Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 59.


__ADS_3

Sepulangnya Liu Dan dan Liana dari liburan ke kota Hangzhou untuk berbulan madu. Di tengah jalan menuju ke apartemen mereka tinggal di kota Shanghai tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh mereka tergelincir pada roda belakangnya dan menabrak bahu jalan.


Brakkk!


"Liana.. Tidakk! " pekik Liu Dan sigap menolong istrinya yang sedang hamil tua untuk keluar dari mobilnya yang akan meledak.


Namun ia dikejutkan dengan dirinya tidak bisa menyentuh istrinya yang kepalanya terbentur setir mobilnya sampai ia menjerit-jerit sendiri di samping istrinya yang pingsan.


"Tidakk..! Apa yang telah terjadi pada diriku? Ah, aku harus bisa menyelamatkan Liana dan dua orang bayi kami secepatnya.. " ujar Liu Dan.


Di saat yang genting itu berkelebat Yang Xi Xi teman hantunya yang menyambar pintu mobil di sisi istrinya lalu membawa istrinya menuju ke rumah sakit terdekat.


"Liu Dan, tenangkanlah dirimu karena istrimu akan terselamatkan nyawanya karena dia belum waktunya untuk meninggal dunia. " kata Yang Xi Xi dengan suara menenangkannya.


"Tapi, aku bagaimana? Apakah aku sudah waktu ku untuk meninggal dunia secepat ini? " tanya Liu Dan melihat tubuhnya di bawa ke ruangan operasi oleh tim medis.


Sosok Aseng sahabatnya terlihat duduk di dekat Yang Xi Xi seperti sepasang kekasih yang amat manis sekali sedang membantunya untuk jaga Liana yang sedang di tangani tim medis.


"Kau cuma koma bukan meninggal dunia, Dan Dan. Tak lama lagi kau sudah bisa masuk ke raga mu lagi asalkan kamu jangan pergi jauh dari ragamu supaya tak ada satupun hantu atau roh jahat menggantikan mu dengan memakai raga mu. " jawab Yang Xi Xi mengajaknya untuk masuk ke dalam ruangan operasi.


Di sana rupanya sudah ada sepasang Dewa Jin Kui atau sepasang Dewa pencabut nyawa yang sedang menunggunya maka Yang Xi Xi dengan sigap menariknya pergi dari ruangan operasi.


"Ayo, jangan sampai mereka melihatmu di sana.. " Kata Yang Xi Xi nada tergesa-gesa.

__ADS_1


Sebuah cahaya entah darimana datangnya telah menyilaukan Liu Dan dan Yang Xi Xi yang telah menerobos masuk ke ruangan jenazah di rumah sakit itu dan mereka berdua tersedot masuk ke raga jenazah orang lain.


Blassh!


"Aduh.. Dimana aku? " tanya Liu Dan bangun di raga orang lain di samping Yang Xi Xi yang telah masuk ke raga wanita lain.


"Ehhh, ada magnet penyedot arwah dari raga- raga ini yang berjodoh dengan kita namun hanya tiga jam saja kok sampai magnet itu menghilang dengan sendirinya. " kata Yang Xi Xi santai saja di raga wanita mungil yang cantik jelita.


"Emmm.. Aku tak mungkin bisa bertemu dengan Liana dengan raga seperti ini? " ucap Liu Dan nada sedih.


"Untuk sementara waktu saja, kok. Kau akan lebih aman dari sepasang Dewa itu yang sedang membawa arwah-arwah dari raga-raga yang kita pakai untuk sembunyi dari sepasang Dewa itu.. " ujar Yang Xi Xi menggoyang kedua kakinya yang berjuntai di ranjang jenazah.


"Ugh, daripada aku begitu cemas di ruangan ini lebih baik aku pergi ke ruangan operasi untuk menjaga Liana. " kata Liu Dan melompat turun dari ranjang yang di tempati oleh jenazah pria muda sebayanya yang tak disadarinya itu tapi Yang Xi Xi mengenal jenazah yang dipakai oleh Liu Dan.


