
" Apa katamu barusan kepadaku,Liu Dan? " Tanya Dicky Liu Fung dengan tatapan matanya yang mencorong tajam kepada Liu Dan yang berdiri di batas pintu kamar Liana.
Liu Dan tak sempat untuk menjawabnya karena Tuan besar Liu mendatangi kamar Liana dengan rombongannya yang terdiri dari dua orang istri, putra dan menantunya serta pelayan -pelayan nya di sekelilingnya.
" Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah aku sudah mengusir kamu dari rumah ini semenjak kamu menolak kebaikan aku untuk menikahkan kamu dengan Liu Ling gadis pilihan ku untukmu? " Tanya Tuan besar Liu dengan tatapan marah kepada Liu Dan.
" Aku menemui orang yang aku cintai dan orang itu adalah Liana. " Jawab Liu Dan dengan tegas kepada Tuan besar Liu.
Tuan besar Liu Seakan-akan ia tersambar petir di siang hari karena mendengar pernyataan dari Liu Dan yang mengatakan bahwa cucu keduanya itu mencintai Liana cucu menantu pertamanya itu yang juga merupakan istri dari cucu pertama nya.
" Apa kamu sudah gila bicara seenak perutmu itu tanpa di pikir ulang? " Tanya Tuan Nicholas Liu yang mendekati Liu Dan untuk Liu Dan segera menyadari kesalahannya itu agar putranya itu tak di jatuhi hukuman oleh ayahnya yang keras.
"Aku normal, Pa. Aku bicara sejujurnya tentang perasaan hatiku terhadap Liana. Jadi, tolong Akong izinkanlah Aku menikahinya karena Dicky Liu Fung sudah meninggal dunia! Ayolah, Kalian pakai logika dan akal sehat kalian mengenai hal yang sebenarnya. " Jawab Liu Dan dengan tegas meminta keluarganya berpikir normal.
" Nicholas, kau mundurlah. " Kata Tuan besar Liu kepada putranya yang ia tahu akan melindungi Liu Dan.
" Papa, tolong kamu jangan dengarkan ocehan anak nakal ini. " Kata Nicholas Liu yang langsung berdiri di depan putranya dan menghadapi Papa nya.
" Aku bilang kamu mundur dari sana...! "Ulang Tuan besar Liu. Pria tua ini sudah marah besar terhadap Liu Dan yang berani mengatakan bahwa Dicky Liu Fung sudah meninggal dunia dan Liu Dan ingin menikahi istrinya Dicky Liu Fung.
__ADS_1
" Pa...! " Pinta Nicholas Liu yang memohon agar Papanya tak menghukum Liu Dan.
" Jaga dia..! " Perintah Tuan besar Liu kepada para pelayannya untuk menahan Nicholas Liu di pinggir jalan untuk Ia bisa menghampiri Liu Dan yang tetap berdiri dengan tegak di pintu kamar Liana.
Pintu kamar Liana terbuka untuk Liana sendirilah yang berlari menuju ke arah Liu Dan dan gadis ini malah memeluk Liu Dan dengan erat lalu gadis itu menghadapi Tuan besar Liu dengan berani.
" Tuan besar Liu, bukan hanya Liu Dan yang telah jatuh cinta kepadaku tetapi Aku juga telah jatuh cinta kepadanya semenjak aku belum menikah dengan Dicky Liu Fung. Aku telah mencintainya lebih dahulu sebelum Aku masuk ke dalam rumah keluarga Liu. Aku mohon jika anda ingin menghukumnya, maka anda juga harus hukum Aku juga. " Kata Liana yang menghalangi Liu Dan dari Tuan besar Liu dengan ia berdiri di depan Liu Dan.
" Liana...! Apakah kamu sudah tak memandang Aku sebagai Tuan rumah di sini? Berani sekali kau bicara kamu mencintai adik iparmu sendiri! Aku sudah bilang kamu itu selamanya adalah istrinya Dicky Liu Fung sampai kamu meninggal dunia yang artinya kamu seumur hidupmu harus menjadi istrinya Dicky Liu Fung! " Suara marah Tuan besar Liu begitu menggelegar di seluruh rumah.
