
Dicky Liu Fung dengan terpaksa harus kembali pergi dari rumah Bibi Shu untuk mencari cara lain untuk membawa pulang Liana dari rumah wanita paruh baya yang berprofesi sebagai seorang peramal.
Dan, sesudah memastikan bahwa Dicky Liu Fung sudah pergi dari rumahnya. Bibi Shu dengan cepat membantu Aseng yang mengalami luka bakar yang di sebabkan oleh Dicky Liu Fung yang mendorong pemuda ini ke kompor yang menyala di dapur rumah Bibi Shu.
" Aseng.. Aseng bagaimana keadaanmu? " Tanya Bibi Shu yang mengoleskan salep luka bakar di seluruh wajah dan tubuh Aseng yang gosong.
" Aku disini, Bi. " Jawab Aseng yang berdiri di sudut rumah Bibi Shu.
Bibi Shu menengok dengan cepat dan melihat Aseng sudah di tarik oleh sepasang Dewa pencabut nyawa untuk keluar dari rumah Bibi Shu.
" Hei.. Tunggu..Tunggu.. Kalian tidak bisa bawa dia pergi ke alam arwah karena dia belum waktunya untuk meninggal dunia...! "Teriak Bibi Shu yang telah berusaha untuk menyelamatkan roh Aseng di bawa pergi oleh sepasang Dewa pencabut nyawa.
" Bibi, lihatlah Aseng...! Dia, oh dia telah tiada...! " Pekik Chen Mei Lin yang menangis memeluk jasad Aseng yang berbaring di lantai ruangan utama rumah Bibi Shu.
"Liana cepatlah kamu ambil dupa di altar Dewa Guan Yu untuk membantu kami menyelamatkan Aseng sebelum Aseng menyeberangi sungai dua alam. " Kata Bibi Shu dengan nada tergesa-gesa kepada Liana.
__ADS_1
" Iya, Bibi Shu. " Jawab Liana yang segera pergi ke depan altar Dewa Guan Yu lalu berdoa untuk Dewa Guan Yu bisa menyelamatkan Aseng yang dibawa oleh sepasang Dewa pencabut nyawa ke alam akhirat atas perintah dari Dicky Liu Fung yang telah membayar sepasang Dewa pencabut nyawa itu.
" Dewa tolong selamatkan teman saya yang telah dibawa oleh sepasang Dewa pencabut nyawa ke alam akhirat atas perintah dari suami hantu saya yang bernama Dicky Liu Fung yang telah membayangkan sepasang Dewa pencabut nyawa untuk memaksa saya pulang ke rumah Keluarga Liu yang menakutkan itu. " Kata Liana di dalam hatinya dan ternyata doa nya Liana terkabulkan oleh Dewa Guan Yu yang telah menghadang sepasang Dewa pencabut nyawa di pintu sungai dua alam.
"Kalian berdua sungguh sepasang Dewa rendah yang mau saja di perintah oleh arwah manusia yang telah di rasuki jiwa iblis karena dendam kesumat nya itu sehingga kalian melanggar hukum langit yang melarang kalian mencabut nyawa manusia sebelum waktunya tiba untuk meninggalkan dunia ini. " Kata Dewa Guan Yu dengan karismatik yang dimilikinya membuat sepasang Dewa pencabut nyawa itu ketakutan dan akhirnya mereka mau melepaskan Aseng.
"Dewa Guan Yu tolong ampuni kami yang telah salah. " Kata sepasang Dewa pencabut nyawa itu dengan memohon-mohon ampunan dari Dewa Guan Yu yang telah mengangkat tombak besarnya untuk menebas sepasang Dewa pencabut nyawa itu yang telah melanggar hukum dan aturan langit.
