
Shofia tak tahu lagi apa yang terjadi pada Fio saat ini, tapi pagi ini setelah 1 minggu kejadian itu usai pamannya datang dengan emosi yang tak stabil.
Untung Kabir sudah siap semuanya.Penjagaan yang begitu ketat serta keamanan yang terjamin.
"Kabir!!! Keluar kau!!! bangst!!!!!!!"
Adam terdengar begitu marah, dan membuat sistem keamanan mendeteksi gangguan.
Shofia yang sedang menyusui Rafael begitu terkejut dan lumayan takut.
Shofia masih saja mengurung diri di kamar, mengantisipasi setiap kemungkinan.
doa dibawah sana, Mungkin Adam telah masuk ke dalam rumah.
Shofia terus berdoa agar lelaki itu dapat cepat ditangani.
Sedangkan dilantai satu, terdapat banyak pengawal, Kabir, Rio, serta Max.
Ketiga lelaki itu duduk dengan angkuh, sedangkan didepan mereka terdapat Adam yang menahan amarah.
Adam ingin sekali mencaci maki bahkan membunuh ketiga lelaki itu, tapi dia tetap diam karena para pengawal Kabir semuanya membawa senjata laras panjang jenis M-16.
“Kenapa kemari? Sudah puas di Makau?”
"Makau apa? Aku mengurus istriku... tapi kalian malah memenjarakan anakku!!kalian bangst!!"
"Kamu tak tahu, kasino yang kamu tempati selama ini milik Max. ... kamu kalah telak selama ini"
"Kau!!!"
"Mau apa?"
"Nikahi anakku!! Dia hamil anakmu!!"
"Anakku?? Rafael baru anakku!"
"Dia tak pernah bersama lelaki lain!! Dia anak baik!"
"Anak baik?? Anak baik yang mau menjadi simpananmu!?"
"Kau!!!"
"Sebenarnya kau dari awal memang sudah kalah, pamanku. ... kau mencari lawan yang tak sepadan!"
"Kau anak kecil! Berani pilihan ku! ?"
"Aku wajib mu!? Coba cari lebih dalam tentang keluargaku, dan koneksiku!!!"
"Kau!!!"
"Kau mau ikut putri baikmu kepenjara atau ikut Max..."
"Maksudmu?"
"Ya... Max akan membuat kasino baru... ikutlah..."
"Benarkah!?"
Raut wajah Adam berubah seketika, dan dia begitu gembira.
Ketiga lelaki itu membocorkan Adam begitu remeh.
"Max... bersiaplah surga untuknya"
"Oke...."
Max merogoh saku jasnya dan ternyata dia mengambil kecil.
Max menodongkan pistol itu ke arah kepala Adam.
"Kau tahu lelaki tua,aku sudah lama tak mengasah mata"
“Apa apaan ini!? Kau Gila! !!”
"Aku tak Gila, manusia rakus, tamak, dan sombong sepertimu patut dimusnahkan!"
Dorrr!!!!"
Max menembak tepat dikepala Adam, darah bercucuran seketika.
"Langsung mati?"
"Tembak lagi"
__ADS_1
Dooorrrr!!!
Dan Max menembak lagi dijantungnya.Kabir sudah cukup sabar dengan Adam tapi dia tetap tamak dan pandangan harta saja.
"Bersihkan, dan hilangkan jejaknya termasuk Fio. Wanita itu tetap ular"
"Siap bos!!"
Semua orang segera bekerja, Max dan Rio kembali kekamar sedangkan Kabir naik untuk melihat istri dan anaknya.
"Sayang...."
"Aku mendengar tembakan, kau tak apa!?"
"Aku tak apa...tapi pamanmu"
"Aku tahu.... tak usah dijelaskan.... konsekuensi sudah"
"Sayang... setelah ini, kita akan hidup bahagia ya...."
"Hm.... pasti itu...."
"Tak perlu berpikir macam-macam ..."
"Aku tahu...."
Kabir mencium kening Shofia, dan memeluknya.
Kabir pinjaman untuk selalu membahagiakan Shofia setelah semua rintangan didalam rumah tangga mereka.
"Kabir...."
"Ya...kenapa?"
"Dagaimana nasib Fio dan kandungannya?"
"Dia masih berada di penjara bawah tanah"
"Dia masih hidup?"
"Ya. Fio bukan orang yang biasa..."
"Dia memiliki koneksi dengan orang banyak"
"Maksudmu??"
"Dia merupakan wanita cantik, dia punya sugar Daddy dimana... bahkan banyak yang mengakui kalau kelihaiannya menggoda sangat bagus"
"Lalu?"
"Kita harus memastikan kalau kita melenyapkan Fio, para lelaki hidung belang itu tak akan bisa sok menjadi pahlawan"
"Lalu kandungannya?"
