PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
ISTRIKU KAMU SUDAH BANGUN


__ADS_3

Setelah berbincang lama dengan sang adik Arya menggendong tubuh istrinya secara perlahan. Setapak demi setapak menaiki anak tangga menuju kamarnya. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menarik selimut hingga ujung leher. Mencium bibir dan keningnya dengan sangat lembut.


"Istriku, tidurlah dengan nyenyak, kamu kelihatan sangat lelah malam ini."


Tanpa menunggu lama Arya berbaring, bersebelahan dengan istrinya, memandang wajahnya lekat-lekat. Manis sekali wajah tidurmu gumamnya dalam hati. Jemarinya terulur mengusap bibir tipisnya yang lembut, mengundang gairahnya. Baru mau menciumnya lagi, gadis itu langsung menggeliat ke kiri membelakangi wajahnya. Dan akhirnya Arya menghela nafas mengalah, memejamkan mata sambil mendekap tubuh istrinya yang hangat. Nyaman sekali rasanya.


Esok pagi saat matahari mulai menyinari sinarnya yang terang, perlahan Yesa membuka matanya.


''Istriku, kamu sudah bangun." Arya tersenyum sambil berbaring miring di bantalnya, menyangga kepala dengan tangan. Yang sedari tadi sengaja menunggu Yesa menampakkan senyum indahnya di pagi hari.


"Suamiku, bukankah hari ini kamu sudah kembali bekerja ?"


"Istriku, kamu tahu ? Senyum indah mu ini sangat berbahaya." Kalimat gombalan sudah mulai terdengar seperti biasanya. Si Yesa mengerutkan keningnya.


"Berbahaya !"


Laki-laki itu tersenyum, tangannya terulur mengangkat dagu Yesa mendongak, mengusap bibirnya perlahan sambil tersenyum.


"Senyuman mu ini, mampu membuat Ayah memarahiku karena meninggalkan tugas." Tersenyum lagi


"Meninggalkan tugas! Kenapa ?"


"Istriku, entah kenapa aku merasa pagi ini kamu terlihat sangat cantik. Sampai membuat ku enggan melakukan tugas ku."


Mulai lagi


"Suamiku, ini sudah pagi. Aku akan menyiapkan sarapan untuk mu." Saat mau bangun, Arya segera menahan tubuhnya dengan tangan, mengurungkan niatnya.


"Sarapan ! Istriku jika kamu berbicara tentang sarapan, maka.. Aku hanya ingin melahap tubuh mu pagi ini."


"Suamiku ... "


"Istriku ! Jika perlu aku juga bisa memandikan mu pagi ini." Belum sempat Yesa menjawab, Arya sudah menarik baju tidurnya sampai terlepas, melemparnya ke pinggir tempat tidur. Lalu kembali lagi menyerang istrinya. Membanjiri puncak dadanya dengan hisapan hangat, tangannya menyentuh sana sini.

__ADS_1


Hemh ke-kenapa jadi begini


"Istriku, apa kamu tahu ? Tubuh mu nikmat sekali rasanya." Arya menarik bahu Yesa meringkuk, membelakangi pandangannya. Kecupan demi kecupan ia berikan setiap inci di seluruh punggugnya. Dengan mata terpejam Yesa mendesah merasai sapuan bibirnya menembus permukaan kulit, membuat tengkuknya merinding bergairah.


"Suamiku cukup ! ini sudah pagi."


"Cukup ! Sungguh ?" Arya tersenyum lalu menurunkan tangannya pada daerah kewanitaannya."Istriku, sepertinya di bagian ini juga ingin di sentuh."


''Suamiku... Lepaskan tanganmu." Memohon dengan menyentuh tangan suaminya. Tapi gerakan jari dibawahnya semakin liar yang ia rasakan.


Ah


"Manis sekali, istriku sepertinya kamu sangat sensitif." Dalam beberapa menit Arya menghentikan serangannya, saat getaran cinta sudah membasahi jemarinya. Lalu dengan segera tangannya menarik kari kiri Yesa sedikit ke atas. Tapi punggungnya masih membelakanginya. "Istriku suaramu jangan di tahan." Berbisik di belakang telinga dengan suara lembut. Sampai membuat bulu kuduk gadis itu berdiri karena geli.


Suara ku


"Aah!" Yesa mendesah beberapa kali saat suaminya sudah menghentakkan tubuhnya dengan sepenuh tenaga


suaramu yang seksi seperti itu, sangat menggoda."


Tapi in**i tidak akan membuat ku senang meski kamu mengatakan hal itu. Hah...


********


Saat ini Yesa sedang sibuk menyajikan menu sarapan pagi di antaranya seperti roti salad dan beberapa gelas susu putih di atas meja makan.


Perlahan Dery dan sang suami turun dari tangga, berjalan mendekat lalu duduk di kursi meja makan.


"Ini makanlah" Kata Yesa sambil meletakan piringnya di depan suaminya.


"Terimakasih" Kata Arya sambil tersenyum


"Kakak ipar, terimakasih atas makanannya, aku senang sekali akhirnya kamu menikah dengan Kakak ku, kau tahu? Kakak ku selama hidupnya tidak pernah berpacaran, sehingga membuatku khawatir kalau mungkin Kakak sama sekali tidak tertarik pada wanita." Kata Dery panjang lebar.

__ADS_1


"Ciih, kenapa kau punya ke khawatiran konyol dan tak berdasar seperti itu?"


Dery terkekeh. "Ayolah bahkan Kakak sama


sekali tidak mau di sentuh oleh wanita "


"Begitu ya" Sahut Yesa. "Sepertinya berita yang pernah aku baca di majalah itu benar ya. Suamiku, kau bahkan selalu menolak jika ada wartawan wanita yang mau mewancarai mu."


Belum sempat Arya menjawab, nada handphone Arya berdering


"Ya Ayah ada apa."


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, sampai bertemu di rumah ku." Sahut Hendra di seberang.


"Baik ayah"


Panggilan terputus


"Ada apa ?" Yesa bertanya setelah meneguk


sedikit susu putih di sampingnya.


"Aku harus segera pergi, ayah sedang menungguku "


"Kakak, aku ikut denganmu." Dery menawarkan diri.


"Terserah kau saja."


Setelah mereka menghabiskan sarapan pagi. Yesa mengikuti langkah Arya sampai di depan mobil miliknya. Dery sudah terlihat memasuki mobilnya lebih awal. Sementara Arya mengecup kening istrinya lebih dulu sebelum memasukinya.


"Jaga dirimu baik- baik"


Yesa mengangguk sambil tersenyum. Setelahnya Arya masuk ke dalam mobil, memakai sabuk pengaman lalu menoleh pada istrinya. Gadis itu melambaikan tangannya. Tidak lama kemudian dua mobil itupun menghilang menerobos jalanan kota.

__ADS_1


__ADS_2