Perfect Idol

Perfect Idol
Dia yang Pertama!


__ADS_3

Pesawat pun mendarat di resort tersebut. Mereka semua yang baru datang sudah disambut oleh angin pantai yang sepoi-sepoi dan hamparan pasir pantai yang putih bersih. Pemandangan terlihat bertambah indah dengan deburan ombak kecil dari pantai yang berwarna turquoise.


Mereka semua sangat takjub oleh tempat yang disebut sebagai surga kedua itu. Hira dan Fani terlihat begitu senang karena selama ini mereka memang tidak pernah liburan ke tempat yang begitu indah namun sekalinya berlibur langsung ke Maldives terutama Fani, sungguh luar biasa kan.



Mereka sudah memesan kamar dari sebelum berangkat, pilihan kamar mereka jatuh pada water resort yaitu kamar yang dibuat di atas air. Hira dan Fani sekamar namun para member "Number One" saling beradu hom-pim-pah agar mendapatkan kamar sendiri karena hanya ada tiga kamar yang tersisa dari total empat kamar yang dipesan. Akhirnya pemenangnya adalah Bintang, dan itu membuat keempat temannya harus berbagi kamar.


"Ye gua menang dan gua bisa punya kamar sendiri!" teriak Bintang sambil menjulurkan lidahnya mengejek teman-temannya.


"Biarin aja Kak Bintang sendiri, paling kalo malem ditemenin sama setan," sahut Jerry sambil menjulurkan lidahnya juga ke Bintang.


"Ha-ha-ha, sukurin wkwk," sahut Dean juga.


Bintang tidak peduli dengan ucapan Jerry karena selama hidupnya dia tidak pernah takut dengan setan, dia hanya takut dengan Tuhan dan banci kekar yang tinggal di komplek dorm mereka.


"Jer ... kita sekamar ya, biar Kak Dean sama Kak Marcel sekamar," ucap Tirta.


Mereka pun setuju dengan usulan dari Tirta.


.


.


.


***


Hira dan Fani pun berjalan menuju kamar mereka dengan dipandu seorang tour guide, sepanjang perjalanan menuju kamar mereka sangat takjub dengan pemandangan yang masih menyihir mereka berdua. Mereka pun lebih takjub saat melihat kamar yang akan mereka tempati selama seminggu ke depan.



"Sumpah Ra! Ini bagus banget kamarnya!" teriak Fani penuh dengan kehebohan.


"Iya bener bagus banget," jawab Hira sambil melongo memperhatikan sekeliling kamar.


"Ra ... mimpi apa ya kita? Bisa diajak liburan ke tempat yang bagus banget sama lima cowok ganteng ... yang lebih hebohnya mereka itu artis Ra ... artis internasional Ra," ucap Fani yang hampir menitikkan air mata karena terlalu senang.

__ADS_1


Hira pun mengelus punggung Fani yang masih menangis bahagia itu.


.


.


.


***


Karena hari sudah menjelang malam dan mereka sangat lelah. Mereka pun memutuskan untuk istirahat dan melanjutkan petualangan liburan mereka esok pagi. Waktu masih menunjukkan pukul 8 malam tapi Fani sudah tertidur pulas. Hira yang merasa bosan pun memutuskan untuk jalan-jalan.


Hira berjalan menyusuri jembatan kayu yang menghubungkan dari kamar ke kamar. Saat Hira sedang berjalan, tidak sengaja dia melihat Bintang yang sedang duduk bersantai di kursi pantai santai depan kamarnya sambil memainkan ponselnya.


Waduh gawat ... jangan sampe Bintang ngeliat gua, kalo gak ntar dia nagih jawabannya ke gua, batin Hira.


Hira pun cepat-cepat pergi menghindari Bintang namun baru dua langkah, Bintang pun melihatnya dan memanggilnya.


"Hira! Ngapain disitu? Sini Ra," teriak Bintang sambil melambaikan tangannya.


Waduh kacau ketauan, batin Hira.


"Oke ... gua kesana," sahut Hira.


Hira pun terlihat sangat canggung saat menatap Bintang yang sedang duduk dengan senyuman smirk-nya.


"Duduk sini samping gua," ucap Bintang sambil menepuk kursi kosong disebelahnya.


"I-Iya," jawab Hira canggung.


Hira pun duduk di kursi panjang pantai tersebut sambil meregangkan otot-ototnya yang tegang karena perjalanan jauh.


"Ra ... kalo disini Bintangnya keliatan jelas," ucap Bintang sambil menunjuk keatas langit.


"Eh iya bener." Hira melihat keatas dan tersenyum karena kagum dengan taburan bintang di langit.


"Udah bisa jawab sekarang kan?" tanya Bintang menagih janji Hira sambil menengok kearah Hira.

__ADS_1


"Ehm ... itu gimana ya," jawab Hira bingung.


Bintang yang merasa sudah sabar menunggu pun menarik nafas panjang. Namun karena tidak puas dengan jawaban Hira, dia bangkit dari kursinya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hira yang masih duduk disampingnya sehingga posisi Bintang terlihat di atas Hira.


Ya Tuhan ... ini wajahnya deket banget, mana posisinya ambigu banget lagi, batin Hira dengan detak jantung yang mulai melaju dengan kencang.


Bintang mulai mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Hira hingga Hira bisa merasakan hembusan nafas hangat Bintang yang terasa membelai wajahnya.


"Jadi Jawabannya apa?" bisik Bintang pelan sambil menatap tajam mata Hira.


Hira tak dapat berbuat apa-apa, badannya terasa sangat sulit untuk digerakkan. Hira pun bingung akan menjawab apa.


Oke Bintang, lo pasti bisa ... kalo dia gak nolak berarti dia jawab iya, batin Bintang menguatkan hatinya.


Bintang pun lebih mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Hira hingga hanya sedikit jarak diantara mereka berdua. Perlahan-lahan Bintang mulai memejamkan matanya dan bibirnya yang seksi itu mulai menyentuh bibir mungil berwarna peach milik Hira. Hira pun tak dapat mengelak dari ciuman yang dilayangkan oleh Bintang. Hira pun mulai memejamkan matanya dan mulai menikmati setiap kecupan manis yang diberikan oleh Bintang. Ada sensasi hangat dibibir yang saling bersentuhan dan debaran yang tak karuan berkecamuk didalam jantung mereka berdua.


Perlahan Bintang pun melepaskan ciumannya itu. Mereka berdua pun mulai membuka mata mereka dan menatap satu sama lain dengan keadaan jantung yang masih berdetak tidak karuan.


"Ehm ... jadi iya kan jawabannya?" tanya Bintang canggung dan gugup.


Hira tak menjawab pertanyaan dari Bintang karena sepertinya separuh nyawanya pergi entah kemana. Dia hanya melamun dan tiba-tiba terbangun dari kursi lalu berlari kencang menjauhi Bintang dengan wajah yang bersemu merah.


Huaaa ... ciuman pertama gua! teriak Hira dalam hati.


Bintang yang bingung dengan apa yang terjadi pun hanya terpaku didepan kamarnya sambil melihat Hira yang berlari mulai menjauh.



.


.


.


***


^wahh apakah benar Hira menjawab iya karena dia tidak menolak ciuman dari Bintang?^

__ADS_1


Tunggu kisah selanjutnya ya 😁😁😁


Jangan lupa favorite, like, komen, vote dan bintang 5 nya..


__ADS_2