Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 46


__ADS_3

Dicky Liu Fung tak mau mendengarkan segala hal yang telah di ceritakan oleh Paman Han kepadanya mengenai kisah orangtuanya di masa lalu memiliki kisah yang hampir sama dengan kisahnya sekarang ini.


" Kau bicara panjang lebar untuk membela Liu Dan bukan? " Tanya Dicky Liu Fung dengan nada ketus kepada Paman Han.


" Tidak, Tuan muda pertama. Aku bukan bicara soal apa yang telah aku ketahui tentang keluarga mu untuk membela Tuan Muda kedua Liu Dan, tapi aku semata-mata untuk Tuan muda pertama bisa melepaskan diri dari menyakiti hati anda dan orang lain dengan dendam anda terhadap Tuan muda kedua Liu Dan. " Jawab Paman Han dengan segera seraya mengikutinya masuk ke dalam rumah keluarga Liu.


" Ah, sudah! Kau diam sajalah dan jangan kamu mengoceh terus menerus mengenai hal yang paling aku benci. " Kata Dicky Liu Fung dengan nada ketus sekali kepada Paman Han yang langsung menutup mulut di belakang Dicky Liu Fung.


Dicky Liu Fung melihat Akong nya duduk di kursi depan kamar tidur Liu Dan dengan wajah cemas yang membuatnya kesal karena Akong nya juga sebenarnya lebih menyayangi Liu Dan daripada dirinya.


******


Sementara itu, Liu Dan yang meminjam tubuh Aseng temannya yang bisa sedikit ilmu spritual yang dapat melihat hantu dan mengusir hantu yang bagaimanapun jenisnya.


" Dan Dan, astaga kamu benar-benar menjadi arwah yang belum benar-benar meninggal dunia karena ragamu dalam keadaan koma. " Kata Aseng yang di temui Liu Dan sesudah pemuda ini arwahnya di usir dari rumah keluarga Liu oleh Dicky Liu Fung Kakaknya yang benar-benar hantu sejati.


" Aseng, tolong aku supaya aku bisa pulang ke rumah keluarga Liu untuk aku bisa masuk ke ragaku lagi karena aku mencemaskan Liana gadis yang paling kucinta. " Kata Liu Dan dengan nada memohon agar Aseng mau membantunya.

__ADS_1


" Hmm, Aku bisa membantumu untuk satu kali saja dengan cara kamu meminjam ragaku saat aku tidur nanti malam untuk kami bisa jemput Liana gadis mu itu dari rumah keluarga Liu , lalu kamu bawalah dia kepada seorang Bibi yang tinggal di daerah Nanshi untuk membuang jimat yang membuatnya sengsara sejak bayi hingga hari ini. " Kata Aseng dengan nada serius kepada Liu Dan yang terlihat pucat sekali di hadapannya.


" Jimat di tubuh Liana? Jimat apakah itu, Aseng? " Tanya Liu Dan dengan nada panik kepada Aseng temannya itu.


" Susuk pembawa sial yang di tanam di tubuh Liana ketika ia di lahirkan ke dunia ini oleh seorang yang memiliki kebencian yang dalam kepada Liana dan jimat harus segera di buang dari tubuhnya dan di musnahkan agar segala yang buruk akan menjauhi dirinya. " Jawab Aseng dengan nada serius memberikan gambar Susuk pembawa sial di tubuh Liana kepada Liu Dan melalui kertas gambar milik dari pemuda kemayu di hadapannya.


" Susuk pembawa sial?? Siapa yang telah ditanami Susuk pembawa sial sejak bayi? " Tanya Yang Xi Xi sahabat hantu Liu Dan yang ikut bergabung dengan mereka pada malam hari itu.


" Kau ini tak sopan, Yang Xi Xi. " Tegur Aseng kepada Yang Xi Xi yang manyun karena di tegur oleh pemuda idamannya sendiri di depan Liu Dan sahabatnya yang menyenangkan.


