PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
ADA APA DENGANNYA


__ADS_3

Setelah Arya menghilang di luar gerbang. Yesa berjalan menuju taman melewati meja makan yang sedang di rapikan oleh beberapa pelayan. Di sana juga sudah ada Pak Wan sedang menginstruksikan pelayan tentang tugas apa saja yang harus di kerjakan.


Setibanya di taman, Yesa berjalan mengelilingi berbagai macam tanaman bunga setelahnya ia di duduk di kursi taman sambil berjemur diri di bawah sinar matahari dan menghirup udara pagi disana. Sejuk hangat dan nyaman rasanya.


Beberapa menit kemudian Pak Wan


datang tiba-tiba. lalu menundukkan


kepala." Nona muda, jika anda butuh sesuatu


mohon jangan sungkan untuk


memintanya pada saya."


Yesa mengangguk." Baiklah terimakasih "


" Sama-sama Nona." Pak Wan menundukkan


kepala lalu berbalik badan dan berjalan


memasuki rumah untuk mengawasi


para pelayan yang sedang mengerjakan


tugasnya masing-masing.


Setengah jam kemudian. Yesa bangkit


dari duduk berjalan memasuki rumah.


'' Pak Wan. Tolong buatkan aku


segelas sari buah jambu biji dan


bawakan ke kamarku." Pinta Yesa


setelah Pak Wan menyambut


kedatangannya.


" Baik Nona."


Yesa tersenyum. " Terimakasih "


" Anda jangan sungkan Nona."


Yesa berjalan menaiki anak tangga


menuju kamarnya di lantai dua. Setibanya


disana ia berbaring di atas tempat tidur sambil memeluk bantal yang biasa di gunakan suaminya.


Aroma harum dari rambut suaminya masih tercium disana. Merasa rindu sampai membuatnya hampir menitikkan air mata.


Beberapa menit kemudian Pak Wan datang dari arah pintu kamar yang terbuka sambil membawa segelas sari buah jambu biji di atas nampan.


lalu menaruh gelasnya di atas meja samping tempat tidur.


" Terima kasih "


" Sama-sama Nona." Pak Wan berjalan


ke luar dan menutup pintu kamar.


Setelah mengantarkan pesanan Nona mudanya


Pak Wan mengetikan laporan di hp nya.


*********


Perusahaan Jewellery Internasional. Tepatnya di ruangan 001 yakni lantai paling atas. Dan bukan sembarang orang untuk bisa masuk kesana.


Saat ini Arya baru saja tiba di tempat kerjanya. Ia melepaskan Jass Navy yang di pakainya dan menggantungkannya pada sandting hanger. Setelahnya ia duduk di kursi. Kedua tangannya membuka


sebuah laptop di atas meja.


Tidak lama kemudian Dani muncul sambil


membawa semua berkas laporan. setelah


Dani menaruhnya di atas meja. ia berjalan lagi meninggalkan ruangan itu.


Hp di atas meja bergetar. Arya membaca pesan masuk yakni laporan tentang kegiatan istrinya dari Pak Wan. Ia tersenyum setelah membacanya dan meletakkan hp nya lagi di atas meja.


Dua jam kemudian. Dery masuk dan menyerahkan files Disaine Perhiasan yang akan segera di luncurkan. Ada beberapa Disaine disana. Arya mengamati satu persatu pada setiap gambar perhiasan tersebut.


'' Apa ini Desaine baru? " Arya bertanya


sambil menunjuk satu gambar yang


agak sedikit aneh menurutnya.


" Kakak, Desaine itu aku yang merekrutnya


sendiri. Menurutku itu sangat cocok


dengan tren baru masa kini. Bagaimana


menurutmu. Apa itu terlihat buruk? "


" Bukan buruk, hanya


sedikit aneh." Arya bicara sambil


mengamati gambar lebih


dalam lagi. " Setidaknya ini sesuai


dengan selera masa kini." Arya menatap


Dery. " Darimana kamu dapat


Desain ini? " Meletakkan kertas Desain


di atas meja.

__ADS_1


" Aku mendapatkannya dari seorang


Desainer ternama dari Jerman.


kemungkinan besar dia adalah Wakil


Presdir dari Grop DM." Sahut Dery.


begitu antusias.


" Siapa dia? "


" Dia Carlene." Dery menjawab cepat.


" Carlene? " Arya mengerutkan kening.


Bingung, karena belum pernah mendengar


nama itu.


" Nama aslinya adalah Linda." Dery bicara


sambil menunjukan karya seni lainya dari sang Desainer tersebut dalam sebuah


proposal. Arya menatap karya


seni itu." Dari informasi yang kudapatkan." Sambung Dery. " Dia adalah bintang paling muda di bidang seni. Semua karyanya berbeda dan menarik perhatian. Pada acara amal tadi malam juga, dia berhasil melelang satu karyanya


dengan harga sangat tinggi.


