
Piazza Navona- Roma - Italia
Shofia dan Kabir sekarang berada di Piazza Navona, sebuah alun - alun dipusatkan kota Roma. tak jauh dari hotel tempat mereka tinggal.
Shofia sebenarnya begitu sebal dengan Kabir, karena dengan teganya Kabir melakukan sesuatu yang panas di hot tub dan berlanjut keranjang.
Dan itu membuat Shofia begitu lelah. Tapi Kabir dengan sifat pemaksanya mengajaknya kemari.
Duduk direrumputan dan Kabir sedang berkeliling mencari makanan.
Entah kenapa dia begitu antusias kemari.
Dan dia mendapat jawabannya sekarang.
Itu karena daya tarik terkuat Piazza Navona ialah pada sore hari.
Pada bagian sisi kanan dan kiri Piazza Navona terdapat deretan gedung-gedung megah khas arsitektur Eropa. Dan gedung ini begitu indah saat terkena sinar matahari sore.
Dan juga Restoran-restoran banyak tersedia di sini yang tentunya sangat ramai terutama pada sore hari, bagi mereka yang ingin menikmati indahnya pemandangan sambil duduk menyantap hidangan khas Italia.
Disini sangat ramai ada turis dari luar negeri ataupun lokal. Mereka bersenda gurau sambil memakan makanan yang mereka beli.
"Lama menunggu?"
"Kamu ke-!??? What?"
Shofia terlihat terkejut dengan apa yang dibawa oleh Kabir.
4 kantung makanan dia bawa dan terlihat dalam porsi banyak.
"Ya, matahari tenggelam masih lama, jadi ada banyak waktu untuk bersantai disini. .."
"Tapi juga tak sebanyak ini! ?"
"Mau bagaimana lagi setelah olahraga ranjang, membuatku lapar dan ingin makan banyak"
"Kabir!!!"
"Baiklah ayo makan. ..."
"Hmmm.. Kabir. ..!?"
"Ada apa? Mau dibelikan apa lagi?"
"Bukan.... itu disebelah sana, kenapa begitu ramai, sepertinya semua merapat kesana"
"Oh.. disana ada air mancur. .."
"Hanya air mancur?"
"Iya, tapi itu merupakan daya tarik lain disini.... karena terdapat tiga air mancur... emmm... kalau tidak salah namanya Fountain of the Four Rivers yang pada bagian puncaknya terdapat patung Obelisk of Domitian, kemudian ada Fontana del Moro yang terdapat empat Tritons, itu loh... dewa laut yang memiliki tubuh bagian bawah seperti lumba-lumba, patungnya diletakkan pada kolamnya, dan yang terakhir Fountain of Neptune"
"Emmm... kamu tahu banyak"
"Karena dulu Alan selalu bercerita tentang Roma... dan aku selalu menjadi pendengar"
"Alan? Siapa?"
"Dokter yang akan kita temui besok"
"Oh.... dia teman baikmu? "
"Ya.... dia salah satu teman nakalku"
"Maksutmu? "
"Ya, kamu tahu sendiri, aku dan Rio sering sekali bertengkar.. dan yang meleraiku ya Alan.. jadi lumayan dekat"
"Lalu Max?"
"Dia itu lebih muda beberapa tahun, jadi kami sama sekali tak bisa satu sekolah "
"Oh.... tapi kalian memiliki ikatan persaudaraan yang bagus"
"Ya, karena masa kecil Max selalu aku dan Rio yang mengasuh"
"Kemana orang tuanya?"
"Kamu harus tahu, ibu-ibu kami sibuk dengan urusan sosialita dan bergosipnya.... sedangkan para ayah kami sibuk dengan bisnisnya"
"Kamu mengasuh Max, aku tak yakin! "
"Ya, sebenarnya yang mengasuh itu Zahra .. dia sangat suka anak kecil "
__ADS_1
"Pasti menyenangkan memiliki adik?"
"Ya, dia adik yang baik dan juga menyebalkan.... aku jadi merindukan dia"
"Kenapa tak kita kunjungi?"
"Tidak, biarkan dia saja yang kemari..."
"Kenapa? Kamu gengsi?"
"Tidak, itu kemauannya.... kelak dia akan menemuiku"
"Kabir...."
"Hmmm?"
"...."
"Ada apa?"
"Aku takut. ..."
"Takut apa?"
"Kalau aku akan susah hamil karena peristiwa itu"
"Sayang, dokter dulu sudah mengatakan bukan? Rahimmu tak bermasalah, kamu normal, saat kejadian itu kamu keguguran dan hanya ada memar... kan, sebelum kita menikah, kamu yang memeriksakan nya, dan semua baik, kan?"
