
RS Medika Gemilang.
Bintang mengajak Hira ke rumah sakit tempat ibu Bintang dirawat. Bintang tidak bicara apapun kepada Hira dan hanya mengajaknya kesana sehingga membuat Hira heran.
"Kita ngapain kesini, Bin?" tanya Hira penasaran sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling lobby rumah sakit.
"Ikut aja, nanti kamu bakal tau," jawab Bintang sambil berjalan sambil menggandeng tangan Hira.
Hira hanya mengikuti kemana kaki Bintang melangkah.
***
Kamar VVIP nomor 1257.
Terlihat seorang perawat sedang menyuapi makanan kepada pasien yang ada didalam ruangan itu. Pemandangan kali ini agak berbeda dari sebelumnya karena pasien itu sekarang sudah dapat diajak interaksi.
"Ibu!" teriak Bintang sambil berlari kearah pasien yang merupakan ibu kandungnya itu.
Wajah Bu Puspa, ibu kandung Bintang pun terlihat bahagia saat melihat anak semata wayangnya itu datang.
"Ibu senang bisa ngeliat kamu, Nak," ucap Bu Puspa.
"Bintang kangen, Bu. Maafin Bintang ya, yang jarang dateng kesini," ujar Bintang sambil memeluk ibunya.
Bu Puspa hanya tersenyum dan mengelus rambut anaknya itu.
Mata Bu Puspa akhirnya menangkap sosok Hira yang masih berdiri di dekat pintu masuk kamar. Bu Puspa tersenyum kepada Hira dan memintanya untuk datang mendekat.
"Sini, Nak cantik ... ngapain berdiri disitu aja?"
"Ah! Iya, Bu."
Hira berjalan perlahan mendekati Bu Puspa dan Bintang. Bintang pun melepaskan pelukannya dari ibunya dan beranjak menghampiri Hira yang terlihat masih bingung dengan situasi itu.
"Ra, kenalin, ini ibu aku," ucap Bintang sambil memperkenalkan Bu Puspa kepada Hira.
Hira pun menyalami dan mencium punggung tangan Bu Puspa.
"Bu, ini Hira, calon masa depan Bintang," ucap Bintang memperkenalkan Hira sambil nyengir.
Wajah Hira berubah merona merah saat mendengar ucapan Bintang yang menyebut dirinya adalah calon masa depan Bintang.
Bu Puspa tersenyum melihat anaknya Bintang yang terlihat sedang jatuh cinta itu.
"Ibu udah ngerasa agak sehatan, kan?" tanya Bintang memastikan.
"Alhamdulillah, Nak ... ibu udah merasa lebih baik dari sebelumnya, ibu juga bersyukur masih bisa diberi umur panjang untuk melihat kamu sukses seperti sekarang," ujar Bu Puspa.
Mata Bintang berkaca-kaca saat mendengar pernyataan dari ibunya. Dia berasa sangat bahagia karena orang yang disayanginya itu sudah melewati masa kritis.
Hira sebenarnya masih merasa bingung, karena dalam pencariannya tentang jati diri Bintang di internet tidak pernah ada satu pun yang menyebutkan bahwa ibu Bintang sedang dirawat di rumah sakit. Berita yang ada malah menyatakan Bintang merupakan anak tunggal dari keluarga kaya yang memiliki perusahaan kosmetik terkemuka di Indonesia. Hal itu diketahui setelah Hira memutuskan untuk lebih mengenal Bintang, karena sebelumnya Hira sangat tidak peduli dengan hal pribadi Bintang.
Setelah satu jam akhirnya Bintang dan Hira pun pamit.
__ADS_1
"Bu, Bintang dan Hira pamit dulu, ya? Soalnya besok Bintang udah mulai banyak kegiatan di agensi," ucap Bintang sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Baik, Nak ... hati-hati dijalan."
Hira pun bersalaman dengan Bu Puspa dan pamit.
.
.
.
***
Di dalam mobil Bintang.
"Yang, kita ke dorm aku dulu, ya? Aku laper mau makan masakan kamu, he-he," pinta Bintang.
"Oke, deh ... tapi jangan marah kalo masakan aku gak enak," kata Hira sambil memandang Bintang.
Bintang mencubit hidung Hira gemas.
"Masakan kamu pasti enak!"
"Ih! Kamu ini!" teriak Hira.