Tapi sampai sekarang ini dia tidak pernah mengatakan nama aslinya di depan publik dan


jarang menampakkan diri di media."


" Begitu ya. Jika Grop DM ingin


bermitra dengan kita. Maka perkiraan ku, keuntungannya hanya naik beberapa


persen." Sahut Arya. Setelah membaca


Proposal dari Grop DM.


Dery tersenyum." Tapi setidaknya Grop DM


tetap mendapatkan keuntungan bukan?"


" Ada apa denganmu ? " Arya menatap


wajah adiknya dengan penuh


tanda tanya." Tidak biasanya kamu


antusias begini. Kau


mempunyai siasat lain


di balik ini. "


Dery terkekeh " Kakak selalu tahu apa


" Kalau begitu katakan, apa rencana


mu ? " Arya bersandar pada kursinya.


Dery tersenyum. " Rencana ku adalah... "


Hp di atas meja bergetar.


Tanda pesan masuk. Arya meraih hp


Lalu ia membacanya.


Tuan muda, sudah tiga jam Nona Muda


mengunci diri di ruang tidur anda.


Ada apa dengannya


Arya bingung


" Ada apa ? " Tanya Dery Heran.


tidak biasanya Arya membaca pesan


masuk jika sedang sibuk.


"Tidak apa-apa, aku hanya


bingung." Arya berpikir sejenak


meletakan hp di atas meja." Kenapa istriku mengurung diri di dalam kamar.


Dery apa kau tahu ?


tadi pagi dia sedikit aneh. Maksudku


lebih dari biasanya."


" Aneh? "


" Dia lebih banyak diam, saat dia tak


sadar aku memperhatikannya,


wajahnya murung. Seperti


menyembunyikan


sesuatu dari ku."


" Mungkin dia sakit " Ujar Dery.


" Pemikiran ku sama halnya dengan mu. Tapi


saat aku bertanya, dia tidak sakit dan tidak merasakan apa-apa dan anehnya lagi.

__ADS_1


Dia hanya ingin memeluk ku


sebentar saja."


" Mungkin dia sedang marah padamu."


" Begitu rupanya." Arya berpikir lagi." Tapi


kalau memang dia marah, kenapa


dia ingin memeluk ku? " Bingung.


" Benar juga." Sahut Dery." Wanita


memang sulit di mengerti."


" Ciih. " Arya membuang muka kesal.


tidak temukan satupun jawaban yang


tepat. Frustasi.


Kenapa perasaan ku tidak tenang begini


Lebih baik aku pulang saja


" Dery ! Apa kau benar-benar inginkan


perusahaan kita bermitra dengan


Grop DM ? "


Dery mengangguk cepat.


Arya meraih bolpoin menandatangi kontrak kerjasama


itu. Sepertinya kali ini ia tidak berpikir panjang lagi dan lebih mencemaskan istrinya. Bisa di katakan ini suatu keberuntungan bagi Dery.


" Baiklah. Kau urus hal ini. Lakukan


pertemuan dengan Desainer itu untuk soal peluncuran produksi. Dan berikan aku laporan terperinci mengenai pemasarannya."


" Baiklah." Sahut Dery sambil meraih


berkas di tangan Arya." Kakak, kau mau


kemana? " Ia bertanya saat melihat


Arya bangun dari duduk.


" Aku ingin segera pulang menemui


istriku." Arya bicara kedua tangannya


merapikan kembali semua laporan


di atas meja. Menutup laptop


Meraih Jas yang menggantung


di standing hanger dan meletakkan


Jas di atas lengan kiri


" Begitu rupanya." Dery bangkit


dari duduk sambil membawa semua


berkas laporannya di atas meja


" Dery, aku pergi." Meraih hp di


atas meja lalu berjalan


meninggalkan ruangan. Di susul


dengan Dery.


Karena melihat Arya keluar dari pintu


Dani berdiri dari duduk di meja kerjanya


lalu membungkuk.


" Tuan Muda."


" Dani, kau ikut denganku."


'' Baik tuan."


Arya dan Dani berjalan menuju area parkir


Ada ribuan tanda tanya di kepala Dani. Heran tidak biasanya Arya meminta dia menemaninya keluar kantor di waktu jam kerja hanya untuk masalah pribadi.


Mungkin karena pikiran Arya sedang berkecamuk.


Sampai ia merasa tidak nyaman jika menyetir mobil dalam keadaan hati yang tidak baik.


" Anda ingin menuju kemana Tuan." Tanya Dani


setelah duduk di belakang kemudi.


sambil melirik Arya yang sudah


duduk dan bersandar di kursi belakang


dari kaca spion.


" Ke rumah ku."


" Baik tuan." Tanpa menunggu lama


Dani melajukan mobilnya memecah


jalanan kota menuju rumah Tuan mudanya.

__ADS_1


__ADS_2