
Akhirnya mereka pun pulang ke Indonesia. Sampai saat mereka pulang pun belum ada satu pun yang tahu bahwa Bintang dan Hira memutuskan untuk berpacaran. Hal itu karena permintaan dari Hira, Hira mengatakan bahwa lebih baik merahasiakan sementara hubungan mereka karena dia masih belum siap.
Sekitar jam tiga sore mereka sampai di Indonesia, mereka semua langsung kembali ke rumah masing-masing. Para member "Number One" langsung menuju dorm sedangkan Hira dan Fani pulang ke kosan mereka.
.
.
.
***
Baru saja mereka sampai di dorm, ada sebuah mobil mewah terparkir di depan dorm. Di halaman dorm, ternyata sudah ada seorang wanita berumur sekitar 40an tahun dengan gaya yang elegan dan mewah. Wanita itu terlihat menunggu seseorang.
"Ibu dengar kamu pulang hari ini, jadi ibu datang kesini," ucap wanita itu kepada salah satu member Number One.
Anak yang dimaksud ibu itu hanya diam tak menjawab.
"Ah, Tante silahkan masuk," sambut Tirta ramah sambil tersenyum.
Wanita itu pun masuk ke dalam dorm mengikuti Tirta yang memegang kunci, diikuti oleh keempat member lain.
"Silahkan duduk Tante, saya permisi ke belakang dulu," ucap Marcel.
Semua member pun pamit ke belakang kecuali satu orang, namun akhirnya orang yang tersisa itu pun hendak pergi meninggalkan wanita itu tanpa sepatah kata pun.
"Bintang!" teriak wanita itu.
Bintang pun menghentikan langkahnya. "Mau ngapain dateng kesini?"
"Apa itu salah, seorang ibu mengunjungi anaknya?" tukas wanita itu sambil tersenyum licik.
Bintang tersenyum smirk kepada wanita yang menyebut bahwa dirinya adalah ibu darinya itu.
Mau apa lagi sih nenek lampir ini? batin Bintang.
"Ikut pulang ke rumah utama sekarang!" perintah wanita itu.
Bintang pun menurut dan mengikuti wanita itu masuk kedalam mobilnya.
Wanita itu bernama Ella, dia adalah salah satu investor terbesar untuk "Smart Entertainment". Dia merupakan seorang CEO dari perusahaan kosmetik yang terkenal di Indonesia. Dia juga merupakan kolega dari Pak Agung, ayah kandung Bintang. Nyonya Ella tidak mempunyai anak dengan suaminya karena dia dan suaminya divonis mandul. Untuk menutupi kebenaran tersebut, dia pun mengangkat Bintang sebagai anak semenjak Bintang akan melakukan debutnya. Dia mengatakan bahwa Bintang adalah anak kandungnya dan suaminya yang selama ini tinggal di Amerika. Publik pun percaya bahwa Bintang memanglah anak kandung Nyonya Ella dan suaminya
Pada awalnya Pak Agung menolak jika Bintang diadopsi oleh Nyonya Ella dan suaminya, namun demi membangun imej dan latar belakang yang baik bagi Bintang, akhirnya Pak Agung menyetujuinya.
.
.
.
***
Selepas kepergian Bintang dan Nyonya Ella, para member yang tersisa pun keluar semua ke ruang tamu.
"Nyokapnya Bintang galak banget, sumpah deh!" tukas Dean.
__ADS_1
"Namanya juga orang kaya, wajar aja kayak gitu," sahut Jerry.
"Iya udah daripada ngomongin orang, mending kita mandi terus tidur," ajak Marcel.
Tirta yang mengetahui rahasia Bintang pun hanya terdiam dan tak memberikan komentar apapun.
.
.
.
***
Bintang dan Nyonya Ella akhirnya sampai di rumah utama mereka. Rumah itu terkesan sangat mewah dengan nuansa putih dan gold. Di halaman rumah itu pun ada sebuah air mancur kecil dan taman yang indah.
Baru saja Bintang menginjakkan kakinya ke dalam rumah, Bintang melihat seseorang yang dikenalnya berlari menuju arahnya dan langsung memeluknya. Dia adalah Cleo.
"Kak Bintang! Cleo kangen deh ... liburan gak ajak-ajak," ucap Cleo dengan wajah sok imutnya.
Bintang tidak dapat mengelak dari perlakuan Cleo yang kelewat manja. Dia hanya berusaha melepaskan pelukan Cleo yang menempel erat kepadanya.
"Lepasin gua," bisik Bintang memperingatkan Cleo.
