
Fani mematung melihat pemandangan yang begitu menyesakkan dada. Baru saja dia menyadari perasaannya kepada Marcel, dia malah melihat kejadian yang membuatnya sakit hati. Air matanya pun mengalir membasahi pipinya.
Perlahan dia memundurkan kakinya ke belakang dan mulai berlari menjauh dari tempat itu. Dia berlari begitu kencang dan tak sengaja menabrak Dean yang baru pulang dari membeli nasi goreng langganan para member yang mangkal di dekat pos satpam dengan berjalan kaki.
Bruk!
"Maaf...." lirih Fani sembari menunduk menyembunyikan wajah sedihnya.
"Fani, kan?" tanya Dean memastikan.
Fani tidak menjawab dan terus berlari sambil menangis.
"Beneran kan itu si Fani? Kok dia nangis, ya?" gumam Dean sembari berjalan ke dorm.
Sementara di depan dorm, Marcel terlihat berdebat dengan gadis yang menciumnya tadi.
"Kenapa lo tiba-tiba cium gua? Kalo ada paparazi yang foto, gimana?!" bentak Marcel.
"Gua gak peduli! Gua masih suka sama kakak!" pekik gadis itu.
Marcel mengacak rambutnya kasar karena merasa frustasi.
"Terserah lo, deh! Gua mau masuk dan lo pulang," perintah Marcel.
"Tapi, Kak...."
Ucapan gadis itu terhenti ketika Dean datang dan menyapa dirinya.
"Eh ... Luna? Ngapain malem-malem kesini?" tanya Dean.
"Hallo Dean ... gak apa-apa cuma mau nemuin Kak Marcel aja, gua kangen," jawab gadis bernama Luna itu.
Dean tersenyum kaku mendengar jawaban dari Luna.
"Oke ... gua masuk dulu," tukas Dean.
Dean pun melangkah berjalan masuk ke dalam gerbang dorm. Dia garuk-garuk kepala sambil memikirkan situasi yang dilihatnya barusan, mulai dari Fani yang menangis dan Luna yang datang menemui Marcel.
"Mending lo pulang deh, Lun ... lagian hubungan kita udah berakhir," ucap Marcel.
"Gua yang salah, Kak! Gua minta maaf," lirih Luna.
Marcel menarik lengan Luna dan membukakan pintu mobil milik Luna yang terparkir di pinggir jalan. Dia meminta Luna untuk duduk di kursi depan samping kemudi.
"Masuk ... gua anterin pulang," kata Marcel.
Luna pun tersenyum dan menurut.
Gua anterin lo untuk kali ini aja, lebih baik kita jangan pernah ketemu lagi, batin Marcel.
.
.
.
Marcel pun pulang dari mengantar Luna dengan menggunakan ojek online. Di dorm terlihat Bintang dan Dean sedang menonton acara televisi, sedangkan Tirta sepertinya sudah masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Dari mana, Kak?" tanya Bintang sambil mengunyah snack camilannya.
"Abis nganterin mantan pulang," celetuk Dean.
"Eh? Si Luna?" Bintang penasaran.
Dean hanya mengangguk.
"Gua capek ... gua ke kamar dulu, ya?" pamit Marcel.
Tiba-tiba Dean menginterupsi langkah kaki Marcel dengan perkataannya.
"Tadi gua gak sengaja ketemu Fani, tapi anehnya dia nangis sambil lari dari arah dorm kita," tukas Dean.
"Apa Fani? Kapan?!" Marcel terlihat penasaran dan mendekati Dean.
"Tadi pas lo sama Luna, Kak," ujar Dean.
Marcel memijat kepalanya dan terlihat frustasi.
Apa dia liat Luna cium gua, makanya dia nangis? Tapi dia bilang kalo cuma anggep gua idolanya gak lebih dan gua udah memutuskan buat ngelupain perasaan gua ke dia.
Marcel pun berjalan menuju kamarnya, mungkin dia perlu untuk menenangkan pikirannya.
"Kak Marcel kenapa sih sama Fani? Tadi aja Hira nanya sama gua, Kak Marcel ada dimana," ucap Bintang.
Dean mengerutkan keningnya seraya berpikir.
"Jelas ini rumit, Bin," celetuk Dean.
"Mungkin ya ... entahlah," sahut Bintang.
.
.
.