" Maaf, Aseng. Aku cuma ingin tahu masalah apa yang mengganggu Liu Dan temanku ini. Itu saja kok. " Kata Yang Xi Xi dengan wajah pucatnya yang menggemaskan kepada Aseng.


"Bisa." Jawab Aseng yang cepat menuliskan alamat wanita cenayang yang tinggal di daerah Nanshi kepada Liu Dan.


Maka, pada malam itu juga Liu Dan meminjam raga Aseng untuk menemui Liana yang amat kebetulan terlihat olehnya keluar dari rumah keluarga Liu dengan berlari ke arah sungai kecil di belakang rumah keluarga Liu, dimana Liana terjungkal ke sungai kecil dan nyaris tenggelam bila Liu Dan tak cepat menolong gadisnya itu dengan tepat waktu.


" Liana, kenapa kamu membahayakan nyawamu dengan seperti tadi? " Tanya Liu Dan dengan nada cemas kepada Liana yang di peluknya itu.

__ADS_1


" Liu Dan, aku minta maaf karena aku hampir mencelakakan diriku sendiri dan calon buah hati kita yang sedang tumbuh di rahimku dengan aku berlari tanpa melihat ada bahaya di depan mata ku. " Jawab Liana dengan tangisannya kepada Liu Dan yang langsung menggendongnya dan membawa gadis itu pergi dari rumah keluarga Liu.


Liu Dan benar-benar membawa Liana ke rumah seorang Bibi yang bernama Bibi Shu di daerah Nanshi yang alamatnya telah di hapal oleh Liu Dan. Di sana, Liana di taruh di ranjang yang di sekelilingnya ada kertas mantra dan lonceng untuk melindungi gadis itu.


" Aku akan mencabut keluar Susuk pembawa sial di tubuhnya sekarang juga. " Kata Bibi Shu yang menggunakan dupa yang di taruh di atas kepala Liana, lalu abu dupa yang diambilnya dari altar Dewi Kuan Im untuk mengeluarkan Susuk pembawa sial dari tubuh Liana.


Lalu, di saat yang bersamaan adalah seseorang di rumah orangtuanya Liana menjerit kesakitan dan meninggal dunia dengan sepasang matanya melotot.


" Istriku..! Kau kenapakah? " Tanya Akong nya Liana yang mengguncang-guncang tubuh istri nya dengan wajah tegang di kamar mereka.


" Papa ada apakah dengan ibu??? " Papa nya Liana beserta keluarga lain Liana mendatangi kamar Akong nya Liana dan menemukan istri dari Akong nya Liana telah meninggal dunia.


Arwahnya langsung di tarik masuk ke tanah oleh sepasang Dewa pencabut nyawa setelah arwah nya keluar dari raganya yang menyebabkan raga nya itu langsung membusuk di ranjang seakan -akan dirinya sudah meninggal dunia begitu lama usianya.


Kembali kepada Liana yang telah di bantu oleh Aseng untuk duduk tenang di ranjang rumah Bibi Shu sampai Liu Dan kembali ke raga Liu Dan, lalu datang kepada Liana setelah permasalahan di rumah keluarga Liu dapat di selesaikan oleh Liu Dan.


" Tapi, di rumah keluarga Liu ada Kak Dicky Liu Dan suamiku yang merupakan hantu yang paling kuat di sana. Bagaimana cara Dan Dan untuk mengatasinya? " Liana mencemaskan kekasih hatinya yang sekarang ini adalah arwah orang koma yang batas waktunya hanya tiga hari untuk Liu Dan bisa kembali ke raganya dan hidup normal.

__ADS_1


"Kau tak perlu mencemaskan Liu Dan karena sebelum ia pulang ke rumah keluarga Liu..! Bibi Shu telah mengajarkan cara untuk melepaskan mu dari ikatan pernikahan dengan orang yang sudah meninggal dunia atau melepaskan ikatan perjanjian berdarah mu dengan Dicky Liu Fung. " Jawab Aseng kepada Liana yang menutup mulut dengan saputangan karena Liana begitu panik dan takut kehilangan Liu Dan..


Bersambung!


__ADS_2