PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY
ACARA AMAL BERGENGSI


__ADS_3

Di rumah Icha


Sepeninggal Yesa dan suaminya. Icha membuka kotak berwarna hitam yang di hiasi satu buah pita kecil berwarna biru.


" Ya Tuhan, indah sekali kalung ini." Icha takjub setelah menatap isi dalam kotak.


Disana terdapat Kalung yang dibuat dari 34 berlian asli yang dipotong dan dirangkai dengan emas dan perak. Dan diberikan sebagai hadiah oleh Yesa kepada sahabat karibnya Icha dengan cuma-cuma


Tangan Icha gemetar saat menyentuh kalung itu, dia tidak menyangka bahwa sahabat karibnya itu memberikan hadiah yang begitu istimewa di dunia ini baginya. Hingga membuatnya menitikkan air mata.


Hadiah terindah yang pernah kuperoleh selama hidupku adalah dirimu, karenanya aku akan menjaga persahabatan ini sebaik yang aku bisa.


Bukan masalah hadiah yang mahal atau berharga, karena kehadiran mu sejatinya merupakan hadiah yang tidak tergantikan.


Begitu kalimat yang tertulis dalam satu buah kartu kecil berwarna putih. Setelah Icha membacanya di situlah dia menyadari, bahwa beberapa orang menganggap rasa sayang hanya sementara, mereka tidak sadar bahwa masalah hati bukan soal uang dan hadiah, tapi rasa peduli dan komitmen.


****


Malam hari


Di tengah kesibukkannya, John dan Dery mereka tetap bisa menyeimbangkan sisi sosial dalam kehidupannya. Tepat malam hari di waktu setempat, John dan Dery menghadiri sebuah acara amal bergengsi yang memfokuskan bantuan untuk anak-anak membutuhkan yang menderita penyakit tertentu.


Acara amal yang dihadiri oleh kaum sosialita ini. Terdiri dari Para Pejabat Negara, selebriti dan Miliarder dunia. Acara amal tersebut diberi nama Believe In Magic Cinderella Ball.


Saat itu John dan Dery kompakkan menggunakan Tailored-suit berwarna senada. Para wartawan menyerbu mereka untuk mengambil gambar terbaiknya saat mereka berjalan melalui karpet merah.


Suasana acara amal yang di adakan di Hotel Grand Ballroom milik Hendra sangat meriah dan penuh kehangatan. Di sana terdapat meja bundar beserta tempat duduk khusus tamu undangan tersebar di seluruh tempat.


Setelah Leon Presedir Majalah Bisnis menutup kata sambutan acara amalpun di mulai dengan di lelangnya beberapa koleksi barang antik miliknya.


John dan Dery menyumbangkan dana lebih dari beberapa puluh Miliar yang didonasikan khusus untuk kebutuhan hidup anak-anak yang menderita penyakit parah.


Tak hanya itu, mereka pun berhasil memberikan penawaran tertinggi pada acara lelang untuk barang antik miliknya. Tak tanggung-tanggung, hasil penjualan barang antik tersebut pun mereka sumbang kepada anak-anak yang membutuhkan itu.


Para artis ternama dunia pun menghibur anak-anak yang hadir pada acara tersebut dan membuat mereka tertawa bahagia. mereka pun menyempatkan diri berfoto dengan anak-anak di sana.  


Saat ini Dery tengah menikmati acara pesta sambil memerhatikan seseorang. Tepatnya seseorang yang tengah berhasil membuatnya penasaran, dia adalah salah satu kandidat dari Grop DM.


Sang Kandidat tengah sibuk mengabadikan pesta. Sungguh Dery selama ini tak pernah sekalipun memandang seseorang yang tidak di kenalnya dengan penuh kekaguman seperti itu.


Entah dalam keadaan sadar atau tidak, saking kagumnya Dery perlahan berjalan mendekat.

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti saat seseorang menyapanya.


