
Bintang memakai kaos dan celana hawai pendek yang disiapkan oleh Hira. Baju warna kuning dengan sablon motif Minion, senada dengan baju kaosnya, celana hawai pendeknya pun bermotif Minion. Bintang pun berkaca di sebuah kaca besar sebuah lemari yang berada di kamar Hira.
"Emang dasarnya orang ganteng, mau pake baju apa juga tetep ganteng." Bintang memuji dirinya sendiri yang terpantul di cermin.
Bintang yang sudah selesai berganti baju pun membuka pintu kamar Hira. Hira terlihat sedang memainkan handphone-nya sambil duduk bersandar di tembok kosannya.
"Aku udah selesai ganti baju, nih!" seru Bintang sehingga membuat Hira kaget.
"Kamu itu ngagetin aja, sih!" protes Hira sambil beranjak dari duduknya.
Hira memperhatikan penampilan Bintang dari atas ke bawah. Dia menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
"Kenapa kamu kok kayak mau ketawa tapi ditahan? Aku ganteng kan?" Bintang dengan pedenya berbicara kepada Hira sambil berkacak pinggang.
"Ha-ha-ha! Cocok banget!" Hira tertawa sambil mengacungkan jempolnya kepada Bintang.
Bintang merasa itu adalah sebuah ejekan bukan pujian. Bintang pun ngambek dan kembali masuk kedalam kamar Hira. Hira yang masih tertawa pun mengikuti Bintang untuk masuk kedalam kamarnya.
.
.
.
***
Hira masih tertawa terbahak-bahak sedangkan Bintang terlihat kesal sambil duduk di pinggiran tempat tidur Hira. Entah apa yang dipikirkan oleh Bintang, dia pun tersenyum smirk kearah Hira dan langsung menghampirinya.
Bintang memojokan Hira yang masih tertawa dan berdiri ke tembok. Bintang memegang kedua tangan Hira dengan posisi seperti orang mengangkat tangan tanda menyerah. Hira menelan ludahnya dalam-dalam dikala menatap dua bola mata Bintang yang indah itu sedang menatapnya tajam.
"K-kamu mau ngapain?" tanya Hira gugup.
"Mau kasih hukuman karena kamu udah ngejek aku," jawab Bintang dengan setengah berbisik sambil menatap Hira serius.
Jantung Hira pun berdetak tidak karuan sehingga Bintang pun bisa merasakannya. Bintang tersenyum smirk lagi karena mengetahui detak jantung Hira tidak karuan akibat perlakuannya.
Bintang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hira dan hendak mencium bibir gadis yang sekarang sudah resmi menjadi pacarnya itu. Namun belum sempat Bintang mencium Hira, terdengar suara berisik laki-laki yang memanggil nama mereka dan mengetuk pintu kamar Hira.
Tok-tok-tok!
"Kak Bintang? Kak Hira? Ada di dalem kan? Buruan bukain!" teriak laki-laki yang ternyata adalah Jerry.
__ADS_1
"Buka! Gua juga dateng," seru Tirta yang ternyata ikut bersama Jerry.
Bintang yang mendengar keributan itu pun langsung melepaskan genggaman tangannya ke Hira dan menghela nafasnya. Sedangkan Hira merasa lega karena bisa terhindar dari ciuman Bintang karena hatinya belum siap untuk menerima ciuman kedua dari laki-laki yang merupakan pacarnya sekarang.
Ganggu aja, sih! Dasar Tirta sama Jerry! batin Bintang sedikit kesal.
Hira pun terburu-buru dan langsung membukakan pintu untuk Jerry dan Tirta.
Jerry langsung menghambur masuk kedalam kamar Hira sedangkan Tirta hanya berdiri sambil tersenyum dan melambaikan tangannya di depan pintu kepada Hira.
Mata Jerry langsung menangkap keanehan yang ada pada diri Bintang. Keanehan itu adalah setelan baju yang sedang dikenakan Bintang sekarang.
"Ha-ha-ha! Kenapa Kak Bintang pake baju cewek sih? gambar Minion?" Jerry tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk Bintang.
Bintang yang kesal karena ditertawakan oleh Jerry akhirnya memeluk Jerry dari belakang dan menjitak kepala Jerry dengan kuat. Walaupun tubuh Bintang lebih kecil dari Jerry tetap saja tenaga Bintang kuat.
"Sakit loh, Kak!" protes Jerry sambil mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh Bintang.
