
3 Jam yang lalu Yesa meneguk sedikit
sari buah jambu biji dari gelasnya di dalam kamar.
Setelahnya ia berjalan memasuki kamar mandi.
Mencampurkan garam mandi dan minyak esensial aroma lavender dengan air hangat dalam bathub. Melepaskan pakaian dan menceburkan diri ke dalamnya.
Mandi air hangat dengan garam mandi dapat mengurangi suhu tubuh, melembabkan kulit dan meningkatkan metabolisme. Maka tidak heran jika berendam seperti ini membuat tubuh merasa lebih nyaman dan relax. Ia juga berendam cukup lama di sana.
Meskipun begitu Yesa melakukan aktifitas ini hanya dalam 3 hari sekali. Karena kesehariannya ia mandi menggunakan air dingin. Setelah selesai dengan urusan mandinya ia mengambil baju dalam lemari lalu menggunakannya. Menyisir rambut dan berdandan alakadarnya di depan cermin rias.
Setelahnya ia meraih hp di atas meja. Tidak seperti biasanya selalu melakukan aktifitas rutin dalam rumah. Kali ini ia hanya mau bermain hp sambil rebahan di atas tempat tidur.
Yesa membuka aplikasi media sosialnya. Men-upload sebuah foto saat ia berada di bukit bintang bersama suaminya kemarin malam.
Pada malam hari itu semua bintang berkilauan.
Namun hanya satu yang paling bercahaya
Suamiku itulah dirinya.
Mata yang dingin tapi indah itu hanya
menatap ku seorang
Tapi akankah dia selalu menemaniku sepanjang waktu tanpa melangkah sedikitpun dari
sisiku
Suamiku aku merindukanmu -_-)
Entah karena letih atau apa belum sempat Yesa memperbarui statusnya. Ia sudah terlelap dalam mimpinya.
*******
Sebuah mobil sport hitam baru saja tiba
tepat di depan pintu masuk utama. Arya
turun dari mobil itu lalu berjalan memasuki
rumah di susul dengan Dani.
Pak Wan dan kedua pelayan terkejut saat
melihat orang yang baru saja tiba. Mereka
langsung berdiri dengan sigap dan
membungkukkan badannya.
" Tuan Muda." Pak Wan dan pelayan
lainnya menyambut kedatangannya.
" Tuan muda, maaf saya tidak mengira
jika anda akan pulang lebih
awal." Sambung Pak Wan. Merasa
bersalah ketika para pelayan masih ada
dalam rumah utama." Saya akan..."
" Tidak apa-apa." Memotong cepat,
menatap semua pelayan dengan
wajah datar." Bereskan saja tugasnya
habis itu semuanya boleh pergi."
" Baik tuan." Para pelayan melanjutkan
lagi tugasnya masing-masing.
" Dimana istriku? "
" Nona masih ada di dalam kamar
tuan." Sahut Pak Wan
Arya berjalan menaiki anak tangga menuju kamar, di ikuti dengan Pak Wan dan Dani.
Setelah sampai Arya masuk ke dalam kamar. Sedangkan Dani dan Pak Wan menghentikan langkahnya.
Menunggu sambil berdiri di depan pintu yang terbuka.
Arya terlihat mendekat lalu duduk
di samping istrinya yang tertidur.
Meraih hp di tangannya, lalu terkejut setelah mencerna tulisan dalam media sosialnya. Entah kenapa setelahnya ia menatap wajah Yesa penuh makna
Dasar bodoh
Tetaplah berjalan di sampingku agar kau melihatku
bangkit karena mu.
Arya menarik selimut, menyelimuti istrinya sampai ujung bahu dan tidak lupa ia mencium keningnya. Setelahnya ia berdiri dari duduk, melangkahkan kakinya keluar kamar.
" Apa ada sesuatu yang terjadi pada
Nona muda tuan ? '' Dani bertanya setelah Arya menutup pintu
" Tidak tahu kenapa melihatnya seperti itu, aku merasa ada yang tidak beres." Arya duduk di sofa dekat pintu kamar
Dani mengerutkan kening.
