Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 53.


__ADS_3

Liana yang melihat keluarganya di perlakukan secara tidak terhormat oleh keluarga Liu hanya bisa menangis sedih tanpa airmata yang bisa mengalir dari sepasang mata indahnya.


"Dan Dan, kau harus mencari cara untuk bantu keluarga ku terbebas dari tuntutan hukum pihak keluarga Liu. " Kata Liana yang duduk di teras rumah keluarganya dengan di temani oleh Liu Dan.


" Jangan khawatir Liana karena aku pasti akan menolong keluarga kamu yang sudah seperti keluargaku sendiri. "Kata Liu Dan yang merasa tangan Liana begitu dingin memeluknya.


" Liu Dan, kau dari tadi bicara dengan siapa? " Tanya Chen Fu Papanya Liana yang ternyata memerhatikan Liu Dan dari mereka berada di rumah keluarga Liu hingga mereka telah pulang ke rumah Keluarga Chen.


" Aku bicara dengan Liana, Paman Chen Fu." Jawab Liu Dan dengan sedih yang kepada Chen Fu dan keluarganya yang terkejut mendengar jawabannya.


" Apa?? Liana?Bagaimana Liana bisa menjadi arwah sekarang padahal dia masih hidup? " Tanya Chen A San yang terlihat pucat sekali saat mendengar cucunya telah menjadi arwah dari jawaban Liu Dan.


" Liana melepaskan rohnya untuk menolong aku yang mengalami koma beberapa hari yang lalu dan saat itu aku ingin kembali ke ragaku untuk menabur abu dupa Dewa Guan Yu ke raganya Dicky Liu Fung supaya aku bisa mengetahui apa penyebab kematian Dicky Liu Fung dan siapa pembunuhnya, namun Liana seharusnya bisa kembali ke raganya usai aku dapat kembali ke ragaku, Kakek Chen. " Jawab Liu Dan yang melirik ke arah Liana yang ingin menyentuhnya.


" Hmm, perjanjian ini harus kita patahkan agar Liana bisa kembali kepada kita. " Kata Chen Fu dengan serius.


" Bagaimana caranya, Paman Chen? "Tanya Liu Dan dengan sopan kepada Papanya Liana yang terlihat menyukai dirinya.


" Melalui dirimu, Liu Dan. Apakah kamu bersedia mengorbankan nyawa mu untuk menukar nyawa Liana yang ingin diambil oleh Dicky Liu Fung yang belum pergi dari dunia manusia? " Chen Fu bisa merasakan Dicky Liu Fung masih menjadi arwah penasaran yang memiliki kemampuan kuat kepada Liu Dan.


"Apa?? Bukankah kami melihat Dicky Liu Fung telah di lenyapkan oleh Achiu dengan meminjam tombak Dewa Guan Yu ketika ia ingin bunuh aku di sungai kecil di depan rumah keluarga Liu? " Tanya Liu Dan dengan wajahnya begitu terkejut sekali.

__ADS_1


" Aku bisa merasakan kehadirannya di sekitar kita saat ini hanya saja ia tak bisa masuk ke rumah kami yang ada patung Dewi Kuan Im di ruang keluarga kami ini. " Kata Chen Fu yang menunjuk ke arah pintu rumah keluarga Chen kepada Liu Dan.


Perkataan Chen Fu terbukti dengan nyata oleh Liu Dan dan Liana yang bisa melihat Dicky Liu Fung menyeringai kejam di luar rumah keluarga Chen bersama dengan beberapa temannya.


" Aku bukan hantu bodoh yang bisa semudah itu masuk perangkap mu, Liu Dan. Hantu yang waktu itu menggantikan aku di hukum mati oleh Dewa Guan Yu adalah Paman Han. " Kata Dicky Liu Fung yang menyeringai kejam kepada Liu Dan dan Liana.


"Hmm, kau lihat saja nanti aku akan membunuh mu, Dicky. " Kata Liu Dan dengan tajam kepada Dicky Liu Fung yang melotot kejam kepadanya.


