Perfect Idol

Perfect Idol
Ngetes


__ADS_3

Fahri pun mulai menerjemahkan penjelasan dari pemandu sky air dan jet sky lokal itu. Hira merasa kagum dan takjub atas kemampuan Fahri. Wajah Hira terlihat merona ketika memandang Fahri.


Bintang, Tirta dan Jerry pun memandang sinis kearah Fahri karena mereka tau bahwa Hira sepertinya menyukai Fahri. Fahri yang sedari tadi dipandang dengan sinis pun merasa makin tidak nyaman. Dia pun menjelaskan dengan cepat agar bisa menghindari tatapan sinis ketiga idol itu.


Akhirnya setelah sekitar 10 menit, penjelasan tentang cara bermain sky air dan jet sky pun selesai. Pemandu meminta mereka untuk bersiap-siap dan memakai segala perlengkapan yang telah disediakan.


Fahri pun mendekati Hira.


"Kamu naik jet sky aja sama kakak, kalo naik sky air kayaknya terlalu berbahaya deh soalnya kan kamu harus berdiri dipapan terus ditarik sama jet sky," ucap Fahri sambil tersenyum.


Hira hanya bengong tak menjawab. Akhirnya Hira pun dikagetkan oleh Fani yang berada disebelahnya.


"Ra ... oy Ra!" teriak Fani sambil menyikut tangan kanan Hira.


Hira pun sadar dari lamunannya.


"Ah i-iya Kak, jadi aku nanti naik dibelakang kakak?" tanya Hira.


"Iya kalo kamu takut jatuh, kamu boleh peluk kakak kok," jawab Fahri sambil tersenyum manis.


Hira hanya diam dan bingung bagaimana caranya menanggapi jawaban Fahri. Fani yang berada disebelah Hira pun tersenyum sambil menggoda Hira.


"Acieee ..." goda Fani sambil berbisik.


Bintang yang merasa kesal karena mendengar ajakan Fahri kepada Hira pun langsung mendekati mereka.


"Hira naik jet sky sama gua aja!" ucap Bintang tegas.


Hira langsung menanggapi ucapan Bintang walaupun ada rasa canggung yang masih melanda dihatinya.


"Emang lo bisa? kalo jatoh gimana?" tanya Hira seolah tak percaya pada Bintang.


Bintang hanya tersenyum smirk karena pertanyaan Hira, Hira tidak tahu bahwa Bintang sudah sangat handal dan jago bermain jet sky. Fani sebagai fans sejati "Number One" tahu fakta tersebut dan langsung berbisik kepada Hira.


"Ra ... Bintang itu jago banget maen jet sky nya," bisik Fani.


Hira pun tak meneruskan perdebatannya dengan Bintang dan malah memutuskan untuk bersama Fahri saja. Hira masih merasa malu dan canggung dengan Bintang akibat ciuman mereka yang terjadi tadi malam, maka dari itu sebisa mungkin dia harus menghindari Bintang.


"Gua sama Kak Fahri aja," ucap Hira.


Bintang pun merasa sangat kesal karena Hira telah menolaknya. Akhirnya Bintang pun memutuskan bahwa dia tidak jadi naik jet sky namun dia akan naik sky air yang akan ditarik oleh jet sky yang dikemudikan Fahri, yang otomatis Hira pun ada di jet sky itu.


.


.


.


***

__ADS_1


Sementara itu, Tirta dan Jerry dipaksa oleh Dean dan Marcel untuk berpasangan. Namun Marcel melihat Fani yang tengah sendirian karena Hira sudah akan naik jet sky. Marcel pun memutuskan untuk menghampiri Fani yang sendirian itu.


"Mau kemana Cel?" tanya Dean penasaran.


"Mau nyamperin temennya si Hira, kayaknya dia sendirian ... kan kasian," jawab Marcel.


"Kalian bertiga lanjutin aja, gua kesana dulu ya," sambung Marcel sambil mengedipkan sebelah matanya kepada temannya itu.


Dean, Tirta dan Jerry pun merasa curiga dengan Marcel, pasalnya selama ini Marcel terkenal dingin kepada wanita. Dia adalah orang yang paling tidak tertarik saat para member membahas tentang wanita.


"Apa mungkin Kak Marcel jatuh cinta?" tanya Jerry heran kepada Tirta dan Dean.


"Mana gua tau, emang gua bisa baca isi hati orang," jawab Tirta.


