Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 39.


__ADS_3

Dicky Liu Fung, Paman Han dan Achiu berdiskusi untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh Liu Chien yang mendatangkan kecurigaan besar di hati mereka bertiga.


" Ya, kita coba lagi besok jam makan malam untuk masuk ke kamarnya lagi untuk kita bisa temukan rahasia yang membuat kita curiga padanya. " Kata Dicky Liu Fung dengan sikap tuan mudanya kepada Paman Han dan Achiu yang mendengarkan dirinya bicara di kamarnya Liana.


" Baik, Tuan muda pertama kami berdua siap untuk bantu kamu kok cuma kita harus minta bantuan dari orang hidup untuk masuk ke kamar Liu Chien di jam makan malam pada esok hari. " Kata Achiu yang menatap ke Liana yang tidur pulas di ranjang.


" Jangan pernah kita melibatkan Liana di dalam masalah kita, Achiu. Karena aku tak mau Liana masuk ke dalam bahaya besar yang akan bisa menyusahkan hidupnya di rumah ini. " Kata Dicky Liu Fung yang inginnya istrinya itu selalu aman dan nyaman di rumah keluarga Liu.


" Ya, lalu kepada siapa kita harus meminta bantuan untuk menyelidiki Tuan Muda Liu Chien, Tuan muda pertama? " Tanya Paman Han padaa Dicky Liu Fung.


" Aku akan mencoba untuk menghubungi Liu Dan di kota Shanghai melalui handphone yang aku beli di toko handphone di dunia arwah beberapa hari lalu. " Jawab Dicky Liu Fung yang tersenyum kepada Paman Han sambil memamerkan hape barunya kepada kedua hantu pelayan nya itu.


" Wah, hape dunia arwah apakah bisa untuk menghubungi manusia? " Tanya Achiu dengan nada bingung memandangi handphonenya Dicky Liu Fung.


" Kita coba saja dulu..! " Jawab Dicky Liu Fung dengan semangat kepada Achiu. Ia lalu menekan tombol handphone sesuai dengan nomor handphonenya Liu Dan lalu menunggu sampai nada dering masuk.


" Tak ada jawaban..! " Kata Paman Han ikut juga mendengarkan nada dering di handphone Dicky Liu Fung yang menghubungi nomor handphone Liu Dan.


" Ssstt, diamlah.. Kamu jangan berisik dahulu..! Kata Dicky Liu Fung yang menyuruh Paman Han diam dengan jarinya di taruh di depan mulutnya seraya melirik ke arah Liana yang tidur dengan nyaman di ranjangnya.


Mereka menunggu dengan sabar namun tidak ada jawaban sama sekali dari handphone di tangan Dicky Liu Fung untuk menghubungi handphone Liu Dan yang berada di kota Shanghai.


******


Kota Shanghai, China.

__ADS_1


Liu Dan sedang sibuk belajar untuk persiapan ujiannya di kampusnya sampai Ia tak memiliki waktu untuk bersantai sejenak dari segala sesuatu yang harus di kerjakan olehnya itu.Ia bahkan nyaris lupa untuk makan , minum dan tidur jika tak ada teguran atau di ingatkan oleh teman-teman nya.


" Dan, sekarang ini sudah tengah malam nih.. Sebaiknya kamu tidur gih..! " Kata Ase teman satu kamarnya yang kembali terbangun dari tidurnya karena cahaya lampu dari meja belajar Liu Dan.


" Ah, ya Ase. Aku sebentar lagi juga akan pergi tidur kok. " Jawab Liu Dan segera menonaktifkan lampu meja belajarnya lalu Ia berdiri dari kursi nya dan berjalan ke kamar mandi untuk upacara malamnya.


Tiba-tiba Ia mendengar suara hape berdering di atas meja belajarnya yang membuatnya segera kembali ke kamar untuk mengambil hapenya dan Ia menemukan nomor yang tak pernah di kenalnya itu di layar HP nya.