"Ya, aku harap sesuai ekspektasiku "
"Bagus, mari kembali ke hotel dan makan malam "
"Baiklah...."
Kabir segera mengangkat Shofia, dan mendudukkan nya kekursi roda lagi.
Shofia tersenyum saat Kabir juga mencium puncak kepalanya.
Kabir memang tak memakai taksi atau mobil. Hanya berjalan kaki sambil mendorong kursi roda milik Shofia.
"Kabir...."
"Iya. ...."
"Aku ingin makan, Pizza atau Burger "
"Iya...."
Kabir berjalan dengan santai dan akhirnya mereka sampai di hotel.
Sampai di hotel, mereka segera memasuki kamar dan mandi tentunya.
"Mau pakai baju yang mana?"
"Emmm... terserah"
"Baiklah, pakai dress maroon ini?"
"Itu juga bagus "
"Emm... Shofia. ..."
"Iya?"
"Kamu tak membawa lingerie atau baju seksi lainnya?"
"Untuk apa?"
"Untuk malam panas kita"
"Kamu mesum!!"
"Tidak... aku hanya mengutarakan ekspresi hatiku..."
"Kamu gila! !! Ayo mandi"
"Tak bisa mandi sendiri?"
"Ehm.... baiklah aku mandi sendiri, tak butuh bantuanmu"
Shofia lekas menggerakkan kursi rodanya dan masuk kekamar mandi tanpa sekat itu.
Kabir hanya melihat Shofia dengan senyum lembut. Dia bukan tak mau membantu, tapi Shofia harus belajar bukan? Walau Kabir begitu senang digelayuti manja oleh Shofia.
__ADS_1
Tapi Kabir dngan cepat lari kearah Shofia saat wanita itu mencoba berdiri.
"Kamu mau apa?"
"Mandi!!!"
"Kenapa marah? Aku bantu!"
"Tak usah, aku bisa sendiri "
"Sayang.... aku tadi hanya bercanda.... aku bantu ya"
"Tak usah... aku ini menyusahkan..."
"Hei.... siapa yang bilang kamu menyusahkan? Aku suka sikap menjamu bukan menyusahkan "
"Iya menyusahkan... mandi tak bisa, berjalan tak bisa... aku ini tak berguna!"
"Sayang.... aku mencintaimu, ,, walaupun kamu anggap kamu menyusahkan tapi aku tetap mencintaimu apapun keadaanmu...."
"Kabir...."
Shofia memeluk pinggang Kabir dengan erat. Entah perbuatan apa yang dia perbuat dulu sampai Tuhan begitu baik memberinya suami seperti Kabir.
"Sayang...."
"Terima kasih untuk semuanya, jangan bosan dengan sikapku yang kekanakan "
"Im always with you, darl...."
Kabir segera mengangkat Shofia dan mendudukkan nya didalam hot tub yang sudah terisi penuh air serta aroma terapi.
"Mandilah...."
Kabir mencium kening Shofia, lalu berjalan kearah tempat shower untuk mandi sendiri.
"Kenapa mandi disitu?"
"Maksutmu, kamu ingin aku mandi denganmu dan melanjutkannya dengan acara panas?"
"Bukan begitu..."
"Hahahaha. .. aku tahu kamu lelah, mandilah dengan nyaman setelah itu kita makan"
"Baiklah"
Akhirnya mereka mandi sendiri sendiri, dan Kabir yang selesai lebih dahulu, membantu Shofia untuk berpindah tempat.
Kabir dengan cakap segera mengeringkan rambut Shofia dan mengambilkan pakaian untuk Shofia.
Shofia terlihat tersenyum bahagia, dia benar benar tak salah memilih lelaki.
Shofia segera memakai make up tipis serta baju pilihan dari Kabir. Dress floral berwarna maroon selutut menutupi badan bagusnya.
"Bagaimana? "
"Cantik.... oh iya, Alan tadi sempat mengirimiku pesan"
"Alan?"
"Doktermu besok! Dia berkata kalau besok pakai baju casual saja agar enak saat terapi"
"Casual?"
"Iya, mau pakai baju apa? Sepertinya semua dikoper adanya dress"
"Emmm... bagaimana kalau celana training, kaos dan sepatu kets"
"Benaran mau itu? Itu bukan tipemu"
"Tak apa, itu memudahkanku untuk bergerak "
"Baiklah, aku akan pesankan besok...."
"Sayang...."
"Iya, ada apa?"
"Kamu jangan bosan ya..."
" Tentu tidak, kalau aku bosan, ingatkan saja aku dengan permainan ranjangmu "
"Kabbiirr. ....."
__ADS_1
"Hahahaha. .... sayang aku selalu mencintaimu"
******