Perfect Idol

Perfect Idol
Kabar Gembira


__ADS_3

Pagi hari pukul delapan lewat 30 menit, saat hendak Hira akan berangkat kerja di toko roti, handphone-nya pun bergetar karena Hira tak memasang mode dering dan hanya mode getar.


Drrt-drrt-drrt!


In call.


"Halo, selamat pagi, Bu."


"Selamat pagi, Hira."


"Ada apa, Bu?"


"Nak, bisa ke kampus sekarang? Ada yang ingin ibu bicarakan."


"Baik, Bu, saya akan segera ke kampus sekarang."


End call.


Ternyata yang menelepon adalah ibu ketua jurusan tempat Hira berkuliah. Hira pun meminta izin kepada pemilik toko roti dan langsung bergegas menuju kampusnya.


.


.


.


***


Kampus Kusuma Bangsa.


Hira langsung bergegas menuju ruang ketua jurusannya. Begitu masuk kedalam ruangan, ibu kajur langsung memberitahukan maksud dan tujuannya memanggil Hira.


"Nak Hira, ibu ingin memberitahukan sebuah kabar gembira untukmu," tukas ibu kajur.


"Kabar gembira apa itu, Bu?" tanya Hira penasaran.


"Baru saja tadi sebelum ibu meneleponmu, ibu mendapatkan telepon dari pihak agensi Smart Entertainment, mereka bilang ingin merekrut kamu untuk menjadi salah satu staf penerjemah agensi itu," jelas ibu kajur.


"Apa itu benar, Bu?" tanya Hira lagi seakan tak percaya.


"Benar, Nak." Ibu kajur tersenyum kepada Hira.


Hira pun langsung menyetujui tawaran yang diberikan oleh Smart Entertainment melalui ibu kajur. Ibu kajur memberikan sebuah kartu nama kepada Hira. Hira harus menemui orang yang namanya tertulis didalam kartu tersebut saat sampai di Smart Entertainment nanti.


.


.


.


***


Gedung Smart Entertainment.


Hira bergegas masuk kedalam gedung untuk menemui orang yang tertulis didalam kartu nama yang didapatnya tadi. Ternyata kartu nama tersebut tertulis nama Agung Sasmita CEO Smart Entertainment.


Setelah menemui resepsionis, Hira pun dipandu oleh salah satu staf agensi untuk langsung masuk ke ruangan CEO. Hira yang baru pertama kali masuk kedalam gedung agensi pun merasa sangat takjub. Sepanjang koridor menuju ruangan CEO, banyak sekali terpampang foto para artis yang berada dibawah naungan Smart Entertainment, tak terkecuali kekasihnya, Bintang.


Begitu sampai didepan ruangan CEO, staf agensi yang mengantarkan Hira pun pamit. Hira pun langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok-tok-tok!


"Silahkan masuk," sahut Pak CEO Agung.


Hira pun masuk kedalam ruangan tersebut. Begitu masuk Hira langsung disambut dengan senyuman hangat Pak Agung.


"Silahkan duduk." Pak Agung mempersilahkan Hira duduk disebuah sofa mewah berwarna merah marun.


"Terimakasih, Pak!" ucap Hira sambil membungkukkan setengah badannya.


Hira pun duduk di sofa tersebut, Hira yang baru saja memperhatikan wajah Pak Agung dengan jelas akhirnya pun menyadari sesuatu.


Kayaknya pernah liat wajah bapak ini ... tapi dimana ya? batin Hira bertanya-tanya.


Lamunan Hira pun terpecah karena pertanyaan dari Pak Agung kepadanya.


"Nak Hira, kan?" tanya Pak Agung memastikan.


"Ah! Iya Pak! Saya Hira," jawab Hira dengan lantang karena kaget.


"Ha-ha-ha! Kenapa kamu kaget sekali, Nak?" Pak Agung tertawa sangat renyah.


"Ah tidak, Pak." Hira sedikit malu dan tersenyum kepada Pak Agung.


"Kamu sudah setuju dengan apa yang saya tawarkan?" tanya Pak Agung langsung ke topik utama.


"Saya sudah setuju, Pak!" jawab Hira lantang.

__ADS_1


Pak Agung tertawa lagi karena melihat Hira yang begitu semangat dan antusias.


"Baiklah, ini adalah kontrak untukmu, disana ada besaran gaji, aturan kontrak serta tugasmu sebagai penerjemah, silahkan dibaca terlebih dahulu," ucap Pak Agung sambil menyerahkan kertas berisi kontrak kepada Hira.


Hira pun membaca isi dari kontrak tersebut dan menyetujuinya. Hira pun tanda tangan kontrak dan resmi menjadi salah satu staf penerjemah dari Smart Entertainment.


"Nak Hira, selamat bekerja sama dengan agensi Smart Entertainment, semoga betah disini." Pak Agung mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Hira.


"Nak Hira, kalau ingin berkeliling gedung agensi silahkan, nanti saya akan meminta salah satu staf untuk menemani kamu," sambung Pak Agung lagi.


"Terimakasih, Pak!" Hira membungkukkan setengah badannya.


"Tak perlu sungkan, sekarang kamu masih memakai tanda pengenal sebagai pengunjung, besok lusa kamu sudah bisa mengambil tanda pengenal sebagai salah satu staf agensi," jelas Pak Agung.


Hira pun permisi untuk keluar ruangan. Baru saja membuka pintu, Hira melihat Bintang yang hendak membuka pintu untuk masuk ruangan Pak Agung.


