PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
PERTEMUAN TAK TERDUGA 1


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan pekerjaannya.


Yesa sudah terlihat mengendari motornya di awal malam menuju tempat yang ia tinggali setiap hari. Baru saja tiba, dia sudah di kejutkan dengan sebuah mobil limo hitam terparkir rapih di depan kostnya.


"Mobil siapa ini ?" Yesa memarkirkan motor di sebelahnya, mengedarkan pandangannya


pada mobil berwarna hitam menyilaukan itu. Panjang sekali begitu katanya dalam hati. Tiba-tiba pintu mobilnya terbuka, seorang laki-laki memakai Blazer hitam turun dari sana.


"Maaf Nona, saya sudah menggangu kedatangan Anda, perkenalan nama saya Dani Sekretaris pribadi keluarga Tuan Hendra." Entah kenapa laki-laki itu langsung memperkenalkan diri dengan sopan.


Yesa terbelalak. Huh! Tuan Hendra ? Aku pernah mendengar nama itu sepertinya, tapi di mana. Begitu pikirnya. Ia bahkan tidak


ingat Icha bercerita tentang Hendra tadi pagi.


"Saya sengaja datang kemari untuk menjemput anda Nona " lanjut Dani dan masih tetap berdiri di posisinya


"Nona ? Menjemput ku? " Yesa tercengang, sambil menunjuk diri tidak percaya."Nona siapa yang Anda maksud Tuan ? maaf saya tidak paham." Bingung.


"Maksud saya, mohon izinkan saya membawa Anda pergi untuk mempertemukan Anda dengan Tuan Hendra, beliau ingin bicara secara langsung dengan Anda." Dani tersenyum ramah


Tuan Hendra ingin bicara denganku, siapa dia ? Aku mengenalnya juga tidak


"Maaf sepertinya Anda salah orang, saya tidak kenal dengan Tuan Hendra." Yesa menolak sopan

__ADS_1


"Saya rasa Anda sudah pernah melihatnya Nona, saya sarankan sebaiknya Anda


ikut dengan saya." Suara dan tatapan dinginnya seirama seperti orang yang sedang mengancam. Tidak seperti sebelumnya yang terlihat ramah dan sopan." Saya akan mempertemukan Anda dengan Tuan Hendra, beliau sangat ingin bicara dengan Anda secara langsung." Bahkan dia mengulangi kata-katanya. Membuat tengkuk Yesa bergidik ngeri mendengarnya


Ya Tuhan kenapa dia jadi mengancam ku sekarang. Jika aku tidak mau menuruti kata-katanya, apakah riwayat ku akan berakhir dengan tragis. Tidak ! Aku tidak mau.


"Baiklah, saya akan segera turuti semua kemauan Anda Tuan" Dasar bodoh, bagaimana bisa aku mengeluarkan kalimat yang menyerahkan diri begitu. Aku bergidik sendiri mendengarnya.


"Terima kasih, silahkan Anda masuk Nona " Dani tersenyum seraya membuka pintu mobil, meminta gadis itu segera masuk kedalamnya. Dengan berat hati Yesa melangkah pelan sambil berusaha menutupi rasa takut. Dani menutup pintu mobil kembali setelah Yesa sudah duduk di kursi penumpang. Dan akhirnya Dani membawa mobil itu bergerak cepat melintasi jalanan.


Selama di perjalanan Yesa memandang ke


luar kaca mobil sambil berpikir. Merasa ada kejanggalan dalam hatinya


Aneh kenapa orang ini mencari ku, ingin membawaku kemana dia, Apa aku berbuat salah ? Huh, m**ana mungkin jangankan kenal


Begitu isi dari kepalanya, berkeliaran kemana-mana Yesa menelan ludah.


Entah kenapa seluruh tubuhnya langsung berkeringat dingin ketakutan.


"Maaf tuan, Anda ingin membawa saya kemana ? Apa yang anda inginkan


dari saya sebenarnya ? Apakah anda ingin menjual saya ?" Yesa bertanya-tanya memecah kesunyian

__ADS_1


Sekretaris Dani terkejut menatap Yesa dari pantulan kaca spion dengan tajam. Ia heran karena ini kali pertama baginya bertemu dengan gadis polos seperti Yesa.


"Maaf Nona, saya akan membawa Anda


menuju kediaman Tuan Hendra yang terletak di Kota xxxx"


"Kediaman Tuan Hendra ! " Yesa terkejut


"Benar Anda tidak perlu takut, saya tidak


mungkin melakukan hal buruk seperti yang Anda pikirkan Nona."


Yesa tercengang, hebat juga orang ini, darimana dia tahu kalau pikiranku kemana-mana begitu gumamnya dalam hati.


"Syukurlah kalau begitu" Akhirnya Yesa menarik nafas lega, sedari tadi dia lelah, energinya sudah terkuras akibat memikirkan banyak hal.


Dani tersenyum


"Sebaiknya Anda minumlah, tempat di samping Anda ada beberapa minuman di dalamnya."


" Baik, terima kasih Tuan "


Tangan Yesa membuka kotak tempat penyimpanan di samping, matanya terkejut setelah melihat isinya, didalamnya terdapat beberapa air mineral kaleng botol bahkan sampai wine pun juga ada.

__ADS_1


Gila! Kenapa ada wine disini.


Yesa meraih sebotol air mineral, membuka tutupnya lalu meneguknya perlahan. Setelahnya ia hanya diam melihat pemandangan di luar kaca. Memandang kilauan lampu dari bangunan yang menjulang tinggi di pertengahan kota malam hingga tiba di tempat tujuan.


__ADS_2