Perfect Idol

Perfect Idol
Dubai (MV shooting day 1)


__ADS_3

Hari keberangkatan member Number One ke Dubai pun tiba. Hira pun dipilih sebagai penerjemah bagi member Number One. Bukan hanya Hira, ternyata Cleo pun ikut sebagai model untuk videoklip terbaru Number One. Keterlibatan Cleo merupakan keputusan Pak Agung dengan pengaruh dari Nyonya Ella. Padahal Cleo juga mempunyai kesibukan sendiri dengan girlbandnya.


Di dalam pesawat ternyata Hira satu bangku dengan Cleo. Hira begitu tidak nyaman karena saingan cintanya itu duduk disebelahnya dan memandanginya dengan tatapan sinis.


"Lo sengaja menghindari pandangan gua!" bentak Cleo.


"Maaf ... gua cuma gak mau ribut," ucap Hira.


"Cih! Lo pasti seneng karena pertunangan gua dengan Bintang batal? Tapi lo liat aja nanti, Bintang bakal jadi milik gua lagi," ancam Cleo.


Hira hanya diam tak menanggapi. Dia hanya tidak ingin ada keributan, apalagi mereka berada di dalam pesawat.


.


.


.


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih delapan jam. Akhirnya mereka sampai di Bandara Internasional Dubai. Dari Bandara, mereka pun menuju hotel yang sebelumnya sudah dipesan. Hotel tempat mereka akan menginap berada di dekat dengan Burj Khalifa, yang merupakan menara yang tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter (2.171 kaki).



Hira terlihat sangat takjub saat memandang gedung pencakar langit itu dari dalam mobil yang sedang melaju ke hotel. Hidupnya tidak akan seberuntung ini jika tidak bertemu dengan member Number One.


.


.


.


***


Akhirnya mereka pun sampai ke Dusit Thani Dubai Hotel. Hotel itu adalah tempat yang sudah agensi pesan sebagai tempat mereka menginap. Hotel ini mempunyai desain bangunan yang cukup unik dan sungguh menarik dipandang mata.



Hira bertambah takjub saat baru saja masuk kedalam lobby hotel tersebut. Aksen Timur Tengahnya begitu kental dan sangat mewah.



Wajah Hira begitu terlihat sangat bahagia. Bintang yang berjalan bersama member Number One yang lain pun memperhatikan Hira sembari tersenyum.


Jadi inget waktu ke Jepang ... ekspresinya waktu itu sama persis kayak sekarang, batin Bintang.


.


.


.


***


Kali ini Hira tidak sekamar dengan para make-up artist lagi, melainkan dia sekamar dengan Cleo. Karena Nyonya Ella sudah mengaturnya sebelum mereka berangkat ke Dubai. Entah apa rencana Nyonya Ella yang sebenarnya. Hira merasa sangat tidak nyaman karena harus satu kamar dengan orang yang tidak menyukainya itu.


"Lo gak suka sekamar dengan gua?" tanya Cleo sambil memasang wajah sinisnya.


"Gak ... kok," jawab Hira.

__ADS_1


"Kalo masalah suka gak suka, gua seharusnya yang bilang gak suka!" ujar Cleo.


Cleo mendorong koper yang dibawanya kepada Hira, sehingga Hira pun terjatuh karena terkena benturan koper Cleo.


"Ups ... sorry, gak sengaja," kilah Cleo.


Hira masih berusaha sabar dengan sikap Cleo kepadanya. Dia menahan amarahnya agar tak terjadi keributan.


"Tolong beresin isi koper gua ... gua mau jalan-jalan bentar keluar dan inget jangan maling," bisik Cleo ditelinga kanan Hira.


Hira berusaha sabar dan tidak marah, walaupun rasanya amarahnya sudah sampai ubun-ubun.


***


Tok-tok-tok!


Tak berapa lama, terdengarlah suara ketukan pintu dari luar kamar Hira.


"Ra ... ini aku," teriak Bintang masih sembari mengetuk pintu kamar Hira.


"Tunggu sebentar," sahut Hira sembari berlari kecil menuju pintu.


Kriet!


Bintang pun melongo kedalam kamar dan memastikan bahwa Cleo memang tidak ada dikamar itu.


"Kamu lagi ngapain? Si nenek sihir gak ada, kan?" tanya Bintang.


"Aku lagi beresin pakaian buat dimasukin ke lemari. Nenek sihir?" Hira bingung siapa yang dimaksud oleh Bintang.