"Lo nanya gua? terus gua nanya siapa dong?" Dean menjawab pertanyaan Jerry dengan pertanyaan lagi.


.


.


.


***


Marcel tersenyum sambil berjalan menghampiri Fani, Fani yang tidak sadar akan kedatangan Marcel pun hanya fokus memandangi pantai yang indah. Marcel yang baru datang langsung mengagetkan Fani dengan menepuk pundak sebelah kanannya.


"Eh! iya sendiri aja," tanggap Fani sedikit panik dan kaget.


"Gak mau naik jet sky juga kayak mereka?" tanya Marcel sambil menunjuk kearah teman-temannya yang sedang bersiap-siap.


"Eh itu ... mau sih tapi takut," jawab Fani gugup.


"Hm ... gak usah takut, gimana kalo naek jet sky bareng gua?" ajak Marcel.


Jantung Fani pun berdegup amat kencang, dia tidak pernah menyangka bahwa Marcel idola nomor satunya mengajak dia untuk bermain jet sky bersama. Dia bahkan diam membisu karena sangking terlalu senangnya.


Marcel? Marcel ngajak gua naek jet sky bareng? apa ini mimpi? kalo ini mimpi gua gak mau bangun tapi gua gak kuat, bisa-bisa gua mati karena sangking bahagia, batin Fani.


Marcel dari tadi memperhatikan Fani dengan heran karena dia hanya diam membisu tanpa menjawab ajakannya. Marcel mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Fani.


"Fani!" teriak Marcel tepat di depan wajah Fani.


Fani pun terkejut karena kedua bola matanya tak sengaja bertemu dengan kedua bola mata milik Marcel. Bukan hanya itu, Marcel pun tersenyum kepadanya sehingga membuat Fani tambah shock.


"Maaf! gua kebelet pipis," ucap Fani sambil berlari menjauh dari Marcel.


Marcel pun heran kenapa Fani malah kabur setelah mendengar ajakannya.


Tuh cewek kayaknya suka banget kabur dan lari-larian, batin Marcel sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


.


.


.


***


Disisi lain, Bintang sudah bersiap-siap naik ke papan sky air. Bintang sengaja tidak mau memakai pelampung karena dia bilang itu tidak seru atau mungkin dia punya maksud lain? Hira pun sudah naik ke atas jet sky yang akan dikemudikan Fahri. Wajah Bintang sedari tadi sangat masam karena melihat keakraban Hira dan Fahri.


"Udah siap kan dek? kalo takut gak apa-apa peluk kakak," ucap Fahri sambil tersenyum.


"Iya Kak! udah siap kok," teriak Hira.


Akhirnya jet sky pun mulai dihidupkan dan berjalan. Hira yang kaget karena gasan pertama yang kuat pun seketika langsung memeluk Fahri. Bintang yang melihat dari belakang pun makin kesal.


Wah bener-bener modus ya tuh orang! sengaja banget biar bisa dipeluk Hira, batin Bintang.


Sepanjang permainan, Bintang selalu saja memandang tajam kearah Hira dan Fahri. Akhirnya Bintang melancarkan idenya yang sedari tadi dia pikirkan. Bintang pun melepaskan pegangannya dan dia pun tercebur sambil teriak.


"Argh ... tolong!" teriak Bintang.


Hira yang mendengar teriakkan Bintang pun langsung menengok kearah belakang dan berteriak.


"Bintang!" teriak Hira khawatir.


Walaupun pada dasarnya Hira tidak bisa berenang, dia pun tidak segan-segan untuk menceburkan diri ke laut dan menghampiri Bintang yang pura-pura minta tolong.


Dengan cepat Hira berenang kearah Bintang. Dia tidak tenggelam karena memakai baju pelampung. Hira pun menangis sambil berenang kearah Bintang sambil teriak minta tolong.


"Semuanya! hiks ... tolongin Bintang!" teriak Hira sambil terisak-isak.


Bintang yang melihat hal itu pun malah pura-pura menenggelamkan diri ke air. Sontak hal tersebut membuat Hira makin menangis.


"Bintang!" teriak Hira yang tangisannya makin kencang.


.


.


.


***


^Bintang jahilnya umat 🤦🤦^


Jangan lupa favorite ,like, komen, vote dan bintang 5 ya tengkyuu 😘😘


Next Episode >>

__ADS_1


__ADS_2