
Setelah Arya menghilang di luar gerbang. Yesa berjalan menuju taman melewati meja makan yang sedang di rapikan oleh beberapa pelayan. Di sana juga sudah ada Pak Wan sedang menginstruksikan pelayan tentang tugas apa saja yang harus di kerjakan.
Setibanya di taman, Yesa berjalan mengelilingi berbagai macam tanaman bunga setelahnya ia di duduk di kursi taman sambil berjemur diri di bawah sinar matahari dan menghirup udara pagi disana. Sejuk hangat dan nyaman rasanya.
Beberapa menit kemudian Pak Wan
datang tiba-tiba. lalu menundukkan
kepala." Nona muda, jika anda butuh sesuatu
mohon jangan sungkan untuk
memintanya pada saya."
Yesa mengangguk." Baiklah terimakasih "
" Sama-sama Nona." Pak Wan menundukkan
kepala lalu berbalik badan dan berjalan
memasuki rumah untuk mengawasi
para pelayan yang sedang mengerjakan
tugasnya masing-masing.
Setengah jam kemudian. Yesa bangkit
dari duduk berjalan memasuki rumah.
'' Pak Wan. Tolong buatkan aku
segelas sari buah jambu biji dan
bawakan ke kamarku." Pinta Yesa
setelah Pak Wan menyambut
kedatangannya.
" Baik Nona."
Yesa tersenyum. " Terimakasih "
" Anda jangan sungkan Nona."
Yesa berjalan menaiki anak tangga
menuju kamarnya di lantai dua. Setibanya
disana ia berbaring di atas tempat tidur sambil memeluk bantal yang biasa di gunakan suaminya.
Aroma harum dari rambut suaminya masih tercium disana. Merasa rindu sampai membuatnya hampir menitikkan air mata.
Beberapa menit kemudian Pak Wan datang dari arah pintu kamar yang terbuka sambil membawa segelas sari buah jambu biji di atas nampan.
lalu menaruh gelasnya di atas meja samping tempat tidur.
" Terima kasih "
" Sama-sama Nona." Pak Wan berjalan
ke luar dan menutup pintu kamar.
Setelah mengantarkan pesanan Nona mudanya
Pak Wan mengetikan laporan di hp nya.
*********
Perusahaan Jewellery Internasional. Tepatnya di ruangan 001 yakni lantai paling atas. Dan bukan sembarang orang untuk bisa masuk kesana.
Saat ini Arya baru saja tiba di tempat kerjanya. Ia melepaskan Jass Navy yang di pakainya dan menggantungkannya pada sandting hanger. Setelahnya ia duduk di kursi. Kedua tangannya membuka
sebuah laptop di atas meja.
Tidak lama kemudian Dani muncul sambil
membawa semua berkas laporan. setelah
Dani menaruhnya di atas meja. ia berjalan lagi meninggalkan ruangan itu.
Hp di atas meja bergetar. Arya membaca pesan masuk yakni laporan tentang kegiatan istrinya dari Pak Wan. Ia tersenyum setelah membacanya dan meletakkan hp nya lagi di atas meja.
Dua jam kemudian. Dery masuk dan menyerahkan files Disaine Perhiasan yang akan segera di luncurkan. Ada beberapa Disaine disana. Arya mengamati satu persatu pada setiap gambar perhiasan tersebut.
'' Apa ini Desaine baru? " Arya bertanya
sambil menunjuk satu gambar yang
agak sedikit aneh menurutnya.
" Kakak, Desaine itu aku yang merekrutnya
sendiri. Menurutku itu sangat cocok
dengan tren baru masa kini. Bagaimana
menurutmu. Apa itu terlihat buruk? "
" Bukan buruk, hanya
sedikit aneh." Arya bicara sambil
mengamati gambar lebih
dalam lagi. " Setidaknya ini sesuai
dengan selera masa kini." Arya menatap
Dery. " Darimana kamu dapat
Desain ini? " Meletakkan kertas Desain
di atas meja.
__ADS_1
" Aku mendapatkannya dari seorang
Desainer ternama dari Jerman.
kemungkinan besar dia adalah Wakil
Presdir dari Grop DM." Sahut Dery.
begitu antusias.
" Siapa dia? "
" Dia Carlene." Dery menjawab cepat.
" Carlene? " Arya mengerutkan kening.
Bingung, karena belum pernah mendengar
nama itu.
" Nama aslinya adalah Linda." Dery bicara
sambil menunjukan karya seni lainya dari sang Desainer tersebut dalam sebuah
proposal. Arya menatap karya
seni itu." Dari informasi yang kudapatkan." Sambung Dery. " Dia adalah bintang paling muda di bidang seni. Semua karyanya berbeda dan menarik perhatian. Pada acara amal tadi malam juga, dia berhasil melelang satu karyanya
dengan harga sangat tinggi.
