PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
BUKU HARIAN IBU


__ADS_3


"Sebenarnya apa yang mau Kakak perlihatkan pada ku, hingga kita harus memasuki hutan sedalam ini."


" Karena aku menyimpan semuanya di rumah itu. Salah satu rumah peninggalan ibu mertua mu."


" Ibu mertua ku ?"


"Ya "


"Aku pikir rumah itu milik ayah ku, karena lokasinya berdekatan."


"Mereka berteman sejak kecil, dan rumah itu adalah rumah ibu mertua mu sebelum menikah."


"Jadi maskudnya, itu rumah Nenek dan Kakek suami ku ?"


"Benar, tapi mereka sudah lama tiada."


"Ya aku sudah tau tentang itu dari suami ku"


"Sampai mati pun suami mu takan pernah melupakannya. Dia di besarkan mereka."


"Benarkah ?"


"Mmm" Linda menganggukkan kepala


"Aku tidak menyangka ternyata ibu Manda lebih kejam dari yang aku tau. Tidak mau bertanggung jawab setelah merenggut kebahagiaannya. Melemparkan hak nya sebagai seorang ibu pada yang lebih tua. Pantas suami ku begitu membencinya."


Lalu bagaimana dengan mu


Apakah perasaan mu sama


halnya dengan ku.


Karena Ibu mu sudah lama


membuang mu. Untuk itulah aku


tidak mengerti


Wahai para orang tua. Jika tidak mau menanggung jawab masalah mu sendirian.


Seharusnya anak mu tidak perlu di lahirkan.


Aku muak mendengar anak terbengkalai karena perbuatan zina mu.


Linda menghela nafas dalam


"Kita sudah tiba."


Yesa menghentikan langkahnya


di depan rumah cukup megah.


Sementara Linda membuka pintunya


"Masuklah."


"Baik Kak "


Yesa berjalan memasuki rumah.


Dan betapa terkejutnya dia setelah melihat orang di dalam nya itu siapa.



Dery


"Duduklah" Dery menaruh gelasnya di meja


"Sejak kapan kamu ada di sini ?" Yesa bertanya saat sudah duduk si sofa


"Aku buru-buru kemari karena di undang teman lama ku"


"Maksud mu aku ?" Linda menunjuk dirinya lalu duduk di sofa


"Tentu, siapa lagi kalau bukan kamu. Kita adalah partner."


"Partner !" Linda tau itu maksudnya apa. Mereka bekerja sama. Agar Yesa memiliki ingatannya kembali yang terlewatkan. "Ah benar aku pikir kau sudah mengingatnya. Bikin malu saja."


"Kalau begitu bantulah aku agar aku mengingat semuanya."


"Hah ?"


"Meski itu akan berpengaruh pada kesehatan ku."Dery melanjutkan kata-katanya." Aku ingin tau semua kenangan itu. Semua kenangan yang terlupakan saat bersama mu."


Hening


Kenapa situasi mereka berubah menjadi canggung begini ? Kata Yesa dalam hati


Sementara Linda masih diam belum

__ADS_1


menjawab karena terkejut.


Selebihnya tidak peduli seberapa keras usaha mu. Ku rasa kau tidak perlu membuang banyak energi mu. Karena dia sudah terpikat pada mu.


Tiba-tiba kata Arya muncul di ingatannya


Artinya masa lalu biarkan berlalu.


Karena dia tertarik pada ku


Tanpa bersikeras mengingatnya


semua kenangan itu ?


Aaah aku benci mengakuinya bahwa


aku bodoh. Benar-benar bodoh !


"Ehem" Linda berdehem, berusaha mempertahankan mimik wajah " Selama kita bisa memulainya dari awal. Untuk apa bersikeras mengingat masa lalu. Benar kan ?"


"Benar aku setuju dengan Kakak." Yesa menimpali "Masa lalu biarlah berlalu, biarkan kenangan itu tetap indah pada masanya." tersenyum "Karena kita tidak tau apa yang kan terjadi di masa depan."


Wajah Linda tersipu malu mendengarnya.


Sedangkan Dery hanya tersenyum


"Lalu bagaimana dengan Kakak ipar ?" Dery bertanya "Setelah Kakak tau, apa yang terjadi di masa lalu. Apa Kakak akan menganggapnya hanya angin lewat ?"


"Masa lalu ku, itu maksudnya apa ? Aku tidak paham. Bukanlah kita sedang membicarakan masa lalu mu kan ?"


"Yesa, kamu juga memiliki masa lalu." Linda yang menjawab "Dan kami mau tau, kamu masih mengingatnya atau tidak. Dan ini adalah semua benda yang mau aku perlihatkan pada mu."


