
Keesokan harinya.
Hira dan Fani pun mulai mempersiapkan apa saja yang akan dibawa untuk pergi liburan. Rencananya mereka akan berangkat besok dan mereka pun sudah meminta izin kepada pemilik toko roti untuk tidak bekerja selama seminggu. Pemilik toko tidak mempermasalahkan hal itu, karena ternyata ketiga cowok idol yang menyukai Hira sudah sokongan untuk menyogok pemilik toko. π
Di kostan Hira.
"Ra ... lo yakin bawa barang segini cukup? Gak ada yang mau dibawa lagi?" tanya Fani.
"Iya emang kenapa Fan?" tanya Hira heran.
"Iya lo gak bawa sabun, sikat gigi, shampo dll gt?"
"Ngapain sih Fan bawa begituan, nanti juga bakal disediain di penginapan," jawab Hira santai.
"Ih kalo gak ada?"
"Beli disana aja, lo pikir disana gak ada warung?"
Fani pun tak dapat berkata apa-apa lagi kalau Hira sudah berargumen.
"Oke ... Ra gua ke apotek bentar ya, mau beli obat anti mabok hehe," ucap Fani sambil nyengir.
"Ye dasar tukang mabok kendaraan ... oke."
.
.
.
***
Fani pun berjalan menuju apotek terdekat dari kontrakan Hira. Sedang asyik-asyik berjalan sambil mendengarkan lagu "Number One" lewat headset, tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menyerempet Fani, hingga Fani kaget dan terjatuh. Sontak Fani pun langsung berteriak memaki pengendara mobil tersebut.
"Woy punya mata gak sih!" teriak Fani ngegas.
Pengendara mobil tersebut pun langsung memberhentikan mobilnya di bahu jalan akibat teriakan Fani tersebut. Tak lama kemudian pengendara mobil itu turun dan menghampiri Fani yang masih marah-marah.
"Maaf mbak saya gak sengaja, saya sedang buru-buru," ucap pengendara mobil tersebut sambil melihat Fani yang bersimpuh diaspal.
Fani masih saja ngoceh-ngoceh tanpa melihat kearah pengendara mobil tersebut.
"Lo gak tau apa dengkul sama pantat gua sakit gara-gara jatoh karena kaget!" teriak Fani yang masih bersimpuh di aspal.
"Mari mbak saya bantu berdiri, terus sekalian saya anterin ke tempat tujuan mbak sebagai permintaan maaf saya," ucap pengendara mobil tersebut.
Fani pun mengulurkan tangannya dan pengendara mobil itu menariknya namun karena terlalu kuat menarik, Fani pun sekarang malah berada dalam dekapan si pengendara mobil tersebut.
"Mau apa l-lo ..." Fani terbata-bata saat melihat wajah si pengendara mobil.
Tak lama kemudian Fani malah pingsan setelah melihat wajah pengendara mobil tersebut. Pengendara mobil yang ternyata adalah Marcel pun kebingungan.
"Waduh ****** gua! Mana pake acara pingsan lagi ini cewek, kalo ada paparazi gimana? Gua lupa pake masker pula karena buru-buru," keluh Marcel khawatir.
"Mbak! Bangun mbak! Oy mbak!" teriak Marcel panik.
__ADS_1
Marcel yang bingung harus berbuat apa pun terpaksa menggendong Fani yang tak kunjung sadar kedalam mobilnya dan mendudukkan Fani di kursi depan samping kursi supir.
"Waduh gawat kalo ini cewek gak bangun-bangun, mana gua gak tau lagi dimana rumahnya," ucap Marcel bingung.
Akhirnya Marcel pun mengambil kayu putih didalam dashboard mobilnya dan membauinya ke hidung Fani yang masih pingsan. Tak lama kemudian Fani pun tersadar dari pingsannya.
"Ma-marcel!" teriak Fani sambil menunjuk kearah Marcel dan hendak pingsan kembali.
"STOP! Jangan pingsan lagi mbak!" teriak Marcel.
Fani pun tidak jadi pingsan karena teriakan Marcel yang cukup kencang.
Marcel pun menarik nafas leganya karena Fani tidak jadi pingsan, namun yang terjadi malah Fani bengong seperti orang bodoh sambil menatap wajah Marcel.
"Mbak masih sadar kan? Mbak sehat? Apa perlu ke rumah sakit mbak?" tanya Marcel bertubi-tubi sambil melambaikan tangannya didepan wajah Fani.
Fani tidak menjawab dan malah kabur keluar dari mobil Marcel lalu berlari kencang menjauh. Marcel pun hanya heran karena Fani tiba-tiba kabur dan lari darinya. Sedangkan Fani yang masih berlari pun berteriak sambil memukul-mukul kepalanya.
"Gua belom siap!" teriak Fani yang masih berlari.
.
.
.
***
Di Kostan Hira.
Chat with Bintang on.
Bintang : Gimana? udah beres packing-nya?
Hira : Baru beres, kenapa?
Bintang : Besok jangan lupa, udah ngaret berhari-hari nih π
Hira : Lupa apa? π€
Bintang : Hmm... pokoknya besok gua tagih byeπ
Chat with Bintang off.
***
Chat with Tirta on.
Tirta : Hay Hira... udah siap-siap kan? π
Hira : Udah.. kenapa kepo?
Tirta : Pengen tau aja π
Hira : Hadeh....
Tirta : Besok ada yang mau gua omongin, cari waktu yang tepat buat kita berdua yaπ
__ADS_1
Chat with Tirta off.
***
Chat with Jerry on.
Jerry : Kak Hira lagi apa? Jangan bilang lagi mikirin Jerry βΊοΈ
Hira : Kepo!
Jerry : Galak... tapi sayang π
Hira : Ewww...
Jerry : Pokoknya besok Jerry mau berduaan sama Kak Hira titik.ππππ
Chat with Jerry off.
***
Hira pun tak habis pikir dengan ketiga cowok itu. Dia pun heran, mengapa mereka bertiga menyukainya.
"Apa udah pada gak waras ya? Suka kok sama gua yang galak, ha-ha-ha." Hira tertawa sendiri seperti orang gila.
.
.
.
***
Di dorm "Number One".
Ruang TV.
Bintang, Tirta dan Jerry kompak senyum-senyum sendiri sambil memegang ponsel. Dean yang sedang asyik menonton TV pun terganggu dengan keanehan ketiga temannya itu.
Wah udah pada gak waras ini mereka, senyum-senyum sama HP,' batin Dean heran sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian Marcel pun datang dan langsung merasa heran dengan kelakuan ketiga temannya. Marcel memberi kode tatapan dan gerakan kepada Dean mengapa mereka begitu namun Dean hanya menggeleng dan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
.
.
.
***
^Fani belom siap apa oy? π€¦π€¦π€¦^
^Dean dan Marcel kalian hanya tidak tau kalau mereka bertiga itu bucin πππ^
Jangan lupa favorite, like , komen, vote dan bintang 5 nya... ππ
^GOMAWO^
__ADS_1