Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 40.


__ADS_3

Liu Dan mencengkram hpnya setelah mengakhiri percakapannya dengan Dicky Liu Fung melalui jaringan telepon genggam beda dunia karena Liu Dan mencemaskan Liana kekasihnya. Lalu, Liu Dan merapikan barang-barangnya di kopernya untuk persiapan pulang ke kota Jiangsu untuk membantu Dicky Liu Fung mengatasi Liu Chien.


" Kalau Liu Chien sampai berbuat tidak-tidak terhadap Liana..! Aku bersumpah akan bunuh dia dengan tanganku sendiri. " Kata Liu Dan dengan nada geram mengingat laporan dari Dicky Liu Fung mengenai saudara lain dari Papa mereka.


" Kau tak boleh terlalu banyak melibatkan dirimu di dalam masalah dunia lain, Liu Dan. " Kata Yang Xi Xi yang muncul secara tiba-tiba di depan Liu Dan sampai Liu Dan kaget sekali dengan kemunculan Yang Xi Xi.


" Kau ini hantu tak punya sopan santun ya? " Tegur Liu Dan yang memukul Yang Xi Xi dengan sandal rumahnya sampai hantu itu kabur dengan cepat darinya.


" Aduh, maafkan aku yang tak sengaja membuat kamu kaget dengan kemunculan aku yang tiba-tiba, Liu Dan. " Kata Yang Xi Xi dari luar tembok kamar mandi kepada Liu Dan.


"Aaah, diam kau..! " Bentak Liu Dan yang cukup mengagetkan teman-teman nya yang sedang tidur di ranjang masing-masing.


" Dan Dan, kami sedang tidur yang berarti kami sedang diam tak ada seorang pun dari kami bicara dengan mu..! " Kata Ase dengan suara serak menahan kantuk kepada Liu Dan.


" Bisa saja kan kamu mengigau di dalam tidurmu dan mengganggu ketenangan aku yang sedang belajar untuk ujian kuliah ku pada besok pagi di kampus. " Kata Liu Dan pintar mendapatkan ide untuk membalas teguran dari teman-teman nya itu.


******


Di rumah Keluarga Liu, Kota Jiangsu.

__ADS_1


Liana bangun tidur di pagi hari yang cerah untuk musim gugur yang berangin kencang. Ia berlari ke toilet untuk muntah di pagi hari itu karena Ia mengalami pusing dan mual yang muncul begitu saja.


" Hueekk! "


" Liana, kamu kenapa pagi-pagi sudah muntah seperti ini? " Tanya Dicky Liu Fung yang segera mendatangi Liana di kamar mandi dengan nada khawatir.


" Aku merasa kepala aku pusing dan mual datang begitu saja kepada diriku. " Jawab Liana dengan lemas kepada Dicky Liu Fung seraya menerima segelas air hangat dan tisu dari Achiu.


" Hmm, ya sudah. Hari ini kita pergi ke tabib untuk memeriksakan kesehatan mu itu.Sekarang juga. " Kata Dicky Liu Fung yang ingin meraih Liana tetapi tidak bisa menyentuh tangan Liana.


" Ah, baiklah, Kak Dicky. Tapi, tunggulah sebentar aku harus mencuci pakaian dahulu di halaman belakang. " Kata Liana yang mengambil bakul cucian di sudut kamarnya dan pergi ke halaman belakang rumah.


"Nyonya muda, biar saya saja yang mencuci pakaian untuk anda karena anda harus istirahat sesuai perkataan dari Tuan Muda pertama. " Kata Achiu yang mengambil bakul cucian dari tangan Liana.


" Tak perlu, Achiu. Aku bisa melakukannya tanpa harus kamu bantu. " Kata Liana bersikeras untuk mengerjakan tugas rumah tangga seorang diri untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang menantu pertama di rumah keluarga Liu.


