
Liu Dan menengok ke belakangnya dan melihat Yang Xi Xi membawa segerombolan hantu yang penampilannya tak kalah menyeramkan dengan segerombolan hantu yang di menjadi teman -teman Dicky Liu Fung yang menghadangnya di pintu masuk ke rumah Keluarga Liu.
"Astaga, di dunia arwah ada anggota gangster nya juga? " Tanya Liu Dan menelan saliva nya ketika Yang Xi Xi memainkan lidah yang datang keluar dan masuk sesuka hati hantu cantik jelita itu.
"Ya, Liu Dan, apa yang ada di dunia manusia di masa hidup juga ada di dunia arwah setelah manusia itu meninggal dunia. " Jawab Yang Xi Xi yang telah berdiri di dekat Liu Dan.
" Kalian dari kelompok gangster apa dan nama kelompok kalian apa? " Tanya Liu Dan penasaran kepada segerombolan hantu yang di bawa oleh Yang Xi Xi ke hadapannya untuk membantunya dalam menghadapi segerombolan hantu teman -temannya Dicky Liu Fung.
" Belum ada namanya.. Hmm, apakah kamu bisa pilih nama yang cocok untuk kami? " Yang Xi Xi menjawabnya seraya tersenyum kepada Liu Dan.
" Gangster hantu Yang saja namanya. " Jawab Liu Dan yang sebenarnya ingin kabur dari para hantu -hantu itu jika ia tak ingat kepada Liana kekasihnya yang menunggunya kembali ke rumah Bibi Shu dengan raganya telah menempel di jiwanya.
" Boleh juga nama yang kamu berikan kepada kami, Liu Dan. Sekarang kamu mundurlah dan biarkan kami menghadapi mereka di pintu masuk ke rumah Keluarga Liu, lalu kamu harus melakukan yang seharusnya kamu lakukan untuk kebahagiaanmu dengan Liana kekasihmu. " Kata Yang Xi Xi yang tangannya meraih Liu Dan untuk mundur dari dua kelompok hantu yang saling berhadapan satu sama lainnya.
" I.. Iya, Yang Xi Xi. " Jawab Liu Dan dengan nada gemeteran karena takut sekali dengan wajah dan penampilan para hantu itu.
Kelompok teman-teman nya Dicky Liu Fung telah memegang senjata yang berupa pentungan dan katapel untuk menghadapi kelompok teman -teman Yang Xi Xi.
" Astaga, aku harus menyaksikan pertandingan antar kelompok hantu di depan rumah keluarga Liu di usiaku masih dua puluh lima tahun belum pas. " Kata Liu Dan yang terkejut ketika lengan kirinya di sentuh oleh seseorang yang ternyata adalah Liana kekasihnya sendiri.
" Liana, kenapa kamu berada di sini? " Tanya Liu Dan terperanjat melihat kekasihnya bisa sentuh arwahnya.
" Aku saat ini sedang melepaskan arwahku untuk membantumu untuk menghadapi Dicky Liu Fung dengan bantuan dari Dewa Guan Yu. " Jawab Liana kekasihnya dengan senyuman manis dan berani.
__ADS_1
" Liana..! " Dicky Liu Fung telah muncul di dekat mereka berdua dengan wajah menyeramkan.
" Dicky tolong kamu jangan mendekati Liana. "Kata Liu Dan yang cepat menarik Liana ke arah belakangnya untuk melindungi kekasihnya dari Dicky Liu Fung yang ingin menarik Liana ke dekat Dicky Liu Fung.
" Diam kau yang seharusnya tidak boleh dekat dengan Liana adalah kamu bukan aku suaminya sendiri..! " Bentak Dicky Liu Fung dengan wajah bengis kepada Liu Dan.
"Kak Dicky, kau bertobatlah sebelum kamu bisa terlalu jauh membuat kejahatan yang dapat membawamu kesengsaraan di alam akhiratmu. " Kata Liana dengan berani menasehati Dicky Liu Fung.
" Heiii, wanita ****** berani kau menasehati aku suamimu yang telah kamu khianati cinta dan kepercayaannya dengan kamu berselingkuh dengan adikku sendiri hanya karena dia masih hidup..! " Bentak Dicky Liu Fung dengan wajah beringas kepada Liana.
