
Liana membuka mata dan menemukan dirinya ada di atas tempat tidur dalam kamar yang telah di kenal dengan baiknya. Di sana juga ada Chen Mei Lin ibu mertuanya yang sedang berjalan ke arahnya dengan raut wajah begitu cemas sekali.
" Ibu.. "
" Liana , kau sudah sadar kembali?? " Tanya Chen Mei Lin yang memberinya makan bubur kacang merah yang hangat.
" Iya, Ibu. Tapi, aku sabar untuk menunggu Dan Dan datang kesini untuk menemui aku disini. " Jawab Liana yang mengambil wadah dari bawah ranjangnya untuk muntah.
Chen Mei Lin cepat -cepat memberinya minum air putih hangat dan minyak angin untuk ia bisa menghilangkan rasa mual dan pusingnya karena ia sedang hamil muda saat ini.
" Iya, Liana kamu harus bersabar hati untuk kau bisa menunggu Dan Dan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di rumah Keluarga Liu untuk kebahagiaan kalian berdua nantinya. " Kata Chen Mei Lin dengan ramah dan kasih sayang kepada Liana.
" Iya, Mama. Aku pasti akan sabar. " Jawab Liana dengan sopan kepada Mama mertuanya seraya mengelus -elus bagian bawah perutnya yang agak mengganjal.
" Liana, sekarang kamu istirahat dulu di ranjang mu sampai kesehatan mu membaik untuk dirimu dan ketiga janin kembar di rahimmu itu,Liana." Kata Chen Mei Lin yang memberitahu dirinya sedang hamil anak kembar.
" Ahh, apa? Aku sedang hamil anak kembar tiga sekaligus??Benarkah itu, Ma? " Tanya Liana dengan airmata keharuan kepada Chen Mei Lin.
" Iya, Liana. Mama telah memangil seorang dokter spesialis kandungan ke rumah Bibi Shu untuk memeriksa kondisi janin mu itu dan hasil pemeriksaan dari dokter itu adalah kamu saat ini sedang hamil anak kembar tiga. Karena itu kamu harus benar-benar menjaga kesehatan mu untuk Liu Dan kekasihmu dan ketiga cucu mama yang sedang tumbuh di rahimmu. " Jawab Chen Mei Lin tersenyum lembut dan keibuan kepada Liana.
"Ouh, aku sangat bahagia bisa mengandung untuk anak-anak nya Kak Dan Dan.Aku berharap kami berdua bisa segera menikah dengan resmi sebelum kandungan ku membesar. " Kata Liana yang berdoa agar Liu Dan bisa mengatasi masalah di rumah keluarga Liu dengan cepat dan tepat untuk kebahagiaan mereka bersama.
__ADS_1
" Ya, Liana. Kamu harus kuat fisik dan mentalmu untuk kebahagiaan kehidupanmu kelak. " Kata Chen Mei Lin dengan lembut membelai rambut panjang dan indah Liana yang terurai lepas di punggung Liana.
" Iya, Mama terimakasih atas doa dan dukungan dari Mama untuk aku dan Kak Dan Dan. " Kata Liana yang tersenyum sambil menangis kepada Chen Mei Lin.
Chen Mei Lin memeluknya dengan hangat dan di belakang punggung Liana ada sosok arwah yang berdiri dan menatapnya dengan sedih sekali. Dan, arwah itu adalah Yang Xi Xi yang baru saja kehilangan salah satu temannya.
" Yang Xi Xi, bisakah kamu membantuku untuk sampaikan pesan aku kepada keluarga ku melalui mimpi mereka di malam hari mereka? " Pinta salah satu dari temannya itu yang baru saja pergi ke alam akhirat.
"Iya, Afu. Kau berjalanlah dengan tenang ke alam akhirat dan percayalah bahwa kamu akan bahagia di sana karena keluargamu selalu aktif dalam mendoakanmu semenjak kamu meninggal dunia. " Kata Yang Xi Xi dengan tulus kepada temannya itu sebelum temannya itu pergi dan lenyap dari pandangan kedua matanya yang indah.
