Perfect Idol

Perfect Idol
Pesta menyedihkan


__ADS_3

Semenjak Bintang dan Hira putus. Mereka berdua masih sering bertemu di agensi tapi tidak saling menyapa. Mereka berdua layaknya dua orang yang tidak saling kenal. Bintang terlihat mengabaikan Hira dan menghindarinya. Sampai dua hari kemudian, Hira memberanikan diri untuk menyapa Bintang.


"Hai ... Bintang," sapa Hira.


"Iya ... ada apa, ya?" sahut Bintang dingin.


Rasanya Hira ingin menangis saat mendengar jawaban Bintang yang begitu dingin, bahkan tak mau menatap wajahnya sedikit pun.


"Gak apa-apa...."


"Oh iya! Tolong bersikap biasa aja ... soalnya lo keliatan banget menghindari gua," tukas Hira.


"Oh ... oke," tanggap Bintang singkat.


Tak lama kemudian, datanglah Cleo yang menghampiri mereka.


"Sayang!" teriak Cleo kepada Bintang.


Cleo datang dan langsung menggelayuti lengan kanan Bintang.


Bintang menanggapi Cleo dengan senyum palsunya.


"Kamu jangan lari-lari gitu ... nanti jatuh."


Cleo sangat senang dan menatap Hira dengan tatapan mengejek. Seolah dia adalah pemenang dalam sebuah game untuk mendapatkan sebuah harta Karun yang menjadi target utama.


"Hira, kan?" tanya Cleo.


Hira hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Oh ... iya, tiga hari lagi gua sama Bintang ngadain acara pertunangan ... ntar lo dateng, ya?" ucap Cleo.


Hati Hira bagai tersambar petir saat mendengar undangan pertunangan antara Bintang dan Cleo secara langsung. Mungkin rasanya lebih sakit ketimbang hanya mendengar kabar pertunangan mereka lewat media sosial.


"Nanti undangannya gua titip ke Tirta," tambah Cleo lagi.


"Oke...."


Hira menatap punggung Bintang dan Cleo yang mulai menjauh meninggalkannya. Kali ini air matanya tidak dapat dibendung lagi. Dia pun menangis dan bersimpuh di lantai.


Tak sengaja Tirta melihat Hira yang sedang menangis. Tirta pun langsung berlari menghampiri Hira.


"Ra! Lo gak apa-apa, kan?" tanya Tirta khawatir.


"S-sakit ... Ta ... sakit banget...." jawab Hira sambil memukul-mukul dadanya.


"Udah ... Ra ... jangan nangis lagi, ya? Nanti kalo ada yang liat, gimana?" ujar Tirta sembari menenangkan Hira.

__ADS_1


Tirta pun membantu Hira untuk bangun. Dia pun mengajak Hira untuk masuk kedalam sebuah ruangan. Ternyata ruangan itu adalah ruang berlatih yang biasa dipakai oleh Number One. Ruangan itu penuh dengan cermin di setiap sisi temboknya.


Tirta menuntun Hira dengan memegang pundaknya untuk mendekat ke salah satu cermin besar disana.


"Ra ... coba liat ... lo jelek banget tau kalo nangis," kata Tirta sambil menunjuk wajah Hira yang terpantul di cermin.


"Eh ... iya, ya ... jelek banget," sahut Hira sambil memegang kedua pipinya dengan tangannya.


Tirta pun tersenyum sembari menahan tawanya.


"Coba deh lo senyum," saran Tirta.


Hira pun mencoba mengembangkan senyumnya sambil berkaca di cermin besar itu.


"Nah ... kalo senyum lo keliatan cantik ... cantik banget," gumam Tirta.


Hira pun mendengar gumaman Tirta. Dia merasa malu karena mendapatkan pujian dari temannya itu.


"Ah! Udahlah ... yuk kita keluar," ajak Hira.


Tirta mengangguk dan berjalan mendahului Hira untuk keluar dari ruang latihan itu.


"Gua traktir cilok mau?" tanya Tirta.


"Ih! Pelit! Masa artis banyak uang traktirnya cilok!"


"Ha-ha-ha! Kalo traktirnya sebaskom mau?" gurau Tirta.


Sejenak rasa sedih dan kecewa dihati Hira pun sirna. Ada Tirta yang selalu datang disaat yang tepat untuk menghibur dirinya. Namun tak dapat dipungkiri pula jika Hira masih menyimpan perasaan yang begitu dalam kepada Bintang dan tak semudah itu mengganti posisi Bintang dihatinya.


.


.


