Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
mencari foto kenangan


__ADS_3

Albert memasuki ruangan gudang dan tangannya membuka beberapa kain yang menutupi barang, seperti sedang mencari sesuatu Betty yang melihatnya mendekatinya.


"Ada yang kau cari? ", tanya Betty.


"Apa kau tahu orang yang berani memindahkan barangku?", kata Albert dengan gusar karena tidak menemukan barang yang dia cari.


Betty terkejut dengan nada bicara Albert kepadanya, selama dia di sini baru kali ini dia mendengar kemarahan Albert hanya karena barang yang tidak ditemukannya.


"Aku yang telah membersihkan tempat ini dan bila kau mencari foto Citra yang telah pecah itu , aku telah membuangnya ke tempat sampah", kata Betty dingin sangat kecewa melihat kemarahan Albert hanya karena foto mantannya di buang.


"Kau lancang sekali! jangan pernah mencampuri urusan pribadiku , termasuk memindahkan barangku tanpa ijin! ", teriak Albert dan mendorong Betty agar dia bisa mencari sampah tempat foto Citra di buang.


Tanpa sengaja dorongan Albert sangat keras membuat Betty terjatuh dan kepalanya membentur meja hingga berdarah , dan Albert pergi tanpa menghiraukan nya dan berlalu pergi tanpa menoleh.


Hati betty sangat terluka seperti diiris pisau, tanpa terasa air mata mengalir di pipinya dan dia segera menghapusnya tidak ingin nenek melihat kesedihan nya Betty terbiasa memendam perasaan sendiri.

__ADS_1


Sedalam itukah cinta Albert kepada gadis yang bernama Citra itu, sampai fotonya di buang saja dia sampai tega menyakiti dirinya yang note bene adalah istrinya biarpun pernikahan mereka bukan pernikahan pada umumnya.


Betty menghirup nafas dalam -dalam lalu membuka ikatan sampah kering, yang tadi dia bersihkan dan mengambil foto Citra yang sudah retak kacanya dan dia buang tadi.


Dia memandang wajah gadis cantik dalam foto yang di pegangnya itu , dan menaruh kembali di tempatnya lalu dia meninggalkan gudang itu dengan hati teriris.


Tadi dia ingin membersihkan lagi gudang yang banyak barang tidak di pakai agar kelihatan lapang dan melihat Albert di sana, sekarang keinginan itu sudah lenyap kepalanya pusing dan dia pun membersihkan luka darah di dahinya yang memar karena terbentur kaki meja.


Setelah dia membersihkan lukanya dia pun memplester dengan handyplast, lalu dia berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya melupakan semua kejadian tadi yang menyakitkan hatinya.


Albert memasuki rumah mencari Betty untuk meminta maaf kepadanya, entah kenapa tadi dia begitu emosi melihat Betty membuang foto Citra yang sudah meninggal.


"Rina.. ", panggil Albert diruang tamu yang luas itu.


"Ada apa tuan memanggil saya? ," tanya Rina yang datang tergopoh-gopoh dari dapur.

__ADS_1


"Dimana nyonya muda?," tanya Albert.


"Tadi saya melihat nyonya masuk kamar tuan", jawab Rina.


Agak takut karena mengira Albert ingin memarahinya, karena tadi sudah membuat Betty bekerja membantunya membersihkan gudang yang berdebu.


"Ya sudah Terima kasih", kata Albert berjalan ke arah kamar Betty.


Albert menatap Betty yang tertidur dan melihat keningnya yang di handyplast, hati Albert merasa bersalah karena membuat Betty terluka tanpa dia sengaja karena terbawa emosi.


Albert membelai rambut Betty dan mencium keningnya, dia menatap wajah Betty yang sedang tertidur pulas seperti bayi tenang dan damai seakan tidak ada yang bisa mengusiknya.


"Maafkan aku... ," bisiknya lirih, dia tadi tidak sengaja mendorong Betty sehingga terbentur.


Citra memang sudah lama pergi meninggalkan dia namun kenangan masih tersimpan, dia sadar Betty sekarang adalah istrinya dan tidak seharusnya dia menyimpan foto Citra.

__ADS_1


Betty memang berhak untuk membuangnya, tindakannya memang keterlaluan tadi. Dia menatap wajah Betty yang polos tanpa make up dan poni tebal yang menutupi wajahnya yang mengganggu pemandangan karena terlihat sangat jelek itu.


__ADS_2