" Dewa Guan Yu, tolong maafkan mereka yang telah di ancam oleh Dicky Liu Fung yang ingin memaksa Liana wanita manusia yang di nikahi olehnya itu kembali ke rumah keluarga Liu yang penuh dendam kesumat terhadap leluhurnya Liana yang pernah memasukkan Kakek buyut Dicky Liu Fung ke dalam penjara karena korupsi di perjanjian sewa tanah hingga kakek buyut Dicky Liu Fung meninggalkan dunia di dalam penjara. Karenanya Kakeknya Dicky Liu Fung menggunakan akal licik dengan menjerat kakek Liana dengan membantu keuangan mereka dengan cara menjodohkan Liana dengan Dicky Liu Fung yang waktu masih hidup memiliki tubuh lemah yang pada akhirnya meninggal dunia pada awal tahun ini dan kesempatan ini di manfaatkan oleh Kakeknya Dicky Liu Fung untuk menjerat kakeknya Liana dengan pernikahan Liana dan Dicky Liu Fung yang memiliki ikatan perjanjian berdarah, apabila Liana melanggar perjanjiannya maka keluarganya akan menjadi korban dan hidup Liana pun akan sengsara. " Kata Aseng yang telah memberitahukan rahasia keluarga Liu dan Dicky Liu Fung kepada Dewa Guan Yu yang telah mengetahui lebih detail daripada Aseng yang hanyalah seorang manusia biasa.
"Baiklah, aku akan memaafkan mereka dengan syarat mereka harus menyeret Dicky Liu Fung ke hadapan ku beserta Akong nya dan Kakek buyut nya juga yang rohnya merasuki Ahma Ali istri pertama Liu Ming. " Kata Dewa Guan Yu dengan tegas kepada sepasang Dewa pencabut nyawa yang segera mematuhi perintah dari Dewa Guan Yu.
" Iya, Dewa Guan Yu terimakasih banyak atas pertolongan Dewa Guan Yu kepada saya Aseng." Kata Aseng dengan rasa terimakasih kepada Dewa Guan Yu.
Dewa Guan Yu meraih jemari Aseng lalu di ajaknya pulang ke rumah Bibi Shu dan menyuruh Aseng masuk ke raganya yang akan segera di bawa ke rumah sakit untuk pengobatan luka bakar pada wajah dan tubuh Aseng oleh Bibi Shu dan Chen Mei Lin.
__ADS_1
" Dewa, bisakah saya meminta tolong sekali lagi untuk anda menolong kekasih saya yang telah pergi ke rumah keluarga Liu untuk kembali ke raganya yang telah koma akibat di tusuk gunting jahit oleh sepupunya yang telah di rasuki oleh Dicky Liu Fung yang ingin membunuh kekasih saya di ruang hukuman." Kata Liana yang telah kembali berdoa pada altar Dewa Guan Yu.
" Iya, Liana. Aku akan menolong kekasihmu. "Jawab Dewa Guan Yu dengan senyuman welas asih kepada Liana yang telah dibukakan mata batinnya oleh Dewa Guan Yu.
" Ahhh..?! "
" Kau tak perlu merasa takut karena kamu telah aku buka mata batin mu untuk bisa melihat aku Dewa Guan Yu yang berjodoh menjadi guru spritual mu atau pelindung mu. " Kata Dewa Guan Yu dengan halus dan welas asih kepada Liana.
" Oh, terimakasih atas pertolongan dari Anda, Dewa Guan Yu. " Kata Liana dengan airmata rasa syukur atas pertolongan dari Dewa Guan Yu kepadanya.
*****
Di sisi lain di rumah keluarga Liu di kota Jiangsu. Terlihatlah Liu Dan yang ingin masuk ke rumah keluarga Liu telah di hadang oleh teman -teman hantu Dicky Liu Fung yang menakutkan bagi Liu Dan di pintu rumah keluarga Liu.
" Hai, tuan muda kedua senang sekali kami bisa bertemu dengan mu di depan teman-teman baik dari Tuan Muda pertama yang posisinya tetap nomor satu di rumah keluarga Liu. " Kata teman -temannya Dicky Liu Fung dengan seringai yang menakutkan kepada Liu Dan yang langsung mundur dengan cepat.
__ADS_1
" Liu Dan, kau jangan merasa takut terhadap mereka karena aku teman baikmu telah datsng untuk membantumu menangani mereka. " Kata Yang Xi Xi yang telah datang ke rumah keluarga Liu bersama dengan sekelompok hantu lain yang di bawa Yang Xi Xi untuk membantu Liu Dan dalam menghadapi teman-temannya Dicky Liu Fung.
Bersambung!