" Liu Dan, kemarilah..! " Kata Chen Fu dengan suara pelan kepada Liu Dan.


" Iya, Paman Chen. " Jawab Liu Dan segera jalan mendekati Papanya Liana yang duduk di bangku depannya.


" Kau ambil dupa Dewi Kuan Im lalu kamu keluar dari rumah keluarga Chen dan gunakan dupa itu untuk melenyapkan Dicky Liu Fung dan teman -temannya. " Kata Chen Fu yang memberikan petunjuk kepada Liu Dan dalam mengatasi Dicky Liu Fung.


" Dan Dan, kau harus berhati-hati..! " Kata Liana yang cepat merangkapkan kedua telapak tangan nya untuk berdoa kepada Dewi Kuan Im untuk melindungi Liu Dan.


Liu Dan membuka pintu rumah keluarga Chen lalu melangkah keluar dengan sikap berani sekali dan bertemu dengan Dicky Liu Fung dan teman -temannya yang semuanya menyeramkan bagi siapapun yang bisa melihat sosok mereka.


" Teman -teman si bajingan yang merebut istriku telah berani juga menemui kita di sini. Mari kita bunuh dia sekarang juga...! " Kata Dicky Liu Fung yang menyuruh teman-teman nya untuk serang Liu Dan.


Teman-teman Dicky Liu Fung mendekati Liu Dan yang memegangi dupa altar Dewi Kuan Im di belakang lalu begitu teman-teman Dicky Liu Fung mendekati Liu Dan langsung menciprati dupa altar Dewi Kuan Im kepada teman-teman nya Dicky Liu Fung yang langsung berteriak histeris.

__ADS_1


" Argghhhhhhh...! " Teriakan histeris teman -teman Dicky Liu Fung yang lenyap seketika itu juga dari depan mata Liu Dan.


Dicky Liu Fung menggeram marah lalu bergerak ke arah Liu Dan dengan kedua tangannya siap untuk mencekik Liu Dan, tetapi sebuah sabuk kuning dari altar Dewi Kuan Im melilit nya dan membuatnya tersedot masuk ke alam akhirat.


" Aargghhh..! " Pekik Dicky Liu Fung yang telah terkurung di alam akhirat dan di borgol oleh sepasang Dewa pencabut nyawa yang langsung menjebloskan dirinya ke api neraka atas perintah dari Raja neraka.


" Tidakkkkk...!! " Teriakan histeris Dicky Liu Fung yang melebur di api neraka.


Liu Dan melihat Chen Fu yang menggunakan sabuk kuning altar Dewi Kuan Im untuk tolong dirinya sebelum Liu Dan jatuh pingsan di pelukan Chen Fu.


" Dan Dan..! " Kata Liana yang mengguncang -guncang tubuh Liu Dan dengan tangisannya di tepi ranjangnya yang terbuat dari tumpukan jerami.


" Liana, kau harus segera kembali ke ragamu yang berada di rumah Bibi Shu secepatnya, nak. " Kata Chen Fu yang gunakan mata batinnya untuk melihat Liana.


" Papa... "


" Liana, kau akan memulai hidup baru bersama dengan Liu Dan setelah Liu Dan menyelesaikan misinya untuk menyempurnakan raga Dicky Liu Dan melalui ritual doa di kelenteng Dewi Kuan Im di dekat pintu masuk ke desa kecil Jiangsu. "Kata Chen Fu memberitahu putrinya dengan airmatanya untuk memberikan doa yang terbaik untuk kebahagiaan kehidupan putrinya.


" Papa.. Aku ingin hidup normal seperti dahulu bersama dengan Papa, Akong, Mama dan yang lainnya. " Kata Liana dengan tangisannya yang membuat hati Chen Fu merasakan sakit.


" Liana, lanjutkan hidupmu bersama dengan orang yang kamu cintai. Kami di sini selalu memberikan doa untuk mu. " Kata Chen Fu yang menggunakan sabuk kuning altar Dewi Kuan Im mengembalikan arwah Liana ke raganya Liana.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2