Jerry pun menghela nafasnya.
"Hadeh...."
***
Lagu baru mereka bercerita tentang seorang laki-laki yang menyukai seorang gadis. Namun gadis itu ternyata lebih memilih laki-laki lain. Kisah lagu itu mirip dengan kisah nyata yang sedang dialami oleh Tirta saat ini. Dia menyukai Hira tapi Hira lebih memilih Bintang.
Tirta masih terus menatap lirik lagu itu dan mendalaminya. Dia pun merasa sangat sedih saat mencoba menyanyikannya. Dean yang baru datang pun merasa heran melihat Tirta meneteskan air mata saat menyanyikan lagu baru mereka.
"Mendalami banget kayaknya," celetuk Dean.
Tirta pun terkejut akibat celetukan Dean.
"Bikin kaget aja!" protes Tirta.
Dean hanya terkikik geli melihat sahabatnya yang terlihat melankolis itu.
Sejenak Tirta berpikir, mengapa Bintang menciptakan lagu seperti ini.
Kenapa juga dia buat lagu kayak gini? Apa mau ngeledek gua? Awas aja kalo emang bener mau ngeledek, batin Tirta.
Tak lama kemudian, Bintang dan Marcel pun datang. Akhirnya proses rekaman lagu mereka pun dimulai.
.
.
.
***
Setelah prosesi rekaman hari itu selesai, mereka berencana untuk makan malam bersama di luar. Namun ternyata Bintang sudah ditunggu oleh Nyonya Ella di ruang kantor Pak Agung. Akhirnya Bintang pun absen tidak dapat ikut makan malam bersama teman-temannya itu.
Ruang CEO Smart Entertainment.
Nyonya Ella terlihat sedang duduk menyilang kaki disebuah sofa yang ada di ruangan tersebut dengan ditemani oleh Pak Agung. Bintang yang baru datang pun langsung duduk tanpa menyapa mereka berdua.
"Ngapain kesini?!" tanya Bintang ketus.
__ADS_1
Nyonya Ella berdecak. "Ckckck ... begini tanggapan mu saat orang tua mu datang?"
"Anda hanya orang tua angkat," ujar Bintang.
Pak Agung tiba-tiba marah kepada Bintang karena tanggapannya yang tidak sopan kepada Nyonya Ella.
"Apa kamu tidak pernah diajarkan tata krama?!" teriak Pak Agung.
Bintang mendengus geli mendengar perkataan dari ayahnya itu.
"Saya rasa orang tua saya tidak pernah mengajarkannya," tukas Bintang.
Deg!
Batin Pak Agung pun tersentak saat mendengar pernyataan dari Bintang. Memang benar selama ini sebagai ayah kandungnya, dia tidak pernah mengajarkan apa-apa kepada Bintang.
"Ha-ha-ha...."
Tawa Nyonya Ella memecah keheningan.
"Inilah yang saya suka dari anakmu, Bintang," ucap Nyonya Ella sambil menatap Pak Agung.
Bintang mengeryitkan dahinya saat mendengar ucapan dari Nyonya Ella.
"Ah! Saya kemarin sudah menemui ibu kandung mu," tukas Nyonya Ella.
Bintang langsung terlihat emosi.
"Untuk apa Anda menemui ibu saya?!" tanya Bintang.
"Membuat kesepakatan," jawab Nyonya Ella.
Bintang terlihat heran dan penasaran, sebenarnya kesepakatan apa yang telah dibuat oleh Nyonya Ella dan ibunya. Selama ini Bintang memang sungguh tidak menyukai sosok ibu angkatnya itu. Bukan karena dia tidak mau berterimakasih tapi karena Nyonya Ella begitu arogan dan banyak mengatur tentang kehidupan pribadinya.
"Ibumu bilang dia tidak akan turut campur dengan apapun yang menyangkut kamu, dia menyerahkan semua tanggung jawab orang tua kepada saya," jelas Nyonya Ella.
"Ah! Itu juga sebagai rasa terimakasih-nya yang mendalam karena telah membantu biaya perawatannya dan merawat mu selama ini," tambah Nyonya Ella lagi.
Bintang terlihat sangat kesal mendengar penjelasan dari Nyonya Ella. Sedangkan Pak Agung tak dapat berbuat apa-apa, dia bagai kerbau yang dicucuk hidungnya. Nyonya Ella merupakan investor terbesar untuk agensi sehingga Pak Agung tak berani mengusiknya, bahkan hal yang menyangkut anak kandungnya sendiri.
"Saya tahu pasti Anda memiliki maksud tertentu ... jadi apa tujuan Anda?" tanya Bintang.
"Ha-ha-ha! Bintang memang kamu anak yang cerdas! Saya tidak salah pilih mengangkat kamu sebagai anak," tutur Nyonya Ella.
"Jadi?" tanya Bintang lagi.
"Kamu harus mau menerima pertunangan dengan Cleo," jawab Nyonya Ella.
Bintang terlihat sangat ingin marah tapi dia masih bisa menahannya.
Cleo lagi Cleo lagi! Memang dasar nenek sihir yang gak gampang nyerah! Kenapa harus pake acara pertunangan segala! batin Bintang.
"Bagaimana?"
Pertanyaan Nyonya Ella memecah lamunan Bintang.
__ADS_1
"Tapi dari agensi tidak mengijinkan untuk berpacaran jika belum lima tahun berkarir," kilah Bintang.
Nyonya Ella menatap tajam kearah Pak Agung.
"Tapi ini pertunangan bukan pacaran, tidak masalah 'kan, Pak Agung?"
Pak Agung terlihat gugup dan bingung saat hendak menjawab pertanyaan Nyonya Ella. Namun Nyonya Ella terus menerus menatapnya dengan pandangan mengintimidasi.
"B-benar ... tidak masalah," jawab Pak Agung.
Bintang menatap kecewa kearah ayahnya itu. Dia terlihat sangat kesal karena ayahnya terlihat seperti orang bodoh saat berhadapan dengan Nyonya Ella.
Nyonya Ella pun beranjak dari tempat duduknya.
"Anggap saja ini sebuah balas budi, saya sudah mengeluarkan banyak uang untukmu jadi waktunya kamu memberikan balasan dengan memberikan keuntungan juga," ucap Nyonya Ella sembari berdiri di samping Bintang, lalu pergi.
Bintang hanya bisa menggertakan giginya dan mengepal erat tangan kanannya karena menahan emosi.
.
.
.
***
Selepas dari agensi, Bintang langsung menemui Hira di kosannya. Baru saja Hira membuka pintu, Bintang langsung memeluknya.
"Kamu kenapa?" tanya Hira penasaran.
"Aku kangen," jawab Bintang singkat sambil masih memeluk Hira.
Hira mengusap punggung Bintang lembut sambil sesekali menepuk-nepuk punggungnya.
"Aku minta maaf," ujar Bintang sambil melepaskan pelukannya.
"Minta maaf kenapa?" tanya Hira bingung.
"Aku cuma mau minta maaf aja," jawab Bintang sambil tersenyum manis kepada kekasihnya itu.
"Kamu gak masuk?"
"Gak usah ... ini udah malem, aku pulang dulu ya...." ucap Bintang sambil mengusap pucuk kepala Hira.
***
Bintang sudah berlalu dan pergi. Namun Hira masih merasa heran karena sikap Bintang terlihat sangat aneh.
Sebenernya Bintang lagi ada masalah apa? Kenapa tiba-tiba dateng cuma meluk dan bilang maaf, batin Hira penuh pertanyaan.
.
.
.
__ADS_1
***
Next Episode 😁👍>>