" Wakil Presedir Dery selamat satang, Dimana kakak mu? " Sapa Leon seraya memegang satu gelas sirup stroberry di tangannya.


" Leon, kau teman baik ku, kamu tidak perlu


menyapaku dengan nada sopan begitu." Dery bicara dengan nada aneh." Tahun ini kakak ku tidak bisa hadir di acara ini." Setelah bicara ia meneguk minumannya


Leon hanya terkekeh.


" Apakah Wanita yang mengenakan Gaun biru itu adalah pacar barumu ?" Dery bertanya sambil menunjuk gadis cantik tepat di


belakang Leon dengan sorot matanya.


Sekilas Leon menoleh ke arah gadis itu,


setelahnya menatap Dery kembali, tapi tidak


menjawab. Mulutnya terkunci menutup rahasia tertentu.


Dery tersenyum mengerti. " Leon, saat aku


yang kalian inginkan ? "


Leon tersenyum." Dery, Kau pintar, kalian adalah Orang yang selalu menjadi trending topic. Daripada diam-diam memotretnya, kenapa kau tidak beritahu aku, Menurutku artikel itu tidak akan hanya meningkatkan Eksposur mu, hal ini juga akan meningkatkan pembaca majalah ku." Jelas Leon panjang lebar.


" Baik, kalau begitu kau harus menukarnya dengan informasi tentang Linda." Jawab Dery membuat Leon bimbang akan tawarannya.


" Ini .. " Leon gelisah." Aku sungguh tidak bisa mengatakannya. Pemimpin Grop DM telah mengintruksikan beberapa kali masalah itu. Siapapun yang mengungkapkannya dia akan mendapatkan masalah." Jelas Leon dengan wajah penuh cemas


" Aku tidak perlu jawaban yang konkret. Aku hanya perlu kau mengangguk atau menggelengkan kepala saat aku bertanya


itu sudah cukup. Apakah wanita yang bernama


Linda itu adalah wanita yang ada di


belakang mu ? "


Leon mengangguk pelan


Menarik gumam Dery dalam hati seraya menampakkan senyum puasnya.

__ADS_1


" Berita yang kau inginkan, aku akan memberitahu Dani, untuk mengirimkannya kepadamu sebagai artikel. Cukup terbitkan apa adanya, dan jangan berlebihan." Deri berjalan mundur sambil menunjuk wajah Leon dengan telunjuknya. Dia mengancam.


" Jangan khawatir " Jawab Leon singkat setelah menatap Dery berbalik badan lalu berjalan meninggalkannya.Tiba-tiba seorang wanita cantik menepuk bahunya dari belakang.


" Leon. " Sapanya.


Leon menoleh kearahnya lalu tersenyum '' Linda ! lama tidak bertemu. bagaimana kabarmu ?"


Linda tersenyum." Baik, bagaimana kabarmu ? "


" Baik."


" Laki-laki tadi adalah ... "


" Dia adalah Dery. Putra kedua Hendra.


Dia adalah wakil Presedir Arya. Salah satu Perusahaan yang ingin kau kunjungi " Leon memotong.


" Jadi, itu dia orangnya. " Jawab Linda sambil menatap wajah Dery dengan senyum manisnya dari kejauhan. Seolah menemukan orang yang selama ini dia cari.


Mungkin Leon mengerti dari arti senyum manisnya itu." Sudah 15 tahun kamu menahan diri untuk menemuinya. Ini kesempatanmu bertemu dengannya langsung."


" Leon, aku rasa dia sudah lupa padaku.


dia juga sudah tidak mengenal wajahku


lagi, selebihnya aku hanyalah teman masa


kecilnya."


Leon tersenyum." Itu salahmu, kenapa kamu


jarang menampakkan diri di media ? Setahuku


kau diam-diam pergi dari negri ini."


" Itu karena ayah memintaku untuk


kembali ke negri asalku."


Leon hanya diam sambil meneguk minumannya

__ADS_1


__ADS_2