
Sepulang mengantarkan Keyla, Jerry langsung pulang ke rumahnya. Dia sungguh penasaran perihal hantu anak laki-laki itu, yang katanya adalah saudara kembarnya. Hantu anak laki-laki itu duduk sembari memeluk kakinya di kursi belakang mobil Jerry.
Sesampainya di rumah, Jerry langsung bergegas menemui ibunya.
"Bu ... ibu ... ibu di mana?" teriak Jerry sembari mencari keberadaan ibunya.
Nyonya Juwita yang sedang menata pot bunga di halaman belakang rumahnya pun menyahut dan memberitahu keberadaannya. Jerry pun langsung menuju halaman belakang rumahnya.
"Ibu!" panggil Jerry dengan memasang wajah seriusnya.
"Ada apa, Nak?" tanya Nyonya Juwita penasaran.
"Ibu nyimpen rahasia sama Jerry, kan...." tutur Jerry.
Ekspresi wajah Nyonya Juwita berubah menjadi kaget karena ucapan Jerry.
"M-maksudnya apa, Nak? Rahasia apa?"
Nyonya Juwita memasang wajah khawatirnya.
Jerry sejenak terdiam dan menatap hantu anak laki-laki yang berada di samping kirinya.
"Jordy ... siapa dia, Bu? Benarkah dia saudara kembar Jerry? Kenapa Jerry sama sekali tidak ingat?" lirih Jerry.
Jerry begitu emosional sehingga tak disadarinya air matanya pun mulai mengalir membasahi pipinya.
Nyonya Juwita pun tersentak sehingga pot bunga yang dipegangnya terjatuh dan pecah.
.
.
.
***
Di ruang tengah.
Jerry dan Nyonya Juwita duduk saling berhadapan di sofa yang terdapat disana. Suasana cukup hening karena tak satupun dari mereka yang berbicara. Ada rasa penasaran dalam hati kecil Jerry mengenai saudara kembarnya dan ada rasa ragu dalam hati kecil Nyonya Juwita untuk menceritakan perihal Jordy kepada Jerry.
Nyonya Juwita pun menghela nafasnya dan memantapkan hati untuk bercerita perihal Jordy.
"Baiklah ... ibu akan menceritakan tentang Jordy kepadamu, Nak...." ucap Nyonya Juwita.
***
Tujuh belas tahun yang lalu, keluarga besar Pratama kedatangan dua orang anggota baru. Dua orang malaikat kecil itu datang tepat disaat keluarga kecil itu menginginkannya. Dua bayi kembar laki-laki itu dinyatakan kembar fraternal. Kembar fraternal (non-identik), yaitu ketika dua sp*rma membuahi dua sel telur secara terpisah sehingga menghasilkan dua janin dengan dua plasenta berbeda. Maka dari itu wajah kedua bayi mungil itu tidak mirip sama sekali.
__ADS_1
Kedua anak kembar itu diberi nama Jerry Aksa Pratama dan Jordy Arka Pratama. Kedua anak kembar itu tumbuh menjadi anak yang cerdas. Jerry suka sekali menyanyi dan Jordy suka sekali menggambar dari semenjak mereka kecil.
Jerry adalah anak yang aktif dan berani, sedangkan Jordy adalah anak yang cenderung pendiam dan pemalu. Kedua anak kembar itu saling melengkapi dengan perbedaan yang mereka miliki.
Kebahagiaan kedua anak kembar itu tidak berlangsung lama. Karena Jordy meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis pada usia sembilan tahun. Kejadian naas itu terjadi tepat pada saat acara peresmian salah satu gedung yang baru saja dibangun oleh Tuan Robby Pratama.
Kedua anak kembar itu lepas dari pengawasan dan saling berkejaran hingga ke jalan raya. Tiba-tiba ada sebuah truk besar yang sedang melintas, Jerry pun hampir saja tertabrak tapi Jordy berlari dan mendorong saudara kembarnya itu. Jordy pun tertabrak dan akhirnya meninggal di tempat kejadian, sedangkan Jerry terluka dan sempat mengalami koma karena kepalanya terbentur bahu jalan.