"Dia tak hamil"
"Kamu tahu?"
"Trik ini sudah dia pakai berkali-kali... Dia memiliki koneksi dengan banyak dokter"
"Bagaimana mungkin seorang wanita begitu kejam?"
"Sayang jangan menilai orang dari fisiknya saja... kadang-kadang akan lebih buruk jika menginginkan sesuatu"
"Maksudmu aku juga begitu?"
"Tidak... Aku hanya mengatakan kadang kan?"
"Hmm...."
"Jangan merajuk.... Sekarang lebih baik kamu istirahat dengan Rafael... Aku akan pergi dengan Max serta Rio"
"Mau kemana?"
"Menyelesaikan masalah ini dan juga rapat dengan pemegang saham"
"Baiklah... Kamu akan pulangkan cepat?"
"Tentu...."
__ADS_1
Kabir mencium kening Shofia dan memeluknya sebentar lagi, dia juga mencium pipi chubby Rafael yang sudah tertidur pulas.
"Aku berangkat ya.."
"Emm..."
Kabir segera keluar kamar, dan Shofia ikut-ikutan dengan Rafael.Mungkin beberapa waktu ini Shofia kurang tidur.
°°°
Kabir mengendarai mobil sportnya sendiri, di belakang mobilnya terdapat mobil Max dan Rio serta para pengawal.
Ya, Kabir sekarang menuju basecamp miliknya.
Basecamp untuk menyekap Fio.
Basecamp ini tidak terlalu besar, hanya ada beberapa kamar serta tempat berlatih.
Di bawah gedung ini terdapat penjara bawah tanah yang seram
Setelah sampai di basecamp, Kabir segera masuk dan turun ke bawah menggunakan lift khusus.
Sistem keamanan disini sangat Ketat, dan tak semua orang dapat masuk.
Mungkin orang akan mengira ruang bawah tanah ini sangat dan kotor karena memang penjara untuk tahanan berat.
Tapi ruangan ini lebih Bersih dan keseluruhannya berwarna putih termasuk perabot serta baju.Bahkan Kabir dan yang lain juga berganti baju dengan pakaian berwarna putih.
Nampak disalah satu sel, Fio duduk dipojok mengigil.
"Bagaimana perkembangannya?"
"Dia terlihat tertekan, dan dia terus saja berteriak"
"Oke..."
Kabir melangkah maju, dan berdiri didepan sel.
"Emm..."
Kabir berdehem dan Fio mendongak.
Fio segera berdiri dan berjalan mengikuti Kabir.
"Kau!!! Buka pintunya!!!"
"Ini bukan tempat yang koleksi, bahkan sangat bersih... Kenapa ingin keluar?"
“Silan!!! Kau mempermainkanku!!”
"Kalau aku mempermainkanmu, memang kenapa?"
"Kau akan menyesal, Kabir Bangst!!!!"
"Menyesal? Oh aku tahu... Karena kamu memiliki orang yang mendukungmu"
"Ya!! Mereka akan menyerangmu sialn!!!"
"Kau salah,... Mereka tidak akan mau berurusan denganku hanya karena kamu adalah pelacr peliharaan mereka"
"Kau!!!"
"Apa aku salah... Mereka mendukungmu karena rahasia kamu pegang... Kalau tidak, kau sudah dibuang..."
Fio terdiam.Apa yang dikatakan Kabir mungkin benar, hampir semua rahasia milik para lelaki yang berhubungan dengannya, dia yang pegang.
"Kau tahu mengapa kamu tetap dipertahankan daripada dibunuh...karena mereka musuh satu sama lain, dan sangat tak menguntungkan kalau kau dibunuh, tidak masalah tapi menambah skandal"
Fio terhuyung kebelakang, ini alasan dari para pengusaha tua itu tetap memanjakannya walau Fio sangat kejam.
"Kau merasa tersanjung, kau pikir kau sangat spesial? Tidak! Kau tak lebih dari sampah... Tubuh jelekmu itu benar-benar membuat orang muak! Kau harus berkaca... Rio... kaca anti pecah didalam sel itu, agar wanita ini berkaca lagi"
"Akkkkkkkhhhhh!!! Bangt!!!!!"
Sebelum Rio menjawab perintah Kabir, Fio tiba-tiba berteriak histeris dan meringkuk sambil menangis.
Kabir tersenyum rendah.Fikiran Fio sudah mulai kacau, dia hanya tinggal menunggu Fio gila seutuhnya, ataupun mati.
Katakan Kabir kejam, tapi ini yang Kabir lakukan saat ada orang yang mengusik keluarganya.
Tiada ampun.
*****
__ADS_1