PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
MALAM HARI PART 1


__ADS_3

Meja makan terdapat beberapa makanan mewah yang sudah di hidangkan Yesa dengan rapih. Sekarang ia terlihat sedang meletakkan piring kosongnya. Tidak berapa lama Dery datang tiba-tiba, menarik kursi lalu duduk sambil memberikan senyuman hangat padanya


"Apa kamu yang memasak semua makanan dimeja ini ?"Dery bertanya setelah mengedarkan pandanganya pada makanan di atas meja.


"Iya Tuan Muda "


"Aku sudah bilang, kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan. Tuan Muda begitu, sebut namaku saja." Ujar Dery dengan nada tidak suka.


"Ahh aku lupa. Baiklah Dery hehe"


"Kenapa kamu berdiri disitu, kemarilah." Menepuk pelan kursi kosong disebelahnya. "Temani aku makan disini." Dery melanjutkan


"Baik, tunggu sebentar, aku ingin memanggil Arya dulu di atas."


"Arya ?" Dery terkejut, selama ini ia selalu memahami situasi, bahwa Yesa memang di khususkan untuk melayani Kakaknya. Tapi kali


ini lain lagi ceritanya. Kenapa memanggilnya dengan sebutan Namanya. Begitu pikirnya di akhiri dengan senyuman. Sepertinya ada suatu hal telah terlewatkan" Baiklah aku mengerti, sebaiknya kamu panggil Kakak ku lebih dulu."


"Baik.''


Belum sempat Yesa melangkah, Arya sudah lebih dulu turun dari tangga. Bibirnya tersenyum saat Arya berjalan hampir berdekatan dengan meja makan.


"Selamat datang Arya." Menarik kursi mempersilahkan Tuan mudanya duduk dengan sopan.


"Cih," Arya Membuang muka." ini seperti aku Tuan muda yang selalu ingin dilayani saja. Kau duduklah disitu aku bisa melakukanya sendiri." Ia menolak kakinya berjalan melewati Yesa. Menarik kursi lalu duduk di depannya.

__ADS_1


"Ahh baiklah " Sahut Yesa lalu menduduki kursi yang sudah ditariknya. Bersebelahan dengan Dery


"Kakak makanan ini sangat nikmat ya rasanya." Dery memuji memecah keheningan yang tercipta.


"Cih, setidaknya dia sudah berusaha keras." Sahut Arya dingin sambil memotong makanan dipiringnya.


"Dia sungguh hebat dan gigih bukan. Sepertinya aku mulai suka dengan dia. Belakangan ini dia menjadi lebih hangat daripada sebelumnya.''


Arya hanya tersenyum dingin


Yesa tidak begitu mendengarkan apa yang di bicarakan kedua Tuan Mudanya. Tidak perduli Begitu sikapnya jika sudah bertemu dengan makanan favoritnya.


"Kakak, kamu suka gadis tipe yang seperti ini bukan ? Itu yang pernah Kakak katakan."


"Aku tidak pernah berkata begitu." Arya menyangkal cepat." Dan aku tidak menyukainya."


"Entahlah apa menurutmu dia sangat cantik ?" Arya memang bertanya, tapi matanya tertuju pada bibir Yesa


"Ahh kakak, apa matamu buta? menurutku dia sangat cantik dan lucu. Aku dengar Kakak


sudah menolongnya dari tenggelam."


Arya hanya diam melihat wajah Yesa. Pandangannya masih tertuju pada bibir tipisnya. Yang sudah dibanjiri dengan bumbu makanan. Gadis itu tidak peduli jika Arya memandangnya dengan lekat seolah mau menyekanya dengan bibirnya.


"Kalau kakak tidak suka dia, lalu wanita seperti apa yang kakak suka? Dery melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"Yesa." Karena sudah tidak tahan melihatnya akhirnya Arya memanggil sambil menggigit sendokyna.


"Huh !" Dery malah tercengang, sekaligus tersadar kalau Arya sama sekali tidak menggubris ocehannya. Entalah benar atau tidaknya mungkin saja itu adalah jawaban Arya Begitu pikirnya.


"Yesa !" Nada suaranya terdengar meninggi kerena panggilan pertamanya tidak membuat gadis itu berekasi. Dery dan Yesa sampai menoleh secara bersamaan ke arah wajahnya setelah mendengarnya.


"Iya" Si Yesa baru menyahut.


"Kamu jorok" Menunjuk bibir Yesa dengan sendoknya." Dan bersihkan sekarang juga. Itu sangat menganggu ku.'' Ujarnya sinis


"Oh. Maaf " Yesa mengusap bibir dengan punggung tangannya


Dery menatap Arya sambil terkekeh


Sepertinya Kakak belum menyadari bahwa Kakak sudah menyukainya ya. Kalau begitu Akan kubantu membuatmu tersadar dengan perasaanmu sendiri Kakak.


"Itu masih ada " Ujar Dery sambil menunjuk bibir Yesa dengan cara yang sama seperti Arya


"Benarkah ?" Buru-buru mengusap bibirnya kembali dengan cara yang sama. Tanpa sadar Dery terlihat ingin menyentuh bibirnya. Namun berhenti setelah Arya melempar selembar tisu makan ke arah wajahnya. Geram.


"Gunakan itu, kau membuat ku kehilangan selera makan." Arya Bangun dari duduk lalu melangkahkan kaki meninggalkan meja makan


"Maafkan aku." Yesa membersihkan bibirnya dengan tisu makan yang sudah di lempar dari tangan Arya barusan.


Kenapa dia hanya makan sedikit. Apa masakan ku tidak enak.

__ADS_1


Sementara Dery tersenyum menatap Arya saat sudah berjalan meninggalkan meja makan. Seolah menemukan jawaban yang ia mau


__ADS_2