PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
ALERGI UDANG


__ADS_3

Pagi hari


Arya membersihkan diri dibawah air shower. Satu tangannya bersandar di dinding kaca yang tembus pandang, sambil berpikir.


Entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu teringat dengan apa yang sudah di alaminya bersama gadis cantik itu. Di tambah lagi saat ia menolong Yesa dari tenggelam. Saat melihat bentuk lekuk tubuh Yesa yang sempurna.


Selama mengingat kejadian itu ia berusaha mengontrol dirinya agar tidak terjerumus pada hal yang mustahil baginya.


"Sial ! Bahkan aku sudah memberinya ciuman pertama ku."


Arya berusaha membuang pikirannya yang satu itu jauh-jauh. Setelah selesai dengan urusan mandinya, dia memakai baju kantor lalu berjalan meninggalkan ruang pakaian. Baru saja keluar luar dia kejutkan dengan adanya sebuah nampan berisi menu sarapan pagi di atas meja kerjanya.


"Apa ini ?" Arya Mengerutkan kening pada makanan di atas meja.


Suara pintu kamar terbuka tiba-tiba. Tampaklah sosok gadis polos yang tidak asing baginya muncul tiba-tiba, berdiri di ambang pintu sambil menampakkan senyum manisnya.


"Arya apa kamu sudah melihatnya ?''


"Apa kamu yang meletakkannya disini ?"


"Iya, makanlah saat kamu sedang lapar" Sahut Yesa antusias.


"Makanan apa ini ?"


"Yang mangkuk biru itu adalah bubur dan minuman di cangkir putih adalah teh hangat."


"Apa ?''


"Bolehkah aku masuk dan menjelaskannya ?"


Arya menekuk-nekuk jari telunjuknya agar Yesa memasuki kamarnya. Gadis itu menurut, ia berjalan mendekat lalu membuka tutup mangkuknya di meja. Arya menatap isi di dalamnya.


"Aku dengar kamu tidak suka makanan yang sudah dingin. Jadi aku memasak bubur hangat ini khusus untukmu."


"Cih, ini seperti aku sedang sakit dan kamu memberiku obat." Arya meraih sendoknya lalu mengaduk buburnya pelan-pelan." Apa ini ? Udang !" Baru mau mencicipinya ia sudah tercengang melihat isi disendoknya.


"Ya ini bubur udang"


Tiba-tiba

__ADS_1


Arya melempar sendoknya di meja lalu bersandar di kursinya, menyilangkan kedua tangannya didepan dada, tatapannya mengerikan. Membuat Yesa terkejut, apalagi melihat mimik wajahnya sudah berubah menjadi dingin seperti tempo hari. Saat pertama kali bertemu dengan Tuan mudanya.


"Kamu tidak suka makan udang ?"


''Aku alergi udang, aku bisa mati jika memakannya." Sahut Arya dengan suara dingin


"Benarkah ?" Buru-buru meraih nampan di atas meja." Arya aku sungguh tidak tahu jika kamu alergi udang. Tapi bagaimana mungkin kamu bisa mati dengan hanya memakan udang.'' Ia bertanya dengan wajah kikuk Entah kenapa setelah mengucapkan kalimatnya, kakinya langsung gemetar.


"Hhh." Arya mendesah jengah, berusaha menenangkan diri, karena dia tau bahwa gadis di sebelahnya ini memang benar-benar polos dan bodoh "Kamu bawa makanan ini dan keluar !"


"Maaf aku sungguh tidak tau kalau kamu alergi udang." Suara Yesa terdengar sedang merengek manja agar di maafkan. Tapi anehnya laki-laki itu hanya membuang mukanya.


"Ya, kamu tidak akan tahu !" Arya bangun dari duduk." Kerena itulah Yesa, kamu benar-benar sangat menakutkan."


"Maaf aku baru menyiapkan ini, karena aku ingin menjadi orang yang berguna bagimu Tuan." Yesa bicara dengan cara yang sama. Entah kenapa sekilas Arya tersenyum dengan samar telinganya memerah


"Jika kamu ingin jadi berguna bagiku, sebaiknya siapkan dirimu dan lakukan tugasmu yang selanjutnya."


