PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
BAIK AYAH


__ADS_3

Sebuah mobil sport berhenti di depan restauran mewah berkelas, dua sosok laki laki tampan turun dari mobil itu. Penampilan mereka sungguh sempurna. Senyum indah pun muncul saat mereka di serbu oleh para wartawan saat berlomba-lomba untuk artikel terbaiknya. Dua laki-laki itu melangkahkan kaki memasuki restauran. Saat tiba disana mereka mendapati sosok orang tua sedang duduk menunggu kedatangannya di ruangan VIP. Sekeretaris Dani berdiri di sampingnya.


"Ayo, kita pergi nonton bersama lain kali." Hendra memulai percakapan sebelum pesanan makan malam tiba


"Akan sangat menyenangkan jika kita harus berbicara satu sama lain dan berfoto." Dery bicara


Hendra tertawa


"Baiklah, kita akan lakukan itu lain kali. Akan sangat menyenangkan menghirup udara luar bersama keluarga. Dani !"


"Ya Tuan." Dengan sigap Dani menjawab.


"Bagaimana kabar gadis yang akan dinikahi Arya ?"


"Tuan Besar, Anda hanya tingga perlu menentukan tanggalnya. Setelahnya undangannya akan segera di sebarkan." Dani bicara dengan nada sopan


Hendra mengangguk


"Tuan Muda Arya, tolong kirimkan saya jadwal Anda, saya akan merencanakan tempatnya."


"Dani, biarkan aku yang melakukannya, jika waktunya sudah tiba. Kamu tidak perlu membuang energi mu."


"Sudah saatnya kamu menikah, kamu perlu membuat keluargamu sendiri. Dengan begitu kamu akan mengelola bisnis perusahaan dengan lebih baik. Dua minggu lagi akan ada pertemuan pemegang saham. Kalian berdua harus hadir, untuk mendiskusikan apakah putraku Arya akan menduduki posisi Presdir atau tidak." Ujar Hendra


Arya tercengang "Apa maksudnya itu ?"


Dery hanya tersenyum mendengarnya.


"Semua orang yang terpercaya, bahkan orang yang mengikuti ku selama bertahun tahun. Ini adalah kesempatan bagiku untuk menunjukan pada mereka, bahwa aku telah memberikan kepercayaanku padamu." Jelas Hendra


"Lalu bagaimana denganku? Ayah aku masih muda bahkan ayah sendiri yang memperlakukan ku seperti anak kecil.Tapi sekarang aku harus memegang posisi sebagai Presdir. Kenapa Ayah melakukan ini padaku ?'' Arya bertanya lagi


"Aku sudah mengatakannya berkali-kali,


ini adalah perusahaan mu. Tapi kamu tetap bertindak seperti perusahaan ini hanya milik ku. Aku sudah mengatakan hal ini sebelumnya pada mereka. Aku akan memberikan perusahaan ku kepada kedua anak ku yang lebih baik." Hendra menjelaskan


"Apakah itu alasannya, kenapa Ayah ingin membuat aku menjadi pemegang saham


utama ?" Arya bertanya lagi dengan nada sinis


Hendra diam tidak menjawab


"Maksud Ayah, jadi pertemuan keluarga yang berikutnya adalah pemegang saham." Dery menimpali


"Benar." Hendra menjawab cepat


"Maksud Ayah, Jadi sekarang aku sudah memiliki saham mu. Baiklah Ayah jika itu

__ADS_1


keinginan mu. Aku akan menerimanya, terimakasih Ayah." Ujar Arya tulus. Tapi entah karena ada apa mimiknya berbeda dengan isi hatinya. Seolah memikirkan sesuatu yang lain.


Hendra menarik nafas lega."Jangan sungkan, aku melakukan ini hanya untuk menunjukan diriku sebagai ayah yang baik."


"Baik ayah kami mengerti." Dery bicara


Saat pesanan makan malam tiba, Dani berjalan ke luar dan berdiri di depan pintu VIP.


Nona Yesa anda memang hebat, Anda sudah berhasil membuat kedua putra Tuan Besar menjadi hangat. Ketua Hendra sudah mendapatkan kebahagiaan seperti ini karena Anda.


*****


Acara makan malam sudah selesai, Dery beserta Hendra sudah pergi meninggalkan ruangan VIP tinggallah Dani dan Arya masih tetap di ruangan itu.


"Dani aku ingin bicara."


"Silahkan Tuan." Hormat dani menundukkan kepalanya.


"Apakah kau yang sudah merencanakan pertemuan tentang pemegang saham itu ?" Arya bertanya dengan sorot mata sangat dingin


"Benar Tuan Muda, Anda adalah calon Presdir "


Arya menarik kerah kemeja Dani." Apakah ini yang di janjikan oleh Ayahku. Apakah kau dan Ayahku sudah merencanakan ini sebelumnya dan menusuk ku dari belakang."


Ada apa dengan Anda Tuan Muda, seharusnya Anda senang ketika mendapati posisi itu.


