Perjanjian Berdarah

Perjanjian Berdarah
Bab 42.


__ADS_3

Dicky Liu Fung menahan gejolak hatinya setelah Ia mendengarkan pengakuan dari Liana yang mengatakan bahwa wanita istrinya ini mencintai Liu Dan dengan begitu dalam ketika ia harus bisa mengendalikan emosinya itu.


" Apakah kamu akan menepati janjimu untuk menjadi seorang istri yang setia untuk aku suami mu yang telah meninggal dunia dan menjadi roh atau hantu? " Tanya Dicky Liu Fung dengan nada dingin kepada Liana.


" Iya, Kak Dicky. Asalkan kamu mau melepaskan Liu Dan dari amarah mu. " Jawab Liana dengan merinding di hadapan Dicky Liu Fung.


" Baik, Aku mau memenuhi permintaan mu itu, Liana. Hanya saja, Aku ingin kamu minum obat di dalam mangkuk itu. " Kata Dicky Liu Fung yang menyuruhnya untuk minum obat di dalam mangkuk di atas meja kayu.


" Obat apa ini yang harus aku minum untuk aku bisa memenuhi persyaratanmu? " Tanya Liana dengan pucat kepada Dicky Liu Fung.


" Obat untuk menggugurkan kandunganmu itu agar kamu tidak pernah ada hubungan lagi dengan Liu Dan untuk selamanya." Jawab Dicky Liu Fung yang menyodorkan mangkuk isi obat itu ke mulut Liana.


Liana meronta -ronta menolak untuk minum obat untuk menggugurkan kandungannya itu yang di paksakan oleh Dicky Liu Fung untuk di minum nya.


"Tidakkk..! Aku tak mau minum obat itu...! Kak Dicky jangan paksa akuuu...! " Teriak Liana yang berusaha untuk menolak obat yang di paksakan oleh Dicky Liu Fung untuk diminum nya.


Dicky Liu Fung mencengkram tangannya dengan kencang dan membuka paksa mulutnya lalu air obat itu perlahan-lahan di paksa masuk ke mulut nya.


" Mmmmhh...! Jangannnnnn...! Aku tak mau meminumnya..! Aku tak mau membunuh bayiku sendiri....! " Jeritan hati Liana.


Achiu yang merasa tidak tega melihat Liana di paksa minum obat penggugur kandungan oleh Dicky Liu Fung diam -diam menendang kursi di depan meja rias ke arah Dicky Liu Fung yang membuat mangkuk isi obat itu terlempar dari tangan Dicky Liu Fung dan pecah di lantai.


Prang!

__ADS_1


Dicky Liu Fung yang merasa kesal mendorong Liana hingga wanita itu terjatuh ke lantai di sisi lain namun pecahan mangkuk ada yang masuk ke telapak tangan Liana.


" Auhhh..! " Pekik Liana merasakan kesakitan di telapak tangannya yang terkena pecahan mangkuk obat.


" Tuan muda, anda sedang di cari oleh Guru di sekolah arwah Anda. " Kata Achiu dengan cepat menemui Dicky Liu Fung. Ia memberikan laporan mengenai gurunya Dicky Liu Fung di sekolah Arwah sehingga Dicky Liu segera lenyap untuk pergi ke sekolah arwah di dunia arwah.


Achiu cepat-cepat menolong Liana yang di bawa ke ranjang lalu di oleskan obat luka pada telapak tangan Liana yang berdarah. Liana menangis sedih sekali sambil bertanya kepada Achiu.


" Achiu, apakah tadi aku bermimpi tentang Liu Dan yang di bawa pergi ke ruang hukuman oleh Tuan besar Liu? " Tanya Liana dengan tangisan yang menyayat hati kepada Achiu.


" Tidak, anda tak bermimpi tentang Tuan Muda Kedua Liu Dan yang dibawa oleh Tuan besar Liu ke ruang hukuman karena saat itu anda jatuh pingsan di halaman depan kamar anda , lalu anda di bawa ke kamar anda oleh Nyonya besar Zhen Yu yang memohon ampunan untuk anda pada Tuan besar Liu. " Jawab Achiu yang merasa kasihan kepada Liana.


