
Hira masih menangis sambil berenang dan memanggil-manggil nama Bintang. Teman-temannya yang masih berada di daratan pun heran karena mereka tahu benar bahwa Bintang itu jagonya berenang dan menahan nafas dalam air. Bukannya menolong Bintang, Fahri malah sibuk kembali ke daratan untuk menaruh jet sky yang dikendarainya.
"Apasih Kak Bintang! ngerjain Kak Hira gitu amat." Jerry terlihat kesal dan ingin menyusul Hira namun ditahan oleh Dean.
"Udah biarin aja, Jer!" teriak Dean.
"Gua mau kesana," ucap Tirta.
Marcel menahan Tirta. "Ngapain lo kesana? udah biarin aja," ucap Marcel sambil menarik lengan kiri Tirta.
"Nanti kalo Hira kenapa-kenapa gimana? lagian Bintang udah keterlaluan banget!" teriak Tirta dengan wajah kesal.
"Ta! Hira pake pelampung dan ada Bintang disana, gak bakalan terjadi apa-apa deh ... lagian jauh banget kalo mau nyusul ke tengah sana," jelas Marcel meyakinkan Tirta yang masih terlihat emosional.
"Tapi Kak Bintang gak tenggelem beneran kan? kalo beneran gimana?" Jerry terlihat sangat cemas.
Mereka pun menjadi panik saat mendengar perkataan Jerry.
.
.
.
***
Sedangkan ditengah laut, Hira yang panik karena Bintang tak kunjung muncul pun langsung melepaskan baju pelampungnya. Entah apa yang ada dipikiran Hira padahal dia tidak bisa berenang sama sekali. Bintang yang melihat hal itu dari dalam air pun langsung berenang ke permukaan air. Belum sempat Bintang muncul, Hira sudah melepaskan baju pelampungnya dan menceburkan dirinya ke air.
Bintang pun dengan terburu-buru langsung menarik Hira ke permukaan air sebelum Hira benar-benar kehabisan nafas. Kepala mereka berdua pun menyembul di permukaan air. Dengan nafas terengah-engah Bintang berusaha menyadarkan Hira dengan menepuk pipinya lembut.
"Hira! sadar Ra! maafin gua yang bercandanya keterlaluan," ucap Bintang khawatir dan menyesali perbuatannya.
Bintang pun berusaha berenang menuju daratan sambil membawa Hira.
Tak lama kemudian, ada dua orang life guard pantai yang hendak menyelamatkan mereka dengan membawa sebuah perahu boat.
Mereka pun dibantu oleh life guard itu untuk menaiki perahu boat penyelamat itu.
Bintang masih berusaha menyadarkan Hira yang masih pingsan dengan menepuk lembut pipinya. Perlahan Hira pun sadar dan langsung memeluk Bintang sambil menangis.
"Bintang lo gak apa-apa kan?" tanya Hira.
"Gua gak apa-apa kok Ra," jawab Bintang sambil membalas pelukan Hira.
"Kenapa sih lo jahat! kenapa sih bikin gua khawatir!" teriak Hira yang masih menangis sambil memukul-mukul dada Bintang.
Bintang hanya tersenyum mendengar perkataan Hira. Dia pun membelai rambut Hira yang basah akibat tercebur ke laut tadi.
"Salah lo juga sih bikin gua cemburu hehe," ucap Bintang.
Hira hanya diam tak menanggapi ucapan Bintang.
.
.
.
__ADS_1
***
Akhirnya mereka pun sampai di daratan. Teman-temannya yang khawatir pun langsung menghampiri mereka berdua. Dari kejauhan, Fani yang tidak tahu menahu karena memang benar dia habis dari kamar mandi pun heran melihat Hira dan Bintang basah kuyup.
"Lo gak apa-apa, kan?" tanya Marcel khawatir.
"Gak apa-apa, Kak," jawab Bintang.
Tirta dan Jerry pun langsung menghampiri Hira, mereka terlihat sangat khawatir pada gadis yang mereka sukai itu.
"Kak Hira gak apa-apa kan?" tanya Jerry khawatir sambil memeluk Hira.
Tirta pun menarik lengan Jerry dan menghempaskan Jerry menjauh dari Hira.
"Lo gak apa-apa kan? maafin gua tadi gak nyelametin lo dan malah diem aja," ucap Tirta khawatir sambil memegang kedua pundak Hira.
"I-Iya gua gak apa-apa kok." Hira menjawab dengan canggung.
