
Mobil memasuki garasi dan Rose terbangun dari tidur pura-pura, karena tidak ingin berbicara tidak nyaman dengan Simon gara-gara masalah anak yang sensitif buat Simon.
Dia langsung membuka pintu mobil dan berjalan turun, Simon mengunci pintu mobil dan membuka pintu rumah.
"Aku akan menyiapkan makan malam kita lebih baik kau mandi dulu", kata Rose.
" Baiklah," sebelum pergi Simon menarik pinggang rose dan memeluk nya lalu mencium dahinya.
Simon melepaskan pelukannya dan melangkah naik untuk mandi , dan Rose menyiapkan pakaian ganti di atas tempat tidur baru mereka lalu mulai memasak buat malam.
Selesai memasak dan menyimpan makanan di meja makan, Rose bersiap untuk mandi karena badannya bau keringat habis masak.
Ketika dia membuka pintu kamar tubuhnya menubruk badan Simon yang berjalan keluar kamar, sehingga tubuhnya oleng dan hampir terjatuh kalau Simon tidak langsung menangkapnya.
"Kau tidak apa-apa? ", tanya Simon khawatir.
__ADS_1
" Tidak, maaf aku tidak mendengar langkahmu tadi", kata Rose.
Tubuh Rose menempel di dada simon yang bertelanjang dada, dia hanya memakai ****** ***** saja membuat muka Rose memerah.
"Maaf , aku terbiasa memakai ****** ***** aja kalau di rumah karena tidak ada orang lain.. kalau kau tidak nyaman aku akan memakai celana pendek", katanya.
" Tidak apa.. pakailah apa yang membuatmu nyaman, aku mandi dulu gerah habis memasak", kata Rose melepas pelukan simon dan masuk ke kamar mandi.
Simon memandang tubuh Rose dan tersenyum lalu pergi ruang tamu menyalakan televisi , dia suka menonton bola di waktu senggangnya selain berita mancanegara.
Simon larut dalam pertandingan yang di lihatnya tidak mendengar langkah Rose yang mendatanginya, Rose membawa camilan buat menonton dan juga kopi lalu meletakkan di meja.
"Aku kalau lagi nonton lupa diri karena terbiasa sendirian, sekarang aku akan lebih perhatian kepadamu", katanya.
Rose mengelus pipi Simon dan tersenyum manja, merebahkan kepala di dada suaminya.
__ADS_1
" Aku juga terbiasa sendiri dan sering kaget melihat orang asing tidur di sebelahku, tetapi aku akan membiasakan diri kalau aku sudah menikah dan hidup bersama untuk saling melengkapi satu sama lain", balasnya.
"Kau boleh menegur ku bila ada perilakuku yang tidak sesuai untukmu, tidak perlu ragu karena dalam pernikahan komunikasi harus no 1", kata Simon.
Rose mengangguk mengerti karena menyatukan perbedaan dua orang tidaklah mudah, apalagi pernikahan mereka belum seumur jagung dimana masih masuk honeymoon.
"Apakah kau sudah mengatakan kepada Albert kita sudah menikah? ", tanya Rose.
" Tidak ada rahasia antar aku dan Albert jadi dia sudah tahu semuanya", kata Simon tenang.
" Malam ini malam kita jangan bahas cowok lain biarpun itu atasan kita aku cemburu", kata Simon berbisik di telinga Rose.
"Kau bisa cemburu rupanya tetapi Albert sudah menikah jadi cemburumu tidak beralasan", kata Rose tersenyum.
" Tentu saja aku cemburu istriku sangat cantik dan seksi cowok manapun pasti akan menoleh melihat kecantikanmu", rayu Simon.
__ADS_1
Rose mengalungkan tangannya di leher Simon dan mengecup bibir Simon dengan berani, simon membalasnya sambil memainkan rambut Rose yang harum karena tadi Rose habis mencuci rambutnya dengan wangi bunga favorit nya.
"Aku milikmu dan akan selalu menjadi milikmu ", balas Rose.