Keesokan harinya, apa yang ditakutkan oleh Marcel pun terjadi. Foto Luna yang sedang menciumnya pun tersebar di internet dan media sosial. Judul artikel beritanya pun tertulis "Terungkap sudah tunangan rahasia dari Marcel, Number One".
Berita itu menjadi perbincangan hangat di kalangan fandom Number One. Pasalnya, Luna merupakan anak dari salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Ayahnya juga merupakan salah satu investor agensi. Dia juga mempunyai paras wajah yang cantik bak putri khayangan. Banyak fans yang mendukung hubungan Marcel dengan Luna.
Tapi hal tersebut malah membuat Marcel makin frustasi. Karena dia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Luna.
Ruang CEO Smart Entertainment.
Pak Agung memanggil Marcel ke ruangannya. Dia merasa pusing karena artisnya sering kali terlibat skandal percintaan.
"Jadi Marcel, apa penjelasan kamu?" tanya Pak Agung.
"Saya mau jelasin apa, Pak? Lagi pula itu berita palsu," jawab Marcel.
"Tapi itu foto kamu, kan?" Pak Agung terus mengorek informasi dari Marcel.
Marcel menghela napasnya. Dia merasa frustasi sekali kala itu.
"Itu memang foto saya, Pak ... tapi itu hanya kesalahpahaman," tukas Marcel.
__ADS_1
"Kamu harus tau, kalau ayah dari gadis yang ada di foto itu marah kepada saya. Dia tidak suka anaknya punya hubungan dengan kamu," ujar Pak Agung.
"Bahkan dia mengancam untuk berhenti menjadi investor untuk agensi," tambah Pak Agung lagi.
Karena ucapan Pak Agung, Marcel jadi ingat kejadian yang menyebabkan dia putus dengan Luna.
Empat tahun lalu.
Saat Marcel berusia 16 tahun, sebelum Marcel debut menjadi member Number One. Marcel mengenal Luna lewat media sosial. Saat itu Marcel masih tinggal di kota Palembang. Mereka menjalin kasih secara LDR (Long Distance Relationship) tanpa pernah bertemu langsung.
Marcel mempunyai suara yang bagus dan sering menyanyikan lagu untuk Luna lewat panggilan video. Luna begitu suka dengan suara Marcel pun merekomendasikannya kepada Pak Agung lewat ayahnya yang merupakan salah satu investor agensi.
Luna meminta Marcel untuk mengirim email ke Smart Entertainment untuk mendaftar menjadi trainee. Marcel yang menyadari hidupnya dalam kesulitan pun menerima saran Luna. Berkat bantuan dari Luna, akhirnya Marcel pun diterima menjadi trainee di Smart Entertainment.
Setelah dua tahun, akhirnya Marcel debut bersama para anggota Number One yang lain. Tak berapa lama dari Marcel debut, hubungannya dengan Luna pun diketahui oleh ayah Luna.
Ayah Luna tidak suka dengan hubungan anaknya dengan Marcel, karena ayah Luna menganggap Marcel tidak sepadan dengan anaknya. Akhirnya mereka terpaksa mengakhiri hubungan yang sudah berlangsung dua tahun lebih itu karena ancaman dari ayah Luna.
Sejak saat itu, Marcel memutuskan untuk menghindari dan melupakan Luna. Namun setelah dua tahun dari berakhirnya hubungan mereka, Luna malah hadir kembali dihadapan Marcel.
Marcel pun mencoba menenangkan Pak Agung.
"Saya akan coba bicara kepada ayah Luna agar tidak berhenti menjadi investor agensi, Pak. Dulu sebelum saya debut, saya memang pernah menjalin hubungan dengan Luna tapi sekarang kami tidak punya hubungan apapun lagi," ucap Marcel.
"Baiklah, Nak Marcel ... saya harap kamu bisa membantu saya," tanggap Pak Agung.
Marcel pun pamit dari ruangan Pak Agung.
.
.
.
Toko Roti Kiss Bread.
Fani terlihat sedih saat membaca artikel berita tentang Marcel dan Luna.
"Gua emang gak sepadan dengan Kak Marcel ... gua terlalu sombong nolak dia waktu itu," gumam Fani menyesali perbuatannya.
.
.
.
^Beberapa part terakhir ini aku gak ceritain tentang Bintang dan Hira tapi fokus dengan masalah Marcel dan Fani biar cepet kelar, semoga gak bosen ya 😁👍^
Next episode comming soon 😁👍
Marcel
Fani
__ADS_1
Luna