
Albert berdiri di samping tempat tidur dengan kikuk, Betty yang menyadari Albert yang kikuk menggeser tubuhnya ke tepi agar Albert bisa duduk di sampingnya.
"Apa kau sudah tidak pusing lagi? ", tanya Albert.
"Sudah mendingan Terima kasih perhatiannya", sahut Betty.
"Apa yang kau sedang kerjakan asyik betul? ", tanya Albert.
"Menulis novel", jawab Betty singkat.
" Kalau kau sudah mengantuk tidurlah dulu aku masih ada 3 bab lagi, tidak perlu menunggu ku", kata Betty lalu mematikan lampu tidur disebelah Albert agar suaminya bisa tidur.
"Ya selamat malam", sahut Albert.
Istrinya memperlakukan dia seperti rekan daripada suami, dan basa basi ini dia sungguh tersiksa dia merindukan Betty yang seperti biasanya.
__ADS_1
Albert berbaring dengan tangan di bawah kepala, matanya menatap langit- langit kamar.Betty masih sibuk mengetik seolah hanya itu yang lebih penting dan menunggu kantuknya datang.
Dia merasa tersingkir biasa Betty menomor satukan dirinya saat bersama nya, dia tidak mengerjakan hal yang lain. Namun kali ini Betty menganggap dirinya seolah tidak ada di sana bersamanya.
Betty memang sengaja menulis banyak karena dia tidak ingin tidur sebelum suaminya terlelap, Betty terbiasa tidur dalam pelukan suaminya namun dia harus biasa tidur sendiri mulai sekarang.
Betty sadar saat ini dia hanya memiliki badan suaminya bukan hatinya dan dia harus siap bila saat itu tiba, dan membayangkan hal itu membuat hatinya sakit karena sejujurnya dia tidak ingin berpisah walaupun kontrak itu telah dia tanda tangani.
Nominal uang yang ditawarkan Albert tidak sedikit mampu membuat dia membuka usaha sendiri, tetapi harta bagi dia bukan lah apa-apa karena dia juga pewaris harta keluarga nya.
Dia akan mengunjungi orang tuanya sekaligus memberitahu dia sudah menikah agar orangtuanya tidak menjodohkan dirinya lagi seperti yang sudah-sudah.
Betty bingung juga bila memberitahu orang tuanya lalu mereka berpisah , maka orangtuanya akan sedih melihat nasibnya. Lebih baik dia sembunyikan dulu statusnya ,apalagi Albert belum mengetahui statusnya yang dia tau Betty anak orang biasa sederhana.
Betty menutup laptop nya dan mulai berbaring di sisi Albert dan meraih guling untuk dia peluk serta menarik selimutnya ke dada, Betty mencoba memejamkan matanya tetapi tidak bisa tidur nyenyak.
__ADS_1
Albert yang masih belum tidur mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, Betty terkejut tapi diam saja karena sejujurnya dia juga ingin di peluk seperti biasa oleh suaminya itu tetapi dia bersikap acuh seolah tidak menginginkan hal itu.
"Betty besok aku akan mengenalkanmu kepada orangtuaku.." bisik Albert karena dia tahu Betty belum tidur.
"Betty aku tahu kau mendengar ku katakan sesuatu jangan pura-pura tidur, karena aku tau kau belum tidur!", kata Albert.
"Terserah kau saja bukannya aku harus menuruti apa katamu," sahut Betty sambil menutup matanya.
"Betty kalau kau tidak setuju aku tidak memaksamu ," kata Albert.
" Bukannya itu tujuan utama kau menikahi ku agar orang tuamu, tidak menjodohkan mu dengan perempuan yang tidak kau sukai bukan?", sindir Betty.
"Ya memang benar , tetapi kalau kau tidak siap kita bisa pergi lain waktu", kata Albert lagi.
" Kapan saja aku siap kau tinggal bilang padaku sehingga kontrak kita juga cepat selesai, setelah orang tuamu menyerah menyodorkan para gadis buatmu", sahut Betty.
__ADS_1
Albert mengetatkan geraham nya dia memang menawari Betty menikah dengannya agar dia tidak di jodohkan lagi ,tetapi setelah menikah dan hidup bersama Betty dia merasa hidupnya nyaman ada tujuan pulang ke rumah.