" Pak Wan ! bawakan aku kopi."
" Baik tuan." Sahut Pak Wan sekaligus
terkejut artinya Arya sudah memberinya
kepercayaan lagi
setelah beberapa tahun menghilang.
Pak Wan pun berjalan
menuju lantai bawah melakukan
tugasnya dengan hati-hati.
Setibanya di bawah ia di kejutkan dengan
celetukan dari para pelayan sambil melakukan tugasnya masing-masing.
'' Kamu benar mereka pasangan yang
sangat serasi." Pelayan satu menjawab
dengan cepat." Ya tuhan mimpi apa
aku semalam, bisa menatap wajah
tuan muda." Lanjutnya dengan
wajah berbunga
" Dia begitu tampan dan sangat
mempesona." Pelayan dua berapi-api,
sepertinya wajah Tuan muda masih
terbayang di kepalanya.
" Sungguh luar biasa, ya tuhan akhirnya
rasa ingin tahu ku
terbayar punah." Pelayan satu bahagia
seperti menerima anugerah saja.
Pelayan tiga dan empat hanya diam mendengar celetukan itu. Kesal karena tidak ada di tempat kejadian. Saat Tuan Muda menatap wajah mereka dengan mata telanjang.
" Berhentilah bicarakan Tuan dan
Nona muda, jika kalian masih ingin
bekerja disini." Hardik Pak Wan
Semua pelayan tercengang. Mereka langsung berbaris dengan rapi." Baik, Pak Wan maafkan kami." ujarnya sambil menundukkan kepala. Wajah bahagia langsung lenyap begitu saja. Bahkan seluruh tubuh mereka sudah gemetar.
" Selesaikan tugas kalian dalam waktu
satu jam." Ujar Pak Wan
" Baik Pak Wan, terimakasih." Dengan sigap
mereka bergegas melanjutkan kembali
tugasnya masing-masing tanpa ada yang bicara. Semua pelayan bernafas lega, setidaknya mereka masih di beri kesempatan.
Kali ini Pak Wan berjalan menuju lantai atas sambil membawa secangkir kopi di atas nampan.
" Ini kopi anda tuan muda." Ujar Pak Wan sambil
meletakan secangkir kopi di atas meja.
Setelahnya ia berjalan lagi menuju
lantai bawah melanjutkan tugasnya
mengawasi pelayan.
Arya meraih secangkir kopinya dan menyesapnya sedikit.
'' Saya sarankan sebaiknya anda memanggil
Dokter tuan." Ujar Dani setelah Arya selesai menceritakan tentang keanehan istrinya
pagi tadi.
" Benar juga, kenapa tidak terpikirkan
__ADS_1
oleh ku." Arya Meletakan kopinya
di atas meja." Dani kalau begitu kau
panggilkan Dokter."
" Baik tuan." Dani mengeluarkan hp
dari saku. Langsung melakukan panggilan
dengan Dokter.
Sementara Arya bangkit dari duduk, berjalan memasuki kamarnya. Gadis itu masih nampak terlelap dalam mimpinya. Setelah duduk di bibir tempat tidur. Arya mengulurkan tangannya, membelai pipi istrinya berulang-ulang. Membangunkannya dengan cara lembut.
Beberapa detik kemudian Yesa membuka
mata." Di siang hari begini, kenapa bisa
ada suamiku ?" Terkejut saat menatap
siapa yang duduk di sampingnya." Sepertinya
aku tidur terlalu lama, jadi aku
berhalusinasi." Mengucek mata
berulang kali. Ternyata sosok suami masih ada
di depannya. "Tidak ! Ini bukan halusinasi." Gumamnya dalam hati.
" Kamu sudah bangun." Arya menatap
Yesa dengan penuh kehangatan.
" Suamiku ! " Langsung duduk dari
tidur. " Bagaimana kamu bisa ada disini.
Bukankah pagi tadi kamu pergi ke kantor ? "
" Istriku " Arya tersenyum sambil membelai
rambut Yesa " Aku kembali lagi
hanya ingin melihatmu."
" Melihatku ? "
Suara ketukan pintu terdengar dari luar.
