
Liana gemetaran menahan rasa takut yang luar biasa karena ia selama beberapa hari ini di rundung masalah yang hampir mencelakakan dirinya dan janin di perutnya. Ia semakin takut ketika Dicky Liu Fung telah datang kembali ke kamarnya usai suami hantunya itu pergi ke sekolah arwah di dunia arwah.
" Achiu, ada apa dengan Liana? " Tanya Dicky Liu Fung dengan kepalanya menunjuk ke arah Liana yang di papah Achiu ke ranjang.
" Nyonya muda, nyaris di hukum mati dengan di kurung di dalam kurungan bambu yang siap di bawa ke sungai dekat sawah keluarga anda, Tuan muda pertama. " Jawab Achiu dengan sopan kepada Dicky Liu Fung seraya membantu Liana berbaring di ranjang.
" Oh, dia memang layak untuk di hukum mati seperti itu supaya ia cepat berkumpul bersama ku dan terpisahkan dari si berengsek Liu Dan. " Kata Dicky Liu Fung dengan seringai kejam kepada Liana yang menutupi wajahnya dengan selimut tebal.
"Tuan muda pertama, apakah kamu sudah temukan cara untuk menyelidiki kasus Liu Chien untuk temukan rahasia orang itu? " Tanya Achiu yang mengingatkan kembali kasus kematian Dicky Liu Fung, Achiu dan Paman Han kepada Dicky Liu Fung yang tak menjawab pertanyaan hantu pelayannya itu karena Dicky Liu Fung mengarahkan pandangan matanya ke arah pintu kamar Liana.
" Kau pecundang Dicky Liu Fung yang bisanya menggunakan cara licik mu untuk membuat aku dan Liana menderita..! " Kata Liu Dan yang tak sadar bahwa dirinya telah menjadi arwah saat ia menembus masuk ke kamar Liana.
" Hmm, Liu Dan apakah kamu tak sadar diri pada saat ini?? " Tanya Dicky Liu Fung dengan senyum judes nya kepada Liu Dan.
" Aku sadar bahwa kamu adalah hantu kurang ajar yang beraninya mengandalkan bantuan dari manusia hidup untuk keinginan mu sendiri. " Kata Liu Dan yang berjalan ke arah Liana dan Ia terkejut saat ia ingin menyentuh jemari Liana.
" Hahaha, Liu Dan apakah kamu baru sadar kalau kamu sekarang ini sama dengan aku yaitu kita sama-sama hantu? Kamu sudah meninggal dunia sekarang! " Cemooh Dicky Liu Fung kepada Liu Dan.
__ADS_1
" Akh aku tak mungkin aku sudah meninggal dunia!! " Pekik Liu Dan kebingungan dan gelisah dengan keadaan dirinya itu.
" Tuan Muda kedua, anda masih bisa masuk ke raga anda lagi sebelum sepuluh jari kedua tangan dan kaki mu berubah biru dan dingin. "Kata Achiu yang cepat memberitahu Liu Dan.
" Iya, Achiu. " Jawab Liu Dan yang ingin cepat -cepat kembali ke raga nya di ruang hukuman telah di halangi oleh Dicky Liu Fung yang telah menggunakan lonceng penangkal hantu yang baru saja meninggal dunia.
" Kauuu?!! Akhh! " Teriakan histeris Liu Dan yang terlempar keluar dari kamar Liana dan rumah keluarga Liu oleh Dicky Liu Fung.
" Tuan muda pertama, apa yang telah anda lakukan kepada Tuan muda kedua? " Tanya Achiu yang terbelalak kaget lihat Liu Dan telah di usir keluar dari kamar Liana dan rumah keluarga Liu oleh Dicky Liu Fung dengan menggunakan lonceng penangkal hantu.
" Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri yang memakai tangan Liu Fai yang bodoh itu. Kini raganya bisa aku pakai untuk balas dendam kepada siapapun yang telah membuat aku jadi hantu kejam. " Jawab Dicky Liu Fung dengan senyum kejamnya kepada Achiu.
