PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
PERNIKAHAN


__ADS_3

Pernikahan yang di nantikan oleh keluarga Hendra sudah terwujud, senyum bahagianya tidak dapat di pungkiri. Tetesan demi tetesan air mata mengalir di pipinya.


Saat menyaksikan anak laki-laki dan gadis yang di sayanginya sudah menjadi sepasang suami istri yang sah. Ini adalah pernikahan yang menggemparkan seluruh Negara ini. Para wartawanpun tengah berlomba mengambil artikel terbaiknya.


Hari ini Yesa terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna biru langit yang di pakainya, dia berdiri di samping Arya suaminya. Saat itu Arya tengah mengenakan Jass hitam, sungguh membuatnya menjadi sangat tampan bagi kaum hawa. Sehingga para tamupun takjub melihatnya, pujian demi pujian muncul dibibirnya dan mendoakan agar sepasang suami istri itu dapat hidup bahagia.


" Yesa ! " Panggil seseorang yang tak jauh darinya


" Nenek ! "


Yesa terkejut dia setengah berlari mendekati Nenek kesayangan yang sudah membesarkannya. Gadis itu memeluknya dengan penuh kasih sayang. Tubuh Nenek yang begitu hangat mampu membuatnya meneteskan air mata. Selama ini dia sangat merindukan Neneknya.


" Maafkan aku Nek "


" Kenapa ? "


" Karena aku melakukan semua ini tanpa persetujuan Nenek."


Tangan Nenek membelai rambut Yesa dengan lembut." Nenek percaya, kamu melakukan semua ini hanya untuk melindungi Nenek, tapi percayalah saat ini Nenek sangat bahagia. Pesan Nenek, mulai saat ini kamu harus menjaga sikap dan kata katamu, terutama terhadap suamimu. Jangan sampai kamu membuatnya menyesal karena sudah menikahi kamu sayang."


Yesa mengangguk dalam pelukannya." Iya terimakasih Nek, aku pasti akan selalu ingat pesan Nenek."


" Nenek selalu mendoakan mu, agar kamu selalu hidup bahagia "


" Nenek, terimakasih atas jasamu, karena selama ini Nenek sudah merawat dan membesarkan ku dengan penuh kesabaran. Tanpa kasih sayang dari Nenek mungkin aku tidak akan hidup di dunia ini."


" Iya sayang, sudahlah jangan menangis seperti ini. Seharusnya kamu merasa bahagia." Sahut Nenek mencoba menenangkan hati cucunya.


Aku beruntung karena sudah menikah dengannya


Arya terpaku saat menatap wajah istrinya. Ia buru-buru angkat kaki dari tempat pelaminan mendekati mereka.


" Nenek " Arya memanggil dengan nada sopan


" Arya ! " Yesa terkejut, ia melepaskan pelukannya dan buru-buru menyapu air mata dengan menggunakan telapak tangannya." Nenek kenalkan ini adalah suamiku Arya."


Apa aku baru saja mendengar dia berkata suamiku, senangnya.


Arya tersenyum telinganya memerah dan sebagai


rasa hormat nya ia mencium punggung tangan Nenek." Salam, Nenek." Nenek tersenyum tangannya terulur mengelus kepalanya sebentar dengan sangat lembut." Nenek aku selalu mendengar tentangmu dari Yesa." Setelah bicara ia tersenyum dengan ramah.


" Sayang kamu terlihat sangat tampan, Yesa pasti sangat bahagia karena sudah menikah dengan mu." Nenek menatap Yesa " Benar kan Yesa ?"


Yesa mengangguk


" Terimakasih Nenek." Arya menampakkan senyum indahnya


Yesa tersenyum penuh makna

__ADS_1


Wahh Aku tidak percaya. Sepertinya bocah ini sungguh di didik dengan baik. Dia ramah dan sopan. Ternyata dia benar-benar seorang Tuan Muda dari kalangan atas


****


Serentak tepuk tangan diberikan oleh para tamu undangan ketika Hendra memasuki acara pesta.