" Nomor handphone siapakah ini yang muncul di layar HP ku? " Pikir Liu Dan.


" Coba, aku lihat HP kamu. " Kata Yang Xi Xi temannya yang berasal dari dunia yang berbeda.


" Ini.. " Kata Liu Dan memberikan HP kepada Yang Xi Xi.


" Ini seperti nomor dunia lain deh? " Kata Yang Xi Xi mengingat-ingat nomor itu di handphone Liu Dan.


" Entahlah.. Eh, tapi kok sekarang jaringan dari orang dunia lain bisa masuk ke jaringan manusia ya?! " Tanya Yang Xi Xi yang juga heran kepada Liu Dan.


" Kamu tanya kamu? Lalu aku harus bertanya kepada siapa? Aku 'kan bukan orang dunia lain seperti mu? " Tanya balik Liu Dan dengan nada sinis kepada Yang Xi Xi.


" Tanya pada air di gelas sikat gigi mu saja jika itu menyenangkan bagimu. " Jawab Yang Xi Xi yang mengembalikan handphone kepada Liu Dan lalu menghilang dari kamar Liu Dan.


Liu Dan yang penasaran telah mengambil hape nya lagi lalu mendekatkan hape ke telinganya dan Ia nyaris jatuh pingsan saat mendengar suara Dicky Liu Fung di seberang.


" Liu Dan, apakah kamu bisa mendengarkan suara aku di sana di HP mu di tempatmu berada yakni di kota Shanghai??? " Tanya Dicky Liu Fung dengan nada keras dan di kenal baik oleh Liu Dan.

__ADS_1


" Ya, aku bisa. Kenapa kamu bisa menghubungi aku dengan nomor dunia mu? " Jawab Liu Dan.


*****


Di kota Jiangsu, China.


Dicky Liu Fung terkesima saat mendengar suara Liu Dan yang sangat jelas di telinganya yang kini menempel di handphone nya. Ia memanggil Achiu dan Pamann Han untuk merapat kepada nya untuk ketiganya bisa mendengarkan suara Liu Dan.


" Ya, aku pakai nomor ekslusif yang membuat jaringan dari nomor dunia aku dapat terhubung dengan nomor dunia mu. " Jawab Dicky Liu Fung tertawa senang.


" Ya, baiklah. Lalu apa mau kamu dengan kamu menelepon aku tengah malam sekali? " Tanya Liu Dan di seberang sana pada Dicky Liu Fung.


" Aku mau meminta bantuan kamu untuk kamu bisa menyelidiki Liu Chien yang telah menjadi orang nomor satu yang kami curigai sebagai pelaku utama kasus aku, Achiu dan Paman Han menjadi hantu penasaran dan juga sebagai cara aku untuk balas dendam karena orang itu telah berani masuk ke kamar Liana pada tengah malam hari, ketika aku sedang tak ada di dekat Liana pada beberapa waktu lalu. " Jawab Dicky Liu Fung dengan nada memohon bantuan pada Liu Dan.


******


Kota Shanghai, China.


Liu Dan menjauhkan handphone dari telinganya dan menutup bagian menjawab untuk dirinya bisa mengeluarkan erangan marahnya usai ia mendengarkan laporan dari Dicky Liu Fung yang menceritakan tentang Liana yang pernah di ganggu oleh Liu Chien saudara tiri dari Papa mereka pada suatu malam yang lalu.


" Kurang ajar si Liu Chien berani sekali dia itu ganggu Liana kekasih aku..! " Kata Liu Dan dengan nada marah pada sosok tak terlihat namun bisa di imajinasikan di otaknya.


Liu Dan tanpa banyak perdebatan lagi dengan Dicky Liu Fung segera menjawab permintaan dari Dicky Liu Fung kepadanya dengan suara lantang sekali.


" Aku mau membantumu, Dicky." Jawab Liu Dan tegas sekali kepada Dicky Liu Fung melalui hp nya.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2