" Aku kejam karena cinta ku di khianati dengan orang yang aku cintai yang lebih memilih untuk dimiliki oleh adik ku sendiri daripada aku suami nya sendiri. Karena itu aku ingin membalasnya dengan caraku sendiri yang jauh lebih kejam perbuatannya kepada aku. " Kata Dicky Liu Fung yang meninggalkan kamar Liana dengan pergi ke ruang hukuman untuk masuk ke raga Liu Dan.
Di ruang hukuman, Liu Fei sepupunya menatap pucat Liu Dan yang telah di tusuknya dengan gunting jahit hingga berdarah-darah sampai Liu Dan menghembuskan napas terakhirnya di ruang hukuman.
" A.. Apa yang sudah aku lakukan ini?? A.. Aku telah membunuh Liu Dan dengan gunting jahit milik Ahma Ali..!! " Kata Liu Fei yang gemetaran di sudut ruang hukuman.
__ADS_1
Liu Fei semakin pucat ketika pintu ruangan ini di buka oleh Nicholas Liu Papa kandung Liu Dan yang datang ke ruang hukuman bersama dengan Akong mereka yaitu Tuan besar Liu.
" Dan Dan...!!! " Jerit Nicholas Liu yang langsung menubruk putranya dan gemetaran melihat Liu Dan bersimbah darah di dadanya.
"Siapa yang telah menusuknya dengan gunting jahit milik Ahma Ali tanpa izin dariku?? Aku tak pernah memerintahkan siapa pun yang ada di rumah ini untuk membunuhnya! Aku cuma beri perintah untuk mencambuknya sebanyak tiga puluh kali. Itu saja..!! " Amarah Tuan besar Liu memuncak lalu menemukan Liu Fei di sudut ruang hukuman dengan gemetaran dan pucat.
" Liu Fei, apakah kamu yang telah menusuknya dengan gunting jahit milik Ahma Ali?? " Tanya Nicholas Liu dengan suara berang kepada keponakannya itu.
" Sa.. Saya tidak tahu apa yang telah saya perbuat terhadap Liu Dan, Paman. Saya juga tak pernah tahu kenapa saya bisa berada di ruang hukuman ini..! " Jawab Liu Fei menangis karena takut kepada Tuan besar Liu dan Nicholas Liu.
" Ohhh, begitukah??? Dasar kauuuu keponakan tak tahu diri berani menusuk putrakuuu hingga seperti ini..! " Nicholas Liu tak bisa menahan diri lagi. Ia menarik kerah baju keponakannya dan ia memukuli keponakannya dengan keras sampai keponakannya berguling-guling di lantai ruang hukuman dengan meringkuk seperti daun pepaya tumis
" Kakak , tolong kamu ampuni putraku yang tidak pernah tahu apa yang telah di perbuatan yang telah di lakukannya kepada Liu Dan. " Kata adik Nicholas Liu dengan menangis dan memohon- mohon kepada Nicholas Liu.
Dan, disaat yang paling berbahaya bagi Liu Fei. Tiba-tiba Liu Dan tersadar dan mengerang pilu yang membuat Tuan besar Liu tersentak kaget lalu Nicholas Liu menghentikan pukulannya terhadap Liu Fei dengan menghampiri Liu Dan.
" Dan Dan, kau tak apa -apa?? Oh, Papa tolong kamu lepaskan dia sekarang juga agar aku bisa mengobatinya! Pa, dia putra aku satu-satunya yang aku miliki setelah aku kehilangan Dicky Liu Fung dan sekarang aku tak pernah mau untuk kehilangan putraku yang lainnya....! " Kata Nicholas Liu dengan airmata kesedihan kepada Tuan besar Liu yang menetap tajam Liu Dan, lalu tersenyum senang sekali bisa melihat bahwa di raga Liu Dan sekarang adalah Dicky Liu Fung cucu kesayangannya.
__ADS_1
Bersambung!