Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 58.


__ADS_3

Zhao Chie tak tahu apa yang di katakan atau di bicarakan oleh Aseng kepadanya karena hantu itu terus menerus melakukan pembersihan di seluruh ruangan pribadi Aseng.


" Ihh, apa ini hantu tuli? Astaga, aku sudah teriak - teriak di hadapannya tetap saja dia tak pernah menghiraukan ku...! "


Aseng tampaknya begitu kesal dan frustasi terhadap Zhao Chie yang menatapnya bingung.


" Kamu bicara apa, nak? " Tanya Zhao Chie yang mendekati Aseng.


" Hei, kau dilarang untuk mendekati Aseng ku..! " Teriak Yang Xi Xi yang muncul di tengah-tengah mereka hingga Aseng berjengit mundur karena kaget dan Zhao Chie berwajah datar saja.


" Yang Xi Xi, kau mengagetkan ku saja dengan muncul di hadapanku tanpa konfirmasi kembali kepada ku...! " Teriak Aseng kepada Yang Xi Xi.


" Ah, maafkan aku Asing habisnya aku terlalu marah melihat ada wanita lain yang mendekati mu karena kamu pria ku. " Kata Yang Xi Xi halus kepada Aseng yang melotot kepada hantu cantik itu.


" Kau....! Aku sudah bilang kepada kamu jangan pernah memanggilku pria ku..?! Kau dengar! Aku bukan pacarmu..! " Bentak Aseng dengan kesal kepada Yang Xi Xi.


" Ahh, Aseng kau jahat sekali sih kepada ku...! " Balas Yang Xi Xi yang langsung menghilang dari pandangan sepasang mata Aseng.


Aseng mendengus tak peduli terhadap Yang Xi Xi. Ia memilih untuk mencari dompetnya yang di buang oleh Zhao Chie ke tempat sampah di luar pintu gerbang.


" Heiiii... Pak jangan di taruh di mesin penggiling sampahhhh..! " Teriak Aseng yang menangis melihat seluruh isi tempat sampah telah di tuang ke dalam mobil sampah yang ada mesin untuk menggiling sampah.


"Hei, nak apa maksud mu meminta aku untuk tidak boleh menaruh sampah di mesin penggiling sampah?? " Tanya tukang sampah dengan bingung dengan Aseng.


" Aku mau mencari dompet ku yang telah di buang di tempat sampah oleh pembantuku yang ceroboh pada pagi hari ini. " Jawab Aseng yang menangis memikirkan semua kartunya telah di hancurkan oleh mesin penggiling sampah di mobil sampah bersama dengan dompetnya.

__ADS_1


" Ahhh, wah maaf kami tadi tak sempat melihat isi dari tempat sampah depan rumah bibi mu. " Kata tukang sampah dengan raut wajahnya minta maaf kepada Aseng.


Aseng hanya bisa berjalan lesu kembali ke arah rumah Bibi Shu dengan wajah pucat karena ia hari ini sungguh bernasib buruk sekali. Aseng duduk di sofa dengan sedih sekali sampai Liana menghampirinya.


" Aseng, kau tak perlu memikirkan dompet mu karena aku telah berhasil menemukan dompet mu sebelum tukang sampah datang untuk ambil sampah di depan pintu gerbang rumah Bibi Shu. " Kata Liana yang memperlihatkan dompetnya dengan lengkap kepadanya.


" Liana..! Wah, terimakasih banyak karena kamu sudah membantuku untuk menemukan dompet ku.. " Kata Aseng yang menangis berterimakasih kepada Liana.


" Hmm, ya Aseng sama-sama. " Kata Liana yang ramah kepada Aseng.


Lalu, seseorang menekan bel di pintu gerbang rumah Bibi Shu. Liana segera berjalan keluar rumah Bibi Shu untuk melihat dan membukakan pintu untuk tamu yang datang untuk menemui Bibi Shu.


" Liu Dan.. " Panggil Liana yang bahagia melihat Liu Dan yang datang ke rumah Bibi Shu. Gadis itu segera membukakan pintu gerbang rumah Bibi Shu untuk Liu Dan.


" Liana.. " Panggil Liu Dan yang memeluk Liana dengan kerinduan yang mendalam.