Waktu berjalan dengan begitu lambat bagi Liu Dan yang menantikan istrinya keluar dari ruang operasi dalam selamat bersama dengan kedua orang bayinya di luar ruangan operasi.


"Dan Dan, kau dengarlah suara bayi -bayimu di dalam sana sudah lahir dengan sehat dan selamat. " kata Yang Xi Xi nada menyemangati Liu Dan.


"Iya, Xi Xi.. " kata Liu Dan yang melihat waktu tiga jam telah berlalu untuk dirinya dapat masuk ke raganya lagi dengan di antarkan oleh Yang Xi Xi yang juga keluar dari raga wanita tak di kenal oleh mereka.


"Masuklah ke ragamu.. Lalu hiduplah bahagia bersama keluarga kecilmu. " kata Yang Xi Xi di hadapannya.


Roh Liu Dan masuk ke raganya kembali namun ia dikejutkan dengan raganya itu tak dapat di gerakan olehnya lalu tim dokter datang ke ruang pasiennya dengan seraut wajah meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan Liu. Meskipun kami berhasil untuk menyelamatkan nyawa mu namun kami harus ambil tindakan dengan cara amputasi salah satu kaki mu yang tulangnya telah hancur tak bisa di selamatkan kembali. " kata tim dokter kepada Liu Dan.


Liu Dan tersentak kaget mendengar salah satu kakinya telah di amputasi demi menyelamatkan nyawanya. Ia menyingkap selimut yang awalnya menutupi kedua kakinya.Dan, Ia membelalakan kedua matanya harus melihat kaki kanannya itu telah hilang sebatas paha.


"Oh.. Tidakkkkkk..!! " teriak Liu Dan.


Yang Xi Xi memanggil Aseng untuk lihat Liu Dan di kamar pasien. Aseng cepat membantu tim dokter untuk memenangkan Liu Dan yang harus menerima kenyataan pahit itu.


"Tapi, kau jangan cemas karena kamu akan bisa berjalan lagi dengan memakai kaki baru untuk di pasang di bagian tubuh mu ini. " kata Aseng di samping Liu Dan.


"Iya, Dan Dan. Kau jangan putus asa karena kau masih hidup dan memiliki istri yang cantik juga anak-anakmu yang baru saja lahir. Mereka ada untukmu, juga kami.. " kata Yang Xi Xi menghibur Liu Dan dengan sungguh hati.


"Iya, aku harus tegar untuk menjaga keluarga ku dan memulai kehidupan ku yang baru dengan kondisi tubuhku yang baru. " kata Liu Dan yang menghela napas dalam-dalam untuk ketegaran hatinya untuk menerima kenyataan pada raga nya itu.


Dua minggu kemudian, Liu Dan mendapatkan kaki kanan baru yang dipasang pada bagian tubuhnya yang hilang sambil berlatih untuk jalan dengan normal kembali dengan bimbingan dari tim dokter nya.


Sementara itu, Liana yang baru saja siuman dari pasca kecelakaan dan melahirkan belum tahu apa yang telah terjadi pada diri suaminya itu. Hal ini dikarenakan Liu Dan melarang Yang Xi Xi dan Aseng memberitahukan tentang keadaan Liu Dan yang sekarang.


"Dimana Dan Dan -ku? Kenapa dia tak pernah menjenguk ku sejak aku siuman dari pingsan ku dan apakah dia sudah menjenguk anak -anak kami di ruang bayi? " tanya Liana dengan nada panik memikirkan suaminya kepada Aseng.


"Oh, Dan Dan sudah berangkat kerja. Dia sudah menjenguk mu dan anak-anak kalian bahkan ia sudah memberikan nama untuk si kembar kalian yang lucu-lucu. " jawab Yang Xi Xi cepat dengan wajahnya menyakinkan sekali.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2