Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 57.


__ADS_3

Liu Dan melepaskan diri dari pelukan Ahma Zhen Yu dengan halus lalu Ia menggendong jenazah Achiu untuk di bawa ke gunung yang berada di ujung jalan pedesaan tempat tinggal keluarga Liu.


" Liu Dan, setelah urusan mu selesai, kamu tak boleh lupa untuk pulang ke rumah karena Papa dan Ahma Zhen Yu mu menunggumu di rumah. Kamu dengar itu, cucuku?! " Kata Ahma Zhen Yu dari belakang punggung tegap Liu Dan.


" Ya, Ahma. " Jawab Liu Dan.


Liu Dan berjalan dengan perlahan-lahan menuju ke gunung yang jaraknya sekitar kurang lebih seribu kilometer dari pusat desa tempat tinggal Liu Dan dan keluarga Liu.Lalu, setibanya Liu Dan di gunung. Ia melakukan ritual kremasi untuk menyempurnakan jenazah Achiu melalui proses membakar jenazah Achiu sampai menjadi abu. Dimana abu jenazah Achiu di kumpulkan di dalam guci penyimpanan abu jenazah, lalu di do'akan lebih dahulu sebelum di larung atau di sebarkan di tengah laut yang di tepi pantainya ada altar Dewa Bumi.


" Achiu, pergilah kamu dengan tenang ke alam mu yang sebenarnya dan kudoakan agar kamu cepat reinkarnasi kembali menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi. " Kata Liu Dan yang menatap arwah Achiu keluar dari tanah dan pergi ke langit dengan senyuman damai dan bahagia di wajah jelita nya.


Kemudian, Liu Dan membakar surat perjanjian pernikahan antara Liana dan Dicky Liu Fung di bawah altar Dewa Bumi sesuai dengan petunjuk dari Akong nya Liana dan Papa nya Liana.


" Dicky Liu Fung, mulai dari hari ini hubungan mu dengan Liana telah berakhir untuk selamanya baik di masa lalu, masa sekarang dan maupun di masa depan kalian karena lingkaran karma di antara kalian telah aku putuskan dengan cinta yang tulus dari hatiku untuk Liana. " Kata Liu Dan yang menatap lautan memerah karena sinar matahari pagi hari itu menembus air laut di depan mata Liu Dan.


Liu Dan menabur bunga di air laut itu usai Liu Dan membacakan doa yang tulus untuk masa depan dirinya dan Liana dapat di mulai dari awal yang baru yang membawa kebahagiaan bagi kehidupan mereka berdua untuk tiga masa yang mereka lewati bersama, yakni masa lalu awal mereka jumpa , masa sekarang mereka saling mencintai satu sama lainnya dan masa depan mereka selalu bersama-sama untuk selamanya.


" Baiklah, aku harus pergi ke Shanghai untuk aku bisa menjemput Liana pulang di rumah Bibi Shu , lalu aku akan menikahinya secara resmi sebagai istri yang paling ku cintai seumur hidupku. " Kata Liu Dan tersenyum damai menatap laut sebelum membalikkan badannya untuk meninggalkan laut yang di datangnya itu untuk pergi ke rumah keluarga Liu.


Liu Dan menemui Keluarga Liu yang tersisa di rumah Keluarga Liu. Dimana ia menemui Papa nya yang menatapnya dengan sendu dan rasa penyesalan yang mendalam.

__ADS_1


"Dan Dan, apa yang ingin kamu lakukan terhadap rumah Keluarga Liu yang menjadi milikmu sebagai ahli waris leluhur kita? " Tanya Nicholas Liu dengan suaranya yang bergetar menahan rasa sedih kepada Liu Dan.