" Lalu...? Lalu, Liu Dan bagaimana nasibnya??? " Tanya Liana yang makin deras tangisannya itu.


"Oh, tidak....! Aku harus pergi melihatnya di ruang hukuman...! Sekarang juga..! "


Liana di cegah oleh Achiu yang menahannya di pintu kamarnya.


" Jangan! Anda tidak boleh pergi ke ruang hukuman untuk melihat Tuan Muda kedua Liu Dan karena berbahaya untuk anda yang saat ini sedang mengandung muda, Nyonya muda. "Kata Achiu dengan memohon kepada Liana untuk tidak keras kepala.


" Tapi, aku harus tahu kondisi Dan Dan saat ini, Achiu. Aku cemas sekali..! " Kata Liana yang semakin gusar dan takut kehilangan Liu Dan pria yang dicintainya itu.


" Anda tenang saja di kamar anda dan biarkan saya yang akan pergi ke ruang hukuman untuk melihat Tuan muda kedua Liu Dan dan memberi kabar untuk anda di kamar anda, ya? "

__ADS_1


Achiu menawarkan diri untuk membantu Liana.


" Iya, Achiu. Aku akan mendengarkan kamu, dan pergilah ke ruang hukuman untuk melihat Liu Dan , lalu cepatlah kamu kembali ke sini untuk melaporkan kabarnya Liu Dan kepadaku. " Kata Liana dengan gelisah hatinya.


Achiu pergi ke ruang hukuman untuk melihat Liu Dan untuk memenuhi permintaan dari Liana, lalu ia menemukan Liu Dan babak belur di sekujur tubuhnya karena siksaan dari hukuman cambuk dari Tuan besar Liu kepada pria itu.


" Achiu, tolong kamu jaga Liana dan bayi kami untukku..! Aku mohon kepadamu...! Akhhhh..! " Pinta Liu Dan kepada Achiu dengan suaranya begitu lemah.


" Tuan muda kedua Liu Dan, bertahanlah...! Anda tak boleh meninggal dunia di saat seperti ini...! Anda harus kuat untuk melindungi Nyonya muda Liana dan bayi anda berdua di dalam kandungan Nyonya muda Liana...! " Kata Achiu dengan tulus memberikan pil luka dalam kepada Liu Dan, lalu mengoleskan salep luka di sekujur tubuh Liu Dan dan pria itu menganggukkan kepalanya dengan tegas meskipun ia tak memiliki tenaga untuk saat itu.


Achiu kembali ke kamar Liana namun ia tidak bisa menemukan Liana di kamar nyonya muda nya itu. Ia pun segera mencari tahu keberadaan Liana di sekeliling rumah keluarga besar Liu, lalu menemukan Liana berada di kurungan bambu yang akan di bawa ke sungai untuk di hukum dengan cara ditenggelamkan di sungai oleh para pelayan Nyonya besar Ali di pintu keluar dari rumah keluarga Liu bagian selatan.


" Tidakk! Hukuman seperti ini sangatlah berdosa besar..! " Kata Achiu yang cepat menggunakan akalnya untuk menyelamatkan Liana.


Ia merampas kurungan bambu yang berisi Liana dari para pelayan Nyonya besar Ali sampai para pelayan itu menjerit ketakutan karena kurungan bambu bergerak sendiri di depan mata mereka.


" Aaaahhh ada apa ini?? "


Achiu menggotong kurungan bambu yang berisi Liana kembali ke rumah keluarga Liu atau lebih tepatnya ke kamarnya Liana, lalu melepaskan Liana dari kurungan bambu itu.


" Nyonya muda, apakah anda baik-baik saja? Apakah ada bagian tubuh anda yang mengalami luka? Kalau ada tolong anda beritahukan kepada saya agar saya bisa mengobati anda? " Tanya Achiu dengan cemas kepada Liana yang terlihat pucat dan trauma sekali oleh Achiu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2