
"Suami ku ini sudah hampir siang. Kenapa kamu tidak pergi ke kantor ?'' Ucap Yesa setelah membuka pintu kamar
Arya melepaskan headsetnya.
"Bagaimana aku bisa pergi dengan
tenang jika keadaan istri ku
sedang ingin di manja. Kau hamil
muda sangat tidak baik jika aku mengabaikannya. Jadi aku putuskan melaksanakan tugas ku di sini
demi kebaikan mu."
Ya Tuhan
Dia selalu saja menjelaskannya dengan hati-hati
Membuat ku yaman dan tanpa merasa bersalah
"Terimakasih suami ku, karena
kamu selalu memahami ku. Teh atau
kopi. Aku akan membuat kan minuman
untuk mu"
"Tidak perlu, kamu duduklah disini."Menepuk pangkuannya" Ada yang mau aku bicarakan sebentar"
Ya Tuhan
Apa kali ini dia akan melakukannya disitu
Padahal aku sedang mengandung kan
Glek ! Yesa menelan ludah
"Tapi kamu sedang bekerja, apa aku tidak menggangu mu ?"
"Aku sudah menyelesaikan tugas dari tadi tanpa ada cela sedikit pun. Kemarilah"
Yesa terlihat ragu untuk melangkah
"Kenapa tidak bergerak ? Apa lagi yang kau takutkan ?"
"Aku takut jika aku duduk di
pangkuan mu. Aku akan tergoda
dan tidak bisa menahan
diri lagi hehe" Kikuk
Arya tersenyum penuh makna
"Kita sudah melakukannya tadi
pagi. Apa kau sedang mengundang ku bermain lagi ?" Arti yang sebenarnya adalah Cepatlah duduk disini dan jangan membuat ku menunggu.
Degh
"Tidak tidak tidak. Aku akan segera
duduk di sana" Langsung merapat
duduk di pangkuannya "Hehe suami ku" mendongak " Katakan apa yang mau kamu bicarakan ?" tersenyum sejuta wat. Arya mendekap tubuhnya erat pipinya saling bersentuhan
"Haruskah aku melakukan sesuatu agar membuat mu lebih menurut tepat disini "
"A' sakit !" Arya mengigit telinganya
gemas "Suami ku berhentilah melakukan hal-hal aneh. Aku tidak mau terbuai lagi"
Arya tersenyum setelah melihat
telinga istrinya memerah
"Kelihatannya kamu masih tidak tau dengan situasi mu ya''
"Hah ?"
"Sudahlah jangan di teruskan lagi. Sekarang lihatlah itu dengan baik" Arya menunjuk laptop dengan matanya
__ADS_1
"Apa ini ?"
"Itu gambar foto, apa mata mu bermasalah ?"
"Iya aku tau, tapi yang aku maksud kenapa aku harus melihat dua anak kecil ini ? Mereka bergandengan tangan"
"Yang laki-laki itu adalah adik ku. Mereka berpasangan dan di jodohkan sejak kecil"
"Wuaah ! Aku tidak menyangka ternyata tradisi itu masih ada sampai sekarang ya."
"Tapi saat ini hubungan mereka terbelah dua"
"Apa ?"
"Istri ku, untuk itulah aku menyuruh mu duduk disini. Aku mau menceritakan sesuatu jadi simaklah ini dengan baik "
Yesa mengangguk
"Dahulu saat usia ku lima belas tahun dan usia mereka adalah dua belas tahun untuk adik ku dan sepuluh tahun untuk perempuan itu.
Saat itu aku berteman dengan anak perempuan itu tapi kami tidak saling banyak bicara. Berbeda dengan adik ku. Dia bahagia saat bermain bersamanya.
Ayah ku mengetahuinya lalu berencana untuk menjodohkannya. Tapi harapan itu sirna setelah tau bahwa mereka telah memiliki ibu yang sama.
Membuat mereka terpisahkan jarak
dan waktu."
"Suami ku, kamu bilang mereka terpisah jarak dan waktu setelah mengetahui bahwa mereka memiliki ibu yang sama. Aku tidak mengerti itu maksudnya apa ? Apa perempuan itu adalah adik kandung mu atau bagaimana ?"
" Bukan seperti itu, tapi keluarga kami pernah mengalami masa kelam yang pahit. Meski ini sangat memalukan tapi aku harus menceritakannya pada mu."
"Ya ceritakan lah aku ingin tau"
"Sebenarnya orang tua kami adalah teman, maksud ku lebih dekat dari itu. Bahkan hubungan mereka masih dekat sampai sekarang.
Suatu hari pasangan anak kecil itu mengalami insiden penculikan. Aku mengikutinya diam-diam sampai di tempat itu dan berhasil. Aku bersembunyi dan mengintip dalam kotak. Melihat adik ku bergetar hebat. Aku tidak tega aku mau keluar berencana datang menolongnya.
Tapi aku terlambat setelah tau bahwa orang yang datang seolah menolongnya adalah ibu tiri ku kala itu. Di temani beberapa pengawal dibelakangnya.
Dan aku melihat ibu tiri ku berbicara banyak pada anak perempuan itu. Tapi aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Dan anehnya setelah berbicara anak perempuan itu bebas. Berlari meninggalkan adik ku tanpa jejak.