" Aku mau menjual semua aset keluarga Liu Dan rumah ini untuk aku sumbangkan kepada orang lain yang memerlukan semua yang pernah kita miliki di sini dan aku juga ingin keluarga Chen mendapatkan hak mereka kembali sesudah aset mereka dahulu di ambil oleh leluhur kita yang memendam perasaan iri hati dan serakah pada harta orang lain. Lalu yang terakhir aku ingin menikah dengan Liana dan kami akan menetap di kota Shanghai untuk selamanya. " Jawab Liu Dan dengan tegas kepada Papanya.


" Ahh, ya ya baiklah seterah kamu saja, Dan Dan. Papa akan selalu mendukung mu. " Kata Papa nya dengan senyuman sayang kepadanya.


" Liu Dan, bagaimana dengan kami yang sudah lama tinggal di rumah keluarga Liu sejak kami kecil? " Tanya Liu Ling dan Penny Lin kepada Liu Dan.


" Aku akan memulangkan kalian kepada keluarga kalian masing-masing setelah rumah keluarga Liu telah ku jual. " Jawab Liu Dan yang telah mengatur keluarganya yang tersisa.


" Ah, terimakasih Dan Dan kamu telah mengatur yang terbaik untuk kami. " Kata Liu Ling dan Penny Lin yang memahami watak Liu Dan yang keras.


" Paman Chen, saya datang membawakan surat aset keluarga Chen untuk di kembalikan kepada Paman Chen. " Kata Liu Dan dengan tulus hati kepada Chen Fu.


" Ya, Liu Dan terimakasih banyak karena kamu sudah melakukan yang terbaik untuk kami para anggota keluarga Chen. " Kata Chen Fu yang terharu lihat ketulusan hati Liu Dan.


"Ya, sama-sama Paman Chen. Saya melakukan hal ini untuk mewakili keluarga Liu saya yang telah banyak melakukan kesalahan yang besar terhadap keluarga Chen. Dan, juga saya ingin membuka lembaran baru untuk kebahagiaan Liana yang saya cintai. " Kata Liu Dan begitu menghormati Chen Fu dan Chen A san serta para anggota keluarga Chen lainnya.


" Ouh, baiklah Liu Dan. Kami mengerti dan kami hanya bisa memberikan doa untuk kebahagiaan Liana cucuku, maka aku Chen A san sebagai Akong nya Liana meminta kamu untuk menjaga Liana dan cintailah dia seumur hidupmu. " Kata Chen A san menerima mahar lamaran dari Liu Dan untuk Liana.

__ADS_1


" Terimakasih Tuan besar Chen. " Kata Liu Dan memberikan hormat nya kepada Chen A san.


" Dan, setelah kami menerima mahar lamaran mu untuk Liana. Tolong kamu ubah panggilan mu untuk Aku dan A Fu dengan memanggl Akong dan Papa juga. " Kata Chen A san tulus menerima Liu Dan sebagai cucu menantunya.


Liu Dan pun memberikan sujudnya kepada Chen A san dan Chen Fu serta Mama dan Kakak nya Liana seraya memanggi mereka semua dengan panggilan.


" Akong, Papa, Mama dan Kakak Celine.. Saya Liu Dan benar-benar berterimakasih karena kalian menerimaku dengan tulus membuat aku bersyukur atas berkah yang saya terima dari Tuhan yang memberikan kalian untuk menjadi keluarga baruku. "Kata Liu Dan meneteskan airmata bahagia.


" Hei, kamu bangunlah dan duduklah di bangku mu. " Kata Chen Fu yang cepat menyuruh Liu Dan berdiri dan duduk di bangku.


*****


Rumah Bibi Shu, Kota Shanghai.


Aseng memutar sepasang bola matanya melihat cara hantu wanita yang selalu sibuk dengan urusan rumah tiada pernah berhenti sampai ada satu barang pribadi milik Aseng yang telah di bersihkan dari meja belajar Aseng.


" Kak Zhao Chi, kenapa kamu membersihkan dompet ku juga dengan membeli sofa pijat??? " Tanya Aseng melotot kepada Zhao Chi.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2