Hira dan Tirta yang melihat kelakuan mereka berdua pun hanya tertawa cekikikan. Namun tertawa itu langsung terhenti ketika Jerry menanyakan sesuatu kepada Bintang.
"Kak Bintang ngapain bisa di kosan Kak Hira dan kenapa pake baju Kak Hira?" tanya Jerry.
Bintang dan Hira saling menatap, Bintang memberi kode kepada Hira bagaimana caranya menjawab pertanyaan dari Jerry. Tirta pun merasa curiga dengan tatapan antara Bintang dan Hira. Namun akhirnya Hira membuka suaranya dan mengungkapkan sesuatu yang membuat Jerry dan Tirta kaget.
Jerry membelalakkan matanya kaget mendengar pernyataan dari Hira. Tirta sepertinya sudah tau jadi dia hanya tersenyum smirk.
"Kak! Kenapa malah pacaran sama Kak Bintang, sih! Apa pesona Jerry kurang dibandingkan Kak Bintang?!" protes Jerry tidak terima.
"Lo itu masih kecil! Gak usah pacar-pacaran," sahut Bintang.
"Kak! Jerry lebih tinggi dari Kak Bintang! Coba kakak lihat baik-baik?!" ucap Jerry sambil merangkul Bintang kasar sehingga Bintang merasa kesakitan.
"Lepasin gua, bayi besar!" teriak Bintang sambil berusaha melepaskan diri dari rangkulan Jerry yang bertenaga.
Hira dan Tirta lagi-lagi tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
Jerry pun melepaskan rangkulannya kepada Bintang dan mulai berbicara layaknya orang dewasa.
"Oke! Gua bakal terima kalo Kak Hira milih Kak Bintang, tapi inget jangan sampe Kak Bintang nyakitin perasaan Kak Hira!" ancam Jerry.
Bintang hanya mengangguk dan tersenyum kepada Jerry.
__ADS_1
Bintang pun akhirnya sadar, bagaimana bisa kedua orang ini bisa datang ke kosan Hira padahal dia tidak menghubungi mereka.
"Kalian berdua tau gua disini dari siapa?" tanya Bintang penasaran.
Jerry dan Tirta kompak menunjuk kearah Hira. Hira hanya nyengir kuda kepada Bintang yang menatapnya dengan wajah kesal.
"Oke! Sekarang kalian bawa balik si Bintang pulang ke dorm," kata Hira sambil nyengir.
"Aku kan mau nginep disini," protes Bintang dengan nada suara yang manja.
Jerry dan Tirta merasa muak dengan perlakuan Bintang barusan. Mereka pun langsung menyeret Bintang untuk dibawa pulang ke dorm. Bintang tak dapat berbuat apa-apa karena tenaga kedua temannya itu sangat kuat.
Hira pun mengantarkan mereka kebawah untuk memastikan bahwa Bintang benar-benar pulang ke dorm bersama mereka. Dengan pasrah Bintang pun masuk kedalam mobil Tirta dengan dituntun oleh Jerry.
Tirta masih berdiri diluar dan berbicara sesuatu kepada Hira.
"Semoga bahagia dengan Bintang," ucap Tirta sambil tersenyum.
"Bintang itu anak yang baik cuma terkadang memang sifatnya kayak anak-anak, kalo suatu saat Bintang bikin lo sakit hati, inget masih ada gua," sambung Tirta sambil mengusap pucuk kepala Hira sambil tersenyum.
Hira pun hanya mematung karena dia bingung harus bagaimana menanggapi ucapan dari Tirta barusan. Tirta pun berbalik pergi meninggalkan Hira menuju mobilnya. Namun langkah kaki Tirta pun terhenti. Dia pun berbalik lagi kearah Hira sambil mengucapkan kata terakhirnya.
"Oh iya, gua rasa Bintang gak akan nyakitin hati lo kok, tenang aja." Tirta pun berlalu meninggalkan Hira dan masuk kedalam mobilnya.
Setelah mobil Tirta pergi, Hira masih saja mematung disitu hingga ada seseorang yang menyapanya.
"Nak Hira? Ngapain bengong dijalan?" tanya wanita paruh baya yang ternyata adalah ibu kostnya.
"Eh! Gak apa-apa, Bu! Cuma cari angin, permisi, Bu!" ucap Hira sambil melenggang pergi masuk ke kamarnya.
Ibu itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar anak muda!"
.
.
.
***
__ADS_1
Next Episode>>