" Kamu bukan pembantu rumah tangga, Liana. Kamu itu istriku! Berhenti kataku! " Kata Dicky Liu Fung dengan suara keras kepada Liana yang ingin meneruskan perjalanan ke arah halaman belakang dan Liana pun limbung di tempatnya sampai nyaris jatuh ke lantai lorong menuju ke halaman belakang, jika tak ada Liu Dan yang menahan lengannya dan memeluk pinggangnya dengan tepat waktu..


" Liu Dan... " Panggil Liana dengan suaranya bergetar menahan gejolak hati yang penuh rasa rindu yang menggebu-gebu kepada Liu Dan.

__ADS_1


" Hei, lepaskan tangan mu itu dari lengan dan pinggang Liana! " Kata Dicky Liu Fung dengan nada keras kepada Liu Dan.


" Hmm, dia hampir pingsan jika aku melepaskan tangan aku dari lengan dan pinggangnya. " Kata Liu Dan yang malah menggendong Liana dengan kedua tangannya yang kekar, lalu membawa pulang Liana ke kamar wanita itu.


" Hei, apaan dia itu berani sekali menggendong istriku begitu saja di depanku tanpa permisi padaku suaminya???? " Tanya Dicky Liu Fung dengan nada marah kepada Liu Dan yang telah membaringkan Liana di ranjang seraya memberi selimut hangat di tubuh Liana dan menatap lembut Liana.


Dicky Liu Fung yang marah dan cemburu itu mengangkat tinjunya untuk memukul Liu Dan yang membungkukkan badannya di tepi ranjang Liana seraya tersenyum penuh cinta kepada Liana.


" Kauuu kurang ajar sekali...! " Kata Dicky Liu Fung mengarahkan tinju ke arah Liu Dan tetapi Achiu menahan tangannya di udara lalu Achiu mendorongnya keluar dari kamarnya Liana dan menutup pintu di belakangnya dengan rapat.


" Tuan muda pertama, Anda tidak boleh dan tak berhak untuk memukul Tuan Muda kedua yang memang lebih berhak untuk menjaga Nyonya muda pertama daripada anda! Meskipun, Anda suaminya namun Anda sudah meninggal dunia dan tak boleh mengganggu manusia atau tidak anda akan di hukum penjara oleh pihak keamanan dunia arwah sesuai peraturan dan hukum dari Yang Maha Kuasa. " Kata Achiu yang berusaha untuk mengingatkan Dicky Liu Fung mengenai norma-norma bagi arwah terhadap manusia yang pernah Dicky Liu Fung pelajari di sekolah arwah.


" Peraturan apa itu? Ahh! Aku suaminya tetapi orang lain yang berhak untuk menjaga istriku! Bagaimana aku bisa berdiri diam begitu saja??? " Teriak Dicky Liu Fung kepada Achiu.


" Pokoknya anda jangan melanggar aturan dan hukum bagi arwah atau anda di hukum oleh Dewa akhirat. " Kata Achiu yang tak sanggup berkata bahwa Dicky Liu Fung harus melupakan cintanya pada Liana karena Liana milik Liu Dan.


" Aku tak pernah perduli dengan hukuman Dewa akhirat, Achiu! Aku cuma peduli pada peraturan ku sendiri! Liana adalah istriku untuk selamanya! " Teriak Dicky Liu Fung yang ingin menerobos masuk kembali ke kamarnya Liana tertahan oleh Liu Dan yang telah berdiri di batas pintu kamar Liana dengan tatapan mata yang percaya diri.


" Aku mau bicara dengan mu secara jujur mengenai perasaan yang Aku miliki kepada Liana ! Aku mencintainya dan sebaliknya ia juga mencintai Aku bahkan kami berencana untuk memiliki kehidupan lain untuk kami sendiri yang takkan pernah ada hubungannya dengan keluarga Liu untuk selamanya! Intinya di antara Aku dan Liana terikat dengan cinta kami yang tulus dari lubuk hati kami yang terdalam. " Kata Liu Dan dengan nada tegas kepada Dicky Liu Fung yang tercengang dengan pernyataannya itu.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2