PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
PAGI YANG MENYENANGKAN


__ADS_3

Pagi hari Yesa membuka mata, perlahan. Bibir tipisnya tersenyum sambil menatap wajah suaminya yang masih tidur. Lalu sedikit demi sedikit dia memindahkan tangan yang melingkar di bahunya


Setelah berhasil dia duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur. Menarik selimut menutup tubuhnya yang sudah dipenuhi dengan warna merah.


"Pertama kalinya aku terbangun di jam segini, ini terlalu siang bagiku." Ujarnya setelah melirik jam di samping tempat tidur.


Pandangannya beralih pada wajah suaminya. Memandang wajah dinginnya lebih lekat dan lekat. Di belainya wajah tampan itu dengan usapan lembut penuh kasih sayang ''Lucunya.. Kenapa wajahmu bisa setampan ini."


Istriku, aku mencintaimu


Sekilas Yesa teringat dengan peristiwa malam pertamanya


"Apa dia benar-benar mencintaiku?"


Yesa meraih handphonenya yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur. Menekan aplikasi media sosial. Mengetikan update statusnya.


Sebelumnya, aku benar-benar tidak tahu apa yang disebut dengan cinta dan. Ternyata cinta itulah yang datang sendiri kepadaku, tanpa sempat aku berpikir untuk mencarinya. Arya suamiku, telah membuatku tersadar, bahwa ke indahan sejati bukanlah yang terlihat pada kulit luarnya.


Suamiku aku mencintaimu ^^,)


Seperti itulah kata-katanya. Dia sudah meng-upload sebuah foto pernikahan di media sosialnya dan berhasil memperbarui statusnya. Beberapa menit kemudian komentar di statusnya berderet. Ia menahan gelak sendiri kenapa bisa muncul secepat itu, lucu semua lagi. Baru saja ia mau membalas komentarnya.


Tiba-tiba.


"Istriku, kamu sedang apa?" Arya melingkarkan tangan di bahu Yesa, dagunya menempel pipinya bersentuhan


"Aku mau membalas komentar pada foto pernikahan kita di media sosial ku, suamiku lihat ini." Mendekatkan layar hp, agar suaminya bisa melihat fotonya dengan jelas. "Lucu ya hihi. Lubang hidung mu terlihat besar di foto ini " Yesa melanjutkan kalimatnya


"Kau !" Belum sempat Yesa mengetik kalimatnya, daun telinganya sudah digigit suaminya karena gemas. Lidahnya yang bergoyang dileher membuat darahnya langsung mengalir cepat di kepalanya, pikirannya kosong, kakinya bergetar.


"Suamiku cukup, ini sudah siang, bukankah tadi malam kamu bilang hari ini akan ada pemotretan."


"Benar juga." Arya berhenti dengan wajah kikuk sedangkan Yesa buru-buru menaruh hp nya kembali di atas meja.


"Ada apa?"


Yesa terkekeh

__ADS_1


"Aku pikir sepertinya wajah mu berubah barusan, tapi nyatanya matamu masih tetap dingin seperti ini." Arya mengerutkan keningnya tatapannya tajam."Huh!"


Ya tuhan kenapa jantung berdebar kencang


"Apa kau sedang menggoda ku?" Yesa membuang muka malu


"Ti- tidak! Siapa bilang aku menggoda mu?"


Melihat telinga istrinya yang memerah Arya tersenyum nakal, lalu meraih dagunya sampai mendongak tapi punggungnya masih membelakanginya. Dia cium bibirnya dengan sangat lembut lalu berpindah di tengkuknya. Sesekali dia julurkan lidahnya sambil cium cium.


"Suamiku cukup ! Ini sudah siang kita akan terlambat." Kata Yesa sambil menahan geli namun nikmat itu.


Arya tidak menggubris tangannya mulai merayap entah kemana. Selang beberapa menit Ia melepaskan kecupannya dan mendekatkan bibir di belakang telinga. "Tidak apa-apa, kita bisa bermain dengan cepat." Ia berbisik lembut


Bermain


"Apa itu?" Arya tersenyum dengan nakal lalu menurunkan tangannya menerobos daerah kewanitaannya.


Tidak! Jika dia seperti ini terus. Aku tidak bisa menahan diri lagi. Aaah! Jangan disitu.


"Suamiku, aku bilang cukup!"


Yesa diam tidak mau menjawab. Nafas dan suara desahannya terdengar saling memburu. Suhu tubuhnya semakin meningkat, seolah meminta di lanjutkan lagi dan lagi.


Arya tersenyum nakal lagi, tangannya bergerak mendorong tubuh Yesa agar merangkak, memunggunginya di atas tempat tidur. Sementara Arya berlutut di belakangnya. Dia tarik pinggang istrinya agar mendekat di pahanya.


"Istriku jangan bergerak."


Aaah !


"Suamiku ini sudah siang, aku mohon lepaskan aku..."


Aah!


"Maaf aku tidak bisa, itu sebabnya kita sangat terlambat."


"Hen..tikaaan."

__ADS_1


Ah!


"Hentikan!" Arya berhenti sebentar tapi badannya masih menempel di punggungnya mendekat bibir di belakang telinga lalu berbisik "Maksudmu bukankah ini sangat.... menyenangkan."


Yesa menutup mulut dengan tangannya


Tidak ! Aku tidak percaya, ternyata dia laki-laki yang seperti ini. Aah sakit ! lebih lembut sedikit. Tapi kenapa tiba-tiba kepala ku jadi pusing, Aku merasa...


Dan akhirnya Arya tersenyum melihat pinggang istrinya yang sudah bergoyang mengikuti irama hentakkannya. Seluruh tubuhnya berkeringat menandakan kenikmatan yang hakiki.


Rintihanpun terdengar hingga...


******


Di meja makan saat sarapan pagi bersama keluarga.


"Ayah, setelah kami pulang dari pemotretan. Aku dan istriku ingin berkunjung ke salah satu vila kita di Bali." Arya memulai percakapan.


"Hahaha" Hendra hanya menjawabnya dengan tertawa bahagia


"Sepertinya, Kakak ingin berbulan madu disana." Dery menimpali.


Melihat senyum yang meledek Yesa mencubit pinggangnya, membuatnya berteriak tanpa mengeluarkan suara. Hendra tersenyum, sedangkan Arya telinganya memerah.


"Apa ayah dan adik ipar akan ikut bersama kami?"


Secepat kilat ketiga orang itu menghentikan suapan nasinya yang nyaris mendekat dimulutnya masing-masing. Pandangannya saling bertemu.


Untuk pertama kalinya aku merasa Kakak iparku ini sangat bodoh.


Hendra tertawa lagi."Putriku kami tidak akan mengganggu kebahagiaan mu."


Putriku ! Ingin sekali rasanya aku menangis. Ini kali pertamanya aku mendengar kata itu dari seseorang. Meskipun dia adalah ayah mertua ku. Tapi sungguh aku merasa sangat bahagia.


"Kakak ipar, sebenarnya aku ingin ikut tapi.... " Dery tidak mau melanjutkan kalimatnya saat Arya memberinya pandangan isyarat mata.


"Istriku, cepat habiskan sarapan mu. kita sudah sangat terlambat." Arya berbisik

__ADS_1


"Baiklah."


Ayah ibu Ini pertama kalinya aku merasakan kebahagian dan kehangatan bersama keluarga. Semoga kalian ikut merasa bahagia di atas sana


__ADS_2