
Yohan cukup terkejut karena ditengah tengah dia bercanda dengan teman teman SMA-nya, dia menerima panggilan dari Kabir.
Ya, setahunya hubungannya dengan Kabir tak seakrab ini.
"Hallo, ada apa?"
"Kamu dimana?"
"Emb.... anda siapa, jangan terlalu akrab!"
"Dimana Shofia!"
"Hei! Dia belum menjadi istrimu tuan Kabir, jangan membual tak jelas!"
"Jadi benar, Shofia sekarang bersama Tristan!?"
"Bukan urusanmu!!"
"Cari Shofia sekarang!"
"Anda itu salah makan?"
"Tristan bukan orang yang baik!"
"Tahu apa anda?"
"Tahu apa? Aku mengirimimu E-mail tadi, buka dan bacalah.. aku sedang perjalanan menuju kesana! Ah! Sial! Yohan, kalau sampai terjadi apapun padaku, jaga Shofia! Katakan kalau aku begitu mencintainya!"
Tut tut tut
Sambungan telponnya mati. Ada apa ini?
Akhirnya, Yohan membuka emailnya dan benar 30 menit yang lalu Kabir mengiriminya email.
Yohan cukup terkejut dengan isi dari email itu. Ini data pribadi Tristan.
Tristan Alexander. 20 juni 19xx. Lahir di Washington DC. Penerus perusahaan Alexander itc.
Oke, ini hampir semua orang tahu, tapi apa maksut ini? Yohan memilih melanjutkan membacanya sampai akhirnya dia benar benar sulit bernafas.
Tristan merupakan mantan pasien pemulihan kejiwaan dari salah satu rumah sakit jiwa di Washington DC.
Tristan mengalami gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau lebih dengan gangguan kecemasan yang berulang kali.
Tristan selalu memeriksakan kejiwaannya setiap bulan untuk mengetahui seberapa jauh dia sakit. Tapi gangguan itu malah terus saja membesar. Kecemasannya semakin berlebih.
Sampai dia berada di tingkat lebih bahaya. Selain OCD yang dia derita, dia mengalami
Obsessive love disorder (OLD) saat bertemu dengan Shofia Nayanika.
OLD itu terus berlanjut, bahkan Tristan mencari tahu apapun yang dilakukan oleh Shofia. Memotret semua hal tentang Shofia serta mengumpulkan semua hal yang menurut Shofia suka.
Sampai puncaknya, Kabir Dominic melamar Shofia. Dan Shofia menerimanya. Obsesinya berada dipucak bahkan dia menghancurkan seluruh isi rumahnya.
Tristan bahkan marah saat dia tahu kalau wanita yang selalu diimpikannya sedang hamil anak dari Kabir dan akan segera menikah.
Dia terus menyusun rencana agar ada celah diluar sana.
Dan Yohan baru saja sadar kalau dia yang mendorong bibinya kesarang harimau.
"Guys... kita mendapat misi!"
"Apa?"
"Menghabisi orang gila!"
Ya, Yohan bukan lelaki yang yang manja seperti didepan keluarganya. Dia lelaki yang lumayan berbahaya.
__ADS_1
Yohan memiliki pergaulan yang bebas serta kawan kawan jalanan yang banyak.
Seperti saat ini, dia sedang berkumpul bersama teman temannya untuk membahas balap liar besok.
Yohan segera mengendarai mobil sportnya menuju rumah rumah Tristan. Dia diikuti oleh 5 mobil lainnya.
Kalau sampai terjadi apa apa pada Shofia, Yohan memastikan membunuh Tristan.
Dengan kecepatan diatas rata rata Yohan membelah jalanan.
Sampai akan berbelok di daerah perumahan milik Tristan dia mendapat kabar dari rekan lainnya, kalau mobil dengan plat khusus milik keluarga Dominic terjatuh dan tenggelam disungai Hudson karena mengalami kejar kejaran dengan mobil mobil tanpa plat pengenal.
"Sial! Kalau kamu mati, aku akan mengutukmu sampai ke neraka!!"
Yohan yang sedikit kalut segera menerobos pintu pagar didepan mansion Tristan. Dan benar dibalik pagar itu terdapat banyak penjaga. Untung dia menyiapkan semua peralatan.
Yohan dan kawan kawannya terus mendorong pengawal Tristan dan membuat mereka tergeletak dilantai.
Membantai orang orang yang mencoba menghalanginya. Dan segera mendobrak masuk kekamar utama.
Yohan naik pitam karena melihat darah ditubuh bibinya dan hampir tanpa busana.
"Kau lukai bibiku, mati kau!"
Yohan mengacungkan pistolnya, dan tepat mengenai tungkai Tristan. Memang sengaja mengenai tungkai Tristan karena ingin memukul habis Tristan.
