PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
MEMULIHKAN INGATAN MU


__ADS_3

Yesa bangun dari pangkuan Arya


"Mau kemana ?"


"Suamiku bukankah kamu bilang aku harus bersiap menyambutnya barusan ?"


Arya tersenyum


"Apa kau akan pergi dengan tubuh mu yang seperti itu ?"


"Tubuh ku ! Ada apa dengan tubuh ku ?"


"Kau sedang ingin bercinta"


Bercinta


Yesa membelakangi suaminya tangannya bertumpu di meja. Entah kenapa dia tidak menyangkal seperti biasanya. Pasrah.


Tiba- tiba


Arya menurunkan celana panjang istrinya sampai kebawah tangannya langsung masuk ke dalam, memasuki daerah kewanitaannya. Sementara Yesa mengigit jemarinya. Mendesah menikmati sentuhan lembut di dalam nya.


"Istri ku, kau tau ? Semakin di lakukan dengan pelan semakin nyata kenikmatannya. Dan itu membuat mu ketagihan. Benar begitu ?"


Yesa menutup mulut dengan tangannya


Hah ! Bagaimana dia bisa tau


Apakah sikap ku terlihat jelas


atau memang mungkin dia lebih


tau dari yang aku mau


Ya Tuhan ! Itu sangat memalukan


"Selera ngidam mu begitu mengagumkan. "Arya melanjutkan kata-katanya "Dan itu meningkatkan gairah ku." tersenyum "Jangan bergerak"


Gadis itu menurut, mendekatkan bokongnya tanpa sadar. Dia sudah tidak tahan. Tanpa bertele-tele Arya menghentakkan tubuhnya dengan pelan


Ah


"Istri ku, aku semakin mencintai mu" ia berbisik pelan di belakang telinga


Haah


Dan akhirnya sebuah meja hanya mampu menahan getaran cinta. Rintihan terdengar hingga beberapa menit ke depan. Setelahnya mereka membersikan diri masing-masing.


_____


Yesa dan Linda sudah duduk di sofa ruang keluarga dan masih di kediaman John. Menceritakan tetang penculikan itu. Tidak berapa lama Pak Ketut terlihat membawa segelas air dingin lalu menaruhnya di meja. Setelah menerima kata sanjungan dari Linda dia pergi meninggalkan ruangan itu.


"Lalu apa suami mu bercerita bagaimana dia bisa keluar dari tempat itu pada mu ?" Linda bicara setelah Yesa selesai bicara


Ada seorang anak gadis kecil yang


datang menolongnya kala itu.


"Tidak"


Haah ! Linda menarik nafas dalam



"Kenapa aku yang harus melakukannya ?"


Linda terlihat lelah setelah tau apa yang harus dilakukannya tidak akan semudah itu. Semoga aku tidak membuat kesalahan. Begitu kira-kira yang di pikirkan.


"Melakukan apa ?" Yesa penasaran




"Ada apa ? Kenapa wajah mu berubah malu begitu ?" Linda bertanya



" Aku tidak mengerti itu artinya apa ?" Kikuk


"Ternyata benar, kau memang tidak mengerti bahasa asing."


"Ya ! Meski memalukan tapi aku harus mengakuinya. Jadi Restoring your memory itu artinya apa ?"


"Artinya, sangat melelahkan hati jika aku menceritakannya dari awal sekarang. Omong-omong dimana suami mu ?"


"Suamiku sedang di kamar. Katanya dia terlalu sibuk melanjutkan pekerjaannya."


"Dia bilang begitu ?"

__ADS_1


"Ya !" Yesa mengangguk


"Dia selalu mencari kesibukan demi menghindari orang. Sikap berhati-hatinya tidak pernah berubah. Tapi sudahlah jangan di bicarakan lagi. Akan lebih bagus jika dia terus seperti itu. Paling tidak kita bisa melakukan apapun tanpa ada yang menghalangi. Bukankah begitu ?"


"Benar juga ya"


"Kalau begitu kita kembali pada topik. Tapi sebelum itu aku mau bertanya. Dengar Yesa apa kau pernah curiga pada Nenek mu ? Meski itu hanya satu kali."


"Curiga tentang apa ?"


"Cara Nenek mu ! Bagaimana bisa dia membesarkan mu seorang diri"


"Selama ini aku tidak pernah mencurigainya. Tapi saat aku bertanya soal ayah dan ibu. Aku merasa ada yang aneh. Nenek selalu bilang dia tidak tau."


" Aku dengar kamu mendapat kabar bahwa ayah dan ibu mu meninggal karena kecelakaan. Tapi nyatanya ayah mu masih hidup. Itu artinya orang yang memberitahu mu bukanlah orang sembarangan."


"Iya aku tau. Bibi ku melakukannya


demi melindungi ku. Sedangkan


aku tidak tau ada dimana


dia sekarang."


"Jadi artinya kamu sudah tau bahwa ayah mertua mu, selama hidupnya mencari mu ? Kamu bahkan menyelamatkan nyawanya waktu itu"


"Ya aku tau ! Mungkin takdir berpihak pada ku. itu sebabnya aku sangat menyayangi nya. Tanpa ayah mertua ku, mungkin aku tidak akan pernah tau siapa keluarga ku yang sesungguhnya"


"Takdir ! Entahlah ini sebuah takdir atau memang sudah di rencanakan seseorang yang belum di ketahui identitasnya."