" Masuklah." Sahut Arya.
Suara pintu terbuka, seorang Dokter wanita tersenyum dan berjalan mendekat ke tempat tidur.
Yesa mengerutkan kening saat melihatnya.
Cantik. Siapa dia
Kenapa datang kesini
" Lama tidak bertemu sepupu ku." Dokter ini
menyapa sambil mengintimidasi tubuh
Arya dengan matanya, setelahnya ia bernafas
lega, wajah yang tadinya cemas pun
sudah lenyap begitu saja.
" Reisa bagaimana kabarmu?"
" Kabar ku baik. Setelah mendengar
kabar dari sekretaris mu aku buru-buru kesini
hanya ingin melihatmu, Apa kau sakit? Tapi kelihatanya kau baik-baik saja." Jelas Dokter
Reisa
" Bukan aku " Arya menatap Yesa dan
menepuk bahunya." Tapi istriku."
" Suamiku, siapa dia ? "
" Istriku, dia adalah
sepupuku sekaligus Dokter yang akan
memeriksa kesehatan mu."
Reisa duduk di bibir tempat
tidur menatap wajah Yesa dengan
hangat." Jadi ini istrimu." Reisa meraih
tubuh Yesa " Dia sangat
cantik, tubuhnya juga
sangat harum."
Dia juga sangat cantik dan tubuhnya juga
sangat harum, aku suka dengan aromanya
Begitu manis dan menggoda
Aku jadi ingin memakai aroma harum
seperti ini di tubuhku
Ya tuhan apa yang aku pikirkan
Batinnya setelah menerima pelukan
hangat dari Dokter Reisa.
" Terimakasih."
" Yesa, wajahmu sangat pucat.'' Reisa
menarik tangan Yesa dan memeriksa urat
nadinya." Apa ada keluhan? "
" Tidak ada keluhan
apapun, hanya saja belakangan ini aku
lebih sering buang air kecil."
Dokter Reisa membuka tas yang di
bawanya. Disana terdapat peralatan medis.
ia mengambil Tensimeter." Tekanan darahmu
sangat rendah. Ujarnya setelah memeriksa
tekanan darah pasiennya. " Apa belakangan
ini kamu mudah letih? " Reisa bicara sambil
menaruh kembali tensimeter, setelahnya ia mengambil stetoskop dalam tas.
Yesa mengangguk saja
" Sejak kapan? " Tanya Reisa sambil
menempelkan stetoskop itu pada bagian
dada serta punggung pasiennya.
" Entahlah, aku tidak begitu ingat." Sahut Yesa.
Entah kenapa Arya hanya diam sambil
memerhatikan istrinya saat di periksa
oleh Dokter Reisa.
Reisa mengambil lampu senter
kecil dalam tas.
lalu memeriksa tenggorokan
pasiennya." Apa kamu telat datang
bulan? " tanyanya lagi sambil mematikan
lampu senter dan menaruhnya kedalam
tas sesudahnya ia menatap Yesa lagi.
" Sepertinya begitu ? "
" Kapan terakhir datang bulan ? " Reisa bertanya lagi
" Mungkin sekitar tanggal 25 bulan yang lalu."
" Istriku, bukankah itu setelah kejadian kamu
pingsan di rumah ayahmu." Arya menimpali.
" Yesa itu artinya kamu sudah telat
dua minggu." Reisa tersenyum." Apa ada
rasa pusing atau mual saat mencium
aroma sesuatu? "
" Tidak."
" Kalau begitu, aku ingin memastikan
sesuatu." Reisa sambil mengambil
benda plastik dari dalam tas." Tuangkan sedikit air
__ADS_1
seni mu kedalam wadah ini." Yesa meraih
benda itu." Dan masukan sedikit bagian
testpack ini kedalam urine
mu." Lanjutnya lagi sambil menyerahkan
satu buah testpack padanya.
Arya mengerutkan kening.
" Baiklah." Yesa berjalan menuju kamar
mandi dan melakukan kata Dokter Reisa.
" Bagiamana menurutmu ? Apa
dia sakit? " Arya bertanya saat istrinya
sudah memasuki kamar mandi
cemas. Reisa menampakkan senyum
penuh makna.