Tapi setelah melihat wajah pucat Shofia, Yohan menendang Tristan sampai tak sadarkan diri.
"Bawa iblis ini kehadapan ayahku!"
"Siap!"
Yohan segera mengangkat tubuh Shofia yang penuh darah. Yohan menebak kalau Tristan telah membunuh janin diperut Shofia.
Setelah sampai dirumah sakit dan Shofia mendapat perawatan, Yohan terduduk. Dia merasa tak berguna.
Tak berapa lama, Luna dan Morgan datang. Dari kejauhan melihat Yohan yang sesekali menyeka air matanya.
"Yohan..."
"Mom, dad.. aku gagal menjadi lelaki.. aku tak bisa menjaga bibi"
"Ini bukan salahmu, Tristan sudah dibereskan oleh keluarga Dominic... jadi jangan bahas lagi, ya"
"Keluarga Dominic? Kabir sudah ditemukan?"
"Belum, dia hilang... bahkan semua anggota sudah dikerahkan sampai pasukan dari Turki juga diturunkan... tetap belum ada hasil"
"Aunty, pasti sangat sedih... anaknya meninggal dan Kabir hilang..."
"Maksut kamu apa?"
"Aku menduga kalau Tristan memberi aunty obat pengugur, karena saat aku bawa kemari banyak darah yang keluar"
"Ya Tuhan...."
"Yohan... pulanglah, ganti baju dan nanti kemari lagi"
"Ya, mom..."
Akhirnya Yohan pergi karena melihat lampu ruang operasi masih menyala, auntynya belum selesai ditangani.
Yohan juga harus segera menemui kawan kawannya untuk mengucapkan terima kasih telah membantunya.
***
Semua orang menahan nafas, setelah Shofia sadar dari obat biusnya dan sedikit tenang, dia menceritakan rincian ceritan.
__ADS_1
Dan disambung dengan cerita Yohan yang membuat orang orang terkejut tak terkecuali Shofia.
Ellena dan Leo menarik nafas panjang.
Sedangkan Luna dan Morgan tampak tak percaya. Semua kejadian ini seperti mimpi.
Yohan menatap sekeliling. Yohan merasa dalam situasi yang benar benar tak bisa berbuat apa apa.
Sedangkan Shofia, menatap lurus kearah jendela. Tatapannya kosong.
Ellena memegang tangan Shofia dan mengusapnya perlahan. Shofia menoleh dan seketika air matanya menetes.
"Maafkan aku mom..."
"Kamu tak salah sayang, ini sudah ketetapanNya"
"Aku-"
"Tak apa... aku yakin dibalik ini semua pasti ada pelajaran untuk kita semua"
Ellena memeluk Shofia dengan lembut sedangkan Leo mengelus kepala Shofia, mereka memperlakukan Shofia seperti anak mereka sendiri.
"Lusa kamu sudah boleh pulang, kamu ingin-"
"Aku akan melihat sungai Hudson terlebih dahulu, kak"
"Tapi..."
"Biarkan kami yang menemani Shofia, Leo... dia juga harus tahu tempat Kabir kecelakaan"
"Baiklah, tapi ingat untuk menjaga kesehatanmu, kamu baru saja sakit, jangan memforsir tenaga dan pikiranmu berlebih..."
"Aku tahu kak... kakak tenang saja"
"Apa kamu yakin? Kamu harus istirahat dulu"
"Kak Luna... aku harus segera bangkit, aku takut kalau istirahatku malah memperburuk pikiranku.."
"Baiklah, tapi kamu jangan masuk bekerja dulu ya"
"Iya, aku tahu kak... disana juga ada mom Ellena dan dad Leo yang menjagaku.."
"Dia bisa tinggal dimansion kami, Luna.
Jangan khawatir..."
"Baiklah kalau begitu"
Yohan berdiri disamping Shofia, dan tersneyum.
"Kabir menitipkan pesan... kalau aunty harus hidup bahagia dan harus mengingat kalau Kabir sangat mencintai Aunty..."
"Terima kasih Yohan, entah bagaimana hidupku kalau tak ada kamu..."
"Ini kewajibanku aunty.. dan aku ingin berpamitan.."
"Mau kemana?"
"Aku sudah membicarakan ini dengan dad dari tahun lalu, dan tahun ini aplikasiku untuk pindah ke Korea disetujui.. jadi aunty, kapanpun aunty ingin ke Korea datanglah, aku pasti akan membawamu berkeliling"
"Iya, jaga dirimu baik baik.."
"Tentu"
Yohan memeluk Shofia erat. Dia besar bersama aunty-nya. Dan kecelakaan yang terjadi, membuatnya malu berhadapan dengann Shofia.
******
__ADS_1