Cleo pun akhirnya melepaskan pelukannya itu.
Bintang berjalan menuju dalam ruangan tamu yang terkesan mewah itu.
"Selamat sore semuanya!" sapa Bintang sambil menundukkan setengah badannya kepada beberapa orang yang berada di ruangan tersebut.
Beberapa orang yang ada di ruangan itu pun menjawab sapaan Bintang.
Bintang pun duduk di sofa dengan perasaan yang penasaran dan bingung.
Permainan apa lagi yang bakal dibuat sama si nenek lampir? batin Bintang.
Cleo yang tadinya berdiri pun akhirnya duduk tepat disebelah Bintang sehingga membuat Bintang tidak nyaman.
Di ruangan itu ada sekitar enam orang termasuk Bintang dan Cleo. Dua orang adalah orang tua angkat Bintang dan dua orang yang lain adalah orang tua dari Cleo.
"Anak saya, Cleo menyukai anak Anda, Bintang," ungkap seorang pria paruh baya berjas krem mewah dengan rambut klimis belah samping kanan.
Wajah Bintang langsung berubah masam saat mendengar pernyataan dari Ayah Cleo. Bintang tidak bisa bertindak seenaknya dan hanya mendengarkan apa yang akan selanjutnya disampaikan.
"Saya ingin menawarkan kerja sama dengan menjodohkan mereka berdua," sambung pria itu.
"Kalau perusahaan kita berdua bekerja sama pasti akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar, bukankah itu menguntungkan bagi kita semua? ha-ha-ha!" tukas pria yang merupakan ayah dari Cleo.
Bintang menyela omongan dari ayah Cleo."Saya tidak setuju dan saya tidak menyukai Cleo."
Bintang pun pergi begitu saja meninggalkan rumahnya. Nyonya Ella hendak menyuruh para pengawal untuk menahan Bintang namun ditahan oleh suaminya. Akhirnya Bintang bisa pergi tanpa ada yang menahan.
.
.
__ADS_1
.
***
Di depan kosan Hira.
Bintang tengah menunggu Hira sambil menyender disebuah tembok yang penuh dengan gambar mural anak-anak pekerja seni jalanan. Tak lama kemudian, Hira datang menemui Bintang dengan penampilannya yang hanya memakai kaos dan celana hawai bahkan terlihat tak menarik sama sekali.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Hira tiba-tiba hingga mengagetkan Bintang.
Bintang langsung memeluk Hira erat. "Kangen," ucap Bintang singkat.
"Kamu kok gak ganti baju? kamu gak pake masker dan topi? nanti kalo ada yang liat gimana?" Hira melepaskan pelukan Bintang sambil bertanya macam-macam.
Bintang hanya tersenyum melihat pacarnya yang cerewet itu dan mencubit kedua pipi Hira. "Gemes!"
Hira pun langsung menarik Bintang untuk menuju kamar kosannya yang berada dalam sebuah rumah susun.
.
.
.
***
Di dalam kamar kost, Hira pun langsung menghujani Bintang beberapa pertanyaan yang tadi tidak sempat dijawab oleh Bintang.
"Jawab!" perintah Hira.
Bintang menghela nafasnya, dan mulai menjawabnya. "Aku kesini karena kangen sama kamu, iya aku gak ganti baju, aku gak pake topi/masker karena gak sempet dan udah malem juga kan".
Hira menuju sebuah lemari kecil yang ada dikamarnya dan mengambil sesuatu.
"Mandi!" Hira melemparkan sebuah handuk berwarna pink motif hellokitty kepada Bintang.
"Gak salah kamu kasih aku handuk motif kayak gini?" protes Bintang sambil memegang dan memperhatikan handuk tersebut.
Hira menyeret Bintang untuk masuk menuju kamar mandi yang berada dalam kamar kosan itu. "Gak ada yang salah dan cepet mandi!".
Bintang pun menuruti perintah Hira. Setelah sepuluh menit, Bintang pun keluar dengan menggunakan handuk pink motif hellokitty tersebut.
"Aku udah mandi," seru Bintang yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Hira yang melihat pemandangan itu pun tertawa terbahak-bahak, dia tidak fokus dengan dada bidang Bintang namun fokus dengan handuk motif hellokitty yang membalut tubuh bagian bawah Bintang.
"Ha-ha-ha! itu bajunya aku tarok kasur ya, aku keluar dulu," ucap Hira yang masih tertawa sambil berlalu keluar kamar.
Bintang hanya heran dan menggaruk kepalanya.
.
.
.
__ADS_1
***
Next Episode 😁👍>>