
Sebuah kafe saat jam istirahat di kantor.
Ada seorang wanita yang tengah sibuk memarkirkan motor kesayangannya. Baru saja tiba ia sudah berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kafe kelas atas itu.
Wanita itu setengah berlari menuju toilet sambil melirik jam di tangan " Apa ! " Terkejut saat melihat waktu hanya tersisa beberapa menit. " Kenapa waktu terasa begitu cepat sekali." Panik
" Dery ! " Tubuh gadis ini gemetar saat melihat laki-laki di hadapannya berjalan tanpa meliriknya itu siapa
Kenapa dia bisa ada di sini
Seharusnya yang aku temui itu adalah
kakaknya kan .
Tunggu ! Sepertinya ada yang salah denganku.
Linda mengedarkan pandangan pada penampilan dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Walaupun seluruh pakaian yang di gunakan berharga sangat fantastis. Tapi penampilannya seperti orang awam.
Sama sekali bukan seperti gadis yang terpandang
Gadis ini dulu tidak begitu.
Linda adalah putri satu-satunya dari keluarga Dalmiro. Dia terkenal sebagai Desainer ternama sangat anggun dan femimin layaknya perempuan bangsawan.
Entah karena ada masalah apa yang membuatnya menjadi begitu. Walupun perusahaan Ayahnya yakni Grop DM terkenal paling besar dan berpengaruh di Jerman. Ia menutupi diri dari media. Bahkan menggunakan nama lain ketika meluncurkan karya terbarunya.
Ya Tuhan matilah aku
" Aku tidak perduli pada mu." Begitu yang tersirat dari tatapan Dery cuek sekali. Tapi ketampanannya tidak memudar bahkan ketika ia sedang berjalan santai sekalipun.
Sudah lima belas tahun kita tidak bertemu
Dery apa aku masih tersirat di dalam
kenangan mu
Walaupun gadis ini masih menatapnya. Tatapan Dery masih lurus ke depan. Tidak perduli pada gadis yang sedang berpapasan dengannya siapa.
Sial dia mengabaikan ku begitu saja.
Linda menoleh ketika laki-laki itu sudah ada di belakang. Bibirnya tersenyum kecut. Kesal.
Benar ! Bagaimana mungkin aku berada dalam kenangan mu. Kau bahkan tidak mengingat ku sedikit pun. Bodoh ! Kenapa selama ini aku berharap lebih.
Ada apa dengan gadis itu. Berharap tidak di lihatnya tapi marah ketika Dery tidak menatapnya. Seperti ada kisah menarik di antara mereka dulu kala.
****
Sementara itu Di jam yang sama saat waktu
makan siang tepatnya di kediaman Arya.
Saat Yesa sedang turun menapaki anak
tangga menuju ruang makan.
Di sana sudah ada Arya dan Pak Wan yang
berdiri di samping meja makan menunggu kedatangannya.
Setelah tiba di meja makan." Wahh ini adalah.." Yesa terkejut pada semua makanan di atas meja sambil menduduki kursi yang sudah di tarik Pak Wan. " Suamiku kamu sendiri yang memasak
semua ini? "
Arya tersenyum. " Cobalah bagaimana
rasanya masakan ku ? "
Yesa meraih sendok makan
dan " Wuahh nikmat sekali rasanya." Puji Yesa
dengan mata berminarnya. Ini kali pertamanya ia mengunyah makanan yang begitu lumer dalam mulut." Suamiku terimakasih."
Arya tersenyum lagi.
Ya tuhan ini kali pertamanya suamiku
memasak untuk ku.
Aku tidak menyangka kemampuan
memasaknya begitu mengagumkan
" Istriku lain kali jika kamu inginkan
sesuatu dariku. Katakanlah jangan
menggunakan sikapmu yang
bertele-tele." Aku tidak pandai
memahami sikap wanita begitu arti
tatapan Arya.
" Apa maksudnya ? "
Jangan bilang dia tahu bahwa aku inginkan
dia tetap menemaniku meski dia
pergi ke kantor sekalipun.
" Istriku aku tahu saat ini.."
__ADS_1
Hp Arya di meja berdering tanda panggilan masuk.
" Ya ayah ada apa? " tanya Arya saat
menerima panggilan.
" Bocah tengik ! Aku dengar putriku
ku sedang mengandung
Kenapa kau tidak beritahu aku? " sahut
John di seberang sana.
Arya diam sejenak." Ayah sudah mendengar
kabar ini dari mana? " Nadanya terdengar
lemah dan wajahnya terlihat kecewa
Yesa hanya diam menyimak sambil
mengunyah makan siangnya saat itu.
" Apa kau hanya ingin tahu soal itu? " Sahut John
di seberang sana. Kesal.
" Maaf Ayah aku dan istriku baru
saja merencanakan ingin berkunjung
ke rumah mu setelah makan siang.
Dan memberimu kejutan bahwa
istriku sedang hamil, tapi nyatanya
ayah sudah tahu lebih dulu."