Yang Xi Xi melihat Aseng yang baru saja pulang dari rumah sakit. Ia segera menghampiri Aseng yang sedang membaca koran di ruang tamu di rumah Bibi Shu.
" Aseng, bagaimana kesehatan mu sekarang? " Tanya Yang Xi Xi dengan senyuman manisnya kepada Aseng yang meletakkan koran di atas meja tamu dan mengambil cangkir teh hijau lalu meminumnya dengan nikmat.
" Aseng, aku mau bilang aku cinta kamu, maukah kamu menjadi kekasihku? " Ucap Yang Xi Xi yang mengejutkan Aseng.
" Yang Xi Xi, kau ini hantu? Ingat itu. " Kata Aseng menggeleng kepalanya mendengar dirinya di tembak oleh hantu bukan manusia yang bilang cinta kepadanya dan ingin menjadi kekasihnya.
" Aseng, kau seumur hidup selalu di tolak oleh para gadis cantik di dunia mu, tapi kamu malah di tembak oleh hantu yang ingin menjadi kekasih mu...! Aghhh.. Malang sekali nasibmu, Nakkk..! " Kata Bibi Shu yang menertawakan Aseng yang cemberut.
" Yaahhh, beginilah nasib keponakan mu, Bibi Shu. Siapa suruh aku keturunan anak indigo yang bisa melihat hantu cantik yang menyatakan cinta kepada aku. " Kata Aseng muram.
__ADS_1
" Apa salahnya kalau kita menjalin hubungan asmara? " Tanya Yang Xi Xi dengan senyuman di bibirnya sambil menaruh kedua telapak tangan di kedua pipinya kepada Aseng.
" Salah, karena kamu lain dunia dengan ku. "Jawab Aseng yang meninggalkan Yang Xi Xi di ruang tamu sampai Yang Xi Xi menghela napas dalam-dalam.
" Yang Xi Xi, ceritakan kepada aku bagaimana kamu meninggal dunia di usiamu baru berusia lima belas tahun? " Tanya Bibi Shu ramah dan baik hati kepada Yang Xi Xi.
" Aku di racuni oleh ibu tiri ku yang ingin putrinya menjadi satu-satunya anak di rumah keluarga Yang. " Jawab Yang Xi Xi yang membiarkan Bibi Shu menerawang dirinya untuk melihat riwayat hidupnya.
" Ibu tiri mu itu adalah adik kandung Liu Hai yang bernama Liu Bing. Lalu, ibumu siapa?" Tanya Bibi Shu menerawang Yang Xi Xi dengan cermat dan teliti sekali.
" Zhao Chi. " Jawab Yang Xi Xi dengan senyuman pahit di bibirnya.
" Zhao Chi itu adalah artis top di masanya yang memilih untuk menikah dengan ayahmu Yang Lu Min namun Ia meninggal dunia setelah ibumu itu melahirkanmu, lalu ayahmu menikah dengan Liu Bing dan lahirlah Yang Lan adik tiri mu. " Kata Bibi Shu menerawang seluruh kehidupan masa lalu Yang Xi Xi.
" Iya, Ibuku ada di sini menjadi penghuni rumah mu. " Kata Yang Xi Xi yang menunjukkan bahwa di rumah Bibi Shu ada seorang hantu wanita cantik yang sedang menyapu lantai rumah Bibi Shu.
" Nyonya Yang, sejak kapan anda ada di rumah saya sampai menjadi penghuni rumah saya? " Tanya Bibi Shu dengan senyuman ramahnya pada Zhao Chi ibu kandung Yang Xi Xi.
" Sejak aku bertemu dengan Tuan Muda Liu Dan di jajanan pada saat ia ingin pergi kuliah di kampusnya. "Jawab Zhao Chi dengan jujur dan sopan kepada Bibi Shu.
" Aaahh, Liu Dan tanpa permisi lagi telah bawa anggota baru ke rumahku. " Kata Bibi Shu Yang menepuk-nepuk dahinya sambil meneguk air tehnya melalui cangkir favoritnya yang gambar nya adalah artis top Teresa Teng.
__ADS_1
Bersambung!