" Dicky...! " Balas Liu Dan yang marah telah mengayunkan tinju kepada Dicky Liu Fung yang membalasnya dengan cengkeraman di lehernya.
" Kauuuuu bajingan Liu Dannnn...! " Bentak Dicky Liu Fung dengan rahang mengeras sehingga ia semakin menyeramkan.
" Aarghhhhh...! Tolong akuuu...! " Jerit Liana.
" Liana...! " Teriak Liu Dan yang menendang Dicky Liu Fung hingga terjengkang lalu ia melompat ke arah sungai kecil untuk menyelamatkan Liana tetapi Ia yang dikejutkan oleh Dicky Liu Fung yang telah mencengkeram erat Liana dengan di sampingnya adalah seorang Kakek tua yang memandang bengis kepada Liu Dan.
" Liu Dan, kau harus mati untuk Dicky Liu Fung bisa menempati ragamu lalu ia bisa hidup lama bersama dengan Liana dan keluarga Liu. " Kata Kakek buyut yang menatap Liu Dan dengan keji.
Di saat yang paling berbahaya bagi keselamatan Liu Dan dan Liana sebuah cahaya keemasan di sertai golok besar telah menebas Dicky Liu Fung dan kakek buyut Keluarga Liu dengan satu kali tebasan saja.
"Aaarggh!" Jeritan Dicky Liu Fung dan kakek buyut keluarga Liu yang arwahnya di hukum mati oleh Achiu yang memegang golok milik Dewa Guan Yu atas keinginan dari Achiu sendiri yang ingin menyelamatkan Liu Dan dan Liana.
__ADS_1
" Kauuuu Achiuuu kurang ajarrrrr sekaliii Kauuuu Achiuuu...!!! " Lengkingan terakhir dari Dicky Liu Fung dan kakek buyut keluarga Liu sebelum jiwa mereka hancur lebur.
" Liu Dannnn..! " Liana melompat ke arah sungai kecil untuk menyelamatkan Liu Dan yang telah tenggelam ke dasar sungai yang menembus dua alam antara alam manusia dengan alam akhirat.
" Liana, kenapa kamu ikut masuk ke dalam sungai kecil? " Tanya Liu Dan yang memeluknya dengan airmata.
" Karena aku tak bisa kamu pergi dariku, Liu Dan. Jika kamu meninggal dunia, maka aku juga akan ikut meninggal dunia bersama denganmu. " Jawab Liana dengan tangisannya kepada Liu Dan.
" Liana.. Oh... Liana...! " Liu Dan memeluknya dengan erat sekali.
" Ekhem kalian berdua masih belum waktunya untuk meninggal dunia, karena itu kalian harus kami pulangkan ke dunia manusia. " Kata Dewa Guan Yu yang telah hadir untuk menyelamatkan keduanya dengan kemuliaan hati dan welas asih nya.
" Aaarggh...! " Pekik keduanya yang terlempar kembali ke dunia manusia dengan masuk ke raga mereka masing-masing.
Liu Dan masuk ke raganya yang terbaring di ranjangnya sendiri di kamar rumah keluarga Liu sedangkan Liana masuk ke raganya yang berada di ranjang rumah Bibi Shu.
" Ahh, apa yang telah terjadi kepada diriku?" Tanya Liu Dan dengan bingung begitu ia tersadar kembali dari koma nya dan menemukan dirinya di ranjangnya sendiri.
" Dan Dan, kau sudah sadar? Ohh, syukurlah. " Kata seorang gadis cantik yang memeluknya dengan wajah penuh kecemasan.
" Kau siapakah? Dimana Liana? " Tanya Liu Dan dengan wajah bingung mencari -cari Liana di sekeliling kamarnya.
" Aku Liu Ling tunangan kamu, Liu Dan. Ah, untuk apa kamu tanyakan wanita tak tahu diri itu yang telah kabur dari rumah mertuanya sendiri yang membuat malu keluarganya yang telah datang ke rumah keluarga Liu untuk meminta maaf kepada Akong di aula utama rumah keluarga Liu. " Jawab Liu Ling dengan wajah sebal karena Liu Dan menanyakan soal Liana.
__ADS_1
Bersambung!