Membuat ku sempat berpikir
dialah dalangnya.
Dan akhirnya ibu tiri ku pergi membawa adik ku meninggalkan tempat itu.
Aku masih berdiam diri dalam kotak
merenungi ada apa yang terjadi sebenarnya
Dan setelah ku pikirkan ternyata dalang di balik penculikan itu bukanlah dirinya. Tapi ada orang lain yang menyuruhnya."
Seekor rubah yang belum mau menampakkan batang ekornya.
"Lalu kenapa hubungan mereka kandas ?" Yesa bertanya
"Karena perempuan itu adalah anak kandungnya ?"
"Apa ? Aku terkejut jadi maksudnya hubungan mereka kandas setelah perempuan itu tau bahwa..."
"Ya ! Untuk itulah istri ku, Aku mau bertanya pernahkah kamu mendengar adik ku bercerita tentang masa kecilnya ?"
'Mmm" Berpikir sebentar "Aku tidak pernah mendengar tapi dia pernah bercerita tentang dicampakkan wanita karena se'ekor anjing dan dia mau membunuhnya"
"Itu hanya istilah. Selebihnya aku mau memberitahu mu bahwa adik ku memilki masalah pada ingatannya."
"Apa masalahnya ?"
"Karena taruma dia tidak mampu mengingat sebagian peristiwa masa kecilnya"
"Begitu ya, jika kamu tidak memberi tahu ku. Mungkin aku tidak akan pernah tau selamanya."
"Jadi disini kesimpulannya istri ku. Hubungan mereka kandas bukan hanya perempuan itu menghilang tapi adik ku juga terlibat. Untuk itulah perempuan itu meminta bantuan kita kali ini"
"Bantuan !"
Arya mengangguk
"Tapi ini sangat sulit karena perempuan itu sebentar lagi akan bertunangan dengan laki-laki lain"
"Jadi maksudnya perempuan itu mau menantangnya karena mau kembali pada adik mu"
"Aku tau itu sangat tidak masuk akal. Sampai dia rela menunggu hari ini tiba selama lima belas tahun"
__ADS_1
"Itu karena dia masih mencintainya. Maaf kalau aku boleh tau siapa perempuan itu sebenarnya ?"
"Dia adalah kakak sepupu perempuan mu Linda" Saking terkejutnya Yesa hanya diam tidak menjawab "Dan kau harus tahu, bukan hanya kita yang di mintai bantuannya. Tapi keluarga besar kita juga ikut terlibat."
"Jadi artinya ini adalah rencana keluarga kita ?"
"Benar, tapi tokoh yang paling utamanya adalah diri mu"
"Kenapa harus aku ?"
"Karena kamu satu-satunya yang paling ingin di mintai bantuannya."
"Begitu ya, tapi aku tidak tau bagaimana cara membantunya, sementara aku tidak dekat dengannya. Bahkan aku baru mengenalnya tadi malam kan"
"Untuk masalah itu dia yang akan membicarakannya langsung pada mu. Sebentar lagi dia akan datang dan berencana tinggal disini untuk sementara waktu. Dan kamu hanya menuruti apapun yang di katakan nya"
"Sungguh ?"
"Ya ! Tapi kamu harus ingat jangan sampai adik ku mengetahuinya."
"Baik ! Aku akan menyimpan rahasia besar ini dengan rapat. Tapi bagaimana mana dengan rumah kita ?"
"Untuk sementara waktu kita biarkan adik kita tinggal sendirian di sana. Setelah rencana pertama berhasil kita akan kembali dengan bahagia. Karena hanya itu yang aku inginkan" Arya membelai rambut istrinya dengan lembut
"Benar ! Kebahagiaan adalah yang paling utama dalam hidup kita." tersenyum
Dret dret ! Hp milik Arya di atas meja
bergetar tanda pesan masuk dan ia membacanya
Bagaimana apa kakak sudah
berbicara pada istri mu ?
Aku sudah memberitahunya sisanya
aku serahkan pada mu. Balasan Arya
Baik aku akan segera ke sana
Tapi tidak mau membawa mobil
Jadi aku akan mengirim koperku
lebih dulu dan itu sudah ku lakukan
dari tadi hehe. Terimakasih.
Koper apa yang kau maksud
Bukankah baju mu sudah di sediakan disini
Jangan membuat masalah. Arya kesal
Kakak akan tau setelah aku tiba di sana
Sampai jumpa.
Pesan berakhir
"Cih ! Dia selalu gegabah, selalu melakukan tugasnya dengan terburu-buru. Menjengkelkan sekali"
"Suami ku ada apa ? Siapa yang menjengkelkan ?"
Arya menaruh hp nya.
"Istri ku, bersiaplah karena sebentar lagi kau akan menyambutnya"
"Begitu ya, baiklah"
Catatan
Maaf karena terlalu lama update
Karena aku sibuk merevisi novel ku yang pertama berjudul " Mengejar Cinta Vera"
Di waktu senggang boleh dong mampir dan di baca novelnya. Siapa tau kamu suka 😋
Terimakasih walaupun ceritanya kurang menarik tapi kamu sudah setia menunggu akhir cerita novel ini
Dan terimakasih meski tidak suka kamu tetap membaca episode terbarunya
Salam hangat dari saya
__ADS_1
By : ovhiie ^-^