" Celaka, Aku harus menolong Liana agar Akong tak menghukumnya juga dengan Ia mengatakan bahwa ia mencintai Liu Dan..! "Kata Achiu yang sudah ingin menolong Liana tetapi di halangi oleh Dicky Liu Fung yang menginginkan baik Liana maupun Liu Dan di hukum oleh Akong nya.
" Kau tak boleh menghalangi akong membuat keadilan untuk Aku cucu kesayangannya dengan menghukum dua orang pengkhianat cinta ku dan kepercayaan ku..! " Kata Dicky Liu Fung dengan tegas kepada Achiu.
Di saat yang bersamaan terjadi sesuatu pada diri Liana yang mengalami mual -mual dan ingin muntah sampai mengejutkan semua orang di sana.
Liu Dan terperanjat melihat Liana menahan rasa mual -mual dan ingin muntah dengan susah payah. Liu Dan langsung menarik Liana ke belakangnya dan menghadapi Akong nya dengan lebih berani lagi.
" Kau tak boleh menghukumnya! Biarkan Aku yang menembus kesalahan yang Aku perbuat tetapi kau jangan pernah menghukumnya..! Kau ingat itu! " Teriak Liu Dan dengan tegas kepada Tuan besar Liu.
__ADS_1
Nyonya besar Liu yang bernama Ali maju ke depan lalu menampar Liana di belakang Liu Dan sampai gadis itu limbung dan jatuh ke pelukan Liu Dan.
"Wanita pembawa sial berani kau mencoreng keluarga Liu dengan berbuat gila dengan cucu keduaku dan sekarang kamu hamil bukan? ! Kamu ini memang sejak awal tak layak untuk masuk ke dalam keluarga Liu! " Semburan amarah Ahma Ali kepada Liana.
" Ahma Ali tolong jangan pernah kamu memukul nya..! " Teriak Liu Dan yang ingin mengangkat tubuh Liana itu telah di tarik oleh para pelayan Tuan besar Liu yang di perintahkan untuk bawa dia ke ruang hukuman.
" Liu Dan... ! Liu Dannnn...! " Teriakan histeris Liana yang terperanjat bangun dari tidurnya dan menemukan semua itu adalah mimpinya belaka.
Dicky Liu Fung yang memandaginya dari kursi kayu di depan ranjangnya itu membuatnya makin pucat dan ketakutan akan mimpinya menjadi kenyataan.
" Kamu kenapa berteriak memanggil nama Liu Dan? Bukankah suamimu itu adalah Aku Dicky Liu Fung? " Tanya Dicky Liu Fung dengan wajah muram kepada Liana.
Liana menjatuhkan dirinya ke lantai untuk sujud kepada Dicky Liu Fung dengan wajahnya itu pucat sebelum berbicara dengan suara bergetar menahan gejolak hatinya yang di liputi rasa cemas yang kuat.
" Kak Dicky, tolong kamu lepaskan Liu Dan untuk Aku! Aku janji kepadamu untuk menjadi seorang istri yang selalu setia untukmu asalkan kamu jangan pernah menyakiti Liu Dan. " Jawab Liana dengan airmatanya kepada Dicky Liu Fung.
Dicky Liu Fung mengepalkan buku jarinya di atas meja kayu sebelum ia membungkukkan badan dan membantu Liana berdiri dengan kedua tangannya yang dingin menyentuh kedua pundak Liana.
"Sedalam itukah perasaanmu terhadap Liu Dan sampai kamu memohon pada ku untuk aku mau melepaskan Liu Dan? " Tanya Dicky Liu Fung dengan suara dinginnya kepada Liana.
__ADS_1
" Iya, Aku sudah terlalu dalam mencintainya tapi aku janji Aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untukmu, Kak Dicky. " Jawab Liana yang merasakan dinginnya tatapan mata Dan sentuhan tangan Dicky Liu Fung terhadap dirinya itu.
Bersambung!