
Marcel dan Jerry pun kompak mengetuk pintu kamar Dean.
"Dean!" teriak Marcel.
"Kak Dean, buka dong pintunya!" teriak Jerry.
Dean tak kunjung membuka pintu kamarnya.
"Dobrak aja, Kak!" saran Jerry.
"Ide bagus," Marcel mengiyakan.
Belum sempat mereka mendobrak, Dean sudah membuka pintu kamarnya. Dia sudah berpakaian rapih dengan tas ransel di punggungnya.
"Kalian berisik!" ujar Dean.
Marcel dan Jerry hanya dapat saling menatap. Mereka pun tersenyum lebar kepada Dean.
"Lo mau kemana?" tanya Marcel.
"Ketemu nyokap," jawab Dean singkat.
"Jadi juga ternyata dan kilat," ujar Marcel.
Dean tidak menjawab dan langsung turun ke lantai bawah. Dia pun langsung mengambil kunci mobil miliknya dan keluar dari dorm.
Dari balkon atas Jerry pun berteriak kepada Dean.
"Mandi dulu, Kak! Baru pergi," teriak Jerry.
"Gak sempet!" sahut Dean.
Dean melambaikan tangannya dan berjalan keluar dorm. Mobil Dean tidak diparkir didalam dorm karena tidak muat, sehingga Dean pun menitipkan mobilnya di lapangan yang dibuat khusus untuk lahan parkiran orang komplek perumahan itu.
.
.
.
***
Sekitar dua jam perjalanan akhirnya Dean sampai di rumah ibunya. Rumah ibunya berada di kota Cilegon. Dulu ibunya membuka usaha salon kecil-kecilan disana. Namun sekarang semenjak Dean menjadi artis terkenal dan menghasilkan banyak uang, usaha salon ibunya menjadi berkembang dan besar.
"Ibu!" teriak Dean.
"Dian? Kamu pulang gak bilang-bilang, Nak," sahut Bu Nuri, ibunya Dean.
"Aku kangen, Bu!" ujar Dean sembari memeluk ibunya.
__ADS_1
Dean adalah nama panggungnya, nama asli Dean adalah Ardian Pahlevi. Ibunya biasa memanggilnya Dian. Dean merupakan anak sulung dari dua bersaudara, dia mempunyai seorang adik laki-laki yang berusia 10 tahun.
Ibunya merupakan seorang janda dan sampai sekarang belum menikah lagi. Mungkin ibunya memutuskan untuk tidak akan pernah menikah karena trauma pernah disakiti oleh mantan suaminya, yang merupakan ayah Dean.
Kehidupan Dean sebelum menjadi idol terkenal sangatlah sulit. Dia bahkan harus membantu ibunya mencari nafkah dengan berjualan roti manis keliling. Saat itu usaha salon milik ibunya nyaris bangkrut dan tutup.
Dean memang suka sekali menari. Dia bahkan sering menjuarai lomba dance tingkat sekolah. Awalnya banyak temannya yang mengejeknya karena dia adalah anak laki-laki tapi suka menari. Tapi bakat menarinya itu lah yang membawanya sukses seperti sekarang.
Flashback on.
Saat itu usia Dean masih 11 tahun. Saat itu pula, pertama kali ayahnya meninggalkannya. Kejadian itu mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan olehnya seumur hidup.
Malam itu hujan deras, ibu dan ayah Dean bertengkar hebat. Tidak sengaja Dean melihat dan mendengar pertengkaran itu, sedangkan adiknya yang masih berusia dua tahun sudah tertidur.
"Jahat kamu, Mas!" teriak Bu Nuri sambil menangis.
"Jahat apa?! Dasar kamu aja gak becus urus suami!" sahut Pak Rio, ayah Dean.
"Tega kamu mau ninggalin saya dan anak-anak demi wanita itu...." lirih Bu Nuri.
"Urus saja anakmu itu! Aku tidak peduli! Cari uang gak becus! Ngelayanin suami gak becus! Bisanya apa kamu itu?!" teriak Pak Rio.
Pak Rio pun beranjak hendak pergi tapi Bu Nuri memeluk kaki Pak Rio dan terus memohon kepada suaminya itu. Pak Rio terlihat kesal dan menghempaskan Bu Nuri hingga tersungkur.
"M-mas...." lirih Bu Nuri.