Jerry mengalami koma selama satu minggu. Begitu bangun Jerry tidak mengingat sama sekali tentang saudara kembarnya itu. Karena hal itu, Tuan Robby dan Nyonya Juwita memutuskan untuk tidak menceritakan apapun mengenai Jordy kepada Jerry. Jerry bahkan sempat di hipnoterapi agar melupakan kenangan buruk mengenai kecelakaan itu sepenuhnya. Namun semenjak kecelakaan itu, Jerry jadi bisa melihat hal yang tak kasat mata dan gaib.
***
Jerry tak bisa berkata-kata dan hanya menatap kearah hantu Jordy kecil. Matanya berkaca-kaca saat mendengar kenyataan yang begitu pahit. Walaupun sudah diceritakan oleh Nyonya Juwita, dia bahkan tidak dapat mengingat sama sekali tentang Jordy. Namun yang anehnya, dadanya terasa sangat sesak.
Nyonya Juwita pun beranjak dari sofa, dia berjalan menuju lemari besar yang ada di ruangan itu. Dia mengeluarkan sebuah album foto yang terlihat berdebu karena sudah lama tidak pernah disentuh.
"Kamu bisa lihat Jordy disini," ujar Nyonya Juwita sembari memberikan album foto tersebut.
Jerry mengambil album foto yang diberikan oleh ibunya. Dengan tangan gemetar, dia mencoba membuka album foto itu. Halaman demi halaman perlahan dia buka. Tanpa disadarinya lagi, air matanya pun menetes. Dia sangat marah pada dirinya sendiri karena tidak mengingat sama sekali mengenai saudara kembarnya itu.
Jerry sudah selesai melihat album foto tersebut. Matanya tertuju lagi kepada hantu Jordy kecil yang sedang tersenyum dipojokan.
"Bu ... Jordy ada disini," ucap Jerry.
Air mata Nyonya Juwita pun tiba-tiba mengalir, karena mendengar ucapan Jerry.
Jerry mengangguk dan menunjuk arah dimana ada Jordy.
"Jordy sedang berdiri di sana, Bu," ujar Jerry.
Tangisan Nyonya Juwita tak dapat terbendung lagi, dia menangis sejadi-jadinya karena sangat merindukan anaknya itu. Jerry pun memeluk ibunya dan berusaha menenangkannya.
.
.
.
***
Di kamar Jerry.
Jerry duduk di atas kasurnya sembari menatap Jordy yang berdiri dipojokan.
"Ngapain kamu disitu? Sini aja," ucap Jerry sembari menepuk kasurnya.
Dengan cepat Jordy pun sudah berada di samping Jerry.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak bilang kalo kita saudara kembar? Padahal udah tujuh tahun semenjak aku pertama kali ngeliat kamu," tanya Jerry penasaran.
"Aku takut kamu gak percaya," jawab Jordy.
Jerry menghela nafasnya.
"Kamu gak bilang ... ya mana aku tau," ujar Jerry.
"Maaf...." tukas Jordy.
Jerry mencoba untuk menyentuh Jordy, tapi ternyata Jordy tidak dapat tersentuh.
"Kamu ngapain?" tanya Jordy.
"Penasaran," jawab Jerry sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Jordy hanya tersenyum mendengar pernyataan Jerry.
"Kenapa kamu masih gentayangan dan gak besar-besar?" tanya Jerry.
"Alasan aku disini cuma satu ... aku cuma mau kamu inget aku. Aku memang gak bisa besar dan penampilanku ini adalah penampilan terakhir saat aku masih hidup," jawab Jordy.
Jerry terdiam sejenak sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Aku akan coba inget kamu dan semua kenangan kita ... kalo aku udah inget berarti kamu pergi?"
Jerry bangkit dari kasur dan duduk kembali.
"Iya."
Jerry kembali menatap Jordy yang duduk disampingnya.
"Oke! Lagian tempat kamu bukan di sini," ujar Jerry.
Jordy tersenyum kepada Jerry.
"Aku pasti inget kamu dengan cepat ... kan ada ini," ucap Jerry sambil menunjukkan album foto yang diberikan Nyonya Juwita tadi.
Itulah sepenggal masa lalu tentang Jerry yang mungkin tidak diketahui oleh siapapun, kecuali keluarga Jerry sendiri. Mungkin dari luar, keluarga itu terlihat bahagia, tapi ternyata mereka menyimpan luka yang cukup dalam. Mereka telah kehilangan salah satu anggota keluarganya untuk selama-lamanya.
.
.
.
***
__ADS_1
Next episode comming soon 😁👍