Rasanya ingin Dani lontarkan kalimat panjang itu. Tapi saat menatap raut wajah Arya yang sudah murka ia membuang pertanyaan itu jauh-jauh.


"Dani bukankah kau sangat tahu apa yang aku takutkan. Bagaimana kau bisa, melakukan ini padaku?" Arya menurunkan tangannya


"Saya tahu Tuan, Anda tidak ingin menarik perhatian mantan Ibu tiri Anda "


"Lalu kenapa kau melakukan ini ?"


"Semua yang di lakukan Ayah Anda, adalah untuk kebaikan Anda, saya yakin Ibu tiri Anda tidak akan berani lagi menyentuh Ibu kandung Anda Tuan Muda."


Brakk, Arya mengebrak meja


"Apa kau benar-benar yakin, wanita licik itu tidak akan berani lagi menyentuh Ibuku sedikitpun ? "


"Benar Tuan Muda, saya akan pastikan, itu tidak akan pernah terjadi."


"Cih! Kau harus pegang janjimu itu Dani."


Setelah mengeluarkan kalimat itu Arya membuang muka. Lalu berjalan meninggalkan ruangan itu, sekretaris Dani mengikuti langkahnya dari belakang.


Tuan Muda suatu saat Anda akan tahu. Selama ini Ayah Anda sudah merencanakan hal ini dengan hati-hati demi kebahagiaan Anda bersama Nona Yesa

__ADS_1


****


Kediaman Arya saat sudah selesai makan malam.


"Yesa, meski kamu harus menikah dengan kakak ku, apa kamu tidak apa-apa?" Dery bertanya seraya meletakan secangkir kopi di atas meja taman, gadis itu hanya menghirup udara malam


"Semula aku membuat kesalahan kecil, tapi untungnya itu sudah berlalu, tanpa dia menyadarinya. Selain itu aku merasa ini lebih baik dari pada aku harus menolaknya. Jadi aku baik-baik saja."


"Kamu baik-baik saja !" Yesa mengangguk." Jika itu nyaman untukmu, mungkin aku seharusnya merasa lega." Setelah bicara Dery memberi sorot mata hangat


"Ahh, Dery apa kemarin kamu baik-baik saja ? Saat ... "


"Saat aku di abaikan oleh wanita itu ?" Dery memotong cepat. "Apa kamu khawatir soal itu ? "


Yesa mengangguk."Saat mendengar ceritamu waktu itu, aku lihat kamu merasa lelah dan kecewa. Sejujurnya aku merasa prihatin."


"Sekarang tidak apa, waktu itu aku kecewa karena dia bersama laki-laki lain. Tapi sepertinya dia tidak serius dengan laki-laki itu. jadi.. aku merasa lega."


"Untuk orang tampan dan baik sepertimu, dia pasti akan menyesali perbuatannya."


"Benarkah! Aku akan mempercayaimu, ucapanmu barusan jangan di lupakan, kamu tidak boleh menariknya kembali."


"Iya, aku berjanji."


"Bagus, kalau begitu apa kau mau minum kopi di taman bersama ku ?"


"Ya tentu saja hehe.." Sahut Yesa sambil nyengir "Ahh aku ingat, ada kacang almond di kamarku, aku akan bawa kemari."


"Baiklah, aku menunggumu."


"Iya"


Sementara itu, saat Arya melihat Yesa dan Dery sedang berbincang, sorot matanya tidak suka Ia membuka pintu kulkas dan menuangkan minuman dingin dari boto ke dalam gelasnya. Setelahnya ia menatap gadis itu melangkah menuju ke arahnya.


"Arya, apa kamu mau bergabung dengan ku dan Dery, untuk minum kopi bersama di taman ?" Yesa bertanya saat sudah berpapasan dengan Arya


"Cih ! Aku dengar kamu begitu dekat dengan Adik ku dan sepertinya memang benar. Kenapa kamu tidak menjadi asistennya saja, daripada harus menjadi asistenku.'' Arya bertanya sambil meremehkan dengan senyumannya.


"Dery itu adalah putra Tuan Hendra " Sahut Yesa santai


"Begitu rupanya." Arya tersenyum sinis


"Ahh tunggu." Yesa berbalik melihat Arya saat mau melangkah." Arya kamu juga putra Tuan Hendra." Ucapnya dengan rasa bersalah


"Ya itu memang benar, kamu juga putri kesayangan Tuan Hendra, Yesa kamu harus ingat, setelah kontrak tiga bulan mu berakhir. Kamu akan menjadi istriku karena kita akan segera menikah. Jadi jagalah sikap mu saat bersama dengan laki-laki lain."


"Hehe,, Benar juga." Sahut Yesa sambil nyengir tanpa berpikir panjang, setelahnya ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.

__ADS_1


Arya hanya diam menatap punggung Yesa dari belakang seraya meneguk cepat satu gelas air dingin di tangannya geram.


Kamu juga putra Tuan Hendra ! Setelah kupikirkan, Sejak kapan aku mulai akur bersama ayahku ? bahkan perasaanku biasa saja saat ayah selalu mengaturku. Begitu pikirnya


__ADS_2