.


***


Tiga hari kemudian, hari pertunangan dari Bintang dan Cleo pun diadakan. Pertunangan mereka dilakukan sebelum member Number One pergi ke Dubai itu syuting video klip terbaru mereka. Banyak dari fans Bintang dan Cleo yang menangis karena pertunangan mereka. Ada yang tidak terima dan sampai hendak bunuh diri karena sangking fanatiknya mereka menyukai idolanya tersebut. Namun ada juga yang mendukung pertunangan mereka berdua.


Acara pertunangan mereka menjadi pemberitaan yang hangat dimana-mana. Karena usia Bintang dan Cleo yang masih cukup muda, yaitu dibawah 20 tahun.


Pertunangan mereka diadakan di kediaman Nyonya Ella. Nyonya Ella memang mempunyai suami tapi suaminya itu sekarang lumpuh dan tidak bisa apa-apa sehingga segala kuasa dipegang penuh oleh wanita tak berhati nurani itu.


Tamu undangan pun hanya orang-orang pilihan dan tak sembarang orang bisa mengakses masuk. Hanya dari kalangan pengusaha kolega bisnis Nyonya Ella, keluarga dan beberapa artis terkenal tak terkecuali para member Number One yang lain. Hira yang sebagai orang biasa sekaligus mantan pacar Bintang lah yang mendapat undangan istimewa dari Cleo.


Hira terlihat datang bersama dengan Tirta. Hira menggunakan dress hitam yang sangat cantik. Banyak dari kalangan artis mengira bahwa Hira adalah artis dari luar negeri.

__ADS_1


"Wow ... datang sama siapa, Dek?" tanya seorang penyanyi solo terkenal yang bernama Ansel.


"Dia temenku, Kak ... kakak datang sendirian? Dimana Angela, Kak?" Tirta berbalik tanya kepada Ansel.


"Kakak kira dia artis juga, loh. Cantik, sih! Ah! Angela lagi gak bisa ikut soalnya lagi syuting di Thailand," jawab Ansel.


"Aku bilangin ke Angela, loh...." goda Tirta.


"Ye ... emangnya kakak ngapain?" tanggap Ansel.


Tirta hanya nyengir kuda kepada Ansel.


"Oh iya ... kakak tinggal dulu, ya? Jagain nih nona manis jangan sampe direbut orang," pesan Ansel sambil menepuk pundak Tirta.


Tirta hanya mengangguk canggung mengiyakan pesan dari Ansel.


.


.


.


***


Acara pertunangan antara Bintang dan Cleo pun dimulai. Hira duduk bersama dengan para member Number One. Mungkin hatinya sangat sedih hari itu, tapi Hira berusaha untuk tetap tegar menghadapinya. Bintang yang berada di atas panggung pun sedikit mencuri pandang kearah Hira. Ada rasa bersalah yang mendalam terpancar diraut wajahnya.


Waktunya untuk bertukar cincin pertunangan antara Bintang dan Cleo. Sebelum itu, Nyonya Ella mengumumkan sesuatu kepada para tamu undangan dan pers yang hadir di acara pertunangan itu.


"Ah! Sebelum memulai inti acaranya ... saya ingin memberitahu bahwa walaupun mereka berdua bertunangan, mungkin acara pernikahan mereka akan dilakukan saat umur mereka sudah dewasa. Jadi tolong jangan ada lagi yang berpendapat bahwa ini adalah pernikahan dini, ini hanyalah sebuah acara pertunangan bukan pernikahan. Terima kasih!"


Setelah Nyonya Ella selesai berbicara, acara utama pertukaran cincin pun dimulai. Bintang pertama-tama memasukan cincin pertunangan ke jari manis milik Cleo dan setelah itu Cleo melakukan hal yang sama kepada Bintang. Hira sedari tadi tidak mau melihat kearah Bintang dan Cleo yang bertukar cincin. Dia takut dia akan menangis karena tidak sanggup melihatnya.



Akhirnya acara pertunangan itu pun selesai. Para tamu bersiap untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh Tuan rumah. Namun Hira lebih memilih untuk pergi mencari tempat sepi untuk menenangkan dirinya. Bintang yang melihat Hira pergi, tak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya dapat memandang punggung Hira yang makin lama makin menghilang.


.


.


.


***


Hay para readers 😁😁


yang kepo dengan kisah Ansel dan Angela tadi bisa mampir novelku yang berjudul "Menikah Karena Skandal (Beautiful Trap)"

__ADS_1



Tengkyuu 😁👍


__ADS_2