"Cleo," ujar Bintang sambil menahan tawanya.


"Masa nenek sihir, sih?!" sahut Hira sambil terkikik geli.


Hira hanya tertawa dan mempersilahkan Bintang untuk masuk kedalam kamarnya.


***


Bintang melihat banyak sekali pakaian yang berada diatas kasur. Dia tahu bahwa pakaian tersebut bukanlah milik Hira.


"Kamu beresin pakaian Cleo?" celetuk Bintang.


Hira sempat bingung, bagaimana dia harus menjawab.


"I-iya," jawab Hira.


Bintang menghela nafasnya.


"Buat apa beresin pakaian si nenek sihir ... mending kita jalan-jalan," ajak Bintang sembari menggandeng tangan Hira dan menariknya keluar kamar.


"Kalo dia marah, gimana?"


Bintang terlihat gemas dan mencubit kedua pipi Hira.


"Kalo dia marah nanti aku yang bakal marahin dia balik," ujar Bintang.


"Tapi kita kan baru sampe? Apa kamu gak capek? Besok kamu udah mau syuting," protes Hira.


Bintang pun menggaruk tengkuknya. Sebenarnya itu hanya alasan karena dia ingin berduaan dengan Hira. Namun tidak mungkin untuk berduaan dikamar itu karena pasti nanti Cleo akan kembali.

__ADS_1


"Gimana kalo kita ke kamar aku aja?" ujar Bintang dengan senyuman yang sedikit nakal.


Pletak!


"Apasih yang kamu pikirin?! Dasar mesum!" teriak Hira.


Bintang mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Hira.


"Udah lama juga aku gak dikatain mesum sama kamu jadi kangen, he-he," ujar Bintang.


Hira hanya geleng-geleng kepala karena ternyata pacarnya itu sangat aneh.


Hira pun mengusir Bintang untuk segera keluar dari kamarnya dan memaksa Bintang untuk istirahat karena besok mereka harus syuting.


.


.


.


***


Keesokan harinya, mereka memulai syuting videoklip untuk single terbaru mereka "Love Sick". Lokasi syuting diambil tepat di sekitar Burj Khalifa. Cleo didandani dengan make-up minimalis, sebenarnya gadis itu sangat cantik dan sempurna apabila diimbangi dengan sikap yang lebih baik.


Cleo akan beradu akting dengan Bintang sebagai kekasihnya dan Tirta sebagai laki-laki yang diam-diam menyukainya. Sebenarnya Bintang tidak mau kalau dia yang harus berakting dengan Cleo tapi karena terpaksa akhirnya dia pun menurutinya.


Cleo mengambil kesempatan untuk membuat Hira cemburu dengan menempel terus kepada Bintang.


"Lo gak usah nempel-nempel gua terus, bisa kan?" bisik Bintang kesal.


"Ini kan cuma akting ... santai aja," bisik Cleo sembari tersenyum penuh arti.


Adegan kali itu memang mengharuskan Bintang dan Cleo bergandengan tangan sepanjang jalan dengan Tirta mengikuti mereka dari belakang.


Tiba-tiba Cleo tersenyum licik dan spontan dia menengok kearah Bintang dan mengecup bibir Bintang sekilas. Tirta yang melihat itu pun menunjukkan ekspresi kagetnya. Hira yang menonton pun kaget dan seketika kakinya lemas, untung saja ada Jerry yang menopang tubuhnya. Dean yang melihat itu pun sepertinya menunjukkan raut wajah yang kecewa.


Cut!


"Cleo memang hebat!" ujar sutradara sambil bertepuk tangan.


Cleo tersenyum puas sembari melihat ekspresi Hira.


"Improvisasi yang bagus walaupun tidak ada diskrip dan ekspresi kaget Tirta juga bagus sekali," puji sutradara.


Bintang yang terlihat kesal pun langsung pergi menjauh dari Cleo dan bergegas mencari toilet umum. Dia merasa jijik karena bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir gadis yang sungguh dia benci.


Tirta pun mengikuti Bintang yang berjalan untuk mencari toilet umum.


"Lo mau kemana, Bin?" tanya Tirta.


"Gua mau cuci bibir ... kesel gua! Baru hari pertama syuting si Cleo udah cari gara-gara!" jawab Bintang.


"Gua juga kaget, sih ... tapi sabar aja, yuk gua temenin. Gua juga mau pipis," ujar Tirta sembari merangkul Bintang.


.


.


.

__ADS_1


***


Next episode comming soon 😁👍


__ADS_2