Tapi sampai sekarang ini dia tidak pernah mengatakan nama aslinya di depan publik dan
jarang menampakkan diri di media."
" Begitu ya. Jika Grop DM ingin
bermitra dengan kita. Maka perkiraan ku, keuntungannya hanya naik beberapa
persen." Sahut Arya. Setelah membaca
Proposal dari Grop DM.
Dery tersenyum." Tapi setidaknya Grop DM
tetap mendapatkan keuntungan bukan?"
" Ada apa denganmu ? " Arya menatap
wajah adiknya dengan penuh
tanda tanya." Tidak biasanya kamu
antusias begini. Kau
mempunyai siasat lain
di balik ini. "
Dery terkekeh " Kakak selalu tahu apa
" Kalau begitu katakan, apa rencana
mu ? " Arya bersandar pada kursinya.
Dery tersenyum. " Rencana ku adalah... "
Hp di atas meja bergetar.
Tanda pesan masuk. Arya meraih hp
Lalu ia membacanya.
Tuan muda, sudah tiga jam Nona Muda
mengunci diri di ruang tidur anda.
Ada apa dengannya
Arya bingung
" Ada apa ? " Tanya Dery Heran.
tidak biasanya Arya membaca pesan
masuk jika sedang sibuk.
"Tidak apa-apa, aku hanya
bingung." Arya berpikir sejenak
meletakan hp di atas meja." Kenapa istriku mengurung diri di dalam kamar.
Dery apa kau tahu ?
tadi pagi dia sedikit aneh. Maksudku
lebih dari biasanya."
" Aneh? "
" Dia lebih banyak diam, saat dia tak
sadar aku memperhatikannya,
wajahnya murung. Seperti
menyembunyikan
sesuatu dari ku."
" Mungkin dia sakit " Ujar Dery.
" Pemikiran ku sama halnya dengan mu. Tapi
saat aku bertanya, dia tidak sakit dan tidak merasakan apa-apa dan anehnya lagi.
__ADS_1
Dia hanya ingin memeluk ku
sebentar saja."
" Mungkin dia sedang marah padamu."
" Begitu rupanya." Arya berpikir lagi." Tapi
kalau memang dia marah, kenapa
dia ingin memeluk ku? " Bingung.
" Benar juga." Sahut Dery." Wanita
memang sulit di mengerti."
" Ciih. " Arya membuang muka kesal.
tidak temukan satupun jawaban yang
tepat. Frustasi.
Kenapa perasaan ku tidak tenang begini
Lebih baik aku pulang saja
" Dery ! Apa kau benar-benar inginkan
perusahaan kita bermitra dengan
Grop DM ? "
Dery mengangguk cepat.
Arya meraih bolpoin menandatangi kontrak kerjasama
itu. Sepertinya kali ini ia tidak berpikir panjang lagi dan lebih mencemaskan istrinya. Bisa di katakan ini suatu keberuntungan bagi Dery.
" Baiklah. Kau urus hal ini. Lakukan
pertemuan dengan Desainer itu untuk soal peluncuran produksi. Dan berikan aku laporan terperinci mengenai pemasarannya."
" Baiklah." Sahut Dery sambil meraih
berkas di tangan Arya." Kakak, kau mau
kemana? " Ia bertanya saat melihat
Arya bangun dari duduk.
" Aku ingin segera pulang menemui
istriku." Arya bicara kedua tangannya
merapikan kembali semua laporan
di atas meja. Menutup laptop
Meraih Jas yang menggantung
di standing hanger dan meletakkan
Jas di atas lengan kiri
" Begitu rupanya." Dery bangkit
dari duduk sambil membawa semua
berkas laporannya di atas meja
" Dery, aku pergi." Meraih hp di
atas meja lalu berjalan
meninggalkan ruangan. Di susul
dengan Dery.
Karena melihat Arya keluar dari pintu
Dani berdiri dari duduk di meja kerjanya
lalu membungkuk.
" Tuan Muda."
" Dani, kau ikut denganku."
'' Baik tuan."
Arya dan Dani berjalan menuju area parkir
Ada ribuan tanda tanya di kepala Dani. Heran tidak biasanya Arya meminta dia menemaninya keluar kantor di waktu jam kerja hanya untuk masalah pribadi.
Mungkin karena pikiran Arya sedang berkecamuk.
Sampai ia merasa tidak nyaman jika menyetir mobil dalam keadaan hati yang tidak baik.
" Anda ingin menuju kemana Tuan." Tanya Dani
setelah duduk di belakang kemudi.
sambil melirik Arya yang sudah
duduk dan bersandar di kursi belakang
dari kaca spion.
" Ke rumah ku."
" Baik tuan." Tanpa menunggu lama
Dani melajukan mobilnya memecah
jalanan kota menuju rumah Tuan mudanya.
__ADS_1