John pinjamkan handphone mu pada ku
" Anak nakal kenapa kau tidak
mengangkat telepon dariku. Aku menelpon
mu berkali-kali tadi." Kata Hendra kesal yang
menggebu.
Sepertinya John Hendra dan Sandra tengah berkumpul di suatu tempat saat mendengar
kabar baik itu, mereka memang selalu begitu
Meskipun sering mengalami konflik
persahabatan mereka sejak kecil tetap terjalin sampai saat ini mereka sudah menjadi satu keluarga benar-benar persahabatan yang indah.
Arya terkekeh." Maaf Ayah tadi aku sibuk
memasak. Jadi aku tidak tahu bahwa
Ayah menelpon ku."
" Anak ku. Kau tahu? Ayah dan ibu mu
sangat bahagia sekali saat mendengar
kabar baik ini. " Kata Hendra di seberang
sana
" Ya Ayah aku juga sangat bahagia."
" Kalau begitu kami tunggu kamu dan
istrimu di rumah Ayahmu." Kata Hendra
" Baik Ayah, beberapa saat lagi aku
dan istriku akan segera pergi
menemui mu." Arya menutup
panggilannya.
" Ada apa ? " Yesa bertanya setelah
meneguk sedikit air putih dalam
gelasnya.
" Ayah dan ibu ingin bertemu dengan mu."
****
VIP kafe
" Aneh. Kenapa dia belum datang ? Bukankah
tadi dia lebih dulu tiba disini kan." Kesal
Linda sudah menunggu hampir setengah jam. Laki-laki yang berpapasan dengannya tadi
tidak ada tempat.
__ADS_1
" Apa aku salah tempat ? " Linda melihat
pesan di hp. Memastikan tempat yang
ia kunjungi adalah benar. " Sepertinya ini memang benar tempatnya, tapi kenapa dia
belum datang juga? "
Linda meletakan hp ke dalam tas.
Meraih secangkir moccachino di atas
meja dan menghisapnya.
Dery apa kau tahu. Sampai saat ini aku tidak
pernah bisa melupakan masa kecil kita.
Suara pintu terbuka tampaklah sosok
laki-laki di dalam pikirannya datang
di susul dengan Dani.
Gadis ini buru-buru meletakan
cangkirnya kembali di atas meja lalu
bangkit dari duduknya.
" Selamat datang wakil Presdir." Sapa Linda.
Dery tersenyum
Dugaan ku benar. Dia datang sendiri.
Penampilannya sangat berbeda dengan yang tadi. Sama-sama terlihat cantik dan manis menurutku.
Benar-benar penyamaran yang sempurna .
Tapi kenapa perasaanku tidak asing saat melihat dia menampakkan samarannya.
" Maaf sudah membuat anda
menunggu lama Nona Linda." Sahut Dery
sambil mengulurkan
tangannya." Aku mewakili kakak ku
untuk bertemu dengan mu."
Linda meraih tangan Dery." Tidak apa-apa, mari silahkan duduk." Ia mempersilahkan Dery duduk dengan sopan. Dery pun duduk di kursi yang
sudah di tarik sekretaris Dani.
" Kamu datang sendiri ? "
" Ya " Sahut Linda sambil menampakan
senyum manisnya." Aku sudah biasa
datang sendiri."
Dery mengangguk." Begitu ya "
Brengsek kau tidak pura-pura lupa
padaku kan. Begitu arti dari senyum
manis Linda.
Dani meletakan berkas di atas meja.
Dery meraih berkas itu.
" Nona Linda ini adalah Desain dari anda
yang sudah di setujui kakak ku." Linda menatap Desain itu." Menurut kami Desain ini sangat cocok untuk kaum muda dan trend masa kini."
" Terimakasih karena perusahaan anda sudah mempercayai Desain saya." Sahut Linda. Lalu ia menyerahkan berkas yang ia bawa sejak awal." Kita langsung saja ini adalah data peluncuran dan data perkiraan hasil pemasaran sesuai dengan permintaan anda."
Dery mengangguk
" Dari data ini bisa di lihat operasional pemasaran kami dengan Grop TM pada kuartal sebelumnya berjalan dengan baik. Peluncuran Desain kami telah meningkatkan keuntungan saham mencapai 10%. Akan tetapi jika anda ingin meningkatkan beberapa persen lagi, maka perlu peningkatkan makna kriteria dalam masing-masing Desain."
Dery hanya mengangguk sekaligus
menyimak dengan seksama
Dan seterusnya perbincangan tentang peluncuran beserta pemasaranpun berlangsung hingga selesai
****
-
-
-
Maaf baru up sekarang dan cuma sedikit lagi. Tapi aku akan berusaha rajin update.
Terimakasih yang sudah membaca dan mendukung novel ku Walaupun ceritanya agak mirip sama Drakor.
Maaf juga karena aku belum berpengalaman menulis dan hanya iseng semata jadi begini deh ceritanya ngawur kemana-mana. ^-^
__ADS_1