" Lihatlah, apa yang aku pegang di genggaman tangan ku ini? " Ucap Liu Dan merenggangkan tubuhnya untuk Liana bisa melihat sebuah cincin berlian motif bintang Kejora di telapak tangan kanannya seraya tersenyum bahagia kepada Liana.


"Ouuh,semuanya telah selesai...! Aku bebas dari Dicky Liu Fung untuk selamanya dan Aku bisa hidup bahagia bersama denganmu, Dan Dan. " Kata Liana yang menangis untuk kebebasannya dan juga kebahagiaannya.


" Ya, Liana. Kau telah bebas dari masalah Dicky Liu Fung untuk selamanya dan kamu bisa hidup bahagia bersamaku, karena itu aku datang untuk melamar mu. Apakah kamu bersedia untuk menikah dengan ku seorang Liu Dan? " Tanya Liu Dan dengan tulus kepada Liana.


"Iya, Liu Dan. Aku mau menikah denganmu.." Jawab Liana memeluk Liu Dan dengan bahagia.


Satu bulan kemudian. Di sebuah vihara di kota Shanghai, Liana dan Liu Dan melangsungkan pemberkatan pernikahan di sana dengan di hadiri oleh Nicholas Liu, Ahma Zhen Yu, Liu Ling dan Penny Lin di pihak keluarga Liu dan Chen A San, Chen Fu dan keluarga Chen beserta Aseng, Ase, dan Bibi Shu.

__ADS_1


" Liana mulai hari ini hidupmu adalah bagian dari hidupku, aku Liu Dan akan selalu menjagamu selama hidupku. " Kata Liu Dan menyematkan cincin berlian pernikahan ke jari manis Liana.


" Ya, Liu Dan. Aku mulai hari ini aku menjadi istri yang baik dan setia seumur hidupku untukmu. " Kata Liana yang juga menyematkan cincin berlian pernikahan ke jari manis Liu Dan.


Lalu, Liu Dan mencium bibir Liana dengan manis sekali setelah melemparkan buket bunga mawar merah di tangan Liana ke belakang dan di tangkap oleh Yang Xi Xi di luar vihara.


"Wah, Liu Dan aku dapat bunga pengantin mu..! " Sorak Yang Xi Xi dengan melompat-lompat di teras vihara.


Dan, hari itu juga Liu Dan mengajak Liana untuk berbulan madu ke kota Hangzhou untuk melihat danau barat, kuil cin san dan tempat-tempat romantis yang menjadi tempat kenangan indah percintaan Siluman ular putih Pai Su Chen dan Xu Xian atau Shi Han Wen.


" Wahhhh, indahnya danau shi hu, pagoda Lifeng atau pagoda petir..! " Seru Liana yang menatap bahagia kepada Liu Dan yang memeluknya.


" Ya, anggap saja kita berdua adalah reinkarnasi dari siluman ular putih Pai Su Chen dan suami nya Shi Han Wen di kehidupan kita kali ini yang membuat kita akhirnya bersatu kembali dan bahagia untuk selamanya. " Kata Liu Dan yang memberinya ciuman mesra sekali.


"Iya, Liu Dan. Aku percaya kepada kata -kata mu yang indah selalu ku dengar.. " Kata Liana yang meletakkan kedua lengan Liu Dan di perutnya yang buncit sekali.


" Ah, mereka telah tumbuh besar di perutmu yang mengharuskan Aku untuk segera carikan nama -nama indah untuk mereka. " Kata Liu Dan yang merasakan tendangan ketiga bayi kembar di perut Liana.


" Ya, kau carilah sebuah nama -nama yang kau inginkan untuk mereka karena mereka adalah milikmu buah hati mu. " Kata Liana lembut sekali kepada Liu Dan yang memberikannya sebuah ciuman bahagia.


Mereka pun menatap sunshine yang muncul dari air danau barat dan naik ke lanjut dengan sinar sepasang mata mereka menyiratkan arti cinta yang sesungguhnya adalah dua hati saling tulus mencinta dan bersatu tanpa pamrih.


Bersambung!!


Nb:

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu dukung karya-karya ku yang lainnya ya? TERIMAKASIH 🙏💕.



__ADS_2