"Baik !" Sahut Yesa antusias.


"Jika kamu berani mengacaukannya lagi." Arya mendekatkan wajahnya "Kamu benar-benar akan mati." Suara dingin menusuk hati terdengar mengerikan. Membuat Yesa menelan ludahnya ketakutan, tapi tidak dengan segera ia memalingkan wajahnya.


***


 


Jewelery Internasional Group


Ada dua sosok laki-laki terlihat tengah berjalan menuju pintu lift di kantor itu


"Tuan Muda saya sudah memesan hotel dan saya sudah memesan tiket Anda bersama Nona Yesa pergi ke Amerika minggu ini. Jika Anda belum memesan hotel, Anda... ''


"Dapat menginap di hotel lelaki itu." Arya memotong cepat


"Benar Tuan Muda, dia sudah bertindak. Seperti dialah pemegang sahamnya, hanya karena dia bertunangan dengan putri presiden Petter dari Group RS internasional." Jelas Dani


" Cih !" Arya membuang muka." Kenapa Ayah menyuruh mu agar gadis bodoh itu menemani ku keluar negri ?"


Tiba-tiba Sekretaris Dani menghentikan langkahkan nya, Arya berbalik melihat wajahnya penuh makna. Tuan Muda ada informasi yang ingin saya sampaikan pada Anda begitu arti tatapan mata Dani bicara. Membuat laki-laki di depannya menduga-duga.

__ADS_1


"Kenapa ? Apakah ada yang salah ?"


" Tidak ada Tuan Muda, saya dengan sopan menolak tawaran mereka." Sekretaris Dani menyerahkan amplop berwarna cokelat "Ini adalah daftar tamu untuk pesta keluarga nanti, total 89 tamu. Dan mereka semua akan membawa keluarga."


Sambil menatap benda itu. Arya menyelipkan tangan kanannya kedalam saku celananya. Menolak." Kamu sedang merencanakan apa ?" Begitu arti sorot matanya di cerna Dani.


Dani menarik tangannya, mengurungkan niatnya menyerahkan amplop itu.


''Tuan Muda saya sudah menyalinnya melalui e-mail Anda'' Ujar Dani singkat


Arya mengerutkan kening.


"Kenapa kau membuat salinannya?"


"Itu yang Ketua Hendra minta. Beliau sudah mengaturnya untuk perjalanan anda Tuan muda "


"Kerena ayah berpikir, aku tidak dapat melakukannya sendiri." Arya bicara cepat, tatapannya dingin. Sekretaris Dani hanya diam. Ia mengerti bahwa Arya tidak suka dengan tindakannya.


"Aku sudah lama ingin bertanya padamu. Kau sebenarnya bekerja untuk siapa? Apakah aku atau Ayahku ?" Arya bertanya dengan suara yang tidak mudah di tebak


"Saya akan selalu bekerja untuk keluarga Ketua Hendra." Sahut Dani seraya menampakkan senyumnya


"Aku mengerti" Arya membuang muka. Kesal


Dani tersenyum penuh makna." Sekarang saya melihat anda seperti sedang marah pada kekasih anda karena sedang berselingkuh."


Arya tersenyum dengan sinis


"Kau salah aku menyarankan mu untuk berselingkuh. Karena kau terlalu setia, atau mungkin kau harus pensiun bersama ayahku." Ujarnya perlahan sambil memaki Dani dengan sorot matanya, membuat Dani tercengang melihatnya.


"Apa ada saran lain Tuan Muda ?"


"Tidak ! " Arya membuang muka lagi." Cih, Dani sekarang ini yang membuatku takut adalah kesalahan lain yang sudah di lakukan Ayahku dulu." Katanya dingin setelah mengucapkan kalimatnya, ia melangkahkan kaki meninggalkan Dani di belakang.


"Hati-hati Tuan muda."


Setelah bicara Sekretaris Dani membungkukkan badan, lalu mematung sambil menatap punggung Arya yang sudah berjalan jauh meninggalkannya


Tuan apakah Anda belum menyadari. Ayah Anda sangat menyayangi Anda. *B*eliau sudah mengatur semuanya, karena ingin mempertemukan Anda dengan ibu kandung Anda.

__ADS_1


 


__ADS_2