Linda meraih koper miliknya dan membukanya. Di keluarkan lah semua benda yang di sebutkan dan menaruhnya di meja.


Yesa menatap semua benda itu. Ada sebuah foto dirinya saat berusia lima tahun, sebuah kotak cincin beserta isinya dan terakhir buku harian peninggalan ibu kandungnya.


Yesa meraih foto dirinya


"Ini adalah foto ku saat berusia lima tahun ?" Yesa menatap Linda "Dan apa hubungannya dengan masa lalu ku ?"


Linda menyodorkan buku harian ibu kandungnya


"Sebelum kami menjelaskannya pada mu. Bacalah itu lebih dulu, sesudahnya kamu akan tau semuanya"


"Buku apa ini ?"


"Buku harian ibu kandung mu"


Yesa terkejut bola matanya berkaca


Di bukanya buku harian itu.


Tidak tau kapan hari dan tanggalnya


Yesa membaca dengan lekat di setiap lembarnya.


Lembar pertama


Hari ini aku bahagia karena ayah mengizinkan aku melakukan apapun yang aku mau. Terutama hobi ku. Mengambil gambar dengan camera digital. Dan berkat hobi ini aku berhasil menjadi seorang fotografer yang cukup terkenal di kota ku.


Lembar berikutnya


Hari ini aku tidak sengaja bertemu dengan anaknya teman Ayah ku dalam acara pesta pernikahan anak Paman. Karena dia sangat tampan, aku mengambil gambarnya dalam diam.


Lembar berikutnya


Hari ini aku tidak menyangka ternyata laki-laki tampan itu (John) adalah sahabat teman baik ku Sandra. Dia adalah putri dari teman Ayah ku. Darinya aku mengorek semua tentangnya.


Lembar berikutnya


Hari ini aku memutuskan pindah ke apartemen ku. Karena aku mau mempelajari seni Desain perhiasan dari Sandra. Meski aku tidak mengerti tapi aku suka. Karena maknanya yang indah.


Lembar berikutnya


Hari ini sungguh aku tidak menyangka ternyata dia suka pada ku juga. Aku tau itu dari Sandra. Katanya dia menitipkan salam pada ku. Hati ku berdegup kencang saat mendengarnya.


Lembar berikutnya


Hari ini Dia menyatakan cinta pada ku. Aku tidak bisa mengurai perasaan indah ku karena sangat bahagia.


Lembar berikutnya


Hari ini aku cemburu melihat dia terlalu dekat dengan Sandra. Mereka bertemu setiap hari. Dan aku tidak tau saat bertemu apa yang mereka lakukan sebenarnya.


Lembar berikutnya


Hari ini aku bertengkar hebat dengan kekasih ku. Dia tidak tau bahwa sebenarnya aku takut kehilangannya. Akhirnya kami berpisah sementara waktu karena mau menenangkan diri masing-masing.


Lembar berikutnya


Hari ini aku memberanikan diri membuat Desain sendiri. Semua perasaan ku tercurahkan di dalamnya

__ADS_1


Lembar berikutnya


Hari ini Sandra takjub melihat desain ku. Dia tau maknanya. Akhirnya kami berbaikan, dia meminta maaf pada ku lebih dulu. Menjelaskan bahwa mereka hanya berteman dekat dan tidak lebih dari itu.


Lembar berikutnya


Hari ini Mantan Kakak ipar (Manda) datang menemui ku. Dalam hati aku bertanya darimana dia tau apartemen ku. Padahal aku tidak begitu dekat dengannya. Aku tidak suka. Selain mengobrol tidak ada lagi yang kami lakukan dengannya. Setelah dia pergi entah kenapa aku merasa takut dalam hati ku.


Lembar berikutnya


Hari ini bahagia karena aku berhasil menanda tangani sebuah kontrak dengan Sandra. Tapi hati ku sedih karena belum berbaikan dengan kekasih ku.


Lembar berikutnya


Hari ini betapa terkejutnya hati ku saat aku tau, ternyata mantan Kakak ipar adalah teman masa kecil Sandra. Itu artinya umur mereka berdua adalah sama. Sedangkan aku berbeda umur tiga tahun. Dan di sinilah aku menyadari bahwa dia tau apartemen ku itu dari siapa.


Lembar berikutnya


Hari ini kami bertiga makan malam bersama. Membicarakan semua kenangan masa lalu. Termasuk masalah rumah tangga. Hanya aku satu-satunya orang yang belum menikah di sini. Jika dipikirkan ini benar-benar lucu ya. Yang satu bahagia membicarakan keluarga kecilnya. Yang satu bersedih karena sudah bercerai. Dan yang satu lagi entah apa harus di bicarakan karena masih jomblo. Aku malu aku tertawa saat mengingatnya.