" Terimakasih semuanya yang telah menghadiri pesta pernikahan putraku, semoga malam ini kalian bahagia, Arya silahkan "


Hendra mempersilahkan Arya untuk menyapa para tamu undangan.


Tepuk tanganpun kembali serentak di berikan oleh para tamu undangan. Senyum cerah muncul dari wajah keduanya


" Terimakasih, semoga hari ini semuanya bisa berbahagia, hari ini pesta pernikahan ku bersama istriku Yesa. Selain itu ada yang ingin aku umumkan kepada semua tamu yang hadir disini. Singkatnya saya Arya Hendra Saputra telah resmi menjadi Presdir jewelery internasional, saya dan ayah saya sudah merencanakan ini dalam waktu yang singkat, ayah terimakasih."


Hendra mengangguk


" Kamu putra pertama ayah, mulai saat ini, kamu yang mengelola semua usaha ayah "


" Terima kasih ayah " Arya tersenyum cerah


Tepuk tanganpun serentak di berikan oleh para tamu undangan


***


Di tengah acara pesta


" Kelihatannya orang-orang masih tetap


" Kau salah, mereka kini memihak


kedua anak ku "


" Ayah aku dengar, ayah mengundang ibu apakah ibu akan hadir ? "


" Itu masalahnya, alangkah baiknya jika ibumu hadir. Namun sayangnya dia tetap diam dan hanya bermain uang."


" Hmmh " Dery hanya mendengus


" Sudah lama tidak bertemu, kakak bagaimana kabarmu ? "


Sapa seorang tamu laki-laki dan asistennya menyapa Hendra sambil berjalan mendekat, Yang di sapa hanya menundukkan kepalanya lalu tersenyum ramah.


" Paman Lee, kami khawatir artikel tentang pemindahan saham, akan mempengaruhi kesehatanmu." Dery memulai percakapan hangat.


" Bagaimana aku bisa sakit, jika kalian sangat mengkhawatirkan ku seperti ini? " Lee menatap Hendra." Bagaimana kabarmu kakak ? Aku dengar kamu pernah mengalami insiden kecelakaan mobil, mengejutkan, aku pasti sudah melukai hatimu, karena tidak menjenguk mu."


" Tidak sama sekali, karena aku memilki dua anak di hati ku, mereka membuatku hangat di malam hari, bahkan saat ini aku sangat bahagia, menyaksikan anak pertama ku menikah dengan seorang gadis yang ku sayangi."


" Paman harus mencoba makanannya." Kata Dery ramah

__ADS_1


" Iya, tentu saja terimakasih " hormat Lee membungkukkan badannya, dan berbalik badan meninggalkan mereka.


" Selamat datang ketua John " sapa Dery


Hendra sangat bahagia melihat sahabat karibnya


itu datang menghadiri pesta pernikahan putranya, sekilas mereka berpelukan sambil tertawa.


" Bagaimana kabarmu ? " John bertanya sambil menepuk bahu Hendra


" Baik."


Seperti itulah sapa setiap tamu undangan di kalangan atas saling menyapa tak henti hentinya hingga acara berakhir.


*****


Ckre, ckrek ckrek, sebuah suara


berasal dari handphone Yesa.


" Bagus. Hihi " Ujar Yesa saat menatap layar hp.


" Apa yang kau lakukan ? " Arya bertanya


" Aku sedang berfoto, kamu mau berfoto berdua denganku ? "


" Ciih." Arya membuang muka


" Sial " Seketika Yesa menghentikan


ekspresinya.


Arya mengerutkan kening." Ada apa ? "


" Aku baru saja membuat ekspresi lucu


di depan ayah mu " Sahut Yesa saat sudah memalingkan wajahnya." Mata kami saling


bertemu barusan."


Arya melirik ayahnya sedang duduk sambil


menampakkan senyum cerahnya.


" Apa kamu malu ? "


" Tentu saja. Aku sangat malu."


Untuk pertama kalinya Yesa menampakkan wajah malunya di depan Arya, sampai kedua pipinya merona dengan merah

__ADS_1


Manisnya aku sudah tidak sabar


ingin mencium bibirnya yang tipis


__ADS_2