***
Hira masih menyimpan sebuah tanda tanya besar didalam hatinya perihal latar belakang Bintang. Hira hanya terdiam sepanjang perjalanan menuju dorm Number One. Bintang yang sembari menyetir pun menyadari bahwa ada sesuatu yang dipikirkan oleh kekasihnya itu.
Hira pun sontak terkejut mendengar pertanyaan Bintang yang seolah-olah mengetahui bahwa ada sesuatu yang tengah dia pikirkan.
"Uhm ... itu ... aku penasaran tentang latar belakang kamu sebenarnya," ucap Hira sedikit ragu.
Sambil fokus menyetir, Bintang pun tersenyum mendengar pernyataan Hira yang ingin lebih mengetahui tentang latar belakang dirinya.
"Kamu bingung karena info di internet beda dengan kenyataan yang aku kasih tau barusan?" tanya Bintang.
"Iya...." Hira mengangguk.
"Mungkin banyak hal yang gak kamu tau tentang aku, dan sebaliknya banyak hal yang gak aku tau tentang kamu," ujar Bintang.
Bintang menghentikan mobilnya di bahu jalan.
Sejenak Bintang menatap kaca depan mobilnya sebelum mendekatkan perlahan wajahnya ke wajah Hira.
"Kamu mau kan kalo kita lebih saling mengenal?" ujar Bintang sambil memegang kedua tangan Hira dan menatap lekat wajah kekasihnya itu.
Hira mengangguk sambil menatap dalam mata Bintang yang indah karena bulu mata lentiknya itu.
Bintang melepaskan genggaman tangannya.
"Sebenarnya info di internet itu semua palsu, seperti yang kamu ketahui barusan, kalo ibu aku itu sebenarnya sedang sakit dan itu udah berlangsung lama semenjak aku masih umur 12 tahun," jelas Bintang.
__ADS_1
"Aku bukan anak kandung dari CEO perusahaan kosmetik yang kaya, itu semua cuma settingan dari agensi sebelum aku debut, sebenernya aku cuma anak angkat mereka" tambah Bintang.
Hira pun terdiam mendengar penjelasan dari Bintang. Dia mencoba memahami keadaan yang sesungguhnya.
"Aku juga mau tau tentang kamu, boleh kan?" tanya Bintang sambil menatap Hira.
"Boleh, kok," jawab Hira sambil tersenyum.
Bintang mencium kening Hira dan mengusap lembut rambut Hira.
"Kamu mau tau aku darimana dulu?" tanya Hira.
"Semuanya tentang kamu," jawab Bintang singkat.
Hira pun memikirkan harus mulai dari mana dia menceritakan tentang dirinya kepada Bintang.
"Aku ini anak yatim, ayah aku udah meninggal dan keluarga yang aku punya sekarang ada ibu dan dua adik kembar yang masih berumur sepuluh tahun," jelas Hira singkat.
"Kamu punya adik kembar? Wah! Pasti seru ya, kapan-kapan kita main ke kampung halaman kamu, ya ... aku mau ketemu sama ibu kamu dan kedua adik kembar kamu," ajak Bintang dengan nada suara yang antusias.
Hira mengangguk sambil tersenyum manis kepada Bintang.
"Tapi kamu belum ceritain semua tentang kamu deh," ujar Hira.
Bintang tersenyum. "Nanti perlahan aku kasih tau ke kamu semuanya, sekarang cukup segini dulu aku bocorin rahasia pribadi aku."
"Rahasia yang memalukan ada, gak?" tanya Hira sambil menahan tawanya.
"Aku keren gini, mana ada rahasia memalukan."
Hira hanya tertawa mendengar jawaban dari Bintang yang terkesan percaya diri itu.
"Ada satu rahasia yang harus kamu tau," ucap Bintang tiba-tiba hingga Hira menghentikan tawanya.
"Apa?" tanya Hira penasaran.
Bintang mendekat ke Hira dan berbisik di telinga kirinya.
"Kadar cinta aku ke kamu sekarang udah lebih dari seratus persen alias tak terhingga."
Rona wajah Hira menjadi merah karena merasa malu mendengar gombalan dari Bintang.
"Dasar tukang gombal!" teriak Hira sambil memukul-mukul pundak Bintang.
Bintang hanya tertawa melihat Hira yang malu karena gombalan recehnya.
.
.
.
***
__ADS_1
Next Episode 😁👍>>