Tirta pun mengusap lembut kepala Hira dan tersenyum kepadanya.
Jerry yang berusaha mendekati Hira lagi pun ditarik paksa oleh Dean untuk bermain jet sky. Jerry pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Dean. Sedangkan Bintang masih berbicara dengan Marcel dan tidak melihat Hira yang sedang bersama Tirta. Kalau Bintang tahu pasti dia akan cemburu.
Fani pun datang dengan berlari menghampiri Hira dan terlihat bingung serta khawatir.
"Ra! kenapa lo? kecebur Ra? kok bisa sih Ra?" tanya Fani bertubi-tubi dengan wajah khawatir.
"Hehe gua gak apa-apa kok Fan, nih gua baik-baik aja," jawab Hira sambil nyengir.
Fani pun memeluk Hira erat karena sangat khawatir dengan sahabatnya itu.
Bintang yang sudah selesai berbicara dengan Marcel pun menghampiri Hira yang terlihat sedang bersama Tirta dan Fani. Sedangkan Marcel yang masih merasa penasaran terhadap Fani pun mengikuti Bintang dari belakang.
Tirta menahan langkah Bintang. "Mau kemana?" tanya Tirta.
"Bukan urusan lo," jawab Bintang singkat.
Tirta masih saja menghalangi langkah Bintang.
"Jangan asal tarik aja! coba dulu tanya orangnya mau gak lo ajak," kata Tirta dengan wajah tidak suka.
Hira pun memberi kode tatapan kepada Tirta agar Tirta tidak perlu menghalangi langkah Bintang lagi. Tirta pun akhirnya menyingkir dari hadapan Bintang.
Hira ... apa lo udah mutusin buat milih Bintang? batin Tirta penuh pertanyaan sambil menatap punggung Bintang dan Hira yang mulai menjauh.
Marcel dan Fani hanya terdiam melihat adegan yang baru saja terjadi dihadapan mereka berdua.
"Kena tikung secara live," gumam Marcel.
"Sakit tapi gak berdarah," gumam Fani.
Tirta yang mendengar gumaman mereka berdua pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalian kompak banget, dah buruan jadian," celetuk Tirta yang membuat mereka tersentak kaget.
Tirta meninggalkan mereka berdua dengan senyuman penuh arti sambil melambaikan tangannya. Tirta pun berlari dengan tersenyum sambil menghampiri Jerry dan Dean yang akan bermain jet sky.
"Gua naik sky airnya! Kalian berdua yang narik gua ya!" teriak Tirta dari kejauhan kepada Jerry dan Dean.
__ADS_1
Tirta memang orang yang lapang dada walaupun didepan matanya gadis yang dia sukai pergi dengan laki-laki lain, dia pun akan terus tersenyum.
.
.
.
***
Bintang mengajak Hira ke kamarnya dan memberikan sebuah baju baru untuk Hira.
"Buru mandi dan ganti baju pake ini!" perintah Bintang.
"Hah? mandi dan ganti baju disini? gua kan punya kamar sendiri." Hira terheran dan bingung.
"Udah disini aja! gua tunggu didepan," ucap Bintang sambil melangkah keluar.
"Oh iya itu kalo mau ngeringin rambut ada hair dryer diatas meja samping tempat tidur," sambung Bintang.
Hira hanya menganggukan kepalanya.
.
.
.
***
Setelah sekitar 30 menit, Hira sudah rapih dan cantik dengan menggunakan pakaian pemberian Bintang.
"Ini baju bagus banget, dia sengaja milih buat gua?" tanya Hira kepada dirinya sendiri sambil melihat kaca.
Sedangkan Bintang kepanasan dan kering menunggu diluar kamar.
"Lama banget sih cewek kalo mandi dan dandan, gua udah sampe kering nungguinnya padahal gua tadi basah kuyup," keluh Bintang.
Tak lama kemudian Hira pun memanggil Bintang dari arah pintu kamarnya.
"Bintang! gua udah mandi dan ganti baju," ucap Hira yang berdiri di bibir pintu kamar Bintang.
Bintang pun menengok kebelakang dan merasa takjub akan kecantikan Hira.
Gak salah gua milih baju itu buat Hira, dia keliatan cantik banget, batin Bintang sambil tersenyum kepada Hira.
.
.
.
***
^Ehem ehem cie 😁😁^
__ADS_1
Jangan lupa favorite, like, komen, vote dan bintang 5 ya tengkyuu 😘😘
Next Episode>>