"Kamu ngapain disini?" tanya Bintang heran.


"Aku...."


Belum sempat Hira melanjutkan ucapannya, Bintang langsung menarik tangan Hira menjauh dari depan ruangan Pak Agung. Bintang membawa Hira ke sebuah ruangan sepi yang tidak jauh dari ruang CEO.


"Kamu kok asal tarik aja, sih! Kan sakit!" protes Hira.


"Kamu ngapain tadi di ruangan itu?" tanya Bintang dengan wajah serius.


"Aku habis tanda tangan kontrak jadi salah satu staf penerjemah disini," jawab Hira.


"Beneran?!" Bintang memegang kedua pundak Hira erat sambil menatap tajam kedalam mata Hira.


Hira hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Wajah Bintang berubah menjadi sumringah dan langsung memeluk kekasihnya itu dengan erat.


"Kirain ada masalah apa, huft ... ternyata kabar baik, aku jadi lega," ucap Bintang setelah melepaskan pelukannya kepada Hira.


"Kamu gak jadi masuk tadi?" tanya Hira.


"Hm ... begitu liat kamu aku jadi gak pengen masuk, soalnya aku kangen banget sama kamu," tukas Bintang sambil tersenyum manis.


Hira hanya tersenyum mendengar perkataan Bintang yang terdengar gombal itu tetapi Hira sangat menyukainya.


Bintang menatap Hira dengan tajam, tatapan mata Bintang membuat Hira seperti terhipnotis. Hira pun merasa bagai berada disebuah dimensi lain yang dimana hanya ada dirinya dan Bintang. Baru kali ini Hira merasakan sebuah sensasi yang membuatnya terdorong untuk melakukan sesuatu yang selama ini belum pernah dilakukannya.


Cup!


Setelah itu, mereka pun tertawa bahagia bersama sambil menatap satu sama lain.


"Jangan lebih dari ini," ucap Hira dengan wajah yang merona merah.


Bintang hanya mengangguk sambil memegang lembut pipi kekasihnya itu dengan kedua tangannya.


"Janji ya?" Hira mengulurkan jari kelingking kanannya kepada Bintang.


"Janji!" Bintang menyambut uluran jari kelingking Hira dengan jari kelingking kanannya dan membuat janji kelingking dengan Hira.


Mereka pun memutuskan untuk keluar dari ruang tersebut.


Baru saja mereka keluar, ternyata tak sengaja ada Cleo yang hendak melewati depan ruangan tersebut. Cleo pun langsung menatap sinis kepada mereka berdua, terutama kepada Hira. Cleo bertambah kesal saat melihat Bintang dan Hira bergandengan tangan.


"Kalian habis ngapain didalam ruangan itu?!" tanya Cleo dengan nada yang ketus.


Bintang dan Hira hanya diam membeku tak menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Cleo.


.


.


.


***


^Cleo mau tau aja apa mau tau banget hehe^


Hi guys sambil nunggu ceritaku up, boleh baca rekomendasi novel author yang lain dan novel teman-teman author. Ceritanya bagus banget.


Nikah Kontrak - Tya gunawan


Journey to Dream - Emekama


Marriage order - Viviani


Beautiful Trap - Linanda Anggen


Balas Dendam Cowok Kampungan - Linanda Anggen


My boyfriend rizal - Liifaly_

__ADS_1


LOVE A MAFIA KING - LISKA


SURGA YANG Tak DI RINDUKAN - LISKA


Tentang Hati - Aldekha Depe


Two Brother One Love - Liana Inggraini


The perfect stranger - A. Dewi Intan


Reinkarnasi Cinta si Cantik Ruby - Diar Rochma


Mengagumimu - Amel


Bubble love - Pinky Jovanka R


Pregnancy - Dina Tamara


Dia, Sahabatku - Candy Tohru


Cinta Masa Lalu- Candy Tohru


Fell in love with my arogan fiance - Lina


Mine - Rizky Rahm


Cewek cupu- Intan Laksmiana Putry


Best Friend Forever - Deeta Pratiwi


Silent - Dandelion


Ikanaide - Dandelion


Chat story of Anam - AISH_art


Love the Sexy Coach -AISH_art


Jodoh Dadakan ku - alfiyanti


Jodohku pangeran kera - Risma ayu


Surga Dunia - Ayu Puspa


Zahra & Ega - Kiki rizki


Life Story At School - L Y FH


Si Hitam Dan Si Putih - L Y F H


NYCTOPHILIA - Caramelatte


Cinta cowok dingin- Yuli


Penghujung Cinta - Akhwat uyee


WO * before marriage* - Emekama


Qobiltu- Imtsal Ula


My Seven Male friend-Min yoongi


Kisah cinta di zaman Dahulu -Mr.A


Gagal Menikah Muda - MeChan


AKU DAN BAHAGIAKU - Roffiey Zain


MINISERI ILUSI - Roffiey Zain


A lITTLE GIRL PSHYCOPATH - Aima Miku Chan


SHARP EYES MAN VS CUTE GIRL - Aima Miku Chan


apa aku berbeda? - Lina agustin


Catatan Hati Rina - Eka Pradita


KeBencian Atas Dasar Cinta - Melinda Deline


Peri Penguasa 2 dunia - Melinda Deline


Winner of love - NH_ayya


Tengkyuu 😘😘😁👍


Next Episode >>

__ADS_1


__ADS_2