Lembar berikutnya


Hari ini entah setan darimana yang merasukinya. Kekasih ku datang ke apartemen ku larut malam. Dia terlihat mabuk. Pandangannya meluluhkan jiwa. Seolah mau menghabisi ku dengan bibirnya. Tapi aku tidak mampu mengusirnya. Karena rindu. Dan tanpa sadar kami melakukan hal yang tidak senonoh.


Lembar berikutnya


Hari ini aku kecewa karena dia pergi meninggalkan ku. Seolah melupakan kejadian malam itu. Aku menyesal karena sudah menyerah diri kepadanya. Aku menyesal mencintainya. Aku menyesal aku rapuh.


Lembar berikutnya


Hari ini Sandra bicara pada ku bahwa dia terpaksa menunda merilis perhiasan dari desain yang aku ciptakan. Hati ku hancur berkeping saat mendengarnya. Aku langsung merobek semua kertas kontrak itu di depannya.


Lembar berikutnya


Hari ini aku memutuskan kembali ke rumah Ayah ku. Aku mau melupakan semuanya. Melupakan semua kenangan pahit yang aku alami saat bersamanya.


Lembar berikutnya


Hari ini betapa terkejutnya aku saat aku tau aku sedang hamil. Aku tidak tau apa yang harus aku perbuat. Aku takut Ayah ku mengetahuinya. Aku mencoba menggugurkan kandungan ku. Tapi usaha ku gagal karena di ketahui Kakak ku (Dalmiro). Aku menangis histeris dalam pelukannya. Dan memohon padanya jangan memberitahu Ayah ku semua yang aku alami.


Lembar berikutnya


Hari ini akhirnya yang takutkan benar-benar terjadi. Ayah ku murka melihat ku lalu menampar wajah ku. Dan ibu ku mengatakan aku sama halnya dengan ibu kandung ku. Wanita ****** yang di sebutkan membuat jantung ku sesak. Itu artinya aku adalah anak haram. Hahaha aku terbahak mendengarnya.


Lembar berikutnya


Hari ini Ayah ku meminta ku menyebutkan siapa nama laki-laki yang sudah berani menghamili ku. Karena benci lebih baik aku mati daripada harus menyebut namanya.


Lembar berikutnya


Hari ini masa kandungan ku hampir memasuki trimester terakhir, tapi Ayah ku tega mengusir ku. Dan menyuruh ku pergi menemui ibu kandung ku. Tapi aku tidak mau melakukannya.


Lembar berikutnya


Hari ini setelah sembilan bulan aku mengandung. Akhirnya aku bahagia melahirkan seorang anak perempuan cantik dari laki-laki bajingan itu di rumah. Karena malu.


Lembar berikutnya


Hari ini aku memakaikan kalung liontin ku pada anak ku. Sebagai tanda bahwa dia adalah anak laki-laki bajingan itu.


Lembar berikutnya


Hari ini Sandra dan suaminya datang ke rumah ini. Tapi aku tidak tau apa yang mau mereka lakukan. Aku tidak mau menemuinya. Dan aku tidak mau mereka tau bahwa aku melahirkan seorang anak di luar nikah. Aku terluka. Dan keluarga ku menutupnya.


Lembar berikutnya


Hari ini aku frustasi dan akhirnya aku memutusakan membawa pergi anak ku dari rumah ini. Aku muak melihat Ayah ku mengabaikan ku.


 


Dan berakhirlah semua cerita dalam buku harian ibunya. Tidak tau apa yang terjadi setelahnya. Dan tidak terasa buliran air mata menetes di pipi Yesa.


"Ini Artinya ibu ku sengaja


membuang ku bukan ?'' Yesa


bicara dengan nada lirih "Dan semua keluarga ku tau itu dari awal. Termasuk suami ku. Benar begitu ? Jika benar kenapa mereka menutupnya


rapat dari ku ?"


Semuanya belum ada yang berani menjawab karena takut ia pingsan lagi karena syok. Sampai akhirnya Arya datang tiba-tiba dengan tatapan yang tidak dapat di jelaskan.


Matilah aku


Seharusnya aku tidak boleh memasukan


tangan ku kedalam api.


Wajahnya terlihat sangar sekarang


Pandangannya menghancurkan jiwa.

__ADS_1


Seolah mau membakar ku hidup-hidup


Kaki Linda bergetar melihatnya


__ADS_2