Seketika langkah kaki Pak Rio berhenti. Bukannya sadar dia malah menjatuhkan talak kepada Bu Nuri.
Lebih dari tiga kali Pak Rio mengatakan kata cerai dan itu berarti Pak Rio sudah menceraikan Bu Nuri secara agama. Bu Nuri menangis sejadi-jadinya karena suaminya tega meninggalkan dirinya dan kedua anaknya hanya demi seorang janda kaya. Dean yang mengintip hanya bisa menangis melihat kejadian itu. Dia pun berlari kecil menghampiri ibunya yang sedang menangis itu.
***
Dean terlihat sangat sedih dan menangis karena mengingat kejadian tadi malam, hari itu dia duduk sendiri di emperan toko sambil membawa roti dagangannya. Tiba-tiba ada seorang gadis berumur sekitar delapan tahun menghampirinya.
"Kakak kenapa nangis?" tanya gadis kecil itu.
"Aku gak apa-apa ... aku gak nangis," jawab Dean sembari menghapus air matanya.
Anak gadis itu pun tersenyum lebar sehingga membuat giginya yang ompong terlihat.
"Kakak bohong! Itu kakak nangis."
Gadis kecil itu memberikan sebuah permen lollipop besar warna-warni kepada Dean.
"Ini untuk kakak ... jangan sedih lagi," ucap gadis kecil itu.
Tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri dari kejauhan dan memanggil gadis kecil itu.
"Cleo! Sini, Nak! Ayo kita pulang!"
__ADS_1
"Sebentar, Pa!" sahut gadis kecil itu yang ternyata adalah Cleo.
Cleo kecil mengeluarkan sesuatu lagi untuk Dean.
"Ini untuk kakak."
Dean menerima sebuah sapu tangan kecil berwarna biru muda bertuliskan nama Cleo.
"Usap air mata kakak dengan ini ... ibu suka membuat sapu tangan untuk Cleo dan ini salah satu sapu tangan favorit Cleo ... dijaga ya, Kak!" ujar Cleo.
Cleo pun berlari menuju ayahnya dan melambaikan tangannya kepada Dean.
***
Keberuntungan Dean dimulai saat dia mengikuti lomba dance sambil menyanyi yang diadakan di kotanya. Kebetulan salah satu jurinya adalah Pak Agung. Pak Agung sangat tertarik dengan bakat yang dimiliki oleh Dean. Dean yang masih berusia 11 tahun pun ditawari untuk menjadi trainee di Smart Entertainment.
Akhirnya Dean pun pindah ke Jakarta sekaligus pindah sekolah. Semua biaya hidup dan sekolahnya ditanggung oleh pihak agensi. Karena Pak Agung memang ingin mengorbitkannya sebagai seorang idola. Selama enam tahun Dean menjadi trainee di Smart Entertainment sebelum akhirnya debut bersama Number One.
***
Hari itu adalah hari pertama Dean akan debut bersama Number One. Dia terlihat gugup dan bolak-balik ke toilet. Saat baru saja keluar dari toilet, tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang gadis yang usianya kira-kira tiga tahun dibawahnya.
Bruk!
"Maaf ... gak sengaja," ucap Dean.
"Gak apa-apa, kok," tanggap gadis itu.
Gadis itu tersenyum dan berlari kecil menuju toilet wanita.
Baru saja Dean ingin melangkah pergi, matanya tertuju pada sebuah sapu tangan berwarna merah muda yang terjatuh dilantai.
"Ini punya cewek yang tadi kali, ya?"
Dean pun mengambil sapu tangan itu dan menemukan ada nama Cleo yang tertulis di sapu tangan itu. Dean pun mengambil sapu tangan biru muda yang diberikan oleh Cleo enam tahun yang lalu dari dalam sakunya. Ternyata pola rajutan namanya sama persis.
Dean terlihat sangat senang karena bisa menemukan gadis yang memberikannya sapu tangan saat dia sedang sedih. Dia berencana untuk menunggu Cleo selesai dari toilet. Namun Marcel datang dan menjemputnya karena waktunya mereka tampil akan segera tiba.
Flashback off.
.
.
.
***
^Itulah sepenggal kisah tentang Dean dan alasannya dia menyukai Cleo^
__ADS_1
Next Episode 😁👍>>