"Maksud kakak ?"


"Dalam hati mu, apakah kamu yakin bahwa ibu mu sudah lama meninggal dunia ?"


"Tentu, aku bahkan melihat makamnya bersebelahan dengan ayah ku. Maksud ku ayah palsu ku"


"Bagaimana kamu tau bahwa itu makam nya. Padahal kamu belum pernah melihat wajahnya"


"Aku selalu melihat wajah ibu dalam foto. Dan itu di berikan oleh bibi ku"


"Foto ?''


"Ya" Yesa mengangguk


"Ini benar-benar aneh. Dari mana bibi mu mendapatkannya ? Sementara dia belum pernah bertemu dengan ibu mu sekalipun"


"Aku tidak tau, tapi ibu Sandra maksud ku mertua ku dan ayah ku mengenalnya. Ah ! Aku tau, mungkin bibi ku mendapatkan nya dari ibu tiri suami ku."


"Ah !" Yesa salah tingkah merasa tidak enak hati saat menyebutnya. Dia lupa barusan. Lupa bahwa Manda adalah wanita licik yang di ketahui nya "Ya, tapi itu hanya dugaan ku saja"


"Tidak mungkin ! Dia pengkhianat. Untuk apa ibu ku melakukannya ?"


"Benar juga ya."


Dugaan ku benar


Ini memang sudah di rencanakan


dengan sempurna.


Membuat ku yakin bahwa


berita kecelakaan bibi Rena bukanlah


suatu hal yang biasa


Tapi kenapa mereka menutup fakta itu


Apakah hanya Yesa satu-satunya


orang yang tidak tau atau


mungkin...


"Kak, aku mau bertanya apa boleh ?"


"Katakan apa yang mau kau ketahui ?"


"Suami ku bilang kakak pergi meninggalkan Dery saat masih kecil. Apa kakak menyesal setelahnya ?"


"Tentu aku sangat menyesal. Untuk itulah aku menemani mu. Dan ada banyak urusan yang harus ku lakukan di sini"


"Lakukanlah akan ku bantu kakak dengan semampu ku" Yesa tersenyum


Tapi langkah pertamanya adalah


membuat mu ingat masa lalu mu.


Semoga itu tidak sulit bagi mu dan semoga keadaan mu baik-baik saja

__ADS_1


Berharap kamu mau memaafkan semua kesalahan keluarga kita yang hina ini


Terutama kakek mu


"Terimakasih atas kebaikan mu Yesa." Linda tersenyum


"Sama-sama kak"


''Kalau begitu kamu ikut dengan ku sekarang"


"Kemana ?"


"Pelataran hutan"


" Hutan ! Untuk apa kita ke sana ?" Yesa curiga di bumbui rasa takut. Karena sebelumnya ia tidak pernah mengunjungi hutan itu. Hutan di belakang rumah John.


"Ada sesuatu yang mau ku perlihatkan pada mu. Meski itu menyakitkan tapi aku harus melakukannya demi kebaikan mu dan keluarga mu"


Keluarga ku


Entah kenapa Yesa hanya diam


tidak menjawab setelah mendengar keluarganya di sangkut pautkan. Dia tau itu bukanlah suatu hal yang biasa.


Dret ! Hp milik Linda bergetar


tanda pesan masuk dan ia


membacanya


Kendalikan diri mu


Peringatan yang sudah mewakili


semuanya. Artinya Jangan melebihi


batas. Tengkuk Linda merinding


setelah membaca nya


Apa semua ruangan di rumah ini


memiliki cctv dan mata-mata


Bagaimana dia bisa tau apa yang kan kulakukan.


Kakak duduklah dengan tenang


Aku kan menjaganya dengan


sepenuh nyawa ku. Janji !


Tanpa menunggu balasan


Linda memasukan hp nya


kembali ke dalam saku jaket


____


Sementara di kediaman Hendra


tepat di ruang kerja


"Perlihatkanlah, semua yang kau dapatkan" Hendra bicara.


Dani menaruh amplop besar di meja


lalu membuka beberapa dokumennya


dan beberapa lembar foto.


Hendra menatap semua benda itu.


"Hasilnya ini di luar dugaan tuan." Dani bicara setelah mencerna hasil yang dia dapatkan.


"Aku bahagia melihat semua laporan mu."


"Saya rasa berdekatan dengan Nona Linda adalah tujuan utamanya tuan."


"Apa yang dia lakukan sekarang ?"


"Tuan Muda sudah ada di tempat sesuai yang di rencanakan tuan."


"Bagus ! Aku sudah tidak sabar menantikan laporan mu selanjutnya. Dan semoga anak gadis yang ku sayangi keadaannya baik-baik saja."


"Baik Tuan. Saya akan melaporkannya secara berkala. Semoga Anda bahagia saat menerimanya"


Hendra tersenyum sambil

__ADS_1


bersandar di kursinya.


__ADS_2