" Aku rasa istrimu sedang hamil."
" Hamil ! " Terkejut sekaligus senang.
" Ini baru perkiraan ku saja, aku akan
memastikannya setelah istrimu
kembali membawa testpack itu.
Berdoalah semoga istrimu
benar-benar hamil."
" Begitu rupanya, ya tuhan aku mengharapkan istriku benar-benar hamil."
Reisa hanya senyum lalu diam sejenak
menatap wajah Arya dengan
serius." Omong-omong maaf karena
aku tidak hadir di acara pesta
pernikahanmu."
" Bukan masalah, lagi pula aku mengerti,
sebagai seorang Dokter kamu harus
profesional." Jelas Arya
singkat." Omong-omong bagaimana
kabar suami mu? "
" Dia baik-baik saja, dia juga menitipkan salam padamu."
Di saat mereka sedang asik mengobrol Yesa
muncul dari kamar mandi berjalan mendekat lalu duduk di tempat tidur sambil menyerahkan
testpack nya pada Dokter Reisa.
Setelahnya Dokter Reisa tersenyum saat
menatap dua garis merah pada benda itu.
" Ada apa ? " Arya menatap Reisa dengan
curiga
" Selamat, istrimu sedang hamil."
" Itu artinya aku akan jadi seorang
ayah." Sahut Arya dengan wajah
bahagianya
Reisa hanya senyum.
Tiba-tiba Arya memeluk istri di
sampingnya." Ya tuhan, terima kasih
karena sudah menjadikan ku bukan
hanya seorang suami,
tapi juga seorang ayah untuk calon
buah hatiku." Yesa hanya menangis dalam pelukannya." Istriku, Akan ku jaga kamu
dan calon buah hatiku dalam rahim mu
dengan sepenuh hati." Lanjutnya setelah
Yesa terlepas dari pelukannya.
" Terimakasih "
Arya meraba perut istrinya dengan
lembut." Tidak masalah seberapa lelahnya hari-hariku, aku akan selalu
menjagamu hingga saat mendengar
suara tangisan darimu suatu hari nanti.
Selamat datang di kehidupanku
anak ku sayang."
" Terimakasih sayang, aku sangat terharu mendengarnya."
" Yesa sayang, selamat atas
kehamilan mu." Ujar Reisa.
" Terima kasih Dokter."
" Jadilah ibu yang baik dengan menjaga
kesehatan calon bayi mu, sampai kamu melahirkannya."
" Baik, terimakasih Dokter, ini adalah
berita yang sangat menggembirakan
bagiku. Aku akan menjaganya dengan
sepenuh hati."
" Bagus." Ujar Reisa setelahnya ia
menuliskan resep pada vitamin untuk
kehamilan yang akan di berikan
pada Yesa." Kamu minumlah vitamin ini
sesuai aturan yang sudah aku tulis di
sini." Reisa menatap Yesa." Makanlah
makanan yang bergizi dan seimbang,
perbanyaklah minum air putih dan
tidurlah lebih awal."
" Baik."
" Yesa ini adalah kehamilan pertama
mu, aku sarankan sebaiknya kamu
menjauhi aktifitas yang dapat
membahayakan kehamilan
mu." Ujar Reisa lagi.
" Baik Dokter "
" Kamu dengar itu, kamu tidak perlu lagi
mengerjakan pekerjaan rumah. Biar Pak Wan
saja yang mengurusnya." Saran Arya pada
istrinya
" Baiklah, lagi pula belakangan ini aku sangat malas."
" Yesa datanglah ke rumah sakit
ku bulan depan, untuk
menjalani pemerikasaan kehamilan
mu secara rutin." Saran Reisa lagi.
" Kamu tenang saja, aku akan
menemaninya jika waktunya
tiba." Arya menyahut.
" Kamu memang sangat penyayang
pada istrimu." Reisa menatap Yesa." Lain kali
kamu jangan panggil aku Dokter panggil
aku kakak saja." Yesa tersenyum
__ADS_1
'' Terimakasih kakak."